Pontianak Post
Jumat, 19 Juni 2009 M / 25 Jumadil Akhir 1430 H
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Visi Hukum Capres Tak Jelas
PRESTASI
Dokumen Depdiknas
JUARA: Tim robot Indonesia tiba di Indonesia dan mendapat sambutan dari Mendiknas Bambang Sudibyo, kemarin.
Tim Robot Bebas Sekolah hingga S-3 JAKARTA – Prestasi demi prestasi berhasil ditorehkan oleh anak bangsa di level internasional. Teranyar, tim robot Indonesia meraih juara pertama dan menggondol medali emas pada The 2009 International Robogames yang dihelat di Fort Mason, San Francisco, AS, Minggu lalu (14/6). u Ke Halaman 11 kolom 5
Hari/Pontianak Post
BARANG BUKTI: Anggota Polres Ketapang melakukan pengecekan 110 karung timah hitam hasil tambang ilegal.
5,3 Ton Timah Hitam Tak Bertuan Pesaguan Kantongi 300 Ribu Ton Timah Hitam
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber iman.” (An-Nisa’: 103)
11:46 15:11
17:50 19:04 04:19
Ditemukan Anggota Kodim, Diamankan Polisi Saat Diangkut
PONTIANAK--Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kalimantan Barat Agus Aman Sudibyo menyatakan, potensi pertambangan timah (Pb) atau timah hitam di Kalbar cukup besar. Distamben Kalbar memperkirakan terdapat sekitar 300 ribu ton potensi timah di Sungai Pesaguan ke arah Tumbang Titi Ketapang. Walaupun demikian, baru PT Timah, perusahaan BUMN, yang serius berinvestasi dibidang itu. “Memang ada beberapa perusahaan lain yang ingin berinvestasi. Tapi sejauh ini baru PT Timah yang sudah melakukan survei ke lokasi. Mereka memperkirakan kandungan timah di sana 60-70 persen,” kata Agus
KETAPANG--Polres Ketapang berhasil mengamankan 110 karung atau 5,3 ton timah hitam. Polisi menduga puyak hitam –sebutan masyarakat setempat-diangkut menggunakan dua truk ini hasil tambang ilegal asal Batu Menangis, Desa Pesaguan, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Penangkapan terjadi di wilayah Sungai Gantang, Kecamatan Kendawangan sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (17/6). Penangkapan berawal saat polisi melakukan
u Ke Halaman 11 kolom 5
u Ke Halaman 11 kolom 1
12 Nelayan Tiongkok Terdampar di Kalbar Tiga Hari Tanpa Makan dan Minum PONTIANAK--Sebanyak 12 warga Tiongkok terdampar di Muara Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (17/6) pagi. Sebelumnya, nelayan asal Provinsi Hainan ini terapung di laut menggunakan sekoci selama tiga hari setelah kapal yang mereka gunakan tenggelam dihantam ombak di sekitar Laut China Selatan. Ke-12 nelayan tradisional itu ditemukan salah seorang pemilik restoran tidak jauh dari muara Sungai Kakap. Kondisi mereka lemah, karena tidak makan apapun selama terapung di laut tiga hari. Selakti yang pertama kali menemukan nelayan Tiongkok ini langsung menghubungi Polsek Sungai Kakap. “Oleh polisi mereka langsung di bawa ke kantor imigrasi,” kata Kepala Imigrasi Kelas I Pontianak, Harsoyo, kemarin. u Ke Halaman 11 kolom 5
Eceran Rp. 2.500
Hendi/Pontianak Post
MENUNGGU DEPORTASI: Nelayan Tiongkok saat diamankan di Kantor Imigrasi Pontianak kemarin.
JAKARTA--Pentas debat calon presiden yang dihelat tadi malam, dinilai tidak memunculkan optimisme dalam dunia hukum, khususnya masa depan pemberantasan korupsi. Visi misi yang disampaikan ketiga capres cenderung normatif dan tidak jelas. “Tidak terlihat harapan yang cerah dalam pemberantasan korupsi,” kata Febri Diansyah, peneliti hukum Indonesian Corruption Watch (ICW), tadi malam. Hal itu tercermin dari tidak ada terobosan jika pembahasan RUU Pengadilan Tipikor menemui jalan buntu. “Malah ada calon yan mencampuradukkan antara UU Tipikor dengan UU Pengadilan Tipikor,” sambungnya. Dalam penilaian Febri, tidak ada satu capres yang menjelaskan adanya ancaman terhadap kinerja KPK jika pembahasan RUU Tipikor tidak kelar hingga Desember 2009. Begitu juga terkait masalah tindakan pencegahan, seperti pungli. “Mereka bicara masalah moral. Itu sangat mengambang,” katanya. u Ke Halaman 11 kolom 1
KPK Kejar Anwar JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mau mendiamkan begitu saja semua fakta hukum yang muncul saat persidangan mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan Cs Rabu lalu. Pasca dijatuhkannya putusan 4,5 tahun kepada besan presiden tersebut, komisi langsung bergerak melakukan penyelidikan baru. Seperti biasa, komisi tidak mengungkapkan penyelidikan apa yang tengah dimulai. Namun, langkah itu menjadi pertaruhan apakah lokomotif penanganan skan- Anwar Nasution dal Rp 100 miliar berpuncak di Aulia Cs ataukah masih bergerak. “Semuanya amat bergantung dengan hasil penyelidikan yang kami lakukan,” kata Wakil
Skandal BI Pasca Vonis Aulia Cs
u Ke Halaman 11 kolom 5
Pisau Haifu; Revolusi Dunia Medis dari Chongqing, Tiongkok
Kali Pertama, Bisa Ngobrol Sambil Terapi Tumor Lewat riset yang sudah berlangsung 17 tahun, Chongqing Haifu Technology tidak hanya menemukan ”Pisau Haifu”. Masih ada dua lagi temuannya yang juga memesona dunia kedokteran. Siapa orang-orang di balik sukses itu?
ikan lele dumbo. Gambar biru tua dengan latar biru muda itu diberi aksen kabur, seperti pembesaran foto medis. ”Tubuh kita sudah diprogram sejak awal,” kata Xiang Peng, asisten presiden dan manajer internasional Hifu, di markas Hifu, Qingsong Road 1, Chongqing, Tiongkok, Jumat (12/6). Sesuai dengan program itu, setiap organ ROHMAN BUDIJANTO, sudah punya fungsi dan tidak Chongqing boleh dikurangi. Karena itulah, prinsip tindakan medis penyemTEMBOK tinggi ruang lobi markas buhan yang dikembangkan di Haifu Chongqing bergambar awal keHaifu adalah jangan sampai hidupan, yakni sperma dan telur. Gambar mengorbankan organ yang sehat superbesar itu memenuhi tembok sampRohman Budijanto/Jawa Pos karena menyalahi kodrat. ing. Sebuah bulatan telur dengan garis MEREBUS KANKER: Peng Xiang menerangkan cara kerja Pisau Haifu. Mangkok kuning adalah Haifu sudah membuktikan tengah kira-kira satu meter ”dikejar” oleh pemancar ultrasound dan titik merah di atasnya adalah gambaran tumor. (Kanan) Seapopinna, prinsip itu dengan metode ratusan sperma yang ukurannya sebesar temuan lain Chongqing Haifu Technology. u Ke Halaman 11 kolom 1
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Jawa Pos Group Media