Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post Kamis 19 November 2009 M / 2 Dzulhijjah 1430 H

Eceran Rp. 2.500

P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K A L I M A N T A N B A R A T

Radar Semarang

JATUH: Heli Tim SAR Nasional Jenis Bolkow NBO-105 berhasil terekam kamera menjelang jatuh di Pantai Marina, Semarang, kemarin

Terbang Rendah, Heli Tim SAR Jatuh SEMARANG - Helikopter jenis Bolkow NBO-105 yang digunakan latihan personel Badan SAR Nasional (Basarnas) kemarin jatuh di Pantai Marina, Semarang. Namun, tak ada korban jiwa dalam ke-

celakaan tersebut. Awak dan penumpang heli yang berjumlah lima orang hanya mengalami luka-luka. Heli nahas itu dipiloti Kapten Marsudi dengan Kopilot Lettu Wahyu Ardhi. Tiga

penumpangnya adalah anggota tim SAR, yaitu Noer Isrodin, Mikael, dan Slamet Wijayana. Ketiganya dirawat di RSUP dr Kariadi, Semarang. Mikael mengalami patah tulang selang-

kangan kiri. Tadi malam, sekitar pukul 19.00, dia dijadwalkan naik ke meja operasi. Kedua awak heli, Marsudi dan Wahyu Ardhi, hanya mengalami luka ringan. Ke Halaman 7 kolom 5

Ukon Furkon Sukanda/Indopos

DENGAR PENDAPAT: Rapat Dengar Pendapat antara Komisi III DPR dengan Kapolri, KPK dan Kejagung di Gedung DPR Senayan, Jakarta, kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolri Bambang HD, Ketua sementara KPK Tumpak Hatorangan Pangabean dan Jaksa Agung Hendarman Supanji.

Polisi Keder pada Anggodo Siang Tersangka, Malam Diralat Jadi Saksi JAKARTA--Anggodo Widjojo, aktor utama dalam rekaman penyadapan

HAJI 2009

Idul Adha 27 November JAKARTA – Pemerintah menetapkan 1 Zulhijah 1430 Hijriah jatuh pada Rabu (18/11). Dengan begitu, umat Islam di tanah air akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1430 H atau 10 Zulhijah pada Jumat pekan depan (27/11). ’’Pada sidang isbat Hari Raya Idul Adha tahun ini, semua pihak –baik ahli hisab dan ahli rukyat– sepakat awal Zulhijah 1430 H bertepatan dengan 18 November 2009, seperti laporan ketua BHR (Badan Hisab Rukyat),’’tutur Dirjen Bimas Islam Depag Nasarudin Umar saat memimpin sidang isbat kemarin (18/11). Ke Halaman 7 kolom 1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali lolos dari jerat hukum. Lebih dari dua minggu setelah suaranya diputar dalam sidang di Mahkamah Konstitusi Kamis lalu (3/11), status pria bernama Tionghoa Ang Tju Nek itu tetap menjadi saksi. Bahkan, rekomendasi Tim Delapan

pun tidak cukup kuat untuk membuat Anggodo berubah status. Padahal, Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Kasus Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah bentukan SBY itu telah merekomendasikan agar Anggodo diusut sebagai awal dari operasi pemberantasan makelar kasus.

Namun, alih-alih menahan, polisi ternyata tidak konsisten menyatakan status Anggodo. Siang kemarin Direktur II Eksus Bareskrim Kombespol Raja Erisman menegaskan, pemeriksaan yang dilakukan jajarannya telah menetapkan tersangka. Ke Halaman 7 kolom 5

Tambul-Morkes Perang Baliho Tuntut Sikap Tegas SBY AMPG dan Pengajian Al-Hidayah Belum Tentukan Pilihan PONTIANAK--Kandidat Ketua DPD Golkar Kalbar periode 2009-2014 semakin mengerucut. Jika sebelumnya ada enam kandidat, kini yang telah menyatakan siap maju menyisakan tiga yakni Abang Tambul Husin, Gusti Hersan Aslirosa dan Morkes Efendi.

Bahkan Tambul dan Morkes sudah mulai perang baliho di beberapa persimpangan strategis di Kota Pontianak dan sekitarnya seperti si simpang Polda A Yani, serta baliho-baliho berukuran kecil di ruas Jalan A Yani. Wakil Ketua Panitia Pengarah Musda Golkar Kalbar Awang Sofian Rozali menegaskan jadwal Musda Golkar tetap tidak berubah yakni 20-22 November 2009. “Sebelumnya tanggal 18 November, tapi dimundur lagi tanggal 20 November. Ini menyesuaikan

dengan jadwal ketua umum Aburizal Bakrie yang dipastikan hadir dalam musda nanti,” ujarnya. Morkes Efendi kemarin kembali menegaskan untuk siap memimpin Golkar Kalbar lima tahun kedepan. “Visi dan misi saya sangat jelas, yakni mempertahankan partai Golkar sebagai partai besar. Sedangkan misi untuk mewujudkan visi tersebut adalah melakukan gerakan rekonsoliasi dan rekonstruksi partai,” jelas Morkes. Ke Halaman 7 kolom 5

Abolisi Bukan Intervensi

publik dari Universitas Tanjungpura, DR Zulkarnaen, hal itu menimbulkan ketidakpastian dan menimbulkan kesan tidak transparan. PONTIANAKMasyarakat akan -Langkah Presiden bertanya-tanya dan Susilo Bambang menduga-duga. Yudhoyono yang “Memang, sikap menunda respons Zulkarnaen hati-hati itu benar. t e r h a d a p r e ko mendasi Tim Delapan dinilai Tetapi penundaan itu tidak tepat. kurang positif dari sisi politis. Secara politis itu merugikan dan Menurut pengamat kebijakan Ke Halaman 7 kolom 1

Cerita Duka Listrik Sejak 20 Tahun Lalu 11:30 14:54 17:34 18:47 04:05

Seperti Ayam Mati di Lumbung Padi Ayam mati di lumbung bukan lagi kiasan untuk menggambarkan kelistrikan di Indonesia. Di Pulau Kalimantan yang kaya-raya akan batubara, hampir seluruh kotanya krisis listrik dengan sangat gawat. Bukan sejak sebulan yang lalu, tapi sudah 10 tahun atau 20 tahun lamanya.

Catatan Dahlan Iskan KOTA seperti (deretan nama-nama kota ini anggap saja pelajaran baru ilmu bumi): Pontianak, Singkawang, Sanggau, Ketapang, Pangkalanbun, Sampit, Palangkaraya, Samarida,

Eky fajrin/Satelit News

DAMPAK PEMADAMAN: Pekerja menjahit pakaian jadi di salah satu industri konveksi rumahan di Tangerang, Banten. Pemadaman listrik bergilir menyebabkan terganggunya aktivitas operasional industri mereka.

Balikpapan, Penajam, Tanahgrogot, Bontang, Sengata, Tanjungredep, Tanjungselor, Tarakan, sampai ke kota penting di dekat negara tetangga seperti Nunukan dan Tanatidung bukan main menderitanya. Tidak terhitung lagi orang yang kehilangan rumah karena lampu mati. Mereka menyalakan lilin, ketiduran, lantas rumah yang umumnya terbuat dari kayu terbakar. Kisah pilu seperti itu menjadi berita koran lokal yang tidak habishabisnya. Kebetulan, saya memiliki koran di semua kota yang disebut terdahulu itu dan yang akan disebut kemudian. Lalu, generasi masa depan macam apa yang akan tercipta dengan kondisi listrik seperti itu? Belum lagi penderitaan para investor. Mencari investor yang mau masuk ke daerah-darah itu bukan main sulitnya. Investor rasional pasti

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

Ke Halaman 7 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.