52
���������
Pontianak Post
Senin 19 April 2010 M / 5 Jumadil Awal 1431 H
P e rt a ma da n T e rut a ma di K a l i m a n t a n B a r a t
Eceran Rp. 2.500
Mesin Trouble, Lion Air Jkt-Pnk Kembali ke Bandara PONTIANAK—Nasib nahas hampir saja dialami penumpang Lion Air tujuan Jakarta-Pontianak. Pesawat dengan nomor penerbangan CGK 501231 itu mengalami trouble di udara, Minggu (18/4) sekitar pukul 17.15 WIB. Diduga mesin bagian sebelah kiri mati hingga pilot memutuskan kembali ke Bandara Soekarno-Hatta. Dalam daftar penumpang pesawat
terdapat Plt Sekda Kubu Raya Agus Suparwanto dan rombongan DPRD Kubu Raya yang pulang dari kegiatan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Bandung, Jawa Barat. Herawati, staf Sekwan DPRD Kubu Raya dihubungi Pontianak Post melalui nomor ponsel di Bandara Cengkareng, Jakarta mengaku cukup trauma.
GROW WITH CHARACTER
Jakarta CMO Club KEDATANGAN “kembali” Prof Philip Kotler ke Indonesia tepat pada HUT Ke-40 ASEAN yang juga dihadiri Presiden SBY cukup menggetarkan. Saya “mengawal” Philip Kotler dua puluh empat jam selama lima hari empat malam di Jakarta, supaya dia merasa aman. Mendadak saja, Philip Kotler jadi jatuh cinta ke Indonesia sebagai “ibu kota” ASEAN. Karena itu, langsung saja saya usulkan pada dia untuk segera Hermawan Kartajaya mendirikan Jakarta CMO Club di bawah Philip Kotler Center for ASEAN Marketing (PK-CAM). Sejak 2006, ketika bertemu di Beijing dan Shanghai, Philip Kotler sudah berbicara tentang perlunya
u Ke Halaman 7 kolom 1
Mafia Pajak Terbongkar Kerugian Negara Ratusan Miliar
gu (19/4) kemarin menanggapi pernyataan penasehat hukum Hanafi Kasimin. Hanafi bersama rekannya resmi mengundurkan diri dari penasehat hukum Edwin pada Jumat (16/4) malam. Salah satu alasan
SURABAYA – Dugaan adanya kasus mafia pajak yang lebih besar akhirnya terbukti. Kali ini terjadi di Surabaya. Bahkan, uang negara diperkirakan lenyap ratusan miliar rupiah gara-gara sindikasi pemalsuan bukti setoran pajak. Kasus tersebut dibongkar Polwiltabes Surabaya kemarin (18/4). Menurut Kapolwiltabes Surabaya Kombespol Ike Edwin, inti kasus tersebut adalah manipulasi data. Selain itu, terbukti adanya pemalsuan. ’’Itu jelas tindak pidana,’’ katanya kemarin. Polisi telah menangkap 10 tersangka yang diduga terlibat sindikat manipulasi pajak tersebut. Salah seorang di antara mereka adalah PNS Kantor Direktorat Jenderal Pajak 1 Jatim, yakni Suhertanto. Dia adalah konsultan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Karangpilang. Sebelumnya, dia adalah karyawan bagian kepegawaian di Kanwil Pajak Jatim, kemudian menjadi juru tagih di KPP Rungkut. ’’Saat menjadi juru tagih di KPP Rungkut itulah, ada indikasi bahwa dia mulai ’bermainmain’,’’ ucap Ike, yang tampak semringah dengan keberhasilan mengungkap sindikat mafia pajak yang cukup besar itu. Ike mengatakan belum semua tersangka dalam sindikat tersebut tertangkap. ’’Setidaknya masih ada empat–lima nama lagi. Tapi, yang jelas, otaknya sudah kami tangkap semua,’’ urai orang nomor satu di jajaran kepolisian Surabaya itu.
u Ke Halaman 7 kolom 5
u Ke Halaman 7 kolom 1
u Ke Halaman 7 kolom 5
Boy Slamet/Jawa Pos
MAFIA PAJAK: Kombespol Ike Edwin menunjukkan tersangka sindikat pemalsuan bukti pembayaran pajak kemarin.
Kapoltabes Tantang Buktikan Markus Dalam Penangan Kasus Edwin PONTIANAK--Kapoltabes Pontianak Kombes Pol M Asep Sjahruddin menan-
tang untuk membuktikan adanya mafia kasus dalam penanganan perkara Edwin Rahadi (38). “Kalau betul ada makelar kasus dalam perkara Edwin harus bisa dibuktikan,” kata Asep. PenegasanAsep Sjahruddin pada Ming-
Jembrana; Satu-satunya Daerah yang Terapkan E-Voting
Bisa Menghemat hingga Rp1,1 Miliar Kabupaten Jembrana di Bali adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang sudah menerapkan evoting. Jadi, ketika pesta demokrasi dilaksanakan, pemungutan suara dilakukan serbaelektronis. Tidak lagi ada mencoblos. Bagaimana penerapan e-voting di sana?
KABUPATEN Jembrana sudah mempraktikkan e-voting sejak April 2009. Tetapi, lingkupnya masih mencakup proses pemilihan
Priyo Handoko/Jawa Pos
UJI COBA: Salah seorang pegawai Pemkab Jembrana memperagakan penggunaan e-voting.
kepala dusun. Hingga kini, sudah 62 dusun (di antara 264 dusun) yang menerapkannya dengan sukses. Keberhasilan itu membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana optimistis bahwa pemilihan bupati Jembrana yang direncanakan akhir tahun ini juga bisa dilakukan dengan sistem e-voting. Apalagi Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengabulkan sebagian di antara gugatan uji materi terhadap UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 7 kolom 1
Jawa Pos Group Media