Pontianak Post Selasa, 28 April 2009 M / 2 Jumadil Awal 1430 H
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T
SELEBRITAS
Eceran Rp. 2.500
Enam Juta Orang Gila di Indonesia
Ajak Anak Beramal
Jumlah penduduk yang mengalami gangguan jiwa di Indonesia diperkirakan terus meningkat. Bahkan, khusus untuk gangguan jiwa berat, jumlahnya bisa mencapai 6 juta orang.
SIKAP peduli terhadap sesama memang penting diajarkan sejak kecil pada anak-anak. Agar sang anak lebih peduli dan terbiasa menolong sesama. Seperti yang dilakukan artis yang juga penyanyi Ayu Azhari. Ya, sebagai seorang ibu Ayu pun mengajarkan anak-anaknya agar peduli dengan sesama. Seperti yang dilakukan Ayu di Konser Amal Peduli Bencana Cilacap. Dalam acara itu Ayu mengajak anak-anaknya untuk melakukan Ayu Azhari beramal. Bahkan anak Ayu dari hasil pernikahannya dengan Mike Tramp yang belum berusia satu tahun yakni Isabelle juga diajaknya.
DATA tersebut berdasar riset kesehatan dasar. Menurut riset itu,
jumlah populasi penduduk Indonesia yang terkena gangguan jiwa Ke Halaman 11 kolom 5 Muhamad Ali/Jawa Pos
Tengkar dengan Suami, Minggat Bertemu Kiai Baca Halaman 2
Minta JK Korbankan Harga Diri
Ke Halaman 11 kolom 5
Rapat Konsultasi Golkar Isyaratkan Balik ke SBY JAKARTA – Tak ada yang pasti dalam politik. Perubahan bisa terjadi kapan pun. Inilah yang tampaknya dialami Partai Golkar. Jika berdasarkan
JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mau kecolongan untuk menyelidiki indikasi penyelewengan dalam proyek pengadaan Intelligent Character Recognition (ICR) di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karena itu, meski belum mendapatkan surat balasan, KPK tetap akan mendatangi otoritas penyelenggara pemilu tersebut. ’’Ada atau tidak ada surat dari KPU, kami tetap akan mendatangi,” jelas Wakil Ketua KPK Haryono Umar kemarin. Menurut dia, tim khusus KPK mulai mengkaji proses pengadaan teknologi informasi setelah Tanpa Ke Halaman 11 kolom 5
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103)
11:42 15:02
17:46 18:56 04:19
hasil rapimnasus partai beringin itu tetap mencalonkan Jusuf Kalla sebagai capres, kali ini berubah. Dalam rapat konsultasi para pengurus DPD I dengan DPP Partai Golkar Minggu malam lalu (26/4), Ke Halaman 11 kolom 1
AS Kondisi Darurat, Tewas 103 Orang
PEMILU 2009
Tanpa Surat Balasan, Enam Petugas KPK Periksa KPU
GANGGUAN JIWA: Dalam proses penyembuhan.
WASHINTON--PresidenAS Barack Obama dikhawatirkan tertular Flu Babi. Prediksi itu muncul setelah adanya laporan kematian Felipie Solis, direktur museum nasional antropologi karena pneumonia. Solis sempat menemani dan berjabat tangan dengan Obama dalam tur museum di Meksiko pada 16 April lalu, seminggu sebelum dia meningal. Obama berada di Meksiko kurang dari sehari sebelum menuju pertemuan tingkat tinggi Amerika di Trinidad dan Tobago. Penularan AFP PHOTO/ISMOYO virus pertama di Meksiko terjadi pada 13 April TAMIFLU: Indonesia masih mengandalkan Tamiflu --tiga hari sebelum Barack Obama terbang untuk mencegah penyebaran Flu Babi. Obat ini sebelum- ke Meksiko. Namun pihak gedung putih menya digunakan untuk pasien yang terinfeksi Flu Burung. nyampaikan Obama dalam keadaan sehat dan (Atas) Petugas mengamati penumpang yang datang tidak tertular. di Terminal Bandara Juanda Surabaya. Pemasangan “Perjalanan Presiden ke Meksiko tidak menalat ini untuk antisipasi Flu Babi yang sedang marak empatkan dirinya dalam bahaya,” tutur juru AS melanda negara-negara di Amerika.
PDIP Tiga, GolkarDemokrat Dua PONTIANAK--Sepuluh calon anggota legislatif yang terpilih mewakili Kalimantan Barat di DPR sudah bisa diprediksi. Itu setelah KPU Kalbar menyelesaikan proses rekapitulasi suara Pemilu 2009 pada Minggu (26/4) malam di Pontianak. Jika mengacu pada hasil sementara perolehan suara partai secara nasional yang hanya meloloskan sembilan partai politik dari parliamentary threshold. Maka hanya enam partai yang menempatkan wakilnya di Senayan dari Kalbar. Sebab tiga partai lainnya, perolehan suaranya tidak bisa mengejar enam partai tersebut. “Perhitungan tingkat nasional belum selesai. Jadi belum bisa dipastikan siapa yang akan mewakili Kalbar di Senayan. Kecuali sembilan besar partai yang lolos parliamentary threshold tidak berubah,” kata Ketua KPU Kalbar AR Muzammil di Ke Halaman 11 kolom 5
Ke Halaman 11 kolom 1
Warga Pontianak Terancam Pancung Bersama 13 WNI di Arab Saudi JAKARTA - Sebanyak 14 orang Warga Negara Indonesia (WNI) menghadapi ancaman hukuman mati di Arab Saudi. Salah satunya berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Mereka harus menjalani hukuman itu akibat sejumlah tuduhan kasus pembunuhan yang dituduhkan oleh pengadilan Kerajaan. Sebagian besar dari mereka adalah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). “Sampai saat ini mereka berada di sejumlah penjara dan
terancam qishash (hukuman mati pancung, Red),” kata Konsul Jenderal RI di Jeddah, Gatot Abdullah Manshur dalam kererangan resminya kemarin (25/4). Sebanyak 14 WNI yang terancam hukuman mati itu antara lain, Hafidz bin Kholil Sulam (Tulungagung, Jatim), Siti Zainab binti Duhri Rupa (Bangkalan, Madura), Etty Thoyyib Anwar (Majalengka, Jabar), Suleimah Misnadi (Pontianak, Kalbar), Muhammad Zaini (Madura, Jatim). Ada juga Saiful Mubarok Ke Halaman 11 kolom 1
Bila Siswa SMP Istimewa Lapas Anak Tangerang Mengikuti Ujian Nasional
Pengawasan Lebih Ketat, Seminggu Sebelumnya Dikarantina Tebalnya tembok penjara tak akan menggugurkan cita-cita. Itulah tekad para siswa SMP Istimewa Lapas Tangerang yang kemarin mengikuti ujian nasional (unas). Demi ijazah, mereka yang telah bebas pun rela kembali ke tempat yang pernah mengungkungnya bertahun-tahun.
BAGINDO SYAHRIPUDIN, Tangerang MOTIVASI para peserta ujian nasional di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) BAGINDO SYAHRIPUDIN/Jawa Pos Khusus Anak Tangerang cukup beragam. Ada yang memang berniat mendapat DI TEMBOK PENJARA: Para siswa SMP Istimewa Lapas Anak Tangerang ijazah demi meningkatkan pendidikan. mengikuti ujian nasional kemarin.
Ada pula yang ingin membahagiakan orang tua. ’’Walau mantan narapidana, saya ingin terus sekolah. Kalau bisa sampai jadi sarjana. Saya ingin membahagiakan ibu saya yang sudah tua,’’ ujar Panca Supriyanto, 17, salah seorang siswa yang mengikuti unas di Lapas Anak Tangerang kemarin (27/4). Pemuda yang biasa dipanggil Panca itu merupakan salah seorang di antara 15 siswa SMP Istimewa yang pernah mendekam di penjara tersebut. Dia terjerat kasus asusila. Meski telah bebas sejak 7 April 2009, Panca harus kembali ke penjara yang pernah mengungkung dirinya 3 tahun 6 bulan hanya untuk mengikuti unas yang dilaksanakan selama tiga hari. ’’Saya tinggal di Sumur Pacung, Kota Serang, Banten. Tapi, karena ingin memiliki ijazah SMP, saya kembali ke lapas,’’ ungkapnya. Panca tidak sendiri. Ada tiga temannya, yakni Toni Wijaya, 17 (kasus asusila) warga Bogor; Ahmad Supriyani, 18 (kasus asusila) warga Serang, Banten; dan Hendro Sutriono, 18 (kasus narkoba)
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media