Pontianak Post

Page 1

78

���������

Pontianak Post

Rabu 24 Maret 2010 M / 8 Rabiul Akhir 1431 H

Eceran Rp. 2.500

P e rt a ma da n T e rut a ma di K a l i m a n t a n B a r a t

Dugaan Markus Makin Kuat Jaksa Agung Akui Penuntutan Gayus Tambunan Tak Beres Shando/Pontianak Post

HADIR: Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima pengalungan selendang selamat datang saat menghadiri Konferda PDI-P Kalbar di PCC, kemarin (23/3).

Cornelis Kembali Pimpin PDIP Kalbar Mega Buka Konferda PONTIANAK—Drs Cornelis MH terpilih secara aklamasi memimpin PDIP Kalbar periode 2010-2015, didampingi M Kebing L sebagai sekretaris dan Fransiskus Diaan sebagai bendahara, dalam Konferensi Daerah (Konferda) III DPD PDIP Kalbar di Hotel Orchardz, kemarin

(23/3). Ketua DPP PDIP, Puan Maharani langsung melakukan pelantikan setelah kepengurusan baru tersebut terbentuk, disaksikan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri, Sekjen Pramono Anung, anggota DPR RI Dapil Kalbar, Karolin Margaret Natasa dan Lazarus. Usai dilantik dan diambil sumpahnya, Cor-

nelis mengatakan, hal terpenting adalah memiliki satu tekad yang sama terhadap kesetian mulai dari tingkat atas hingga tingkat yang paling bawah, dan tidak ada lagi pengkotakan dan pemisahan antar sesame anggota. “Bersatu kita menang, untuk persatuan dan demokrasi,” tegas Cornelis yang juga Gubernur Kalbar itu. Selain itu, Cornelis mengungkapkan,

PDIP besar karena dukungan rakyat, oleh sebab itu, dalam menjalankan amanah partai harus sesuai dengan kepentingan rakyat. “Menjalankan tugas partai harus dilaksanakan dengan sepenuh hati, apalagi PDIP besar karena dukungan rakyat, sehingga partai tetap berpihak pada rakyat,” ujarnya.

JAKARTA – Dugaan adanya praktik makelar kasus (markus) dalam penanganan kasus pajak dengan terdakwa Gayus Tambunan terus bergulir. Jaksa Agung Hendarman Supandji menengarai proses penuntutan tidak berjalan sebagaimana mestinya. ’’Saya menduga ada sesuatu sistem (penuntutan) yang tidak pas,’’ katanya setelah pertemuan dengan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di Kejagung kemarin (23/3). Dari satgas, hadir Kuntoro Mangkusubroto, Denny Indrayana, Mas Achmad Santosa, dan Yunus Husein. Hendarman didampingi Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Marwan Effendy dan JAM Pidana Umum Kamal Sofyan. u Ke Halaman 7 kolom 1

u Ke Halaman 6 kolom 1

Polisi Gerebek Pabrik Narkoba Rp 65 M 11:51 14:54 17:55 19:03 04:31

JAKARTA – Untuk ukuran seorang ”pengusaha”, Anthony Wijaya alias Hakim termasuk produktif. Seorang diri, dia mampu memproduksi ekstasi, sabu-sabu, dan DVD bajakan sekaligus. Namun, keberuntungan Anthony berakhir kemarin (23/3). Polisi meng-

gerebek pabrik ekstasi, sabu-sabu, dan DVD bajakan miliknya di perumahan mewah, Citra Dua Extension Blok BB 2/6, Kalideres, Jakarta Barat. Dari dalam rumah tersebut, polisi menyita 60 kg bahan baku pembuat sabu-sabu senilai Rp 60 miliar dan 50

BUKU pertama saya bersama Profesor Philip Kotler adalah “pertaruhan besar” untuk saya dan MarkPlus! Karena itu, saya benar-benar “ngotot” untuk membuatnya sukses. Pertama, judulnya harus tetap marketing walaupun buku itu tentang krisis Asia yang sangat makro. Karena itu, judul yang saya usulkan RepositioningAsia: From Bubble to Sustainable Economy. Dengan judul seperti itu, saya seolah Hermawan Kartajaya ingin menuliskan “resep” tentang bagaimana Asia bisa di-reposisi. Dari Asia yang bubble, artinya kelihatan “gede tapi kosong” ke sustainable atau kuat dan berkelanjutan. Dengan melakukan itu, saya tidak boleh “terseret” u Ke Halaman 6 kolom 5

u Ke Halaman 7 kolom 5

NARKOBA: Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya kemarin menggerebek pabrik pembuat ekstasi dan sabu dengan barang bukti senilai Rp160 miliar. Pabrik ini mampu memproduksi 300 butir ekstasi dan sabu 25 gram setiap hari.

GROW WITH CHARACTER

Jer Basuki Mowo Beyo

ribu butir ekstasi senilai Rp 5 miliar. Dalam rumah berwarna pink dan berlantai dua tersebut, turut ditangkap Ang Yin Hua alias Leonard yang datang dengan mengemudikan mobil Toyota Avanza bernopol DK 1604 ES.

Fery Pradolo/Indopos

adalah harta tidak bergerak berjumlah Rp 36 miliar. Tetapi, itu hibah pada 1983, 1985, 1987, dan 1990. Itu semua sembilan harta berupa tanah dan bangunan,’’ papar Hadi saat pengumuman harta kekayaannya. Meski jumlah harta hibah milik Hadi cukup mencengangkan dibandingkan dengan total hartanya, mantan Dirjen pajak itu menuturkan bahwa semua kekayaannya halal. Sebab, semua harta hibah tersebut didapat Hadi dari orang tua, kerabat, dan mertua.

JAKARTA – Vonis bebas yang diterima Gayus Tambunan dalam kasus dugaan penggelapan pajak tidak serta-merta membuat Ditjen Pajak Kemenkeu menghentikan pengusutan. Dirjen Pajak Mochamad Tjiptardjo menegaskan, urusan vonis bebas itu terkait dengan aspek pidana atau kriminal di ranah penegak hukum. ’’Tapi secara internal, kami tetap periksa dia (Gayus Tambunan, Red),’’ kata Tjiptardjo saat ditemui di Kantor Kemenkeu kemarin (23/3). Nama Gayus mencuat setelah adanya pengakuan kontroversial dari mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji. Susno menyebut, Gayus terlibat dalam jaringan makelar kasus (markus) pengurusan pajak yang juga melibatkan perwira tinggi di kepolisian.

u Ke Halaman 6 kolom 1

u Ke Halaman 7 kolom 5

Harta Kepala BPK Melonjak Terbanyak Diakui dari Hibah JAKARTA – Jajaran pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), termasuk Ketua Hadi Poernomo, mengumumkan harta kekayaan mereka di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin (23/3). Dalam pengumuman tersebut, harta kekayaan Hadi terungkap Rp38,8 miliar. Jumlah kekayaan Hadi jauh mengungguli rekan-rekannya sesama pejabat tinggi di BPK. Di antara jumlah itu, Rp36 miliar, kata dia, berasal dari hibah. ’’Dari Rp 38,8 miliar, yang hibah

Hadi Poernomo

Dirjen Pajak Interogasi Gayus

Strom dari Sampah Bantar Gebang Bikin Kota Bekasi Bersinar

Dulu, Lalat dan Tikus Pun Harus Bermasker Pekan lalu, Wapres Boediono berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di tengah-tengah lautan sampah Bantar Gebang, Bekasi. RI-2 itu sempat menguji coba menyalakan generator yang digerakkan oleh gas metan (CH4) itu. Hasilnya? Strom listrik berkekuatan 1 MW pun bisa diproduksi.

DON KARDONO, Jakarta

Don Kardono/Jawa Pos

SIAP DIRESMIKAN: Mesin pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Bantar Gebang, Bekasi siap difungsikan.

MANTAN Gubernur BI itu pun berandaiandai, jika kota-kota besar lain di negeri ini bisa mengoptimalisasi instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik. Ibarat, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. ”Menuntaskan problem sampah, menambah supplay energi listrik, sekaligus menjadi sentra penghasil pupuk organik yang ramah lingkungan,” ucap Boediono, yang ditirukan Mochtar Muhamad, Walikota Bekasi. Mochtar pun berkisah 12 tahun silam, saat kawasan TPA (Tempat Pembuangan Sampah) itu masih berwajah belukar buangan. Saat musim hujan mirip comberan raksasa. Musim kemarau, seperti monster yang beraroma tak sedap dan merusak estetika. Hingga radius 15 kilometer, bau kotoran kucing dan terasi busuk pun masih menusuk-nusuk hidung. Sampaisampai, orang sana menyebut lalat dan tikus

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

u Ke Halaman 7 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.