Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post Kamis 26 November 2009 M / 9 Dzulhijjah 1430 H

Eceran Rp. 2.500

P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K A L I M A N T A N B A R A T

Ribuan Jamaah Terjebak Banjir Wukuf Terhambat MAKKAH--Sekitar tiga juta jamaah haji yang hendak menuju ke Arafah dan Mina terjebak hujan deras di Makkah kemarin. Khusus untuk 210 ribu lebih jamaah Indonesia bahkan belum bergerak ke lokasi pelaksanaan puncak haji (wukuf) di Padang Arafah karena sekitar 200 petugas haji yang menyambut mereka belum datang. Para petugas haji itu dalam perjalanan menuju Arafah. Kendaraan yang mereka tumpangi terjebak dalam banjir di pusat kota Jeddah dan sepanjang jalan tol dari Jeddah ke Makkah. Sesuai protap PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) di Arab Saudi, petugas haji Jeddah bertugas menyambut jamaah di Arafah. Sedang petugas haji Makkah dan Madinah bertugas di Mudzalifah dan Mina. Ke Halaman 7 kolom 5

REUTERS/Caren Firouz

BANJIR: Genangan air cukup tinggi di jalan utama Kota Jeddah menghambat arus lalu lintas kendaraan. Perjalaan jutaan jamaah haji dari Makkah yang akan melaksanakan Wukuf hari ini menjadi terhambat.

Bibit-Chandra Menang

KASUS CENTURY

Audit BPK Final JAKARTA--Upaya anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menangkis dugaan pelanggaran dalam kasus Bank Century yang diungkap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dinilai sia-sia. Pasalnya, temuan hasil audit BPK sudah bersifat final. Ekonom Sustainable Development Indonesia (SDI) Dradjad H Wibowo mengatakan, negara sudah memberikan kewenangan pemeriksaan keuangan kepada BPK, sama seperti Mahkamah Agung (MA) dengan kekuasaan yudikatifnya. “Jadi, keputusan BPK (mengenai dugaan pelanggaran) bersifat final,” ujarnya kemarin (25/11). Menurut Dradjad, auditee atau pihak yang diaudit memang berhak memberikan penjelasan dan pembelaan diri. Namun, pembelaan itu hanya bisa dilakukan pada saat proses audit berlangsung, bukan setelah BPK merampungkan audit investigatif dan mengambil kesimpulan. “Seperti terdakwa di pengadilan, dia berhak Ke Halaman 7 kolom 1

TIDAK TERBIT Jumat (27/11) besok bertepatan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1430 H, Harian Pontianak Post tidak terbit. Harian ini kembali hadir seperti biasa pada Sabtu (28/11) mendatang. Harap relasi dan pembaca maklum. Penerbit

Wildan A Royan/Rakyat Merdeka

JABAT TANGAN: Dua pimpinan non-aktif KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto saat menghadiri sidang uji materi di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (25/11).

Iswanto Tak Nikmati Sendiri Rp2,1 M Polisi Dalami Korupsi Dana KONI Sejak 2006 PONTIANAK—Poltabes K Pontianak mulai action. Laporan Ketua KONI Kalbar Sy Mahmud Alkadrie terhadap Bendahara KONI non aktif Iswanto ke Poltabes Pontianak beberapa waktu lalu mulai ditindaklanjuti. Selasa (24/11) kemarin, Poltabes memeriksa tiga orang saksi terkait dugaan kasus korupsi Rp2,1 miliar tahun anggaran KONI 2009. Kasat Reskrim PoltabesAKP Sunario menjelaskan pihaknya terus berupaya mengusut tuntas kasus ini. Kemana anggaran korupsi dana ini mengalir akan diselidiki. “Indikasi siapa-siapa yang yang menggunakan dana tersebut akan

kita telusuri,” tegas AKP Sunario. Sayangnya, saat dimintai nama ketiga orang yang diperika tersebut Sunario tak mau mengatakannya. “Nantilah akan kita beritahu. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” ungkapnya. Sunario juga mengatakan bendahara non aktif KONI Iswanto masih ditetapkan sebagai saksi. Iswanto harus melakukan wajib lapor dua kali seminggu. Dari hasil pemeriksaan terhadap Iswanto dan beberapa saksi, jelasnya, mulai terkuak bahwa ada beberapa pihak yang turut menggunakan dana tersebut. Namun dikatakan Sunario, dalam pemeriksaan Iswanto tidak mengingat siapa-siapa saja yang menggunakan dana

PONTIANAK--Mahkamah Konstitusi kemarin mengabulkan sebagian permohonan uji materi Pasal 32 Ayat 1 huruf c Undang-Undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. MK menyatakan pasal itu inkonstitusional secara bersyarat. Hakim Konstitusi Akil Mochtar mengatakan, putusan itu dalam hal pimpinan KPK berstatus terdakwa. “Jika dulu dalam hal mereka berstatus terdakwa, otomatis diberhentikan tetap. Dengan adanya putusan itu, tidak lagi diberhentikan tetap hingga ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap,” kata Akil Mochtar saat dihubungi dari Pontianak, tadi malam. Terkait dua pimpinan KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto yang sudah dinonaktifkan setelah ditetapkan sebagai tersangka, Akil mengungkapkan, keduanya telah dinonaktifkan melalui keputusan presiden. “Akan diangkat lagi sesuai prosedur. Jika diberr hentikan sementara melalui keppres, maka diangkat lagi dengan keppres. Sebab berkaitan dengan haknya seperti gaji,” katanya. Namun proses hukum terhadap Chandra – Bibit belum selesai. Untuk menerbitkan keppres pengangkatannya, harus ketegasan dari kepolisian

Akil Mochtar

Putusan MK ini tidak berpengaruh terhadap status Antasari. Soalnya pemberhentian tetap Antasari dilakukan sebelum putusan ini dibacakan. Putusan MK berlaku sejak diucapkan.

Ke Halaman 7 kolom 5

Ke Halaman 7 kolom 1

Dokter Wahyuni Ristiyana Homan SpKO; Dokter Cewek Satu-satunya Spesialis Ring Tinju

Tomboi Sejak Kecil, Bercita-cita Jadi Petinju Aksi kekerasan, cucuran darah, dan kadang berujung kematian umumnya membuat ngeri dan dihindari kaum wanita. Tetapi, tidak demikian halnya dengan dr Wahyuni Ristiyana Homan SpKO. Perempuan yang selalu tampil nyentrik dan tomboi itu justru mengakrabi itu dengan menjadi dokter ring tinju profesional. Seperti apa?

SPESIALIS: Dokter spesialis ring tinju Wahyuni R Homan memeriksa kesehatan petinju profesional yang akan bertarung. Pemeriksaan ini mutlak dilakukan karena sebagai salah satu syarat pertandingan.

AGUS SUDJOKO, Jakarta

PENAMPILANNYA nyentrik dan agak tomboi. Rambutnya dipotong pendek agak jabrik dan dicat pirang, serasi dengan kulitnya yang putih bersih agak bule. Perawakannya tegap, tangannya tampak berotot, mirip polwan atau anggota TNI. Itulah sosok dokter Wahyuni Ristiyana Homan SpKO, dokter spesialis olahraga. Hingga kini, Wahyuni menjadi satu-satunya dokter wanita di Indonesia yang bertugas di ring tinju profesional. Olahraga bayaran yang identik dengan darah dan musibah membahayakan. Di luar ring tinju, Wahyuni juga menjadi dokter di Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan Program Atlet Andalan (PAL) membidangi cabang judo, gulat, tenis lapangan, dan tenis meja.

Dalam menjalani profesinya sebagai dokter olahraga, Wahyuni sangat profesional. Seperti Jumat pekan lalu, di studio TVRI Pusat Jakarta, dokter nyentrik itu bertugas memeriksa empat petinju profesional yang akan bertarung di Ring Tinju TVRI Sabtu malam. Di antaranya adalah juara nasional versi Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Herry Amol dan penantang peringkat pertama Sofyan Efendi. Kesehatan kedua petinju itu diperiksa secara bergantian untuk memastikan laik tidaknya mereka naik ring. Selain mendapatkan kepastian kondisi kesehatan secara medis, dia kepada petinju menanyakan kesiapan bertanding dan hal-hal lain yang dianggap perlu. Jika hasil pemeriksaan itu memenuhi standar aturan pertandingan, barulah petinju Ke Halaman 7 kolom 1

Muhamad Ali/Jawa Pos

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Pontianak Post by Pontianak Post - Issuu