Pontianak Post
Jumat, 27 Februari 2009 M / 2 Rabiul Awal 1430 H
SELEBRITAS
Lebih Fokus Nyanyi Pasangan artis Bunga Citra Lestari dan Ashraf Sinclair mengaku tidak ingin menunda-nunda anak. Bahkan, mereka berdua berharap segera mendapatkan momongan. “Anak tergantung dikasih sama yang di atas. Kita tidak menundanunda, bahkan segera mungkin,” ujar Bunga ketika ditemui di Kawasan Cililitan Jakarta Timur, saat syuting video klip terbarunya yang bertajuk Hanya Untukmu. Kedepannya, wanita yang kerap disapa BCL ini berusaha untuk Bunga Citra Lestari bersikap dewasa. “Selama ini aku kan lebih ABG, jadi sekarang pingin lebih dewasa. Apalagi umurku sekarang udah 26 tahun jadi lebih dewasa dan ingin nunjukin kesan baru biar tetep muda dan lebih dewasa,” jelasnya.
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Singkawang 10 Besar Kota Pengidap HIV/AIDS SINGKAWANG—Singkawang masuk dalam 10 kota terancam HIV/ AIDS. Jumlahnya pengidapnya mencapai 348 orang. Besarnya angka ini mengantarkan Singkawang masuk 10 besar di Indonesia. Bandung menempati puncak klasemen dengan jumlah 1.856 orang. Disusul Jakarta Pusat dan Denpasar yang menempati posisi kedua dan ketiga. Ketua Kelompak Kerja Penang-
gulangan HIV/AIDS RSUD dr Abdul Aziz Singkawang dr Budi Enoch tak terkejut dengan posisi Singkawang tersebut. “Bahkan kalau berdasarkan persentase jumlah penduduk, kita mungkin nomor dua setelah Irian,” jelas Budi kepada Pontianak Post tadi malam. Diungkapkannya besarnya angka pengidap HIV/AIDS di Singkawang juga tidak terlepas dari kesadaran mereka untuk melakukan pemer-
iksaan dan konsultasi. Berbagai program yang telah dikalukan kelompok kerja ini menggungah kesadaran masyarakat untuk memeriksakan dirinya. “Kalau daerah lain juga melakukan hal yang sama, mungkin angka pengidap HIV/AIDS juga besar,” jelas Budi. Untuk menjaring pengidap HIV/AIDS ini pihaknya telah menyebarkan sukarelawan. u Ke Halaman 8 kolom 3
Golkar-PKS Sudah Saling Merapat
u Ke Halaman 11 kolom 1
RAKA DENNY/JAWAPOS
JAJAKI KOALISI: Wapres Jusuf Kalla (kanan) selaku Ketua Umum DPP Partai Golkar berjabat tangan dengan Presiden PKS Tifatul Sembiring disaksikan Ketua MPR yang juga anggota Dewan Syuro Hidayat Nur Wahid (kiri) ketika bertemu di DPP PKS, Jakarta, Kamis (26/2).
ANTI KORUPSI
KPK Awasi Menteri Berlatar Parpol JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak ingin komitmen 42 pengurus parpol dalam deklarasi antikorupsi tanpa diikuti langkah konkret. Untuk menindaklanjutinya, komisi yang dipimpin Antasari Azhar itu menjanjikan pengawasan penggunaan anggaran departemen yang dipimpin para elite parpol untuk kepentingan kampanye. ’’Pengawasan itu hanya salah satunya. Banyak modusnya,’’ kata Wakil Ketua KPK M. Jasin setelah melantik Direktur Penyidikan Suedi Husein dan Kabiro Humas Johan S.P. di gedung KPK kemarin. u Ke Halaman 11 kolom 5
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber iman.” (An-Nisa’: 103)
11:57 15:11
18:01 19:10 04:36
JAKARTA--Embrio koalisi mulai muncul. Jusuf Kalla yang telah menyatakan berpisah dengan SBY kini mendapat pelabuhan koalisi baru. Kemarin calon presiden dari partai beringin itu memenuhi undangan PKS menghadiri diskusi di Kantor DPP PKS di Jakarta Selatan. Diskusi Ke Mana Arah Koalisi Pasca Pemilu itu tampaknya hanya bungkus dari balik pendekatan koalisi. Kedua pihak pun tanpa ragu-ragu menyatakan hasrat membangun ikatan. Bagaikan acara pinangan, kedua pihak bertemu dengan berpantun. “Kalau datang ke Kota Padang, mampir ke Solok untuk membeli beras. Kalau JK datang ke Mampang, maka isyarat sudah jelas,” kata Presiden PKS Tifatul Sembiring menyambut kedatangan Kalla yang disambut tepuk tangan. Sebagai tamu, Kalla tak mau kalah. Begitu diberi kesempatan bicara, Kalla lantas berbalas pantun. “Bukan ladang sembarang ladang. Ladang banyak jerami. Bukan datang sembarang datang. Tapi datang mempererat silaturahmi,” katanya lantas diikuti tepuk tangan hadirin. u Ke Halaman 11 kolom 5
Ekonomi Singapura Masuk Jurang Resesi Diduga Pemicunya Orang Kaya Indonesia SINGAPURA – Wabah resesi global akhirnya hinggap ke Singapura. Negeri mini namun paling kaya se-Asia Tenggara itu kemarin (26/2) resmi menyatakan resesi setelah untuk kali pertama dalam 33 tahun perekonomiannya mengalami kontraksi (tumbuh negatif) selama tiga kuartal berturut-turut. Berkurangnya kunjungan orang
kaya Indonesia untuk wisata belanja diduga sebagai pemicunya. Berdasar laporan yang dirilis menteri perdagangan kemarin, produk domestik bruto (PDB) Negeri Merlion itu mencatat penurunan selama tiga triwulan berturutturut. Masing-masing tumbuh lebih rendah 4,7 persen pada triwulan II 2008, minus 0,2 persen pada triwulan III 2008, dan minus 3,7 persen pada triwulan IV 2008. Itu berarti perekonomian Singapura sudah masuk ke jurang
resesi menyusul negara-negara Asia Pasifik lainnya seperti Jepang, Hongkong, dan Selandia Baru. Bahkan, negara pulau itu memproyeksikan perekonomiannya bakal mengalami kontraksi pada 2009 dengan pertumbuhan minus 2 hingga minus 5 persen. Mengutip data Departemen Statistik Singapura, sejumlah indikator ekonomi negara yang berpenduduk 4,8 juta jiwa tersebut memperlihatkan perlambatan di semua sektor. Di antaranya, di
sektor jasa keuangan, pertumbuhan menurun drastis dari 16,9 persen pada 2007 menjadi 7,1 persen tahun lalu. Demikian pula dengan jasa perkulakan dan ritel, pertumbuhannya anjlok dari 7,3 persen (2007) menjadi 2,6 persen (2008). Sektor konstruksi mengalami perlambatan pertumbuhan dari 20,3 persen menjadi 17,9 persen. Sektor hotel dan restoran melambat dari 5,1 persen menjadi 3,2 persen. Pertumbuhan sektor manufaktur anjlok drastis dari 12,6 persen men-
jadi minus 4,1 persen. Satu-satunya sektor yang tumbuh adalah jasa informasi dan komunikasi, yakni dari 6,3 persen (2007) menjadi 6,9 persen (2008). Bagaimana dampak mengerutnya ekonomi Singapura itu terhadap Indonesia? Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan Raden Pardede menyatakan, resesi Singapura akan membuat duit orang-orang kaya Indonesia di Singapura habis. Namun, secara u Ke Halaman 11 kolom 5
Debitur Wanprestasi Dapat Disandera
Polisi Sweeping Pasien, Pendukung Praktik Melunak
PONTIANAK--Pengamat hukum Universitas Tanjungpura Slamet Raharjo mengatakan seorang debitur yang wanprestasi dapat dilakukan penyanderaan. Menurutnya, pada kasus eksekusi lelang PT Benua Indah Grup Divisi Perkebunan debiturnya dapat disandera. “Perjanjian antara PT BIG dan Bank Mandiri memuat hak dan kewajiban belah pihak. Ketika Bank Mandiri telah melaksanakan kewajiban dengan memberikan dana utuh, maka PT BIG harus melaksanakan kewajiban membayar angsuran kredit,” katanya di Pontianak. Slamet menjelaskan isi perjanjian pastinya memuat pembayaran kredit dalam waktu tertentu oleh debitur. Dikatakannya, bahkan ada jaminan serta biaya-biaya
JOMBANG – Sejumlah pihak yang sempat ngotot agar praktik dukun cilik Ponari di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, terus dibuka mulai melunak. Tanpa terkecuali para anggota wakil rakyat Jombang yang sebelumnya getol meminta Pemkab Jombang memfasilitasi praktik siswa kelas III SD tersebut dengan dalih sesuai aspirasi masyarakat. ’’Jika memang penutupan itu kehendak Ponari dan keluarga, semua pihak harus mendukungnya. Sebelumnya, kita meminta pemkab memfasilitasinya juga demi kepentingan Ponari sendiri,’’ terang Ketua DPRD Abdul Halim Iskandar. Ponari dan keluarga memiliki hak untuk hidup normal. Termasuk untuk hidup seperti sediakala, sebelum ribuan orang tiap hari mendatanginya untuk mendapatkan pelayanan pengobatan. ’’Melayani atau tidak itu hak Ponari yang harus dihormati. Apalagi, sebenarnya, anak
Slamet: Tidak Ada Itikad Bayar, Segera Lelang
u Ke Halaman 11 kolom 1
Dony/RadarMojokerto/JPNN
CUEK: Ponari asyik bermain ponsel dan tak menghiraukan Kak Seto.
u Ke Halaman 11 kolom 5
Belajar dari Orang Jepang Bagaimana Siaga Sambut Bencana
Sejak Bayi Latihan Sembunyi di Bawah Meja Berdiam di negeri yang terletak di jalur lempeng gunung berapi plus angin topan, rakyat Jepang terbiasa menghadapi berbagai risiko bencana alam. Beragam lembaga dan sarana unik dibangun agar warga Negeri Sakura aman jika serangan datang sewaktu-waktu.
RIDLWAN HABIB, Tokyo TAWA riang Yuki seperti tak habishabis. Digendong ibunya, bocah empat tahun berlesung pipit itu meronta minta turun. Begitu kaki mungilnya menyentuh lantai, anak itu langsung berlari ke arah patung gajah kecil di samping pintu
depan gedung. ”Anak-anak sangat senang datang ke sini. Mereka datang dari berbagai kota di sekitar Tokyo,” ujar Reiko Kotabashi, instruktur Tachikawa Bosai-Kan, menyambut kedatangan Koran ini Selasa (17/2) lalu. Ibu ramah itu sudah 16 tahun bekerja sebagai instruktur di gedung yang terletak di kawasan Tachikawa, satu jam menggunakan bus dari pusat Kota Tokyo. Nama lain lembaga itu adalah Tachikawa Life Safety Learning Centre. Didirikan pada 26 April 1992 di atas lahan seluas 2.440 meter persegi, bangunan itu terdiri atas empat lantai dan dua lantai bawah tanah. Lembaga in berada dalam koordinasi di bawah Tokyo Fire Department (Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo). Tujuan utamanya agar warga Jepang mampu menyelamatkan diri dan keluarganya jika terjadi kondisi darurat. Misalnya, gempa bumi (jishin). Hampir tiap hari jishin –meski kadang dalam skala kecil– terjadi RIDLWAN HABIB/Jawa Pos SIMULASI: Pengunjung berlindung dibawah meja saat mengikuti simulasi di seluruh wilayah Jepang. gempa di Tachikawa Bosai-Kan.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media