Pontianak Post
Rabu, 20 Mei 2009 M / 24 Jumadil Awal 1430 H
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Eceran Rp. 2.500
EKONOMI
Miranda Pimpin BI Sampai Akhir Juli JAKARTA--Calon Wakil Presiden Boediono kemarin resmi berpamitan dengan jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). Boediono telah melayangkan surat pengunduran diri kepada presiden pada 15 Mei lalu, dan menyatakan diri efektif berhenti pada 16 Mei dan kini tinggal menunggu Keppres pemberhentian. Dengan mundurnya Boediono, secara otomatis BI akan dipimpin Deputi Gubernur Senior (DGS) BI Miranda S Goeltom. Ini meMiranda S Goeltom mang sesuai dengan UU BI. “Saat pak Boed 16 Mei lalu mendaftar di KPU, maka saya mengambil alih pekerjaan pak Boed sebagai pengganti sementara, sesuai dengan undang-undang (UU no.3/1999 tentang BI),” kata Miranda acara pamitan u Ke Halaman 11 kolom 5
Mohammad Syukron/Radar Jogja.
RAKA DENNY/JAWAPOS
TEMUI PEDAGANG: Wapres Jusuf Kalla menemui pedagang di Pasar Bringharjo, Jogjakarta. Sebelumnya JK-Win bersilaturahmi dengan Raja Keraton Jogja Sultan Hamengku Buwono X. (Kanan) Boediono menjenguk Taufik Kiemas di RS MMC Jakarta. Secara bercanda ia berkata harus belajar melambai layaknya menjadi Wapres.
Boediono Dekati Kiemas Capres-Capres Remehkan KPK Tak Mau Temui Tim Laporan Kekayaan JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyisir harta kekayaan para pasangan capres-cawapres. Secara serentak, kemarin (19/5), mereka memulainya dengan mengecek kekayaan tiga capres, yakni SBY, Megawati, dan Jusuf Kalla. Hanya saja, dari tiga capres yang didatangi tim laporan kekayaan calon presiden, tak satupun yang mau bertemu secara “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber iman.” (An-Nisa’: 103)
11:41 15:05
17:45 18:58 04:16
u Ke Halaman 11 kolom 1
RAKA DENNY/JAWAPOS
HARTA: Tim LPKPN melakukan verifikasi Capres 2009 di kediaman Megawati, kawasan Teuku Umar Jakarta.
Antasari Akui Pertemuan di Rumah Sigid JAKARTA--Polisi masih berusaha menemukan keterkaitan tiga tersangka utama, Sigid, Wiliardi, dan Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain. Setelah diperiksa hingga Selasa dinihari, Antasari mengakui pertemuan dengan Sigid dan Wiliardi beberapa hari sebelum pembunuhan. Pertemuan itu dibenarkan oleh pengacara Antasari, Juniver Girsang. “Tapi, hanya sepuluh menit,” katanya usai menjenguk Antasari di rutan narkoba Polda Metro Jaya kemarin (19/5). Menurut pengac-
ara yang berpraktik sejak 1987 itu, Antasari dan Wiliardi hanya berkenalan. “Tidak ada pembicaraan lain. Apalagi bicara soal Nasrudin,” kata Juniver. Namun, pengacara Wiliardi punya keterangan lain. Menurut Yohanes Yacob, kuasa hukumnya, Wiliardi menerima amplop dalam pertemuan itu. “Jumlahnya sekitar 500 juta dari Mr S untuk Mr E,” kata Yohanes. Namun, amplop itu tidak disentuh sama sekali oleh Wiliardi. u Ke Halaman 11 kolom 5
JK-Wiranto Gerilya Tokoh-Tokoh Jogja
JAKARTA – Kampanye capres-cawapres menjelang pemilihan presiden (pilpres) memang belum dimulai. Tapi, bukan berarti para kandidat tak bermanuver. Seperti yang kemarin dilakukan dua kubu: Jusuf Kalla (JK) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). JK dan pasangannya, Wiranto, menggerilya tokoh-tokoh di Jogja. Sedangkan kubu SBY yang diwakili Boediono menjenguk Taufiq Kiemas, suami capres Megawati Soekar-
noputri. Boediono menjenguk Kiemas setelah secara resmi menyatakan mundur dari jabatan gubernur Bank Indonesia. Cawapres SBY itu tiba di RS Metropolitan Medical Centre (MMC), Jalan H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, tempat Kiemas dirawat, sekitar pukul 13.00. Suami Megawati itu menjalani perawatan di RS tersebut sejak Rabu siang (13/5). Kondisi fisik ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP itu drop karena kelelahan menjalani serangkaian lobi koalisi yang sangat padat. u Ke Halaman 11 kolom 1
Kasus Bank Century Robert Tantular Terancam 20 Tahun
Naufal Widi A.R/Jawa Pos
DIDAKWA: Robert Tantular usai persidangan di PN Jakarta Pusat, kemarin (19/5).
JAKARTA – Robert Tantular, pemegang saham Bank Century, mulai duduk di kursi pesakitan dalam kasus penggelapan dana nasabah kemarin (19/5). Dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu, jaksa penuntut umum (JPU) mendakwanya dengan tiga pasal UU Perbankan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Tiga pasal itu disusun secara
kumulatif. Pertama, pasal 50 A UU No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kedua, pasal 50 A UU 10/1998 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 65 KUHP. Ketiga, pasal 50 UU 10/1998 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dalam dakwaan pertama, JPU Damly Rowelcis menjelaskan, Robert telah memindahbukukan u Ke Halaman 11 kolom 1
Catatan dari Sri Lanka; Bangsa Lembut yang Dirobek Separatisme Tiga Dekade
Menunggu Perang Usai seperti Nonton Sepak Bola Kematian pimpinan separatis Tamil, Velupillai Prabhakaran, diumumkan pemerintah Sri Lanka sebagai akhir pemberontakan. Negara yang pernah makmur itu letih hidup dalam kekerasan demi kekerasan. Berikut catatan Ira Puspadewi dari negara pulau di selatan India itu.
IRA PUSPADEWI, Sri Langka “CEPAT, keraskan volume radionya,” seru Nandini kepada sopirnya tak sabar. Dengan segera terdengar suara dua perempuan yang meraung-raung dalam bahasa Sinhala berdialek Tamil. Tangisan ini ditimpali dengan suara riuh kerumunan.
AFP PHOTO
TEWAS: Kematian pimpinan separatis Tamil, Velupillai Prabhakaran mendapat liputan luas dari berbagai media.
Saya belum paham apa yang terjadi, tetapi mata kawan saya, Nandini, tampak berbinar. Sopir yang sepanjang satu jam perjalanan ini membisu pun tiba-tiba bersuara menggebu-gebu dalam bahasanya. Sejenak saya nyaris dianggap tak ada dalam mobil itu. Kalau saja tak terderngar suara meraung itu, pasti saya akan mengira bahwa mereka sedang merayakan kemenangan tim sepak bola atau kriket, olahraga paling favorit di Sri Lanka. Untung saja, ada SMS masuk buat Nandini dan keberadaan saya baru diakui lagi. “O thank God! Dua divisi kami dari arah berlawanan sudah bertemu,” katanya masih dengan binar di matanya. Baru saya paham, dua orang beretnis Sinhala yang semobil dengan saya ini sedang larut dalam kegembiraan besar. Menurut kabar dari radio dan SMS yang masuk, wilayah yang dikuasai kelompok separatis Macan Tamil tinggal sekitar tiga km persegi lagi. Selebihnya, seluruh wilayah yang tadinya dikuasai Macan Tamil, sudah dikuasai penuh oleh tentara pemerintah.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media