Pontianak Post
Sabtu, 20 Juni 2009 M / 26 Jumadil Akhir 1430 H
sELEBRITAS Honornya Buat Mama TIDAK mau terbebani antara musik dan film, artis Chelsea Olivia untuk sementara menghentikan karir di dunia tarik suara. Personel grup musik Bukan Bintang Biasa (BBB) yang sukses menelurkan single Putus Nyambung itu memilih menekuni profesi sebagai bintang sinetron. ‘’Nyanyi sementara mandek. Aku fokus ke sinetron,’’ katanya di studio Penta, Jakarta Selatan, Kamis (18/6). Pemiliki tinggi badan 166 cm tersebut mengemukakan, label Chelsea Olivia musik tempatnya bernaung tidak melarang dirinya menekuni dunia akting. Apalagi, hingga saat ini, belum ada tawaran bermain musik. “Kalau ada tawaran menyanyi untuk BBB pun, u Ke Halaman 11 kolom 5
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber iman.” (An-Nisa’: 103)
11:46 15:11
17:50 19:04 04:19
Flu babi Singapura Karantina WNI DEPARTEMEN Luar Negeri (Deplu) memastikan seorang warga negara Indonesia (WNI) menjadi suspect virus flu babi (H1N1). Kasus flu babi pertama yang menjangkiti WNI itu ditemukan di Singapura. ’’Memang ada WNI yang kena dan statusnya suspect flu babi,’’ kata Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah di Jakarta kemarin (19/6). Dia menyatakan, WNI yang menjadi suspect flu babi tersebut bernama lengkap Oei William WidiTeuku Faizasyah nata. Dia adalah pekerja profesional berusia 26 tahun yang kerap melakukan perjalanan bisnis ke berbagai negara dan berkantor di Singapura. ’’Sekitar sepekan lalu setelah dari luar negeri, dia kembali ke Singapura. Setelah dicek, ternyata suspect H1N1,’’ katanya. u Ke Halaman 11 kolom 5
dEPDIKNAS Kucuri Penulis Rp 2 M UNTUK merangsang minat menulis masyarakat, pemerintah siap menggelontorkan bantuan dana. Tahun ini, Pusat Perbukuan (Pusbuk) Depdiknas menganggarkan bantuan Rp 2 miliar untuk penulis buku. Anggaran itu ditargetkan untuk 500 judul buku. Kebijakan tersebut ditempuh demi menyediakan buku yang bermutu dan sesuai dengan standar nasional. ’’Insentif itu merupakan langkah konkret pemerintah bagi penulis buku yang membutuhkan dana untuk mengumpulkan bahan tulisan,’’ terang Sekjen Depdiknas Dodi Nandika di sela pameran Hari Buku Sedunia dan Hari Buku Nasional 2009 di Jakarta u Ke Halaman 11 kolom 5
pertama dan terutama di kalimantan barat
Polres Amankan Pemilik 5,3 Ton Timah Hitam Baru Satu Perusahaan Kantongi IUP Produksi KETAPANG—Penyidikan Polres Ketapang soal temuan 110 karung berisi 5,3 ton timah hitam mulai ada titik terang. Kemarin, polisi berhasil mengamankan seorang warga yang diduga kuat pemilik bahan tambang itu. “Saat ini warga tersebut sedang diperiksa intensif oleh anggota. Nantinya hasil pemeriksaan tersebut akan menentukan status warga ini,” kata Kapolres Ketapang AKBP Karyoto saat dihubungi Pontianak Post via telepon kemarin (19/6). Dijelaskan, warga yang diamankan itu bernama H.Ibun. Dia mengaku penduduk Desa Pesaguan Kecamatan Matan Hilir Selatan. H.Ibun tertangkap anggota polres saat jalan-jalan di wilayah Pesaguan sekitar pukul 17.00 wib, Jumat (19/8). Keberhasilan penangkapan warga ini, kata Kapolres, tak lepas dari informasi masyarakat dan keterangan dari kedua supir yang menjadi saksi serta informasi petugas polres dilapangan. Polres menduga pemilik 110 karung timah tersebut satu orang. “Saat ini baru satu orang yang kita amankan, nantinya tergantung pemeriksaan apakah ada pemilik lain atau petunjuk lainya. Semua akan terus kita dalami,” paparnya. Menurut Kapolres, hasil pemeriksaan nanti akan mengetahui apakah warga ini memiliki Kuasa Pertambangan (KP) atau pun bekerja dengan pemilik KP. “Apabila dalam pemeriksaan terbukti H.Ibun tidak memiliki KP maka akan ditindak sesuai dengan aturan yang ada,” paparnya. Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pertambangan Dan Energi Kabupaten Ketapang, Drs Ismed Siswadi menjelaskan, siapapun atau badan apapun yang tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dianggap illegal. “Hampir semua pemilik Kuasa Pertambangan memiliki izin dan terdaftar di dinas pertambangan dan energi. Jadi diluar izin yang dikeluarkan Distamben dianggap illegal,” ujarnya. Saat ini Distamben sedang merampungkan revisi raperda mengenai pertambangan rakyat. Sehingga masyarakat u Ke Halaman 11 kolom 5
Seret Wakil Ketua KPK Bantu Antasari, Chandra Sadap Handphone Rani JAKARTA – Pusaran penyidikan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain semakin seru. Penyidik Polda Metro Jaya berpacu dengan mepetnya waktu pelimpahan berkas ke Kejaksaan Agung. Mereka harus bekerja keras karena Kapolri u Ke Halaman 11 kolom 1
HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST
TIMAH HITAM: Satu dari 110 karung berisi Timah Hitam diperlihatkan aparat Polres Ketapang, kemarin (19/6). Bahan tambang ini dijual Rp40.000/kg jika dalam bentuk pasir kasar.
Gelar Jumpa Pers sambil Menangis Cici Paramida Ceritakan Kronologi Ditabrak Suami JAKARTA – Setelah beberapa hari bungkam dan tak keluar dari rumah, penyanyi dangdut Cici Paramida ak hirnya mengadakan jumpa pers di Hotel Century Park, Jakarta, kemarin (19/6). Pelantun lagu Wulan Merindu ini menceritakan kronologi tindak kriminal
suaminya, Raden Akhmad Suhaebi Hamsawi, saat tepergok selingkuh Minggu malam lalu (14/6). Mengenakan blus lengan panjang berwarna abu-abu, Cici yang didampingi tiga pengacaranya tiba sekitar pukul 17.40 WIB. Wajahnya masih terlihat lebam. Di pelipis dan rahang kanannya tampak bekasbekas memar. Kakak penyanyi dangdut Siti Rahmawati atau Siti KDI memulai jumpa pers dengan memohon maaf kepada media. Begitu membuka mulutnya,
Cici terdengar seperti hendak menangis. ’’Mohon maaf, saya baru bisa muncul karena keadaan saya mulai stabil,’’ katanya mengawali. Dia lantas juga menyampaikan terima kasih kepada polisi yang telah menangani kasusnya secara profesional. Sambil mencucurkan air mata, perempuan yang menghilangkan tahi lalat di pipinya itu memberikan penjelasan. Menurut Cici, saat itu dirinya melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Ebi –panggilan akrab sang suami– menyetir di kawasan Puncak, u Ke Halaman 11 kolom 1
FEDRIK TARIGAN/NONSTOP
UNGKAP: Cici Paramida mengungkapkan kejadian saat ditabrak Suhaebi yang dipergokinya bersama wanita lain. Ia mengaku merasa dibohongi Suhaebi.
Ulrike Von Mengden, 50 Tahun jadi Kurator Senior Satwa Kebun Binatang Ragunan
Tangkap Beruang Lepas dari Kandang dengan Bir Tinggal di Indonesia sejak 1952, Ulrike Von Mengden mengabdikan diri untuk binatang di Kebun Binatang Ragunan. Hewan dia anggap menjadi bagian dari tanggung jawab hidup. Karena itu, dia rajin berkeliling memberikan makan dan merawat binatang selama puluhan tahun. AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta
Rabu siang itu (17/6), sebuah poster seukuran koran diletakkan di dinding teras rumah Ulrike Von Mengden. Poster tersebut bergambar foto close up orang
Online: http://www.pontianakpost.com/
Eceran Rp. 2.500
AGUNG PUTU ISKANDAR/JAWA POS
KURATOR: Ulrike Von Mengden berpose di depan gambar orang utan yang dipasang di teras rumahnya, di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta.
utan yang tampak mengiba. Matanya berkaca-kaca. Bagian bawah foto itu bertulisan sebuah kalimat dalam bahasa Jerman. Ich bin kein Affe. Ich bin dein Ur-Ur-Ur-Ur Grossvater. ’’In English, it means I am not an ape, I’m your grand-grand-grand-grand father (Kalau dalam bahasa Inggris, tulisan itu berarti aku bukan monyet. Aku adalah kakek dari kakek-kakek-kakekkakeknya kakekmu),’’ kata Ula –panggilan Ulrike– saat ditemui Pontianak Post di teras rumahnya yang sederhana. Ketika menemui, penampilan Ula sangat sederhana. Bahkan terlihat ’’jadul’’. Dia hanya mengenakan blus cerah yang dipadu celana gelap. Wanita berkebangsaan Jerman itu mengenakan alat bantu pendengaran di telinga kanan. Rumah milik Ula berada di tengah-tengah Kebun Binatang Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rumahnya sederhana dengan halaman yang luas seukuran lapangan voli. Di halaman itu dua kandang besar diletakkan di sisi depan dan sisi agak
*Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media