Pontianak Post Minggu, 21 Juni 2009 M / 27 Jumadil Akhir 1430 H
Eceran Rp. 2.500
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T
SELEBRITAS
Lagi Hamil Muda? TINDAK kekerasan yang dilakukan suaminya, Raden Ahmad Suhaebi Hamzawi (Ebi), tidak membuat pedangdut Cici Paramida (35) memutuskan untuk segera melayangkan surat gugatan cerai. Menurut sumber, Cici saat ini tengah hamil muda. Keluarga malu dan merasa ditipu oleh Ebi. Sebagai bagian dari keluarga, Adhyaksa Dault turut melaporkan Ebi ke Polda Metro Jaya. Sejak insiden berdarah di Puncak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/6) lalu, Suhaebi tidak pernah menghubungi istrinya. Bahkan, saat bertemu di Mapolres Bogor, Suhaebi sama Cici Paramida sekali tidak meminta maaf atas kejadian tersebut. “Suami saya tidak mengucap minta maaf, sekalipun
Hari Kurniathama/Pontianak Post
KOLONG RUMAH: Anggota Kodim 1203 Ketapang bersama masyarakat membongkar ratusan karung timah hitam di bawah kolong rumah Conghuat di Desa Pesaguan Kanan.
10 Ton Timah Hitam di Kolong Rumah KETAPANG--Kodim 1023 Ketapang kembali mengamankan 206 karung timah hitam. Hasil tambang ilegal berjumlah 10 ton tersebut ditemukan di bawah kolong rumah milik Conghuat warga Dusun Sukamulya, Desa Pesaguan Kanan, Kecamatan Matang Hilir Selatan, Kabupaten ketapang.
Ke Halaman 11 kolom 5
PENDIDIKAN
Hasil Unas SMK Belum Kelar JAKARTA--Desakan berbagai kalangan agar pemerintah mengevaluasi penyelenggaraan ujian nasional (Unas) secara total patut didengarkan. Betapa tidak, hingga kini pengumuman unas SMK belum kelar. Diberbagai daerah masih ada sekolah yang belum menerima hasil pengumuman. Demikian pula dengan pengumuman unas SMP yang tidak serentak. Kabupaten Subang Jawa Barat adalah salah satu daerah yang belum mengetahui hasil kelulusan secara Ke Halaman 11 kolom 1
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103)
11:46 15:11
Saat ini barang tersebut diamankan di kodim. Selanjutnya akan diserahkan ke Polres untuk ditindak lanjuti. Pasi Intel Kodim 1032 Kapten Uli Dirman melalui Komandan Unit Pelda Ismail kepada Pontianak Post, Sabtu (20/6) kemarin menjelaskan penemuan timah hitam ini bersumber dari informasi
Pasca Penangkapan Hengky Samuel Daud JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berusaha mengembangkan penyidikan dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran pasca diringkusnya buron Hengky Samuel Daud, Direktur PT Istana Sarana Raya Perkasa, Jumat malam.
Salah saeorang yang diduga terlibat dalam skandal pengadaan mobil pemadam kebakaran tersebut adalah mantan Mendagri Hari Sabarno. “Tak semudah itu. Kami berusaha menyelidiki bagaimana hasil pemeriksaan saksi-saksi,” jelas Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah, kemarin. Dia menambahkan KPK saat ini masih terfokus menangani mantan Dirjen Otonomi Daerah Oentarto Sindung Mawardi (OSM) dulu.
Hengky Samuel Daud
“Kami masih berusaha membuktikan tersangka OSM dahulu baru bergerak lagi,” terang Chandra. Oentarto saat ini meringkuk di LP Cipinang. Dia merupakan tersangka yang cukup “istimewa”. Betapa tidak, Oentarto harus menunggu setahun untuk menghabiskan masa tuanya di tahanan. Ini berbeda dengan tersangka korupsi lain yang tak butuh waktu lama masuk ke bui pasca penetapan tersangka oleh komisi.
Dia diduga telah meneken surat radiogram yang isinya memerintahkan pengadaan mobil pemadam kebakaran bermerek Tohatsu type V 80 ASM. Sampai sejauh ini sudah lima kepala daerah yang disidangkan gara-gara terlibat pengadaan mobil pemadam kebakaran. Modusnya, radiogram itu menjadi pijakan pengadaaan mobil pemadam dengan mekanisme penunjukan langsung. Ke Halaman 11 kolom 1
Perundingan Ambalat Dimulai 13 Juli
SOSOK
Debat Kaliber Pilkada
Ke Halaman 11 kolom 5
Ke Halaman 11 kolom 5
KPK Selidiki Keterlibatan Sabarno
17:50 19:04 04:19
CALON presiden Jusuf Kalla mengakui penampilannya di debat calon presiden yang digelar KPU kurang greget. Bukan karena tidak menguasai materi, melainkan karena pertanyaan yang diajukan moderator debat, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, dinilainya terlalu normatif. “Padahal saya baru bisa panas kalau dipancing dengan pertanyaan yang menukik dan teknis,” papar Jusuf Kalla dalam perbinJusuf Kalla cangan santai dengan wartawan di atas pesawat Fokker-100 yang membawanya kembali ke Jakarta usai mengunjungi Bangkalan dan Sampang Jumat lalu (19/6). Kalla mencontohkan, pertanyaan tentang cara memberantas pungli kurang tepat ditanyakan dalam debat calon presiden. “Bukan karena masalah pungli tidak
masyarakat. Pada Jumat (19/6) lalu, Kodim Ketapang menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 10.00 WIB. Informasi diterima Komandan Unit Pelda Ismail. Info tersebut kemudian diteruskan ke Dandim 1032 Ketapang Letkol Infatri Agus Masyah.
Andri Gunawan kepada koran ini, kemarin (20/6). Antisipasi itu berlaku terhadap terdakwa maupun aset-asetnya. “Kalau orangnya (terdakwa) tidak ditahan, berarti harus terus dipantau,” sambung dia. Andri juga mempertanyakan efektivitas unit intelijen yang ada dalam
JAKARTA--Ketegangan di Blok Ambalat yang telah mulai mencair akan berlanjut ke meja perundingan. Departemen Luar Negeri (Deplu) Republik Indonesia menetapkan pekan kedua bulan Juli sebagai waktu pelaksanaan perundingan mengenai batas wilayah laut dengan Malaysia tersebut. Tim juru runding Indonesia sudah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan perundingan yang direncanakan berlangsung 13-14 Juli 2009 itu. “Perundingan ke-14 ini dengan Malaysia sebagai tuan rumah,” tegas juru bicara Deplu Teuku Faizasyah kemarin (20/6).
Ke Halaman 11 kolom 5
Ke Halaman 11 kolom 5
Kejaksaan Dinilai Tak Antisipasi Menang PK Kaburnya Terpidana Djoko Tjandra JAKARTA--Kaburnya Djoko Tjandra, terpidana kasus dana hak tagih (cessie) Bank Bali Rp 546 miliar, menjadi catatan kinerja Kejaksaan. Korps Adhyaksa dinilai
tidak mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi ketika mengajukan upaya hukum, seperti Peninjauan Kembali (PK) ke Mahmakah Agung. “Logikanya ketika mengajukan PK, berarti optimis menang. Nah harus diantisipasi sebelumnya,” kata Sekretaris Jenderal Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia
Kemakmuran yang merepotkan Kebijakan “Satu Anak Cukup” di Tiongkok
Haji Ma Yu Jiun, yang Pernah Ladeni Soekarno, Pilih Punya Dua Anak Kaum minoritas bebas beranak pinak. Sedangkan orang kota, termasuk selebritis bisa kehilangan panggung bila punya anak kedua. Bagaimana dengan pengusaha? Berikut lanjutan story Rohman Budijanto yang baru pulang dari Beijing, Chongqing, Guangzhou, dan Shenzhen.
mau punya anak sebanyak-banyaknya. Karena penegakan hak minoritas ini, WangYen bisa lahir sentosa bersama empat adiknya. Gadis berjilbab dari Guangzhou berusia 17 tahun ini putri keempat. “Kakak perempuan saya tiga. Adik laki-laki saya satu,” katanya ketika diwawancarai di kompleks Masjid Huaisheng (Kenangan atas Rasul Agung), Guangzhou. Wang Yen menarik perhatian ketika masuk ke kompleks masjid. ROHMAN BUDIJANTO, Wang berpapasan dengan romTiongkok bongan wartawan Indonesia yang akan pulang dari berkunjung ke TIONGKOK tak akan mundur dari masjid berusia 1.300 tahun itu. kebijakan kependudukan one child policy Rohman Budijanto/Jawa Pos Gadis dengan kaus lengan (satu anak cukup) yang ketat. Tapi, pemerLIMA BERSAUDARA: Wang Yen berbicara didampingi Zheng Yong alias Joko dari Huawei panjang ala anak muda, bercelana intah tak mengusik bila kaum minoritas Jakarta di Masjid Huaisheng, Guangzhou.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media