Pontianak Post
73
Senin 29 Maret 2010 M / 13 Rabiul Akhir 1431 H
SELEBRITAS
Tak Buru-buru Punya Anak PADATNYA aktivitas syuting membuat pesinetron Verlita Evelyn tidak mau terburu-buru memiliki momongan. “Aku belum ada isinya. Aku juga belum periksa kandungan. Tetapi, kalau dikasih cepat, ya bersyukur. Kalau tidak, ya nggak apa-apa,” ujar Verlita Evelyn di sela-sela pertandingan sepak bola antara tim MD dan wartawan infotainment di Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin (28/3). Artis kelahiran S u r a b a y a , J awa Timur, 1 Desember 1983, tersebut mengatakan, momongan adalah titipan Tuhan. Jika dia dan suami belum siap, tentu Verlita Evelyn Tuhan tidak akan memberikan dalam waktu yang dekat. “Program belum ada. Tetapi, aku sih ikhlas saja,” ucap bintang sinetron Bunga Perawan itu. “Kan usia pernikahan kami baru dua bulan. Aku juga masih muda dan nggak pernah menunda sesuatu yang memang itu karunia,” tegas istri penyanyi Ivan Saba itu. Selain itu, Verlita yang berniat melanjutkan pendidikan mengatakan bahwa sang suami tidak menuntut agar cepat-cepat punya buah hati. “Nggak ada tuntutan dari suami atau keluarga. Mereka membebaskan. Malahan, mereka selalu mengingatkan, kalau belum dikasih, nggak perlu ngoyo, santai saja, jangan itu dijadikan beban supaya nggak stres,” tuturnya.(ash/tia)
Eceran Rp. 2.500
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K A L I M A N T A N B A R A T
Gayus Libatkan Tiga Perusahaan Bantu Putar Uang Hasil Penggelapan Pajak JAKARTA--Penyidikan maraton kasus mafia pajak yang dilakukan oleh tim khusus bentukan Kapolri semakin mengerucut. Sejumlah perusahaan diduga membantu Gayus Tambunan
untuk menghilangkan jejak uang hasil penggelapan pajak Rp24, 6 miliar. Informasi itu didapat dari pengakuan partner Gayus, Andi Kosasih, dan penelusuran rekam jejak rekening milik pegawai pajak bergolongan III A tersebut. Karena itu, tim akan memanggil Ke Halaman 7 kolom 1
LAKI Datangi KPK, Desak Tuntaskan Korupsi Bansos
Tri Mujoko Bayuaji/JP
BALON SENTUL: Sebanyak 20 balon udara dari berbagai negara di dunia hadir di halaman parkir Sentul International Convention Center, Bogor, kemarin (28/3).
Sekali Naik Bayar Rp 5 Juta The 1st Indonesian Hot Air Baloon Adventure BOGOR – Langit di kawasan sekitar Bogor, Jawa Barat, dipenuhi balon raksasa warna-warni tiga hari terakhir.
Berlangsung di lapangan Ex Polo, Sentul City, sejak 26 Maret lalu, The 1st Indonesian Hot Air Baloon Adventure berakhir kemarin (28/3). Selama tiga hari itu ekshibisi aneka balon udara menjadi perhatian warga sekitar Bogor maupun Jakarta. Sebanyak
20 pilot dan balon udara datang dari berbagai dunia. ’’Ini kali pertama (diadakan di tanah air). Kami mengundang para pilot balon udara itu sejak September 2009,’’ kata Fitriandini Arif, managing director PT Beraksi Komunikasi, kepada Ke Halaman 7 kolom 5
JAKARTA--Ketua Umum DPP Laskar Anti Korupsi (LAKI), Burhanudin Abdullah bersama sembilan anggota lainnya mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (25) sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka meminta KPK segera menyelesaikan kasus Bantuan Sosial (Pemprov) Kalimantan Barat tahun 2006-2009, sebesar Rp22,14 miliar ke KONI Kalbar. Burhanudin Abdullah mengatakan kasus Bansos tersebut memang sudah diserahkan kepada pihak KPK. Namun ada permintaan dari Kepolisian Daerah Kalbar untuk mengambil alih kasus tersebut. Sehingga pihaknya merasa khawatir kalau memang kasus tersebut di tangani Polda Kalbar akan terjadi perbedaan dengan hasil audit BPK Kalbar. ”Karena memang hasil akhir audit dari BPK telah diserahkan ke KPK. Jadi kami meminta untuk segera melakukan tindakan guna memprosesnya lebih lanjut. Jangan sampai kasus tersebut diserahkan lagi ke Polda Kalbar, karena kalau diserahkan tentunya pihak kepolisian akan memulai dari nol lagi. Sehingga kasus ini akan sangat lama,” tambahnya saat menjawab Pontianak Post, Kamis (25/3) di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta. Lebih lanjut dikatakan Burhanudin, dia meminta kepada KPK untuk segera menuntaskan kasus ini. Kemudian dapat mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerugian negara yang dialami dari akibat dugaan penyelewengan uang negara ini. ”Marilah kita bersama-sama berkomitmen memerangi tindak korupsi yang ada di Kalbar,” tegasnya. Ke Halaman 7 kolom 5
Bertahan di Industri Pesawat
11:49 14:56 17:53 19:01 04:29
GROW WITH CHARACTER
Titanic, Saving Private Ryan dan Wall Street BERSAMAAN dengan krisis Asia yang sedang hebat-hebatnya, ada sebuat film Hollywood yang sukses besar. Titanic! Masih ingat ceritanya? Film ini bercerita tentang sebuah kisah nyata dari arogansi seseorang. Terlalu percaya atau overconfidence pada kapalnya yang besar dan mewah. Bahkan, saat berangkat pada “pelayaran perdana”, Titanic diumumkan sebagai kapal yang tidak bisa tenggelam! Semua penumpang pun Hermawan Kartajaya jadinya sangat percaya dan just enjoy dengan pelayan Trans-Atlantic itu. Pesta digelar setiap malam. Bahkan, ketika kapal mulai miring, musik pengiring dansa masih berbunyi. Arogansi itu pula yang membuat Titanic menabrak gunung es. Kelihatan kecil di permukaan laut, tapi sangat besar di bawah permukaan. Ketika terjadi kepanikan di Titanic, terlihat bahwa semua orang mau menyelamatkan diri masing-masing. Tidak peduli orang lain lagi. Ke Halaman 7 kolom 1
Perketat Pengawasan Unas SMP
Sempat Produksi Alat Pencetak Panci Dalam beberapa kesempatan, Prof Dr Ing Bacharuddin Jusuf Habibie mengaku sangat kecewa melihat nasib PT Dirgantara Indonesia. Sebab, industri pesawat terbang yang dirintisnya itu kini jalan di tempat. Bagaimana kondisinya sekarang? ’’KITA pernah mengembangkan sendiri pesawat terbang CN-235 dan N-250 untuk membuktikan bahwa SDM Indonesia mampu menguasai dan mengembangkan teknologi secanggih apa pun. Di mana itu semua sekarang?” tegas B.J. Habibie, mantan presiden RI, di depan peserta kuliah umum bertema Filsafat dan Teknologi untuk Pembangunan di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Jumat lalu (12/3). Ya, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memang tidak bisa dibandingkan dengan ketika perusahaan itu masih bernama Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) dan Habibie masih menjabat presiden direktur. Saat itu IPTN memiliki 16 ribu karyawan. Kompleks gedung IPTN di kawasan Jalan Pajajaran, Bandung, berdiri Ke Halaman 7 kolom 1
Agung Putu Iskandar/Jawa Pos
HELIKOPTER: PT Dirgantara Indonesia hingga kini masih memproduksi helikopter.
JAKARTA--Peserta ujian nasional (unas) tingkat SMP/MTs dijanjikan dijaga ketat tim pemantau independen (TPI). Meski tak ada pengawas, TPI berhak berperan sebagai pengawas bila dianggap perlu. Unas SMP/MTs dan SMP luar biasa (SMPLB) yang berlangsung mulai hari ini (29/3) hingga Kamis (1/4) tentu tak akan luput dari pengawasan TPI. Koordinator Nasional Pengawas dan TPI Haris Supratno mengatakan, pelaksanaan unas SMA memberikan banyak pengalaman terhadap Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan TPI. ”Hampir semua modus dan pola kecurangan memang kami petakan sebagai pengalaman untuk memantau unas tingkat SMP,” papar Haris kemarin (28/3). Dia menjelaskan, beberapa modus telah dipelajari secara turun-temurun. Salah satunya, peserta unas beralasan ke toilet. ”Dalam standar operasional kan juga dijelaskan, mereka harus didampingi saat ke belakang (toilet, Red),” Ke Halaman 7 kolom 5
Makkah Berbenah; Menuju Kota Tercantik di Dunia
Dulu Dikelilingi Bukit, Kini Dipagari Hotel Pencakar Langit Kota Makkah bakal menjadi kota tercantik di dunia. Bila sebelumnya Masjidil Haram dikelilingi bukit berbatu, sekarang mulai dikelilingi hotel-hotel pencakar langit. Hotel itulah untuk menampung umat Islam yang menunaikan ibadah haji dan umrah tiap tahun. Bila telah rampung, kuota hajipun bakal dihapus.
M NASARUDDIN, MAKKAH
MEGAH: Tower Zamzam dilihat dari depan Kakbah. Pengerjaan hotel tertinggi di Kota Makkah itu terus dilakukan. M Nasaruddin/Jawa Pos
SEBUAH hotel yang diberi nama Zamzam Tower atau Buruj Zamzam nampak menjulang tinggi selatan Masjidil Haram. Hotel berbintang lima yang berlantai 70 dengan kapasitas 860 kamar itu merupakan hotel tertinggi di Kota Makkah saat ini. Bila tinggi menara Masjidil Haram 89 meter, maka Hotel Zamzam ini dua kali lipat lebih tinggi menara hotel tersebut. Mungkin bisa mencapai 200 meter. Meski pembangunannya belum rampung, sudah kelihatan jauh lebih tinggi dari menara masjid kebanggaan umat Islam tersebut. Kalau dilihat maketnya, terdapat menara sebuah jam dinding raksasa yang bisa dilihat
dari kejauhan, terletak di tengah dua pencakar langit lainnya. Hotel yang dibangun di kawasan jalan menuju ke Misfalak dan bekas Bukit Benteng Turki Utsmani, Raja Hijaj yang pernah menguasai Makkah dan Madinah ini, merupakan salah satu diantara sekian banyak hotel yang akan dibangun di sekeliling Masjidil Haram. Hotel ini merupakan bagian dari perluasan halaman masjid yang mencapai 360 ribu meter persegi itu. Pemerintah Arab saudi, terus memperluas halaman masjid dan menata kembali hotel-hotel dan pemukiman yang berada di sekitarnya. Untuk perluasan halaman masjid yang mencapai
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 7 kolom 5
Jawa Pos Group Media