Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post

Senin 27 Juli 2009 M / 5 Syaban 1430 H

KOLOM

Gaya Kepemimpinan Tenang, Dunia Usaha Senang PRESIDEN baru sudah resmi terpilih. Gaya kepemimpinannya pun sudah lama kita tahu. Kalau toh masih ada pertanyaan: mungkinkah gaya asli SBY O l e h itu akan berubah? Kemungkinan pertama: tidak berubah. Itu bukan lagi sekadar gaya, tapi sudah karakternya. Bisa jadi SBY berpendapat bahwa apa yang dia miliki itu sudah benar. Untuk apa lagi harus berubah. Buktinya, rakyat menyenangi dan memilDahlan Iskan ihnya. Kemungkinan kedua: SBY berubah. Gencarnya kampanye JK yang mencitrakan SBY itu lambat dan peragu mungkin saja dia renungkan dalam-dalam dan siapa tahu kemudian dia diam-diam setuju bahwa negeri ini memerlukan percepatan pembangunan. Tapi, kemungkinan ini sangat kecil terjadi, mengingat dia sendiri selalu mengatakan untuk apa cepat tapi keliru. Ingat reaksi dia yang sangat cepat setelah meletusnya bom JW Marriott dan RitzCarlton? Walhasil, kita sudah bisa menarik kesimpulan bahwa kita akan memasuki situasi lima tahun ke depan kurang lebih sama dengan apa yang sudah kita alami selama ini. Ini ada baiknya juga agar kita tidak perlu terkagetkaget menghadapi perubahan.

P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t

Eceran Rp. 2.500

Polisi Giring Syaifuddin ke Jateng Polwan ’’Asuh” Anak Noordin

Jejak Noordin Lenyap Lagi

POLISI ekstra hati-hati dalam memeriksa istri Noordin M. Top Arina Rahmah dan ibunya, Dwi Astuti. Mereka tidak ingin dituding melanggar hak asasi manusia (HAM) gara-gara menahan dua orang saksi kunci ’’menuju Noordin’’ itu. Sebab, Arina mempunyai balita

JAKARTA – Gembong teroris paling dicari di Indonesia saat ini, Noordin Mohd Top, benar-benar licin. Meski beberapa hari persembunyiannya sempat terlokalisasi, kemarin polisi mulai kehilangan jejak. Karena itu, kemarin (26/7) Syaifuddin Zuhri, tersangka teroris yang ditangkap pada 21 Juni lalu, kabarnya kini dikeler petugas ke Jawa Tengah (Jateng). Pria yang selama di kampAfghanistan dikenal dengan nama ’’Abu’’ tersebut sengaja ’’dilepas’’ dari Mabes

u Ke Halaman 11 kolom 1

u Ke Halaman 11 kolom 1

u Ke Halaman 8 kolom 1

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktu­nya atas orang-orang yang ber­ iman.” (An-Nisa’: 103)

11:51 15:15

17:55 19:07 04:26

Bearing/Pontianak Post

FINAL PARTY: Suasana Indonesia Raya pada final party tim putri SMA Santu Petrus melawan SMA Gembala Baik, kemarin. GOR Pangsuma dijejali 5.000 penonton pada event terbesar olahraga di Kalbar tahun ini. SMA Santu Petrus berhasil menggandengkan juara putra-putri Honda DBL Pontianak Post 2009.

Basket Meriah ala Pontianak Yel-Yel Paling Atraktif di Seluruh Honda DBL 2009 PONTIANAK – Mau nonton pertandingan basket paling meriah? Silakan datang ke Pontianak, Kalim-

antan Barat. Paling tidak, jangan lupa datang tahun depan ketika kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, DetEksi Basketball League (DBL), kembali berkunjung ke sana. Kata ’’meriah’’ pun tak cukup untuk menggambarkan suasana final Honda DBL Pontianak Post 2009 kemarin (26/7) di GOR Pangsuma,

Pontianak. Hampir 5.000 penonton kemarin bergantian memadati gedung basket berkapasitas sekitar 3.000 penonton tersebut. Bukan hanya suporter tim yang bertanding, tapi juga suporter finalisYel-Yel Competition dan penonton umum. Rombongan terbesar datang dari SMA Santu Petrus Pontianak,

Rumah Sakit Berlabel Internasional

Di Indonesia Hanya Ada Satu Ada sejumlah rumah sakit yang berani memasang label internasional. Tapi, standar pelayanannya kurang berkelas internasional. Ternyata, memang tak mudah mendapatkan label internasional itu. TAK ada salahnya belajar dari kasus yang dialami Prita Mulyasari. Yakni, belajar lebih selektif dalam memilih rumah sakit untuk berobat. Jangan asal terkecoh dengan status label internasionalnya. Kasus Prita memang sempat menarik perhatian publik. Gara-gara dia curhat di media elektronik u Ke Halaman 11 kolom 5

mengisi dua blok tribun GOR Pangsuma. Maklum, sekolah itu berhasil meloloskan tim putra dan putrinya ke final. Rombongan terheboh datang dari SMAN 1 Pontianak. Sekitar 200 anak datang untuk mendukung tim yel-yel yang lolos ke final. Di antara u Ke Halaman 11 kolom 5

Depag Cuek Batasan Usia Haji Bagikan Tamiflu ke Dokter Kloter

Agus Wahyudi/Jawa Pos

INTERNASIONAL: Rumah Sakit Siloam Karawaci satu-satunya rumah sakit yang telah diakreditasi lembaga internasional.

JAKARTA--Departemen Agama (Depag) berjanji memaksimalkan pencegahan penyakit menular kepada calaon jamaah haji, terutama virus flu burung dan flu babi. Dengan berkoordinasi dengan Departemen Kesehatan, Depag akan membagikan tamiflu kepada setiap dokter yang betugas di kelompok terbang (kloter). Selain itu, panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) bekerja ekstra mengampanyekan kebersihan kepada jamaah ketika berada di Tanah Suci. ’’Pemberian vaksin antiflu masih belum diperlukan karena potensi tertular bisa dihindari. Caranya dengan intensif mengingatkan jamaah agar menjaga kebersihan dan kesehatan,’’ tegas Sekretaris Dirjen Haji dan Umrah Abdul Ghafur Djawahir ketika ditemui di Jakarta u Ke Halaman 11 kolom 5

Jejak Nur Said yang Tertinggal di Rumah Pasangan Hartoyo-Suryani

Datang saat Musim Tembakau, Telepon Suruh Anak Nur Said sebenarnya tidak benar-benar ’’menghilang’’ dari pergaulan keluarga. Dia sering berkomunikasi dengan Hartoyo, kakak iparnya, hingga beberapa minggu sebelum bom JW Marriott dan Ritz-Carlton meledak.

MUKHTAR LUTFI, Temanggung BILA keluarga di Temanggung mengaku terakhir bertemu Nur Said pada 2004 (saat pernikahan adik Nur Said) dan keluarga di Klaten (mertua) pada 2001, tidak demikian

Mukhtar Lutfi/ Radar Semarang

KAKAK IPAR: Hartoyo, kakak ipar Nur Said, di rumahnya pada Jumat (24/7) lalu.

halnya dengan pasangan Hartoyo-Suryani. Suryani merupakan kakak kandung Nur Said yang kini tinggal di Dusun Semen, Desa Pager Gunung, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Tempat tinggal keluarga itu sekitar 60 km dari rumah orang tua Nur Said di Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Namun, untuk mencapai tempat tersebut tidak mudah. Sebab, kedua lokasi itu dipisah oleh Gunung Sumbing. Rumah orang tua Nur Said bereda di lereng barat, sedangkan rumah Hartoyo-Suryani di lereng timur. Mereka mengaku masih sering berkomunikasi dengan pria yang juga memiliki nama lain Nur Sahid, Nur Hasdi, dan Nur Hasbi itu hingga beberapa minggu sebelum peladakan bom Hotel JW Marriott dan RitzCarlton. ’’Rutin kok, kami masih sering berkomunikasi. Bahkan, setahun lalu dia mampir ke sini,’’ujar Hartoyo kepada Radar Semarang (Jawa Pos Group). Meski sering berhubungan, kata dia, Nur Said sangat hati-hati. Bila komunikasi melalui telepon,

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

u Ke Halaman 11 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.