Selengkapnya Baca Hal 16-17
Pontianak Post
Senin 26 Oktober 2009 M / 7 Dzulqaidah 1430 H
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Eceran Rp. 2.500
KOLOM
Menteri Pariwisata Baru Kita: Julia Roberts!
SYUTING: Lokasi syuting Eat, Pray and Love yang dibintangi aktris Holywood Julia Robert dan Javier Bardem di Pantai Padang Padang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali tertutup untuk umum selama sepekan. Tampak sejumlah Pecalang (petugas pengamanan desa adat) memblokade area syuting.
INILAH, mestinya, sebuah promosi pariwisata yang dampaknya bisa lebih besar daripada hasil kerja tiga menteri pariwisata sekaliO l e h gus: Julia Roberts. Peraih Oscar ini bukan hanya pergi ke Bali. Julia Roberts tinggal di Bali untuk lebih dari satu bulan. Bahkan, dia sedang syuting film Hollywood sebagai pemeran utama dalam film Eat, Pray, Love. Bisa dibayangkan betapa besarnya gema Bali setelah pemutaran film itu nanti. BaDahlan Iskan hkan, mestinya sudah sejak pembuatannya sekarang. Kita pasti masih ingat betapa pariwisata Selandia Baru mendapat durian runtuh ketika film Lord of The Rings dibuat di negeri dingin itu. Julia Roberts, Hollywood, dan film yang didasarkan pada novel laris dunia: bentuk promosi apa lagi yang lebih hebat daripada itu? Seluruh APBN kita di bidang u Ke Halaman 11 kolom 1
u Ke Halaman 11 kolom 1
Dite Surendra/Jawa Pos
Dewan Siap Polisikan Anggota Terlibat Soal Penyelewengan Dana Bansos PONTIANAK--DPRD Kalimantan Barat menyeriusi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalbar mengenai adanya indikasi kerugian negara sebesar Rp22,14 miliar pada pengelolaan bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi Kalbar.
dan ada unsur kesengajaan dari aparat pemerintah sipil, kasus in juga dilaporkan ke Presiden. Ditegaskannya, DPRD Kalbar tetap komitmen dan meminta aparat terkait untuk ikut mengusut adanya dugaan pidana korupsi dalam kasus itu. “Kalau ada anggota DPRD yang juga terlibat dalam kasus ini, baik yang sudah tidak menjabat lagi maupun yang menjabat
“Kami belum mendapatkan berkas hasil temuan BPK itu ke fraksi. Jika berkas itu sudah didapatkan dan dipelajari untuk kemudian dilakukan rapat paripurna pemandangan fraksi. Jika memang disimpulkan adanya unsur tindak pidana, temuan ini dilaporkan ke pihak berwajib,” kata anggota DPRD Kalbar dari Fraksi PPP Retno Pramudya. Menurutnya, jika pengelolaan dana bansos tersebut memang menyimpang
u Ke Halaman 11 kolom 1
Retno Pramudya
Kami belum mendapatkan berkas hasil temuan BPK itu ke fraksi. Jika memang disimpulkan adanya unsur tindak pidana, temuan ini dilaporkan ke pihak berwajib.
DPR Telusuri Punya Mobil, tapi Sering Naik Motor Pengambil Kebijakan Mini Tubuhnya, Maksi Rezekinya
Tubuh tak normal, tak selamanya jadi petaka. Orang-orang ini malah merasakan berkah meski tubuhnya mungil abadi. Bahkan, mereka kian laris diajak main sinetron.
11:28
14:47 17:33
18:42 04:06
ABDUL Latief alias Adul boleh jadi merupakan salah satu artis berbadan mini yang paling terkenal. Intensitas munculnya di layar kaca melebihi yang lain. Terlebih dia sering berpasangan dengan u Ke Hal 11 kolom 5
GEMPA kembali melanda tanah air. Musibah itu kini dialami saudara kita di Sumatera Barat dan sekitarnya. Ribuan warga kehilangan sanak saudaranya. Tempat tinggal ambruk, begitu juga dengan fasilitas umum lainnya. Mari kita berdarma untuk meringankan beban mereka. Bantuan dapat disampaikan ke Redaksi Pontianak Post (Lantai 5), Graha Pena Pontianak, Jalan Gajahmada 2-4 Pontianak. Atau melalui Bank Kalbar rekening Simpeda (online) nomor 1025049523 a.n Kalbar Peduli Sumatera. Sekecil apapun bantuan Anda begitu berharga. Kami juga siap menjemput bantuan Anda. Hubungi telepon atau sms 081345653653 atau (0561) 7918676.
Pontianak Post Sumbangan Hingga Sabtu (24/10) Rp 235.555.800 Posko MABT 101 Gouw Lie An Rp 50,000 102 Gouw Weng Pheng Rp 50,000 103 Ng Cun Kiang Rp 50,000 104 Lim Chai Hong Rp 50,000 105 A Gek Rp 50,000 106 Can Liu Hen Rp 100,000 107 Tan Pheng Rp 100,000 108 Ayat, Desa Mamek- Kec Darit, Landak Rp 5,000 109 Bong Chin Song Rp 50,000 u Ke Halaman 11 kolom 1
Kasus Dana Talangan Bank Century, Nilai Kejagung Janggal
HOST: Adul (kanan) dan Rohim sebagai host Belum Cukup Gege (BCG) Trans 7.
RAKA DENNY/JAWAPOS
Tancap Gas Tajamkan Program Seratus Hari Boediono Kumpulkan Para Menteri KIB II JAKARTA – Para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II terus tancap gas untuk menuntaskan rencana program 100 hari yang menjadi salah satu indikator sukses tim baru di pemerintahan. Kemarin (25/10) para menteri dikumpulkan Wapres Boediono
untuk menajamkan program tiga bulan pertama itu. Rapat pada hari libur yang dipimpin Wapres tersebut adalah rangkaian dari rapat yang dilakukan Sabtu lalu dengan mengumpulkan tiga menteri koordinator (Menko). Saat itu juga, para Menko rapat dengan para menteri di bawah koordinasinya. Kemarin program itu ditajamkan kembali di Istana Wapres.
JAKARTA – Bola panas kasus PT Bank Century Tbk sepertinya terus bergulir. Kali ini giliran DPR yang menyikapi kasus tersebut setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan tak ada unsur pidana dalam pengucuran dana talangan (bail out) ke Bank Century senilai Rp 6,7
triliun. Saat ini DPR membidik aspek pengambilan kebijakan pengucuran dana tersebut. Ketua Komisi XI (bidang keuangan) DPR Emir Moeis mengatakan, jika memang benar bahwa dalam pengucuran dana tersebut tidak ada unsur pidana, pihaknya tetap meminta pertanggungjawaban para pengambil keputusan yang akhirnya membuat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengucurkan bail out ke Bank Century. u Ke Halaman 11 kolom 2
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, program 100 hari bersumber dari tiga hal. Pertama, kontrak kinerja yang telah ditandatangani oleh para menteri di hadapan presiden saat uji kelayakan dan kepatutan. Kedua, dari kelanjutan program menteri sebelumnya. Ketiga, masukan saat national summit pada 29–31 Oktober mendatang. National u Ke Halaman 11 kolom 1
Dua Anggota Kabinet yang Tidak Percaya Bakal Jadi Menteri
Teman Ucapkan Selamat, Gusti Malah Bingung Dua menteri ini sempat “salah” mengartikan pesan saat ditelepon orang dekat Presiden SBY. Prof Dr Gusti Muhammad Hatta awalnya mengira akan diangkat menjadi rektor, sedangkan Linda Gumelar mengira bahwa yang diinginkan presiden adalah suaminya.
Mahfuz-Agus S.-Zulham, Jakarta HOTEL Sahid menjadi tempat tinggal sementara bagi Gusti. Sebab, dia tidak memiliki keluarga di ibu kota. Selain itu, rumah dinas
Linda Gumelar
Gusti Muhammad Hatta
Menteri Negara Lingkungan Hidup di Kompleks Widya Chandra belum siap ditempati, karena masih dalam persiapan. Saat menemui wartawan koran ini di Hotel Sahid, tubuh Gusti tampak sekali kalau sedang kelelahan. Ini bisa dimaklumi. Sebab, sejak dipanggil ke Cikeas untuk mengikuti audisi calon menteri pada 17 Oktober lalu, dia nyaris tak punya waktu istirahat yang cukup. Terlebih sejak pengumuman menteri pada 21 Oktober malam. Gusti selalu bergerak untuk koordinasi. Rabu (21/10) malam kabinet diumumkan, Kamis siang sudah dilantik. Jumat (23/10), hampir sehari penuh mengikuti rapat kabinet pertama yang dipimpin Presiden SBY dan Wapres Boediono. Sorenya, langsung melakukan serah terima jabatan dan memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran di Kantor Men LH. Siapa yang membawa nama Gusti ke Cikeas? Guru besar Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin itu hanya tertawa.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 5
Jawa Pos Group Media