Pontianak Post
Rabu 29 Juli 2009 M / 7 Syaban 1430 H
PUASA
Muhammadiyah Mulai 22 Agustus PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah mengumumkan 1 Ramadan 1430 H jatuh pada Sabtu 22 Agustus. Berdasar hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, ijtimak menjelang Ramadan 1430 H terjadi pada Kamis (20/8) pukul 17.02.48 WIB. Selain itu, ditentukan 1 Syawal 1430 H akan jatuh pada Minggu (20/9). Sebab, ijtimak menjelang Syawal 1430 H terjadi pada Sabtu (19/9) pukul 01.45.36 WIB. Haedar Nashir ’’Hasil hisab oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah itu telah dituangkan dalam surat keputusannya pada 11 Juni lalu. Kami mengimbau agar umat Islam hendaknya menyambut kedatangan bulan suci Ramadan dengan penuh rasa kesyukuran dan kegembiraan,’’kata Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam maklumat yang dikeluarkan PP Muhammadiyah kemarin (28/7). Menurut dia, umat diharapkan bersungguh-sungguh menunaikan ibadah puasa (shaum) Ramadan dan rangkaian ibadah lainnya yang dituntunkan Rasulullah dengan kesungguhan, ikhlas, khusyuk, dan istikamah. ’’Diimbau agar warga Muhammadiyah menjalankan puasa semata-mata untuk meraih rida dan karunia Allah SWT, sehingga dapat terpantul dalam jiwa sikap dan tingkah laku sehari-hari yang mencerminkan kepribadian muttaqin yang utuh dan kukuh,’’ ungkap Haedar. (esy/jpnn/agm)
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Aliran Listrik Pontianak Padam Total Singkawang Hilang 6 MW PLN Menuai Kritikan PONTIANAK—Selasa (28/7) sore sekitar pukul 18.05 Wib, aliran listrik blackout atau padam total di Kota Pontianak dan sekitarnya. Hal ini membuat banyak warga mengeluhkan pelayanan PLN. Soalnya, sebelum kejadian padam total itu, warga juga sudah mengalami pemadaman bergilir. Deputi Manager Komunikasi dan Hukum PT PLN Wilayah Kalimantan Barat, Adrianus Alep mengatakan padam total
tersebut terjadi karena adanya gangguan pada bus bar 150 KV di gardu induk Siantan. Akibatnya, suplai energi listrik ke pelanggan tidak dapat dilakukan. “Sebelum didistribusikan ke konsumen, listrik yang diproduksi pembangkit memang
harus melalui bus bar terlebih dahulu. Bus bar itu sejenis panel. Dari situ barulah listrik dibagikan ke konsumen. Nah, karena ada gangguan pada bus bar, otomatis distribusi jadi terhenti,” jelasnya saat dikonfirmasi Pontianak Post melalui telepon. Apalagi yang terganggu adalah busbar pada gardu induk. Pemadaman listrik ini di luar jadwal pemadaman bergilir yang sudah
Ibnu Arobi INDO POS
17:55 19:07 04:27
PUING: Dibalik puing rumah ini empat orang tewas setelah terjadi kebakaran di Jl Sawo III RT 02/09 No 1, Manggarai Selatan, Jakarta Selatan, Selasa (28/7).
Rumah Terbakar, Empat Orang Tewas Termasuk Seorang Model Iklan JAKARTA – Empat orang tewas seketika dalam musibah kebakaran sebuah rumah bertingkat di Jakarta dini hari kemarin (28/7). Salah seorang korban tewas adalah Melina Rachmawati Aditia, 24, model iklan salah satu merek mi instan dan permen. Tiga korban tewas lainnya adalah kerabat jauh keluarga Melina yang berasal dari Palembang. Musibah kebakaran itu terjadi di Jalan
Sawo III, RT 2/9 No 1 Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, pukul 01.30 kemarin. Berdasar informasi yang dihimpun Indo Pos (Jawa Pos Group), api diduga berasal dari korsleting listrik di lantai dua. Namun, informasi lain menyebutkan, api diduga berasal dari kompor. Tiga korban tewas bernama Edi Wijaya, 56; Salma, 50; dan Febriana Triani alias Ririn, 24. Dua balita berhasil diselamatkan dari musibah tersebut. Yakni,
ditetapkan PLN. Karena itu, atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga, pihak PLN menyampaikan permohonan maaf. Adrianus melanjutkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari pelayanan gangguan PLN, kondisi ini disebabkan oleh kawat layangan yang mengenai jaringan listrik. Karena itu, PLN kembali mengimbau agar warga tidak lagi menggunakan benang kawat ketika bermain layangan. Selain di Kota Pontianak dan sekitarnya, di saat bersamaan, pemadaman listrik juga terjadi di Kota Singkawang. Menurut Adrianus, hal itu pun dapat dimaklumi karena u Ke Halaman 8 kolom 1
Putusan MA Bisa Merembet ke DPRD
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber iman.” (An-Nisa’: 103)
11:51 15:14
Eceran Rp. 2.500
Zalika yang berusia 9 bulan dan Pasha yang berusia setahun. Sebelum musibah tersebut, pasangan suami-istri (pasutri) Aditia Warman, 61, dan Eli Hasyim, 58, tidur di salah satu kamar lantai satu. Di lantai yang sama, tidur beberapa orang yang lain. Yakni, Lidya, Iman, Ricky Irawan, Zalika, Pasha, dan pembantu rumah tangga bernama Masnah, 20. Sementara itu, Ririn, Edy Wijaya, Salma, dan Melina tidur di kamar lantai dua. Menurut kakak kandung Melina, Ricky Irawan, di lantai dua ada tiga kamar. u Ke Halaman 11 kolom 5
Caleg yang Dicoret Dapat Mengadu ke MK
JAKARTA – Putusan MahkamahAgung (MA) yang membatalkan aturan KPU tentang tata cara penghitungan kursi tahap II bagi anggota DPR adalah kasus politis. Karena itu, KPU juga harus segera mengambil langkah politis untuk menyelesaikannya. Pendapat itu disampaikan mantan hakim konstitusi Prof H.A.S. Natabaya SH. ’’KPU tidak bisa melakukan PK (peninjauan kembali). Peraturan MA tidak memberikan kesempatan untuk itu,’’ kata Natabaya dalam diskusi di KPU u Ke Halaman 11 kolom 5
MUI Minta Dispensasi ke Arab Saudi
JAKARTA-Polisi mengklaim perkembangan penyidikan kasus bom Jumat berdarah semakin cerah. Tapi, korps bersemboyan Rastra Sewakotama itu sengaja pelit pernyataan. Itu karena mereka ingin langsung menangkap gembong utama Noordin Moh Top sekaligus kaki
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah Arab Saudi memberikan dispensasi kepada calon jamaah haji yang berusia di atas 65 tahun. Syaratnya, kondisi kesehatan calon jamaah masih prima. Pertimbangannya, sekitar 20 persen jamaah Indonesia rata-rata berusia lanjut. ”Saya pikir kalau sifatnya anjuran, (pembatasan usia) bisa kita mengerti. Namun, kita minta dispensasi bagi jamaah yang masih sehat,” ujar Ketua MUI KH Amidhan di Jakarta kemarin (28/7). Sejak pengetatan kuota haji beberapa tahun lalu, jamaah calon haji anak-anak memang sudah tidak ada lagi.
u Ke Halaman 11 kolom 1
u Ke Halaman 11 kolom 1
Densus Pakai Teknik Tandan Pisang Noordin Diduga Gunakan Kamuflase Bercadar
Soal Batasan Usia Jamaah
Menelusuri Jalan Akses Masuk PT Freeport Pascaserangan Separatis
Jalan Rombongan, Sopir Didampingi Satu TNI Sejak serangan separatis yang menewaskan dua WNA dan dua polisi, kawasan pertambangan PT Freeport di Tembaga Pura dijaga ketat TNI-Polri. Bahkan, sepanjang jalan menuju lokasi yang jaraknya tak kurang dari 60 km itu, aparat keamanan siaga dengan senjata lengkap. Seperti apa?
Mujiono-Misba Latuapo, Mimika KAWASAN pertambangan PT Freeport Indonesia di Timika selama ini menjadi tempat ”eksklusif”. Selain karyawan dan aparat keamanan, hanya mereka yang
Mujiono/Radar Timika
PATROLI: Anggota Polri dan TNI melakukan patroli di kawasan Jalan Tambang PT Freeport Indonesia, kemarin (27/7).
mengantongi izin khusus dari perusahaan yang bisa masuk. Penjagaan di lokasi tersebut juga dikenal ketat. Selain petugas security perusahaan, ikut berjaga anggota TNI dan Polri. Namun, sejak 11 Juli lalu pusat pertambangan emas terbesar di dunia itu diterobos kelompok separatis . Mereka menebar teror di sana. Empat orang tewas oleh aksi separatis yang diduga dilakukan anggota separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu. Tragisnya, mereka yang menjadi korban adalah warga negara asing dan polisi. Bersama tujuh wartawan lain, Radar Timika (Jawa Pos Group) kemarin mendapat kesempatan menelusuri jalur menuju kawasan pertambangan yang sebagian besar sahamnya dimilikiAmerika Serikat itu. Perjalanan dimulai dari Mapolres Mimika yang berada di Mile Post (MP) 32 dan berakhir di MP 50, sejauh kurang lebih 60 km. Dengan kawalan polisi dari Polda Papua dan TNI dari Brigif 20/IJK (Ima Jaya Keramo), wartawan
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media