Pontianak Post Jumat, 29 Mei 2009 M / 4 Jumadil Akhir 1430 H
SELEBRITAS
Korban CLBK SETELAH nama Randy Pangalila dan Gading Marten, kini vokalis grup band Lyla, Naga, siap mengisi kekosongan hati artis cantik Donita. Belakangan ini nama Donita selalu dikait-kaitkan dengan sahabat lamanya, Indra Perdana Sinaga alias Naga, lantaran mereka pernah nyanyi bareng di sebuah acara. Meski matimatian menyangkal, bahasa tubuh mereka mengatakan sebaliknya. Wah, cinta lama bersemi kembali (CLBK) nih? “Kita tuh sahabatan udah lama banget, dari waktu Donita masih SMA di Bandung. Jadi bingung (digosipin pacaran). Padahal sampe sekarang pun kita masih sahabatan,” bantah Donita baru-baru ini. Ke Halaman 11 kolom 5
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T
Eceran Rp. 2.500
Menikmati Hidup Menjadi Ayam-ayam Kampus di Pontianak
Patok Tarif Dua Juta Sekali Show Time Seorang anggota DPRD Kalbar kepergok berduaan dengan mahasiswi di hotel seakan membenarkan fenomena gadis panggilan di kalangan mahasiswi atau lazimnya disebut ayam kampus. Wajah cantik, bodi aduhai, menjadikan title ayam kampus semakin melekat dikalangan pria berhidung belang.
URAY BUDIANTO, Pontianak
SEDAN putih keluaran terbaru memasuki sebuah kampus ternama di Kota Pontianak. Rutinitas biasa, gadis yang akrab disapa Bunga (nama samaran) ini, menjalani kuliah malam di kampus yang terletak di Jalan A Yani Pontianak. Memasuki arena kampus, gadis ini terlihat manis dan anggun. Tak terfikir oleh siapapun, Bunga memiliki status ganda. Selain mahasiswi, Bunga juga berprofesi lain, sebagai ayam kampus. Memang tak begitu kentara di kalangan anak-anak
kampus. Tapi di kalangan pejabat dan pengusaha, nama Bunga dikenal sangat akrab. Bunga pernah bercerita kepada Pontianak Post kenakalannya bermula sejak dia duduk di bangku kelas tiga SMP. ”Perawan saya diambil sama pacar saya bang, waktu tinggal di Ketapang. Waktu itu saya kelas tiga SMP,” ujar Bunga. Ke Halaman 11 kolom 5
Lapindo Makin Tak Terkendali Tahun Ketiga, Kantong Kian Tipis, Lumpur Kian Tebal SIDOARJO--Hari ini, tepat tiga tahun luberan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, belum juga bisa diatasi. Yang terjadi, progress penanganannya malah tak terlalu menggembirakan. Salah satu contoh yang menunjukkan kemunduran penanganan paling mencolok, adalah tanggul yang dibangun di pusat semburan untuk mengendalikan pola aliran lumpur. Tanggul berdiameter 50 meter yang disebut tanggul cincin itu kini semakin tak kelihatan akibat tak ada pengerjaan untuk menambah ketinggiannya. Akibatnya, pola aliran lumpur semakin sulit dikendalikan. Pengaliran ke Kali Porong yang semula menjadi pilihan, kini tak lagi bisa dilakukan. Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mencatat, volume lumpur yang menyembur dengan debit 100 ribu meter kubik per hari atau setara 10.040 truk pengangkut pasir dan batu itu kini cenderung mengalir ke utara atau arah kota Sidoarjo. Penyebabnya, tingkat penurunan tanah di utara tanggul sangat besar. Akibatnya, permukaan yang mengarah ke Kali Porong lebih tinggi sehingga lumpur cenderung mengalir ke utara. Ke Halaman 11 kolom 1
Terkait Susrama, Otak Pembunuh Wartawan
Frizal/Jawa Pos
BELUM BERHENTI: Semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo.
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103)
11:42 15:07
Bupati Bangli Siap Diperiksa BANGLI--Bupati Bangli I NengahArnawa semakin terpojok setelah adiknya, I Nyoman Susrama, diduga sebagai otak pembunuh Anak Agung Gde Narendra Prabangsa, wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group). Meski begitu, Arnawa mengaku akan mempertanggungjawabkan ulah adiknya. Dia siap diperiksa polisi kapan saja. ’’Kapan pun diundang, saya siap datang memberi keterangan. Tidak perlu menunggu izin dari presiden,” kata Arnawa di sela-sela serah terima jabatan ketua Pengadilan Negeri Bangli dari I Gde Ngurah Arthanaya kepada mantan Humas PN Denpasar Made Seraman kemarin (28/5). Ke Halaman 11 kolom 1
Biaya Haji Naik Rp 865 Ribu
17:46 18:59 04:16
Malaysia Salah Baca Peta JAKARTA--Pimpinan TNI meminta kasus Ambalat disikapi proporsional. Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menilai kasus masuknya kapal Malaysia ke perairan Indonesia di Blok Ambalat karena salah paham. “Ada dispute area, perasaan dia patroli itu tidak melanggar tapi sebenarnya melanggar,” ujar Djoko usai menghadiri seminar Koentjaraningrat Memorial Lecture di gedung Dephan kemarin (28/5).
JAKARTA--Pemerintah dan DPR akhirnya memutuskan bahwa biaya pelaksanaan ibadah haji (BPIH) alias ongkos haji tahun ini naik dengan asumsi perhitungan maksimal USD 84 atau sekitar Rp 865 ribu. Itulah kesepakatan hasil rapat tertutup yang digelar di ruang Komisi VIII DPR RI kemarin. ’’Kami sudah memaksakan agar turun, tapi ternyata sulit. Saya kira itu hasil yang paling maksimal dan tinggal diumumkan setelah ada keputusan presiden,” kata Ketua Komisi VIII DPR Hazrul Azwar ketika ditemui di Jakarta, kemarin (28/5).
Malaysia, sebenarnya sudah paham prosedur bersama yang disepakati antardua negara. “Saya telah bertemu dengan Panglima Tentara Diraja Malaysia beberapa bulan lalu. Kita menyusun prosedur operasi laut, dan keamanan maritim,” kata jenderal asal Solo itu. Dalam kerjasama itu sudah diatur semua prosedurnya apabila terjadi suatu pelanggaran Ke Halaman 11 kolom 5
Djoko Santoso
Ke Halaman 11 kolom 5
Para Hakim Mahkamah Konstitusi, Ribetnya Tangani Sengketa Pemilu
Ada Jeda Istirahat, Mahfud Sempatkan Pijat Dalam waktu satu bulan, para hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) harus menyelesaikan sedikitnya 620 perkara sengketa pemilu legislatif. Agar selesai tepat waktu, bersidang hingga dini hari pun dilakoni.
Anggit S. - Naufal Widi, Jakarta KETUA Mahkamah Konstitusi (MK) Moh. Mahfud M.D. punya kebiasaan baru dalam sepuluh hari belakangan. Setiap istirahat, setelah memimpin sidang sengketa hasil pemilu, Mahfud selalu meluangkan waktu untuk pijat. Aktivitas itu dia
Raka Denny/Jawa Pos
PANTAU: Petugas MK memantau peralatan teleconference saat sidang kisruh pemilu legislatif 2009 di Gedung MK, Jakarta, kemarin.
lakukan di ruangnya, gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Merdeka Barat No 6, Jakarta Pusat. ”Setiap jeda, saya selalu minta dipijat. Ya di kaki, ya punggung, agar saat memimpin sidang lebih bugar lagi,” ungkapnya kepada Pontianak Post Rabu lalu (27/5). Mahfud sampai harus minta dipijat karena sidang sengketa hasil pemilu benar-benar melelahkan dan menyita waktu para hakim konstitusi. Betapa tidak, sidang dimulai pukul 08.00. Rata-rata acara tersebut baru kelar sekitar pukul 22.00. Bahkan, dua hari terakhir, sidang berlangsung hingga dini hari. Karena itu, tidak jarang Mahfud tidur di kantor. Sebab, esok harinya, dia harus memulai sidang tepat pukul 08.00. Agar staminanya tetap prima, saat semua agenda sidang usai, alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja itu menyempatkan diri untuk fitness. ”Treadmill setengah jam rasanya seperti sudah mandi keringat,” ungkapnya. Ya, sepuluh hari terakhir ini para hakim konstitusi memang harus bekerja habis-habisan. Sedikitnya 620
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media