Pontianak Post
HAL 17,18,19,20,29,30,31,32
Senin, 29 September 2008 M / 29 Ramadhan 1429 H
29 RAMADHAN 1429 H
04:05
04:14
11:35
P E RTA M A D A N T E R U TA M A D I K A L I M A N TA N B A R AT
Alonso Curi Singapura
29 SEPTEMBER 2008
14:40
17:39
Malam Buruk Ferrari di Jalanan Marina Bay
18:47
SELEBRITI Lebaran Tanpa Macet SETIAP hari lebaran tiba, kota Jakarta akan nampak seperti kota mati yang ditinggal para penghuninya. Sebagian penduduk Ibu Kota mudik ke daerah asal masing-masing, merayakan hari istimewa itu bersama keluarga. Situasi ‘lengang’ ini oleh presenter Merry Putrian yang asli Jakarta itu, kemudian dinikmati sebagai hari Jakarta tanpa macet. “Saya itu sangat mengharapkan lebaran di tiap tahunnya, karena di Merry Putrian hari itu, saat aku menikmati Jakarta dalam keadaan sepi,” ungkap Merry yang mengaku hanya tujuh hingga sepuluh hari saja
Eceran Pontianak Rp.2.500
AFP PHOTO / ROSLAN RAHMAN
JUARA: Fernando Alonso saat melaju meninggalkan pembalap lainnya pada Grand Prix Formula 1 di Jalanan Marina Bay, Singapura.
SINGAPURA – Grand Prix Singapura yang pertama bakal menjadi balapan yang sangat dikenang. Bukan hanya karena menjadi lomba Formula 1 pertama di malam hari, juga karena serunya aksi di lintasan Marina
Bay sepanjang lima kilometer tersebut. Saking serunya, hasil lomba jauh di luar prediksi kebanyakan orang. Bukannya Ferrari atau McLaren-Mercedes yang menang, melainkan sebuah mobil Renault! Fernando Alonso
◆ Ke Hal 11 kolom 5
◆ Ke Halaman 11 kolom 5
Raka Denny/Jawa Pos
ANJLOK: Pekerja PT KA berusaha mengevakuasi KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya-Jakarta yang anjlok di Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, Minggu (28/9).
Dua Insiden Warnai Mudik Kaca Kokpit Batavia Retak, Kereta Api Argo Bromo Anjlok JAKARTA – Dua insiden serius mewarnai hiruk-pikuk arus mudik H-3 Lebaran kemarin (28/9). Peristiwa yang mengancam keselamatan pemudik itu adalah retaknya kaca pesawat Batavia Airlines dan anjloknya kerata api eksekutif Argo Bromo Anggrek di Stasiun Mang-
Berpuasalah dengan Islam Ramah-Rahmah BULAN puasa tahun ini -setidak-tidaknya buat saya pribadi- terasa ada perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini acara saya dipadati dengan undangan berbuka puasa bersama dari kalangan diplomat asing, terutama duta besar dan diplomat senior dari berbagai kedutaan besar negara yang mayoritas penduduknya nonmuslim. Saya juga menghadiri acara buka puasa bersama yang diselenggarakan M. Syafi’i Anwar
◆ Ke Halaman 11 kolom 5
garai, Jakarta. Batavia Air dengan nomor penerbangan 201 jurusan Jakarta– Pontianak terpaksa putar balik (return to base -RTB) ke Bandara Soekarno-Hatta setelah sempat mengudara beberapa menit. Pesawat itu take-off dari landasan pacu sekitar pukul 07.00 WIB. Seluruh penumpang dikabarkan selamat. ’’RTB karena kaca kokpit retak,’’ ujar Kepala Administrator Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta Herry Bhakti kemarin.
Juru Bicara Batavia Airlines Eddy Haryono mengakui, manajemen belum dilapori insiden tersebut. ’’Tetapi, itu peristiwa biasa karena pesawat menerima suhu berubah-ubah,’’ ujar Eddy. Dia tidak mempermasalahkan retaknya kaca kokpit karena kaca pesawat terdiri atas tiga lapisan. Untuk mengatasi kaca pesawat yang retak, menurut Eddy, biasanya hanya cukup dilem dengan cairan khusus. Sementara itu, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya–Gam-
bir anjlok sebelum memasuki Stasiun Manggarai sekitar pukul 08.49. Dua gerbong paling belakang anjlok 300 meter sebelum masuk stasiun. Guncangan keras sempat terjadi untuk beberapa menit sebelum akhirnya terhenti persis di dalam stasiun.–Dua gerbong yang rodanya terlepas terseret hingga menabrak panel persinyalan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Akibat peristiwa itu, 20 KA antarkota dan 16 kereta rel listrik
Saya Mudik Ke Mana Ya?
◆ Ke Halaman 11 kolom 1
Dahlan Iskan
Boscha Sebar Tim Tentukan Lebaran Muhammadiyah-NU Puasa Genap 30 Hari, Lebaran 1 Oktober JAKARTA—Berbagai instansi mulai bersiap untuk menentukan datangnya 1 Syawal 1429 H atau Idul Fitri. Misalnya,
Pusat Observatorium Boscha Lembang. Untuk mendukung tradisi rukyatulhilal (melihat bulan), para astronom lembaga tersebut berencana menyebar tim ke enam titik di Indonesia. Tim tersebut akan mendukung Departemen Agama dalam sidang isbat yang akan dilaksanakan pada ◆ Ke Halaman 11 kolom 5
◆ Ke Halaman 11 kolom 1
Wie Shing Simpan 30 Emas Batangan
Catatan Dahlan Iskan
DULU ketika masih bujangan, tentu hanya satu: mudik ke desa Tegalarum nun di pelosok Magetan. Setelah kawin, ada pilihan lain: ke mertua di Samarinda. Setelah mulai tua, ketika ayah-ibu sudah tidak ada, agak gamang, tapi kemudian memutuskan untuk di Surabaya saja. Sembahyang Ied di RT IV Tenggilis Mejoyo. Tapi karena semua orang harus mudik, saya merasa jadi aneh kalau tidak pergi dari Surabaya. Maka kami memutuskan setiap
(KRL) terpaksa tertunda perjalanannya. “Suaranya kencang banget, Pak. Getarannya saja sampai di rumah seperti gempa,” ujar saksi mata Suyatno, warga Manggarai Selatan 2 RT 17/10 di tempat kejadian kemarin.
SURABAYA– Tewasnya gembong rampok antarkota Liem Williem Singgih alias Wie Shing membuka rahasia seputar petualangannya selama tujuh tahun di dunia kejahatan. Kemarin pagi tim gabungan dari Polda Jateng dan Polwiltabes Surabaya menemukan 30 emas batangan dan 5 kg serbuk emas dari tempat persembunyiannya di Surabaya. Barang yang ditaksir seharga lebih dari Rp 5 miliar itu ditemukan di tas yang disimpan di lemari. Batangan emas itu beratnya bervariasi. Ada yang 0,5 kg, ada juga yang 2 kg. Total, berat emas batangan dan serbuk emas itu sekitar 20 kg. Emas sebanyak itu, bila diuangkan mencapai sekitar Rp 5,2 miliar (1 kg emas seharga Rp 260 juta). Bukan hanya itu. Dari lemari di Dite Surendra/Radar Semarang BARANG BUKTI: Wakapolda Jateng Brigjen kamar kos Wie Adang Rochjana menunjukkan senjata api Scorpion Shing, polisi juga
Nilainya Lebih Rp 5 M, Anak dan Pacar Jadi Tersangka
dan 30 batang emas milik An Liem Wiesing.
◆ Ke Hal 11 kolom 1
Sartono Mukadis; dari Kursi Roda, Bangkitkan Optimisme Sesama
Sartono Mukadis menganggap Ramadhan adalah bulan melatih optimisme. Meski sudah delapan tahun kehilangan satu kaki karena diabetes, psikolog senior itu tidak pernah berhenti bersyukur. Dia tetap aktif dari atas kursi rodanya. Ridlwan Habib, Jakarta
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
Dapat Teladan dari Tukang Air dan Tukang Parkir
RUANG tengah rumah di kawasan Jalan Pinang Kalijati, Pondok Labu, Jakarta Selatan, itu kini menjadi bagian penting aktivitas sehari-hari Sartono Mukadis. Di tempat itulah, meski tubuhnya sedang dicoba dengan penyakit komplikasi akibat Online: http://www.pontianakpost.com/
diabetes, Sartono tetap aktif menulis. Dari atas kursi roda, dia terus berinteraksi dengan dunia luar lewat internet. Sebuah pesawat televisi 29 inci tampak hidup. Tidak jauh televisi, ada ranjang untuk berbaring. Sembilan ekor mas koki di kotak akuarium ikut menemani. Saat Jawa Pos berkunjung Minggu sore lalu (26/9), Pak Ton –panggilan akrab Sartono Mukadis– sedang memenuhi jadwal memberikan makanan. Begitu butir-butir pakan nyemplung ke air, ikan-ikan dengan mata melotot yang lucu itu berebut memangsa. Sisik kulitnya yang berwarna keemasan tampak kontras dengan koral di bawahnya. “Bagaimana kabar Mas Dahlan (Dahlan Iskan, chairman/CEO Jawa Pos). Saya lihat dia (Dahlan) cerita tentang makan pisang berdarah di Kick Andy (Metro TV). Terharu saya,” ujar Sartono yang suka menonton televisi sambil berbaring itu.
Sore itu Sartono yang mengenakan baju koko dan peci baru selesai menunaikan salat Asar. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan kali ini agak berbeda baginya. “Sayang sekali, Ramadhan kali ini saya tidak bisa puasa,” katanya. Padahal, tahun lalu, meski sakit, Sartono masih bisa menjalankan ibadah wajib bagi muslimin itu. “(Sekarang) Saya harus cuci darah tiga kali seminggu. Ini sudah agak mendingan bisa duduk. Dua bulan lalu saya hanya bisa berbaring,” tuturnya. Nada bicaranya pelan, tapi tetap jelas. Kendala kesehatan tidak membuat semangatnya pudar. Dia masih selalu memonitor perkembangan berita di media. Selain lewat televisi dan koran, psikolog jebolan UI itu juga browsing internet dengan laptop. Selain mengirim artikel berbentuk opini, komentar-komentar cerdasnya juga masih sering dikutip ◆ Ke Halaman 11 kolom 1
Ridlwan Habib/Jawa Pos
KURSI RODA: Sartono Mukadis.
*Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000 Jawa Pos Group Media