Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post Rabu, 25 Februari 2009 M / 29 Shafar 1430 H

P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t

Anwar Makin Sudutkan Aulia

SELEBRITAS

Aslim dan Bunbunan Tak Disebut Laporan Audit BAJU ADAT: Krisdayanti.

Pakai Baju Pengantin Sebagai salah seorang diva pop Indonesia, Krisdayanti tidak pernah menganggap remeh pekerjaan. Tidak ada istilah proyek kecil-kecilan baginya jika berkaitan dengan urusan menyanyi. KD -sapaan akrab Krisdayanti- mengatakan itu ketika ditanya apakah keterlibatannya dalam mengisi soundtrack film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) sekadar kerja selingan. ‘’Saya tidak pernah menganggap pekerjaan saya kecil. Cuma, bedanya ini single (bukan album, Red),’’ katanya saat ditemui di lokasi syuting klip video lagu Menanti Cinta di studio Avant Garde kemarin (24/2). Prinsipnya, KD menegaskan, dalam setiap melakukan pekerjaan, dirinya selalu memikirkan kontribusi. ‘’Saya selalu memikirkan apa yang telah saya berikan untuk pekerjaan itu. Nggak pernah mau dibebani mental, (apakah) hasilnya akan besar atau kecil,’’ tutur istri u Ke Halaman 11 kolom 5

RAKA DENNY/JAWAPOS

KONTRAK POLITIK: Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat menghadiri penandatanganan kontrak politik caleg PDIP, kemarin.

PDIP Tak Ingin Sultan dengan Cek Kosong JAKARTA –Arah koalisi politik menghadapi pemilihan presiden masih liar. Di tengah deklarasi Jusuf Kalla sebagai capres Golkar, PDIP semakin memperlihatkan minatnya menggaet kader lain Golkar. PDIP membuka harapan untuk Anggota Dewan Penasihat Golkar Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai cawapres yang akan mendampingi Megawati. Namun, dengan

catatan, PDIP tidak mau mendapat cek kosong. Artinya, Sultan harus tetap didukung Partai Golkar. Ada atau tidaknya dukungan beringin untuk Sultan tetap menjadi pertimbangan penting. ’’Ya, jangan dong (Sultan tanpa dukungan Golkar, Red),’’ kata Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Taufiq Kiemas di sela-sela penandatanganan kontrak politik

caleg PDIP di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, kemarin (24/2). Kiemas lantas mencontohkan duet SBY-Kalla. Menurut dia, tanpa dukungan Golkar, duet SBY-Kalla tidak mungkin berlanjut pada Pilpres 2009. ’’Kalau Golkar tidak setuju JK jadi orang kedua, JK tidak bisa apa-apa juga,’’ ujarnya. u Ke Halaman 11 kolom 1

18:02 19:11

04:36

Anwar Nasution di persidangan kemarin. Kemarin, dua mantan petinggi u Ke Halaman 11 kolom 1

MK Cabut Pembredelan Media di UU Pemilu JAKARTA – Ancaman pembredelan sebagaimana tercantum dalam UU No 10 Tahun 2008 tentang Pemilu akhirnya dicabut. Itu setelah Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusannya kemarin (24/2) mengabulkan gugatan delapan praktisi pers dari delapan media massa. Pasal yang dicabut adalah pasal 98 ayat (2), (3), dan (4) serta pasal 99 ayat (1) dan (2) UU Pemilu. Majelis sidang MK yang diketuai Mahfud M.D. dalam kesimpulannya menyatakan, pasal 98 ayat 2, 3, 4 serta pasal 99 ayat 1 dan 2 menyebab-

kan ketidakpastian hukum, ketidakadilan, dan bertentangan dengan konstitusi. Pasal a quo (sebagaimana tersebut) merupakan wujud ketidakkonsistenan pembuat undang-undang setelah pembentukan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers. ’’Menyatakan mengabulkan (permohonan) para pemohon untuk seluruhnya,’’kata Mahfud dalam sidang di gedung MK kemarin (23/2). Dari delapan hakim konstitusi, tidak ada satupun hakim yang mengajukan dissenting opinion (perbedaan pendapat). u Ke Halaman 11 kolom 5

Guru Swasta Dapat Kuota 25 Persen

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktu­nya atas orang-orang yang ber­ iman.” (An-Nisa’: 103)

11:58 15:12

JAKARTA--Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution terus menyudutkan besan Presiden SBY Aulia Tantowi Pohan. Kemarin dalam persidangan di Pengadilan Tipikor yang memulai masuk ranah pembuktian itu, Anwar membeberkan peran Aulia yang ternyata masih saudaranya itu dalam skandal dana Rp 100 miliar. Menurut dia, Aulia pernah empat kali bertandang ke rumahnya. Itu dilakukan untuk meminta penjelasan soal penyimpangan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) itu. “Saya sudah imbau agar selalu bayar uang tersebut,” kata

Shando/Pontianak Post

CAPRES ALTERNATIF: Bambang Sulistomo, Marwah Daud Ibrahim, Yuddy Chrisnandi dan Rizal Ramli saat tampil menyampaikan visi dan misi.

Capres DIB Siap Ditawarkan ke Parpol PONTIANAK—Empat calon presiden Dewan Integritas Bangsa (DIB) siap menjadi orang nomor satu atau nomor dua (calon wakil presiden/cawapres) yang diusung partai-partai politik. Ketua Tim 45 DIB, Salahuddin Wahid mengatakan bahwa DIB kedepannya bisa saja mengerucutkan

empat capres menjadi satu capres. ”Kita lihat nanti. Mungkin saja nanti hasil dari konvensi ini ada satu orang yang kemudian akan kita perkenalkan kepada partai yang ingin mengajukannya sebagai calon,” katanya di Pontianak. Kemarin (24/2) di Gedung Pertunjukan Taman Budaya Pontianak

diadakan Konvensi Nasional Calon Presiden 2009-2014. Acara ini menampilkan 4 tokoh yang telah mendekalarasikan diri sebagai capres alternatif, yakni Bambang Sulistomo, Marwah Daud Ibrahim, Rizal Ramli, dan Yuddy Chrisnandi.

Banyak Kendala, Program Sertifikasi Tetap Digenjot JAKARTA – Hasil evaluasi Depdiknas terhadap program sertifikasi guru menunjukkan bahwa pelaksanaan program tersebut di lapangan masih banyak persoalan. Kendati demikian,

sertifikasi harus tetap berlanjut. Bahkan, Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) tahun ini menaikkan target penambahan sertifikasi guru. Dirjen PMPTK Baedhowi da­l am Rembuk Pendidikan Nasional mengatakan, berbagai kendala masih mewarnai program sertifikasi guru 2008. u Ke Halaman 11 kolom 5

u Ke Halaman 11 kolom 5

Pasangan ”Bilateral” Tim Lindsey-Julia Suryakusuma yang Unik

Seminggu dalam Sebulan Mereka Kumpul di Cinere Konferensi Kerja Sama Australia-Indonesia yang berakhir beberapa hari lalu sukses mendekatkan hubungan kedua negara. Salah satu tokoh di balik konferensi adalah Profesor Tim Lindsey. Chairman Australia Indonesia Institute (AII) itu bahkan menyatukan Australia-Indonesia dalam rumah tangganya.

FATHUR ROZI, Sydney KECINTAAN Tim Lindsey kepada Indonesia terlihat pada kegemarannya memakai baju batik. Dalam berbagai kesempatan, baik saat di Australia maupun di Indonesia, laki-laki berkepala plontos itu sering mengenakan baju ”identitas”

Indonesia tersebut. Padahal, profesor di Universitas Melbourne itu mengaku mengenal negeri tetangga dekat negaranya ini karena ”terpaksa”. Cerita itu berawal saat Tim masih duduk di bangku SMA. Saat itu sekolah mengharuskan Timothy (nama panjang Tim) memilih satu di antara tiga bahasa asing pilihan, yaitu Prancis, Jerman, atau Indonesia. Awalnya Tim bingung memilih yang mana. Saat masih menimbang-nimbang itulah, Jenny Lindsey, sang ibu, turun mengintervensi. ”Saya dilarang memilih bahasa Prancis dan Jerman. Harus Indonesia,” kata Tim. Pilihan masuk kelas bahasa Indonesia itulah yang mengantarkan Tim punya kesempatan mengunjungi Indonesia. Yakni, lewat program pertukaran pelajar Australia-Indonesia. Dalam program itu, dia ditempatkan di Purwokerto, Jawa Tengah. ”Saya tinggal di keluarga angkat Doktor Wirya Atmaja di Purwokerto,” ujar profesor ahli hukum Islam dan kemasyarakatan itu. Semula program tersebut membuatnya benar-benar Fathur Rozi/Jawa Pos KELUARGA BILATERAL: Tim Lindsey, Julia Suryakusuma, dan tiga dari shock. Sebab, baru kali itulah dia pergi ke luar negeempat anak mereka.

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

u Ke Halaman 11 kolom 3

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.