Pontianak Post

Page 1

National IT Expo Baca Halaman 6-7

Pontianak Post

Minggu 25 April 2010 M / 11 Jumadil Awal 1431 H

NIX 2010

RAMAI: Antusias masyarakat melihat stand NIX 2010 di PCC.

Promo Besar-besaran Hari Terakhir PONTIANAK--Pameran National IT Expo (NIX) 2010 di Pontianak Convention Centre, 21-25 April 2010, mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ribuan pengunjung terus memadati tempat acara. Bahkan hari terakhir, Minggu (25/4), promo besarbesaran disediakan untuk pengunjung yang membeli produk. “Pameran yang berskala nasional hanya satu kali dalam setahun di Kota Pontianak ini. Karena itu sangat disayangkan kesempatan ini tidak dimanfaatkan masyarakat. Raihlah hadiah-hadiah serta promo

Eceran Rp. 2.500

Bidik Klien Gayus

Bali Mengungguli Kinabalu

Ke Halaman 11 kolom 1

XPSME!DVQ

P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K A L I M A N T A N B A R A T

GROW WITH CHARACTER PROFESOR Sang Lee adalah seorang Korean American yang luar biasa. Dua saudaranya yang tinggal di Korea adalah pejabat tinggi negara, pernah jadi menteri segala. Sedang Sang Lee memilih tinggal di Amerika dan menjadi profesor di bidang operational research yang disegani. Ketika kali pertama saya diperkenalkan oleh Prof Hooi Den Huan pada 2008, Sang Lee sudah menyelenggarakan Pan Pacific Management ConHermawan Kartajaya ference 25 kali berturutturut tiap tahun! Berpindah-pindah tempat dari satu kota ke kota lain. Tiap tahun ada sekitar 300 sampai 500 peserta --kebanyakan profesor-- “menyempatkan” datang untuk berkumpul.

46

Kantor PLN Dihujani Batu Kaca Pecah, Mobil Rusak PEMANGKAT—Kantor PLN Ranting Pemangkat, Kabupaten Sambas dan Kantor PLN Ranting Ngabang, Kabupaten Landak didatangi massa pada Jumat (23/4) malam. Mereka melakukan protes pemadaman listrik yang kerab kali terjadi. Massa emosi melempari kantor PLN dengan batu. Kaca-kaca pintu dan jendela pecah berantakan. Pantauan Pontianak Post, warga berkumpul secara spontan di depan PLN Ranting Pemangkat, Jalan Uray Bawadi sekitar pukul 20.30. Tidak terkoordinir massa kian bertambah. Mereka datang dari sekitar Pemangkat, jumlahnya 200 orang.

5DND 'HQL -DZD 3RV

MAFIA PAJAK 3ROLVL VHOLGLNL SHUXVDKDDQ \DQJ SHUQDK menjadi klien Gayus.

JAKARTA--Penyidikan kasus Gayus Tambunan terus berkembang. Setelah alur keterlibatan para tersangka mulai terang, kini penyidik mendalami peranan klien-klien pegawai Ditjen Pajak tersebut. Dari pengakuan dan verifikasi data, ada 149 perusahaan tercatat pernah ditangani suami Milana Anggraeni itu. Diduga, uang miliaran rupiah yang dimiliki Gayus sebagian besar berasal dari klien-klien tersebut. Salah seorang anggota tim independen menjelaskan, untuk mengurai peranan perusahaan itu, tim sudah membuat unit kecil yang bertugas untuk

Ke Halaman 11 kolom 1

HANCUR: Kaca depan kantor PLN Ranting Pemangkat pecah setelah dilempari batu SDGD -XPDW PDODP oleh massa karena kecewa pemadaman listrik.

mendalaminya. “Kita sudah rapat dan diputuskan mulai minggu depan pengkajian terhadap perusahaanperusahaan itu lebih intensif,” kata sumber itu kemarin (24/4). Tim juga akan berkoordinasi dengan Kementrian Keuangan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Senin (besok) ada pertemuan awal dengan instansi itu, tujuannya merumuskan langkah agar tidak keliru di tengah-tengah penyelidikan,” katanya. Polisi juga akan meminta pendapat dari ahli hukum perbankan dan ahli perpajakan serta praktisi pasar modal. Ke Halaman 11 kolom 5

Kejaksaan Tak Dampingi Jupe Gencarkan Sosialisi Cirus Sinaga dan Fadil Hendy/Pontianak Post

Ke Halaman 11 kolom 5

SENYOM SIMPOL

Merebos Ubi

Matangkan Persiapan Pilkada Pacitan

PERNAH ngomong tebalek? Atau hal laen yang tebalek-balek? Pasti kite sebagai manusie pernah melakukannye. Sekali-kali pernah, biar tadak sering-sering amat. Dolok, waktu kecik pernah gak kite pakai bajuk tebalek. Pakai sandal jepet tebalek. Pakai sarong tebalek. Tapi bagaimane dengan sohib kite si Pendi Juling? Nah, die ini rajenye tebalek-balek. Ngomong pon suke dibalek-balekkannye. “Toing” Minhard Saking parahnye, name abah sorang pon dibalekannye. Wak Letuk jadi Wak Kutel. Tentulah abahnye meradang dengarnye. Pendi memang aneh bin rosak. Kerenenye, sering ngomong dibalek-balek, perbuatannye pon jadi tadak umom. Sering tebalek-balek. Salah satunye, kalau disuroh orang, pasti tebalek. Misalnye, disuroh ke warong teros pegi mancing. Pasti die mancing dolok bejam-jam, habes itu baleknye barok ke warong.

PACITAN--Julia Perez, artis seksi nan penuh kontroversial, serius maju dalam pilkada Pacitan. Perempuan yang populer dengan nama Jupe itu tetap melangkah kendati ditolak Aliansi Perempuan Pacitan (APP). Kemarin (24/4) dia di Pacitan untuk melakukan sosialisasi. Di kabupaten asal Presiden SBY itu, Jupe bertemu Bupati Sujono dan berkunjung ke Ponpes Al Fattah,

Ke Halaman 11 kolom 5

Desa Kikil, Arjosari. Kehadiran Jupe yang didampingi pengurus koalisi delapan partai politik disambut hangat pengasuh dan santri. Saat berada di tengah santri, Jupe yang juga bintang iklan alat kontrasepsi itu menyesuaikan diri dengan memakai kerudung hitam dan baju setelan abu-abu dan hitam. Setelah melakukan pertemuan tertutup dengan pengasuh Ponpes Al Fattah, KH Mohamad Burhanuddin, Jupe berdialog dengan santriwati dan melihat-lihat kamar mereka. Dalam dialognya, Jupe memperkenalkan diri dan latar belakang keluarganya. Jupe sempat mengajari santriwati berhitung angka dalam bahasa Prancis dan Belanda. Ke Halaman 11 kolom 5

atau bantuan hukum. “Kan hanya diperiksa sebagai saksi. Untuk apa didampingi?” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Marwan Effendy kemarin (24/4). JA K A RTA - Menurut dia, Dua jaksa peneliti itu berbeda kalau yang sebelumnya yang bersangkutan menangani perkara diperiksa sebagai Gayus Tambunan, tersangka. Marwan Cirus Sinaga dan menuturkan, PersatFadil Regan, bakal uan Jaksa Indonesia diperiksa Mabes (PJI) biasanya mePolri terkait skanminta bantuan untuk dal mafia pajak. memberikan kuasa Izin pemeriksaan hukum sebagai penkeduanya dari jaksa damping. “Biasanya Cirus Sinaga agung juga telah (dari) mantan jaksa diproses. yang sekarang menjadi penasehat Namun, Kejaksaan Agung hukum,” tutur mantan Kapusdiklat (Kejagung) belum memastikan Kejaksaan itu. akan memberikan pendampingan Ke Halaman 11 kolom 1

Saat Diperiksa Mabes Polri Terkait Kasus Gayus Tambunan

1D¿VDK $KPDG =HQ 6KDKDE ,EX \DQJ 6HSXOXK $QDNQ\D -DGL 'RNWHU 11:43 15:01 17:47 18:56 04:20

Berkat Provokasi si Sulung Setiap Mudik Lebaran 1D¿VDK $KPDG 6KDKDE EDrangkali bisa disebut sebagai supermom. Di antara 12 anak hasil pernikahannya dengan almarhum Alwi Idrus Shahab, sepuluh orang menjadi dokter. Di antara sepuluh dokter itu, tujuh orang bertitel spesialis.

AGUNG PUTU, Jakarta SPESIALISASI tujuh anak Nafisah itu pun tidak ecek-ecek. Si sulung, Dr dr Idrus Alwi SpPD KKV FECS FACC, meraih spesialisasi di bidang kardiovaskular. Anak pertama itu

$JXQJ 3XWX $UWD -DZD 3RV

LUAR BIASA 1D¿VDK EHUVDPD 1DMZD VDODK VHRUDQJ GL DQWDUD FXFXQ\D

juga menjadi satu-satunya yang meraih gelar doktor di antara sepuluh dokter bersaudara itu. Kemudian, drg Farida Alwi menekuni bidang spesialisasi gigi; dr Shahabiyah MMR menjadi Dirut RSU Islam Harapan Anda di Tegal; dr Muhammad Syafiq SpPD, spesialis penyakit dalam; dr Suraiyah SpA (spesialisasi anak); dr Nouval Shahab SpU, spesialis urologi dan sedang menempuh pendidikan untuk gelar PhD di Jepang; dan dr Isa An Nagib SpOT mengambil bidang spesialisasi ortopedi. Sementara tiga putra Nafisah yang lain masih bergelar dokter umum. Mereka adalah dr Fatinah yang menjabat wakil direktur RS Ibu dan Anak Permata Hati Balikpapan; dr Zen Firhan, dokter umum di Balai Pengobatan Depok Medical Service dan Sawangan Medical Center; dan dr Nur Dalilah, dokter umum di RS Permata Cibubur.

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

Ke Halaman 11 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Pontianak Post by Pontianak Post - Issuu