Pontianak Post Minggu, 22 Februari 2009 M / 26 Shafar 1430 H
SELEBRITAS
Gelar Konser Plus Sulap BRITNEY Spears benar-benar akan comeback ke panggung musik tahun ini. Untuk kesuksesan konsernya pada Maret mendatang, ia menyewa jasa seorang illusionist. Mantan istri Kevin Ferderline ini menyewa pesulap TV kondang, Ed Alonzo – dan belajar sedikit trik darinya. Dalam wawancara dengan In Touch Weekly, dikatakan bahwa Britney akan menyanyi, menari dan melakukan sulap di saat yang sama. Saat ini, Britney dikabarkan rutin melakukan latihan Britney Spears selama 8 jam sehari. Seringkali dia mengenakan bikini dan berlatih bersama koreografer India, Rujuta, yang juga pernah bekerja untuk Madonna.(yko/net)
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T
Capres JK Bukan Tindakan Reaktif Picu Perolehan Kenaikan Suara Golkar PONTIANAK--Pengusungan Ketua DPP Partai Golkar Jusuf Kalla sebagai Calon Presiden 2009 disinyalir hanya tindakan reaktif Golkar atas pernyataan Ahmad Mubarok. Pernyataan Mubarok dinilai merendahkan Golkar, sebagai partai terbesar yang mendukung pemerintahan Susilo Bambang
Yudhoyono. Anggapan itu dibantah Ketua DPD Golkar Kalimantan Barat, Zulfadli. “Pengusungan Pak JK sebagai capres di 2009 sangat wajar, mengingat kami merupakan partai pemenang Pemilu 2004. Ini bukan sikap reaktif kami,” katanya saat berdiskusi tentang visi misi Golkar di Graha Pena Pontianak, Sabtu (21/2). Ia menyatakan hal itu wajar dalam politik Indonesia yang bersifat dinamis. Keadaan dan skenario politik bisa berubah setiap waktunya. Pengusungan
JK itu, murni aspirasi dari 33 DPD Golkar di Indonesia. Ada keinginan dari Golkar, partai dengan perolehan suara terbanyak di 2004, meletakkan ketua umumnya sebagai RI-1. “Menuju akhir masa jabatan Pak SBY dan Pak JK, hubungan dalam kehidupan bernegara merenggang,” ujarnya. Hal itu disebabkan, Partai Demokrat mengklaim keberhasilan selama ini hanya menjadi milik SBY. Golkar yang Bearing/Pontianak Post menjadi pendukung terbesarnya DISKUSI: Zulfadhli menyampaikan visi misi Partai Golkar dalam Ke Halaman 11 kolom 5
dialog di ruang Redaksi Pontianak Post kemarin.
PDIP Diuntungkan, Elektabilitas JK Tetap Rendah
DUKUN CILIK
DONNY/RADAR MOJOKERTO
SEDIKIT NAKAL: Ponari ketika minta gendong Kapolsek Megaluh, AKP Sutikno.
Tentara Dihajar Panitia JOMBANG--Insiden kembali terjadi di tempat praktik dukun cilik Ponari, Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Sabtu (21/2) kemarin. Beberapa orang panitia dikabarkan menganiaya seorang anggota TNI dari kesatuan Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Denpomal) V/7 Malang. Motifnya sepele. Korban dianggap tidak patuh pada aturan panitia tentang antrean sebelum mendapat pelayanan. Sayangnya, insiden penganiayaan yang sempat membuat wajah korban berdarah-darah ini, tidak sampai ke polisi. Informasi yang dihimpun Radar Mojokerto (Group Jawa Pos) insiden ini terjadi sekitar pukul 09.00. Salah satu anggota intelijen Komando Resort Militer (Korem) 084 Mojokerto mengungkapkan, korban
JAKARTA--Dengan pencalonan Jusuf Kalla sebagai capres, PDIP kini bisa lebih lega. Sebab, salah satu kekuatan besar yang potensial menggerus suara mereka di Pilpres 2009 itu terpecah. SBY dengan Partai Demokrat yang mengusungnya, kini harus bekerja lebih keras memenangkannya. Pengamat politik dari Universitas Paramadina Bima Arya Sugiarto mengatakan, massa Partai Demokrat dan Partai Golkar sebenarnya saling beririsan. Dua partai itu memiliki karakteristik massa yang hampir identik. Karena itu, koalisi antara JK dan SBY sebenarnya saling menguatkan. Nah, apabila mereka terpecah, jelas potensi massa keduanya pun bisa limbung. Pada saat yang sama, kata Bima Arya, massa PDIP adalah massa yang solid. Suara mereka tidak terpecah. Apalagi, partai berlambang banteng itu sejak awal jelas mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai capres. Partai tersebut kini tinggal menentukan cawapres yang tepat untuk menutupi kekurangan Megawati. Namun, lulusan Political Science Monash UniversityAustralia itu, menilai keputusan JK mencalonkan Agung Rahmadiansyah/Radar Surabaya KOMPETISI: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyalami anak-anak usai membuka Darunnajah 6 tahun Marching Band diri sebagai capres hanya untuk meredam faksi-faksi Competition 2009 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (21/2). Acara ini merebutkan piala Wakil Presiden dan sejumlah di internal partai berlambang beringin itu. piala bergilir Menteri Kabinet Indonesia bersatu lainnya.
Ke Halaman 11 kolom 5
Kesepakatan Ganti Rugi Final
Ke Halaman 11 kolom 5
wan SMAN 9 Bandung dan tim putra SMA Trinitas Bandung melawan SMAN 9 Bandung. “Gokiiiil abiiiiis! Gila acaranya. Saya sama temanteman sudah sering banget lihat tim kami main di liga lain. Tapi nggak kayak gini. Ada sih yang mirip kayak gini, tapi nggak se-Yes ini, nggak se-gereget ini. Sampai merinding saya tadi,” kata Aghnia Pertiwi, suporter SMAN 1 Bandung. Final kemarin memang dikemas dengan standar
JAKARTA--Pemerintah menyatakan keputusan ganti rugi bagi korban lumpur Sidoarjo oleh PT Lapindo Brantas Inc sudah final. Pemerintah juga memastikan tidak akan ada kesepakatan lagi terkait hal tersebut, termasuk kemungkinan menambah nilai ganti rugi. Adanya sejumlah pihak yang merasa keberatan, akan diabaikan dan diminta agar semua pihak menerima keputusan tersebut. “Nilai ganti rugi ini sudah final. Tetap Rp 15 juta per berkas. Nilai ini jauh lebih tinggi dari tuntutan semula. Saya berharap semua pihak menyadari keputusan ini,” tutur Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah ketika memberikan keterangan resmi kemarin. Bachtiar menjamin bahwa Lapindo tidak akan ingkar janji. Sebab, komitmen tersebut dibuat dengan disaksikan Kapolri Bambang Hendarso Danuri dan sejumlah pejabat teknis di level kementrian. Menurut dia, PT Lapindo telah melaporkan kemampuan dana ganti rugi itu dan menegaskan bahwa dana tersebut sudah disiapkan. “Hari Senin di awal pekan nanti, BRI (Bank Rakyat Indonesia, Red) mulai bekerja menyiapkan transfer ganti rugi kepada warga berdasarkan data yang ada,” tuturnya. Jumat (20/2) lalu, PT Lapindo membuat janji baru membayar ganti rugi kepada korban lumpur Lapindo senilai Rp 15 juta per bulan hingga Desember 2009. Janji ini dibuat setelah perusahaan tersebut menyatakan tidak sanggup membayar ganti rugi senilai Rp 30 juta per bulan berdasarkan janji sebelumnya di depan
Ke Halaman 11 kolom 1
Ke Halaman 11 kolom 5
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103)
11:58 15:15
18:02 19:12 04:37 Agus Wahyudi/ Jawa Pos
INDONESIA RAYA: Seremoni mendengarkan lagu kebangsaan sebelum Final Party Honda DBL West Java 2009.
KRISIS GLOBAL
Aliran Modal Masuk Tengah Tahun JAKARTA--Nilai tukar rupiah tahun ini diyakini masih bisa menguat ke level Rp 11.000 per USD. Posisi ini sama seperti perubahan asumsi nilai tukar rupiah dalamAPBN 2009. Repatriasi modal global keAmerika Serikat diperkirakan tidak akan berlanjut sehingga kurs dolar akan kembali ke titik keseimbangannya. Chief Economist Bank BNI Tony Prasetiantono mengatakan dana-dana dari investor asing di negaranegara pasar sedang berkembang mulai banyak yang dibelikan obligasi pemerintah AS. Ini makin banyak setelah pemerintah AS mengumumkan paket stimulus fiskal USD 787 miliar yang membuat defisit anggaran pemerintah AS terus membengkak. Dana stimulus itu banyak diambil dari pasar. ”Tapi kondisi itu belum tentu berlanjut,” kata Tony kemarin (21/2). Ke Halaman 11 kolom 1
Sulit Tahan Tangis di Final Bandung BANDUNG--Dari 16 kota yang dikunjungi Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009, Bandung termasuk yang paling besar dan panjang. Kemarin, setelah berlangsung sejak 6 Februari lalu, berakhirlah kompetisi yang diikuti 70 tim dari 12 kota dan kabupaten se-Jawa Barat tersebut. Final Party yang diselenggarakan di GOR C-tra Arena kemarin benar-benar menggemparkan. Lebih dari 4.000 penonton menyaksikan dua pertandingan pamungkas, antara tim putri SMAN 1 Bandung mela-
Syaukani Hasan Rais; Mantan Bupati yang Kini Semakin Tak Berdaya
Lumpuh Setelah Cabut Gigi, Bertahan dengan Ventilator Syaukani Hasan Rais pernah kondang sebagai bupati dengan kabupaten terkaya di Indonesia. Kini akhir hidupnya bisa dibilang tragis. Selain harus mendekam di penjara gara-gara kasus korupsi, Syaukani harus berjuang melawan sakitnya. JOESVICAR IQBAL dan AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta
SUASANA gedung Intensive Care Unit (ICU) B lantai 5 Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) itu senyap, kemarin (21/2). Tepat di depan pintu kamar VIP yang terletak di ujung koridor, seorang lelaki tegap berkaus merah marun berdiri sambil menyandarkan tubuhnya di tembok.
“Bapak tak bisa diajak bicara,” kata lelaki tegap yang mengaku hanya bernama Heri itu. Heri adalah salah seorang anggota staf di kantor perwakilan pemerintah daerah Kutai Kartanegara di Jakarta. Selain bertugas sebagai penjaga kamar tersebut, Heri mengaku sebagai juru bicara keluarga Syaukani. Di dalam kamar, mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Syaukani Hassan Rais terbaring lemah. Mulutnya dipasang ventilator untuk membantu pernafasannya. Sementara, di leher terdapat selang yang berfungsi untuk memasukkan zat makanan ke dalam tubuhnya. Syaukani tak bisa diajak berbicara. Dia juga membisu karena beberapa selang yang memenuhi organ pencernaannya. Untuk berkomunikasi, Syaukani hanya menggerakkan bola mata dan jari jemarinya. “Tapi dia masih bisa mengenali siapa saja orang yang menjenguk. Dia juga masih bisa melihat dan mengenali dengan jelas orang-orang yang datang,” kata salah seorang pegawai di kantor perwakilan Kutai Kartanegara yang tak mau BESUK: Wapres Jusuf Kalla dan istri saat mebesuk Syaukani Hasan Rais namanya dikorankan. di RS Pertamina Pusat.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media