Pontianak Post
Jumat, 22 Mei 2009 M / 26 Jumadil Awal 1430 H
PENDIDIKAN
Usia 17 Tahun, Riana Raih Dokter JOGJA--Prestasi akademis Riana Helmi sungguh luar biasa. Mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengantongi gelar sarjana kedokteran pada usia 17 tahun 11 bulan. Calon dokter yang tidak suka bermain boneka itu sekaligus pemegang gelar sarjana termuda dalam wisuda UGM pada Selasa (19/5) lalu. Riana meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,67. Masa kuliah Riana selama tiga tahun enam bulan. Perempuan kelahiRiana Helmi ran Banda Aceh 22 Maret 1991 itu masuk Fakultas Kedokteran (FK) UGM Jogjakarta melalui PBS (penelusuran bakat swadana) pada usia 14 tahun, pada 1 September 2005. Dia lulus pada 25 Februari 2009. Saat acara wisuda di Graha Sabha Pramana, Rektor UGM P r o f S u d j a r wa d i
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Teriakan Histeris Sambut Jenazah Pratu Alfons PONTIANAK—Isak tangis mewarnai kedatangan jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C 130, Pratu Alfons Rumansara di hanggar Pangkalan Udara (Lanud) Supadio Pontianak, Kamis (21/5) pukul 11.45 WIB. Jenazah diberangkatkan dari Halim Perdana Kusuma pukul 10.10 menggunakan u Ke Halaman 11 kolom 1
Bering/Pontianak Post
TIBA: Jenazah Pratu Alfons disambut upacara militer di Hanggar Lanud Supadio Pontianak kemarin. (Kanan) Immaculata Neti, istri Alfons, meneteskan airmata, tak mampu menahan duka mendalam.
Indonesia Kalah oleh Singapura Porsi Anggaran Militer Tersedot untuk Gaji Prajurit
u Ke Hal 11 kolom 5
JAKARTA--Perdebatan anggaran TNI kembali memanas setelah Hercules C-130 jatuh di Magetan, Jawa Timur. Sejumlah anggota Komisi 1 (Bidang Pertahanan) DPR dan pengamat menilai cekaknya duit militer berdampak tidak langsung pada kecelakaan pesawat yang beruntun. “Kalau teman-teman di Dephan atau TNI mengatakan tidak punya dampak langsung, sebetulnya itu berbohong pada publik,” ujar anggota Komisi 1 DPR Ali Mochtar Ngabalin pada Pontianak Post kemarin (21/5). Menurut politisi asal Partai Bulan Bintang
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber iman.” (An-Nisa’: 103)
17:45 18:58 04:16
itu, anggaran yang sangat sedikit tetap punya efek langsung pada keselamatan prajurit dan keamanan sarana angkut TNI. “Kalau kecelakaan ini terjadi 10 tahun sekali mungkin bisa dipahami. Tapi, bayangkan, ini terjadi berturut-turut. Penyelidikan Fokker belum selesai, giliran Hercules jatuh. Prajurit terbaik kita mati bukan karena perang tapi terpanggang,” kata Ali Mochtar. Anggaran pertahanan dalam APBN 2009 sebesar Rp 35,3 triliun lebih kecil dibandingkan TA 2008, Rp36,39 triliun. Dengan anggaran yang kurang dari satu persen dari total APBN itu, hanya dapat mendukung sekitar 36 persen kebutuhan minimal. u Ke Halaman 11 kolom 1
Pesawat Naik sebelum Jatuh Dwi Ana/RADAR MADIUN
11:41 15:05
Eceran Rp. 2.500
SELAMAT: Angga Buana Kusuma Dirgantara, bocah berusia 14 bulan, sedang diperiksa dr Ilham SpAn. Kakinya ditraksi karena mengalami patah paha dan mengalami cedera otak berat (COB). Dia kini dirawat intensif di RSUD Soedono Madiun.
Harsono dan Isteri Satu Liang SLEMAN--Dua prajurit asal Sleman yang menjadi korban kecelakaan pesawat TNI AU Hercules C-130 A-1325, dimakamkan secara militer, kemarin (21/5). Korban berpangkat paling tinggi, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Harsono, 50 dan istrinya Ny Dathy Wulandari, 42, dikebumikan di makam keluarga, Desa Karang Nongko, Kecamatan Gondang, Kabupaten Klaten. Jenazah mantan Danlanud Supadio Pontianak dan isteri dimakamkan dalam satu liang lahat. u Ke Halaman 11 kolom 5
Harsono
Kondisi Anak Alfons Membaik TNI-AU menghadapi kesulitan mencari penyebab jatuhnya pesawat angkut Hercules C-130 di Karas, Magetan, Rabu lalu (20/5). Hingga kemarin, pengelola Lanud Iswahjudi belum bisa memastikan kenapa pesawat buatan tahun 1980 itu bisa menabrak rumah warga Desa Geplak dan terbakar di sawah. Karena itulah, Mabes TNI-AU menerjunkan Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) ke lokasi kecelakaan. Tim investigasi tersebut diketuai Letkol Dedy N.K. ’’Karena Hercules itu milik TNI-AU, maka yang turun PPKPU, bukan KNKT,’’ terang Dedy. Kemarin PPKPU mulai mengumpulkan
bukti dan keterangan dari saksi jatuhnya pesawat tersebut. ’’Semua hal yang terkait dengan jatuhnya pesawat akan kami cari,’’tegasnya. Pertama, tim meneliti bagian-bagian penting pesawat yang terendam lumpur sawah. Misalnya, baling-baling, roda, dan sayap. ’’Itu gunanya untuk mengecek layak tidaknya bagian pesawat,’’ katanya. Tim juga melihat tempat jatuhnya sayap yang terletak sekitar 500 meter dari lokasi badan pesawat. Di situ tim menemukan serpihan sayap yang hancur karena menabrak pepohonan. Dari analisis tim, disimpulkan pertama pesawat menyangkut pohon di dekat pemakaman desa pada ketinggian sekitar 14 meter. u Ke Halaman 11 kolom 5
Jenazah Kapten Pom Heri Kasmiyadi Jadi ’’Saksi’’ Pernikahan sang Putri
Pamit Paman, Aku Arep Ngunduh Mantu Lik….. Berniat mengabarkan rencana pernikahan anaknya, Kapten Pom Heri Kasmiyadi Waluyo tewas sebelum misinya terlaksana. Dia ikut menjadi korban Hercules C-130 di Magetan, Jatim. Karena itu, begitu jenazah tiba, sang putri Ria Heriyati langsung dinikahkan di depan peti matinya.
RIDLWAN H-ANGGIT S, Jakarta Muhammad Iqbal/Satlit News
’’BAPAK…, minta restunya, ya. Bapak…, minta restunya, ya.’’ Kalimat itu terus-menerus terucap
DIMAKAMKAN: Tujuh jenazah korban jatuhnya Pesawat Hercules dimakamkan di Taman Makam Pahlawan TNI Bahagia Bintaro Pondok Aren, Tangerang, Kamis (21/5).
lirih dari bibir Ria Heriyati, 26, di atas pusara ayahnya, Kapten Pom Heri Kasmiyadi Waluyo. Sang suami, Anshor, takzim berjongkok di sampingnya. Sambil memegang papan kayu penanda makam sang ayah, air mata Ria merembes tak habis-habis.Anshor tak banyak bicara, namun terus menemani sanga istri. Satu jam sebelum jasad Heri sampai di pemakaman TPU Bahagia, Ciledug, Tangerang, Ria sempat dinikahkan dengan Anshor di rumah dinas Jalan Dirgantara, Kompleks Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Ria dan Anshor mengucap ijab Kabul di depan peti mati sang ayah yang ikut tewas dalam kecelakaan Hercules di Magetan, Jatim. Meski hanya dalam peti mati, ayahnya menjadi ’’saksi’’ akad nikah itu. ’’Acaranya lancar. Hanya setengah jam,’’ ujar Redjomulyo, paman Heri yang mengantar di pemakaman. Menurut Redjo, Heri yang berusia 52 tahun memang berniat menikahkan Ria November nanti. ’’Tapi, begitu terjadi kecelakaan, keluarga memutuskan untuk
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media