Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post Selasa 24 November 2009 M / 7 Dzulhijjah 1430 H

Eceran Rp. 2.500

P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K A L I M A N T A N B A R A T

Sikap SBY Ngambang Soal Kasus Bibit-Chandra dan Skandal Bank Century JAKARTA--Seperti biasanya, setiap kali tampil di depan publik, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu runtut dalam memberikan penjelasan. Tapi, penjelasannya yang runtut terkait sikapnya dalam menanggapi kasus pimpinan KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah tadi malam, tak cukup memuaskan publik. Soal skandal bank Century, sikap SBY menurut sejumlah pihak yang terkait langsung dengan kasus itu,

dianggap masih mengambang. Dalam penjelasannya tadi malam, SBY meminta kasus dua pimpinan KPK nonaktif Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Riyanto tidak dilanjutkan ke pengadilan. Menurut presiden, penghentian kasus itu mesti dilakukan karena masyarakat sudah tidak percaya kepada Polri dan Kejaksaan Agung. ”Karena itu, solusi dan opsi lain yang lebih baik yang dapat ditempuh adalah pihak kepolisian dan kejaksaan tidak membawa kasus ini ke pengadilan, dengan tetap mempertimbangkan asas keadilan.

PIDATO KPK POLRI: Presiden SBY menyampaikan sikap dalam pidatonya soal rekomendasi Tim Delapan terhadap kasus Bibit dan Chandra di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/11) malam.

Ke Halaman 7 kolom 5 Abror Rizki/Rumgapres

Keputusan Multitafsir

Chandra SKPP, Bibit SP3 SIKAP Presiden SBY atas rekomendasi Tim Delapan dalam kasus Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah direspons cepat oleh KejaksaanAgung. JaksaAgung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Marwan Effendy menegaskan, pihaknya memiliki dua opsi untuk menghentikan kasus itu; deponering atau SKPP (surat ketetapan penghentian penuntutan). ”Kami akan menindaklanjuti (sikap presiden) sesuai koridor hukum,” tegas Marwan ketika dihubungi koran ini tadi malam. Dia memberikan sinyal bahwa opsi SKPP yang akan dipilih kejaksaan. ”Mungkin diambil opsi kedua,” sambungnya. Namun, Marwan mengatakan, opsi itu hanya diberikan kepada Chandra. Sementara terkait perkara Bibit, kejaksaan menyerahkan kepada penyidik. Sebab, saat ini berkas perkara Bibit masih di tangan kepolisian. Jika dihentikan di kepolisian, diterbitkan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan). Mantan Kajati Jatim itu menjelaskan, untuk mengeluarkan SKPP, kejaksaan tetap memperhatikan hasil penyidikan kepolisian. Sebab, penyidik telah memenuhi petunjuk yang diberikan jaksa. Syarat formil dan materiil Ke Halaman

7 kolom 1

Akil Mochtar

Turiman

Zulkarnaen

Kebijakan SBY Tak Sesuai Harapan Rakyat PONTIANAK—Kebijakan Presiden SBY terhadap rekomendasi Tim Delapan yang diumumkan tadi malam, dinilai pengamat hukum Untan, Turiman Faturrachman SH, M.Hum, masih multitafsir. Artinya pendapat tersebut bisa meluas dan menyempit. Sedangkan pengamat kebijakan publik Untan DR Zulkarnain, masih belum jelas. Ketidakpastian masih meliputi publik. “Kita terpaksa masih harus menunggu dalam satu atau dua hari ke depan. Seperti apa koordinasi SBY dengan polri, kejaksaan dan KPK. Di situ baru jelas,” ujarnya. Dua pengamat ini dimintai tanggapan terkait penjelasan Pre-

siden SBY dalam kasus Bank Century dan Rekomendasi Tim Delapan. Dengan belum finalnya keputusan yang diambil presiden, menurut Turiman, memberikan paradigma penegakan hukum di Indonesia belum bergeser dari paradigma positifisme, yang masih dikejar kepastian hukumnya. Padahal abad ke 21 ini, seharusnya penegakan hukum berbasis paradigma konstruktif. Artinya harus ada terobosan yang bersifat progresif. ”Ini masalah yang sensitif. Pemerintah harus lebih serius dan Ke Halaman 7 kolom 5

Bailout Century Sarat dengan Pelanggaran JAKARTA--Audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus Bank Century (kini Bank Mutiara) akhirnya tuntas. Meski tidak dilengkapi laporan aliran dana talangan (bailout), namun audit investigatif tersebut cukup gamblang membeber kasus Bank Century, mulai dari proses merger hingga bailout yang sarat dengan pelanggaran. Ketua BPK Hadi Poernomo mengatakan,

audit investigatif terhadap Bank Century merupakan tindak lanjut atas permintaan resmi DPR yang dilayangkan pada 1 September lalu. “Saya tegaskan, tidak ada tekanan apapun, baik dari institusi maupun perorangan dalam proses audit ini,” ujarnya usai menyerahkan laporan hasil audit investigatif kepada pimpinan DPR di Gedung Nusantara III DPR kemarin (23/11). Ke Halaman 7 kolom 1

Lebih Dekat dengan ”Kopassus”-nya Bea Cukai Banten yang Rajin Gagalkan Penyelundupan Narkoba 11:31 14:55 17:35 18:48 04:05

Punya Indera Keenam, Deteksi Pelaku yang Celingukan Tahun ini hingga November, petugas Bea dan Cukai Banten paling banyak menangkap pelaku yang berusaha menyelundupkan narkoba di Bandara Soekarno-Hatta. Tercatat sudah 32 kali. Ternyata, itu bisa dilakukan karena bea cukai punya pasukan khusus. Bagaimana mereka bekerja?

Agung P Iskandar, Jakarta

Muhammad Iqbal/Satelit News

DITANGKAP: Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Tangerang tengah membongakar paket sabu-sabu yang direkatkan tersangka di kaki palsu kirinya.

NAMANYA CNT. Kepanjangan dari Customs Narcotic Team. CNT adalah ’’Kopassusnya’’ Kanwil Bea dan Cukai Banten. Mereka bernaung di bawah Bidang P2 (Penindakan dan Penyidikan) bersama Seksi Intelijen dan Pabean. Tugas utama CNT adalah mendeteksi dan menangkap barangbarang aditif yang Bachtiar masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Mulai sabu-sabu (SS), kokain, ganja, hingga ekstasi.

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

Ke Halaman 7 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.