Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t

Kamis, 25 Juni 2009 M / 2 Rajab 1430 H

KOLOM

Pikiran Besar di Kota Kecil SAYA pernah tergeletak kelelahan di ruang tunggu yang pengap, sempit dan kotor menanti keberangkatan pesawat yang akan membawa saya ke Makassar dan O l e h Ambon yang mengalami keterlambatan selama dua jam di Bandara Kendari enam tahun lalu. Yakni ketika saya ternyata sebenarnya sudah mulai sakit, namun tidak pernah saya rasakan. Waktu itu ternyata mestinya hati saya sudah terkena sirosis, mengeras dan sudah Dahlan Iskan mulai tumbuh bibit-bibit kankernya. Namuan saya tidak tahu semua itu. Kelelahan yang saya rasakan di ruang tunggu itu semula hanya saya anggap sebagai akibat dari kurang tidur dan perjalanan panjang ke beberapa kota sebelum itu. Pekan lalu, saya kembali lagi ke Kendari, ibukota propinsi Sulawesi Tenggara. Semuanya sudah berubah. Bandara lama yang parah itu sudah diganti dengan bandara baru yang indah. Tidak besar, tapi cantik dan modern. Cukuplah untuk kepentingan Kendari sampai lima tahun ke depan. Penerbangan juga sudah begitu banyak sehingga kalau ada pesawat yang terlambat pun masih ada pilihan untuk “loncat” ke pesawat lain.

Eceran Rp. 2.500

Flu Babi Ancam Indonesia

Dua Pasien Dirawat, Empat WNI Positif di Luar Negeri

u Ke Halaman 8 kolom 2

AFP Photo/Johannes Christo

PERKETAT: Dua turis menyerahkan formulir kesehatan saat tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar kemarin. Indonesia meningkatkan kewaspadaan setelah ditemukan dua pasien positif terinfeksi flu babi.

KPK Tegaskan Perintah Antasari

Manohara. “Kalau dia bilang diseterika, itu tidak benar. Lihat saja waktu nonton bola, rambutnya diikat, tidak ada bekas,” kata Fakhry. Dia juga menunjukkan video Manohara saat sedang berlibur dan berenang di sebuah pulau. Di video yang beredar dan ditayangkan berbagai stasiun televisi Indonesia itu wajah Mano tampak gembira. Mano juga terlihat gemuk dan berenang dengan tertawa riang.

JAKARTA--Terpidana kasus korupsi dana hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp 546 miliar, Djoko Sugiarto Tjandra, masih bebas melenggang. Setelah dikabarkan berada di Papua Nugini (PNG), bos Grup Mulia tersebut dilaporkan terbang lagi ke negara lain. “Menurut informasi, sekarang dia sudah berada di Singapura,” ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Marwan Effendy di Gedung Kejagung, Jakarta, kemarin (24/6). Marwan menuturkan, Djoko berada di Singapura untuk menunggui ayahnya yang menderita kanker. “Itu menurut keterangan penasihat hukum dan keluarganya,” tuturnya. Keberadaan Djoko S Tjandra yang berpindahpindah dari PNG ke Singapura sebetulnya sudah bisa diperkirakan. Sebelumnya, Marwan mengatakan, Djoko kemungkinan berada di dua tempat. Yakni, PNG atau Singapura. Alasannya, selain memiliki bisnis di sana, Djoko juga memiliki saudara di dua negara itu.

u Ke Halaman 11 kolom 5

u Ke Halaman 11 kolom 5

u Ke Halaman 11 kolom 1

Mano Bantah Terima Alphard

Manohara

JAKARTA--Perang komentar antara kubu Pangeran Kelantan Tengku Fakhry dan Manohara Odelia Pinot terus berlanjut. Putra Sultan Kelantan itu bicara blak-blakan kepada pers di Malaysia Selasa (23/6) lalu. Kepada media negeri Jiran, Fakhry membantah menyiksa istrinya,

u Ke Halaman 11 kolom 1

Dari PNG, Djoko Tjandra Terbang ke Singapura

JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya tak mau terus diseret-seret dalam kasus yang sedang membelit Antasari Azhar. Lembaga super body itu tak ingin persoalan polemik penyadapan nomor telepon yang diduga polisi milik Rani dan Nasrudin makin berkepanjangan. Komisi

Fachry Pamerkan Video Pribadi di Media Malaysia

JA K A RTA - Kecemasan terhadap virus flu babi terus meningkat. Pemerintah RI menyatakan siaga satu setelah virus H1N1 itu semakin merebak di tanar air. Sebab, kini dua orang dinyatakan positif mengidap virus flu babi di Indonesia. Selain itu, empat WNI positif flu babi di luar negeri. Rinciannya, tiga orang di Singapura dan satu WNI tinggal di Australia. Ada satu petugas Depkes yang diduga mengidap virus H1N1 di Beijing. Juga satu orang di Makau. ’’Satu petugas kami kirim ke Beijing untuk ikut pelatihan menghadapi flu H1N1.

Terpidana Kasus Cessie Bank Bali

Mantan Pilot Militer yang Merumput di Pesawat Sipil

Dulu Main Perintah, Kini Layani VVIP Mereka kini mencari nafkah dengan menjadi pilot penerbangan sipil di berbagai perusahaan swasta nasional. Namun, ikatan masa lalunya sebagai penyandang wing penerbang dengan disiplin militer membuat mereka bangga.

M. NASARUDDIN ISMAIL, Surabaya ADA pemandangan berbeda di Lapangan Udara TNI-AL Juanda Selasa (23/6) lalu. Tenda-tenda dengan penutup hiasan kain merah putih berdiri. Hari itu jajaran korps berseragam abu-abu itu sedang merayakan 35 tahun hari penerbangan TNI Angkatan Laut. Yang menarik, acara

Nasaruddin Ismail/Jawa Pos

KENANGAN: Mantan pilot TNI-AL foto bersama di depan hanggar Lanudal Juanda saat menghadiri perayaan 35 tahun hari penerbangan TNI-AL, Selasa (23/6) lalu. Mereka kini berkarir di penerbangan sipil.

itu juga dihadiri oleh sedikitnya sembilan pilot penerbangan sipil, lengkap dengan seragam kebanggaan masing-masing. Para pilot penerbangan sipil itu saling bersalaman dan berangkulan dengan para prajurit dan perwira TNI-AL di sana. Silih berganti mereka foto di depan hanggar Lanudal Juanda yang luas. Lantas siapakah mereka? Mereka bagian dari puluhan pilot TNI-AL yang hijrah dari kesatuan. Bukan karena desersi, tapi karena pindah jalur dengan berkarir ke penerbangan sipil. Alasan mereka memutus karir militer memang berbeda-beda. Ada yang merasa jenjang karirnya sudah mandek. Tapi, ada juga yang keluar karena masa ikatan dinasnya selesai dan ingin mendapat tantangan baru. “Meninggalkan kesatuan yang pernah membesarkan dan menjadikan saya sebagai seorang penerbang tidak mudah. Sangat berat. Tapi, tidak ada pilihan lain,” tutur Kapten Pilot Askesnas Doly Alexander. Seperti penerbang TNI-AL yang hijrah lainnnya, Askesnas adalah peserta Ikatan Dinas Pendek (IDP)

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

u Ke Halaman 11 kolom 5

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.