Pontianak Post Singkawang Siaga Satu 12
���������
Sabtu 29 Mei 2010 M / 15 Jumadil Akhir 1431 H
pertama dan terutama di kalimantan barat
Eceran Rp. 2.500
Polisi Massa Bentrok Patung Naga Jadi Sasaran SINGKAWANG –Kota Singkawang diberlakukan Siaga Satu. Sikap ini diambil pihak keamanan setelah melihat perkembangan pasca Musyawarah Akbar di Mess Daerah dan terjadinya bentrokan antara aparat kepolisian dengan sekelompok massa dari Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (FPI) Singkawang, Jumat (28/5). Bentrok polisi dan massa ini terjadi di Jalan Niaga-Jalan Heri Susanto Kepol Mahmud, tepatnya di kawasan Patung Naga yang sejak dulu sudah mengundang polemik. Massa sebelumnya menghadiri Musyawarah Akbar Pertanggungjawaban Hasan Karman (Wali Kota Singkawang) atas Makalah Sekilas Melayu Asal Usul dan Sejarahnya, yang digagas oleh KNPI Singkawang pimpinan Moh Alqadrie AS dan Serumpun Melayu Nusantara di Mess Daerah. Mubes itu menghasilkan Dekrit Melayu 28 Mei 2010, terkait makalah tersebut. Sekitar pukul 14.55 WIB sebagian massa bergerak menuju
Foto-foto ZULKARNAEN & HENDY/PONTIANAK POST
BENTROK : Aparat kepolisian saat bentrok dengan massa yang menginginkan Patung Naga dirobohkan.
Makalah Hasan Karman Menuai Kritik Dinilai Berbau SARA Dekrit Melayu Dilahirkan
u Ke Halaman 7 kolom 5
SINGKAWANG – Isi makalah Wali Kota Singkawang Hasan Karman yang berjudul Sekilas Melayu, Asal Usul dan Sejarahnya, berbuntut panjang. Makalah yang disampaikannya pada
acara bedah buku fiqh melayu 26 Agustus 2008 itu, dianggap menyinggung sejarah dan nenek moyang masyarakat melayu. Ini membuat masyarakat melayu dan kesultanan dari Sambas, Sukadana, Mempawah Pontianak marah. Puncaknya, Jumat (28/5) di Mess Daerah Singkawang, perwakilan dari masyarakat melayu Singkawang, Sambas, u Ke Halaman 7 kolom 1
ORASI : Orasi dari FPI didepan Mess Daerah disambut antusias massa.
DIJAGA : Massa berkumpul di depan Patung Naga dijaga aparat.
DIAMANKAN : Beberapa orang yang ditengarai akan bertindak anarkis diamankan aparat.
Tenaga Kerja
Upah TKI Malaysia Minimal Rp 2 Juta
Muhaimin Iskandar
GANJALAN moratorium pengiriman TKI ke Malaysia belum beranjak dari struktur biaya. Karena itu, pemerintah terus berharap sikap Malaysia melunak dan memenuhi struktur biaya yang diajukan pemerintah RI. u Ke Halaman 7 kolom 5
Polisi Harus Tegaskan Kasus Sutarmidji PONTIANAK—Sejumlah kalangan menilai polisi mesti mengungkapkan alasan penghentian penyelidikan. Sehingga kasus yang ditangani tidak menggantung penanganannya. Menanggapi pernyataan Walikota Sutarmidji tentang penyelidikan kasus dugaan korupsi dana
bantuan sosial untuk bhakti TNI, Badan Narkotika Kota Pontianak dan pembongkaran pedagang kaki lima yang pernah diselidiki Polda (Pontianak Post 28/5). Kasus yang diduga melibatkan dirinya. Namun laporan tidak cukup u Ke Halaman 7 kolom 1
Hermansyah
SEMANGAT : Anggota FPI tampak semangat menyerukan agar Patung Naga dirobohkan.
KPK Cipinangkan Eks Pejabat Depkes JAKARTA – Ada seorang lagi pejabat Depkes (sekarang Kemenkes) yang terseret kasus korupsi. Setelah mantan Menkes Achmad Sujudi mendekam di tahanan, kini mantan Direktur Bina Kesehatan Komunitas Ditjen Binkesmas Depkes Edi Suranto terancam menjalani nasib serupa. Kemarin (27/5) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tersangka
kasus dugaan korupsi pengadaan alat rontgen portabel untuk puskesmas di kawasan Indonesia Timur itu. Edi ditahan di Lapas Cipinang. ”Benar. KPK sudah menahan tersangka ES (Edi Suranto, Red) terhitung sejak hari ini (kemarin, Red). Yang bersangkutan langsung dibawa ke Lapas Cipinang,” ujar Juru Bicara KPK Johan u Ke Halaman 7 kolom 5
Jago Matematika Septinus George Saa setelah Lulus Kuliah di Amerika
11.42
15.06 17.46
18:59 04.16
Gaji Besar, Penampilan Klimis dan Trendi NAMA Septinus George Saa meroket pada 2004. Saat usianya 18 tahun, dia menyabet penghargaan Firts Step to Nobel Prize in Physics 2004. Penghargaan itu mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Kini, dia telah lulus kuliah di Amerika. AGUNG PUTU, Jakarta
KETIKA ditemui di kompleks studio Trans TV di Jakarta Rabu malam lalu, Septinus George Saa tampak lelah. Pria itu memang baru saja “digilir” beberapa studio
Online: http://www.pontianakpost.com/
Septinus George Saa meroket
televisi. Dalam satu minggu ini, dua stasiun televisi mengundang dia. Yakni, Global TV dalam acara talk show Rossy dan Trans 7 di acara Bukan Empat Mata. “Capek sih, tapi menyenangkan,” katanya. Penampilan George sudah berbeda dibanding saat berusia belasan tahun dulu. Dia lebih gemuk dan cool. Penampilannya juga layaknya eksekutif muda, berkemeja lengan panjang dan celana licin. George kini mirip rapper asal Kanada, Aubrey Graham aka (also known as) Drake, yang populer dengan lagu Forever. “Ah, enggak juga. Waktu kuliah di Amerika dulu malah ada
*Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
yang mengira saya berasal dari Karibia dan Brasil. Tidak ada yang mengira dari Indonesia,” katanya lantas terkekeh. George kini memang lebih klimis dan trendi. Maklum, pria murah senyum itu kini bekerja di sebuah perusahaan migas asing yang beroperasi di Teluk Bintuni, Papua Barat, Papua. “Aku menikmati pekerjaanku,” katanya lantas membisikkan gaji dolar yang dia terima tiap tiga minggu. Kini dia juga enggan dipanggil Oge, nama kecilnya, yang populer saat masih tinggal di Kotaraja, Jayapura. “George saja lah. Oge itu panggilan kecil saya,” ujarnya. u Ke Halaman 7 kolom 1
Jawa Pos Group Media