Pontianak Post
Rabu, 27 Mei 2009 M / 2 Jumadil Akhir 1430 H
SELEBRITAS
Nikmati Masa Jomblo Menginjak masa remaja, Gita Gutawa belum kepikiran mencari pacar. ”Aku ngga mikirin cowok di usiaku yang sekarang ini. Kalau cuma sebatas ngomong ganteng atau apalah, itu sih iya,” aku Gita usai mengisi acara musik Playlist, di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Karier yang menanjak dan persiapan peluncuran album kedua, membuat pelantun Parasit itu tidak ingin konsentrasinya terpecah. ”Aku belum Gita Gutawa mikir sampai sana. Sekarang aku nikmatin masa remaja. Banyak-banyakin temen aja dulu,” tutur cewek kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1993 ini. Gita tidak ingin mencontoh teman-teman selebnya yang seakan berlomba-lomba memamerkan pacarnya.
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Adik Bupati Ikut Buang Mayat
Jasad Prabangsa Dibungkus Plastik Sampah
DENPASAR--Sumpah tutup mulut tujuh keturunan hanya bertahan tiga bulan lebih. Dua tersangka yang tidak lain anak buah otak pem-
bunuhan pembunuhan wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group), AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, Nyoman Susrama, buka mulut. Malah dua tersangka mengulas lebih gamblang lagi tentang peran Susrama yang adik Bupati Bangli I NengahArnawa ini saat menghabisi nyawa Prabangsa pada Rabu 11 Februari lalu. Pasalnya, berdasarkan
pemeriksaan para tersangka, terungkap Susrama ikut membuang mayat Prabangsa ke laut yang kemudian ditemukan mengambang di Teluk Bungsil, Padangbai, Karangasem, Senin, 16 Februari lalu. Para tersangka lain yang sudah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Bali tersebut adalah Komang Gede (KG) sebagai ac-
counting proyek TK Internasional di Bangli, Nyoman Rencana (RC) anak buah Susrama, I Komang Gede Wardana alias Mangde (MG) juga anak buah Susrama. Kemudian ada Dewa Gede Mulya Antara alias Dewa Sumbawa (DS) yang berperan sebagai sopir Susrama. u Ke Halaman 11 kolom 5
Susrama
Barca-MU Kejar Rekor di Roma
u Ke Halaman 11 kolom 5
AFP Photo/Mladen Antonov
TROPHY: Para turis mengabadikan Trophy Liga Champian yang dipajang di pusat Kota Roma, Italia. Trophy bergengsi itu akan diperebutkan Barcelona dan Manchester United dalam pertandingan nanti malam. “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber iman.” (An-Nisa’: 103)
11:42 15:06
17:46 18:59 04:16
Eceran Rp. 2.500
Atlet Kejurda Tewas Terjerat Tali Kelayang Razia Tak Efektif Kurangi Permainan Layangan PONTIANAK-Rizki Amalia (17), atlet yang dipersiapkan untuk kejurda karate meninggal karena lehernya tersangkut tali kelayang. Peristiwa ini bukan untuk kali pertama. Lia Istikirana, gadis berusia 17 tahun juga tewas terjerat tali layanglayang pada 28 Agustus 2001 di Jalan Hasanuddin, Sei Jawi Pontianak.
Peristiwa menggenaskan yang dialami Rizki Amalia itu terjadi pada Selasa (26/5) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu Rizki sedang berjalan-jalan sore dengan mengendarai sepeda motor. Namun naas baginya saat melintas jalan dekat kantor Polsek Sungai Kakap. Ia terjatuh lantaran lehernya tersangkut tali layang-layang. Informasi yang dihimpun Pontianak Post, Rizki merupakan salah satu siswa SMA Negeri 1 Kakap yang sekarang duduk di kelas 10. u Ke Halaman 11 kolom 1
ROMA--Satu dekade lalu, Manchester United (MU) mencatat sejarah manis dengan merebut treble winners. Setan Merah --julukan United-- berhasil menyandingkan gelar Premier League, Piala FA, dan Liga Champions. Tahun ini, United siap mencatat rekor lain. Sejak Piala Champions berganti format menjadi Liga Champions pada 19921993, belum ada satu klub pun yang mampu meraih juara dua musim beruntun. Musim ini, United akan menggapai rekor itu jika menang atas Barcelona di final Liga Champions di Olimpico, Roma, dini hari nanti. Bukan hanya Setan Merah yang sedang mengejar rekor, Sir Alex Ferguson, manajer United, juga berambisi menyamai prestasi salah seorang tactician paling sukses di Inggris, Bob Paisley, yang membawa Liverpool dua kali juara di kompetisi Eropa. Sama halnya dengan United, El Barca --sebutan Barcelona-- juga sedang mengejar kejayaan dan rekor. Mereka ingin tampil sebagai klub asal Spanyol u Ke Halaman 11 kolom 5
Besan SBY Akui Tak Prosedural Dana Rp 100 M Skandal Korupsi BI
Raka Denny/Jawa Pos
TERDAKWA: Aulia Pohan mendengarkan pertanyaan hakim saat sidang di pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (26/5).
JAKARTA – Persidangan kwartet mantan anggota Dewan Gubernur Aulia Pohan cs dalam kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia (BI) Rp 100 miliar di Pengadilan Tipikor kemarin mulai memasuki babak akhir. Empat terdakwa itu kepada majelis hakim mengakui bahwa penggunaan dana yang berasal dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) tanpa pertanggungjawaban. Pemeriksaan para terdakwa tersebut berlangsung cukup lama. Dalam kurun waktu lima jam, keempat mantan anggota dewan gubernur itu harus menjawab u Ke Halaman 11 kolom 5
Oscar Yura Dompas; Sarjana Penyandang Autis dan Penulis Buku Pertama tentang Autis
Tetap Tekun, meski Teman Anggap Penyakit Menular Lahir sebagai anak autis tak membuat Oscar Yura Dompas minder. Cita-citanya tak mau kalah oleh anak-anak normal. Bahkan, dia berhasil masuk Muri (Museum Rekor Indonesia) sebagai penyandang autis yang meraih sarjana dan menulis buku berbahasa Inggris.
AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta HARI itu pagi menjelang siang. Suasana di Sekolah Autis Mandiga di Jalan Mulawarman 3 tampak ramai. Sejumlah siswa duduk melingkar di
Agung Putu Iskandar/Jawa Pos
TAK MENYERAH: Oscar Yura Dompas selalu mengembangkan bakatnya kendati dibayang-bayangi autis.
ruang tengah rumah yang dijadikan sekolah tersebut. Para bocah yang rata-rata berusia SD itu kompak mengenakan kaus biru gelap berkerah. Mereka dibimbing beberapa pengajar. ’’Mereka adalah anak-anak autis yang dididik di sekolah ini,’’ kata Oscar Yura Dompas, salah seorang pengajar di sekolah tersebut, saat ditemui kemarin. Lelaki 29 tahun yang juga penyandang autis tersebut setiap hari rutin datang ke sekolah itu mulai pukul 10.00 hingga 12.00. Namun, bukan sebagai pengajar tetap, dia hanya menjadi tenaga magang. ’’Ya untuk mengisi waktu agar tidak nganggur,’’ ujar lelaki penggemar basket itu. Oscar biasanya kebagian mendampingi anak-anak autis di kelasA. ’’KelasA itu untuk anak-anak autis yang kondisinya mulai membaik. Pelajarannya berupa membuat keterampilan biar mereka terlatih,’’ paparnya. Selama diwawancari, Oscar lebih sering menjawab dengan kalimat-kalimat tegas, lugas, serta cenderung formal. Bahasa yang digunakan kadang terlalu kaku.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media