Pontianak Post Minggu 29 November 2009 M / 12 Dzulhijjah 1430 H
Eceran Rp. 2.500
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K A L I M A N T A N B A R A T
Pembagian Daging Kurban Ricuh Kaca Gedung Islamic Center Mujahiddin Pecah PONTIANAK--Pembagian daging hewan kurban di Masjid Raya Mujahidin berlangsung ricuh. Aksi brutal massa tak dapat dielakkan. Suasana sempat mencekam. Kaca jendela Gedung Islamic Center pecah karena hantaman ribuan calon penerima daging hewan kurban. Sebanyak 10 orang Satuan Polisi Pramong Praja dan lima anggota Polsek, tak berdaya oleh emosi warga, yang mungkin terbawa oleh kondisi cuaca yang panas saat itu. Ketua Panitia Kurban Masjid Mujahiddin Mawardi tidak menyangka keadaannya akan seburuk ini. Apalagi awalnya calon penerima daging kurban tidak terlalu banyak. Massa juga sempat mendobrak paksa pintu gedung. Bahkan gagang pintu hampir copot. Massa juga melempar kantong es dari luar menembus pentilasi, sehingga mengotori ruangan. ”Kita sangat menyesal dengan kejadian ini. Mudahan tahun depan tidak terulang. Akan terus kita pelajari kesalahan-kesalahan ini. Masyarakat diharapkan dapat mematuhi aturan pantia yang berlaku,” jelasnya. Alina Hasin (39) warga Tanjung Raya menangis karena shock. ”Saya takut saja, kan saya bawa anak,” katanya sambil terus mengelus dada. Mengalami peristiwa itu banyak lansia histeris. Setelah dapat masuk ruangan mereka terduduk lemas, anak kecil pun banyak yang menangis karena shock. Penerima daging hewan kurban lainnya, Parmiah (56) menjelaskan sejak pukul 05.30 WIB dia sudah turun dari rumah di Siantan dengan menaiki speed. Biaya menyeberang Rp 2.500. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menaiki opelet. Ke Halaman 11 kolom 5
NARKOBA
Pengguna Semakin Muda PONTIANAK—Wakil Gubernur Kalimantan Barat yang juga Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) menyatakan prihatin atas peningkatan penyalahgunaan narkoba di provinsi ini. Berdasarkan data yang diperoleh BNP, pengguna narkoba semakin bergeser kepada kalangan yang berusia lebih muda atau produktif. Karena itu, jika kondisi ini tidak disikapi dengan serius, masa depan bangsa menjadi taruhannya. “Kita betul-betul berniat memerangi penyalahgunaan narkoba. Apalagi Kalbar menduduki peringkat ke-12 dari 33 provinsi di Indonesia,” katanya. Selama 2007, Dit Res Narkoba Polda Kalbar mencatat 198 kasus narkoba di Kalbar. Sedangkan sepanjang 2008 ada sebanyak 233 kasus dan selama 2009 (sampai 28 Oktober) sejumlah 183 kasus. Ke Halaman 11 kolom 5
Bering/Pontianak Post
BERDESAK-DESAKAN: Massa berdesak-desakan di depan pintu masuk Gedung Islamic Center, Kompleks Masjid Mujahiddin untuk mendapatkan daging hewan kurban. Pembagian akhirnya ricuh karena banyak warga lemas akibat berhimpitan.
Unas Masih Diperlukan
terangnya, kemarin. Dengan selesainya penyusunan soal, kata Mansyuri, tidak ada alasan untuk tidak menyelenggarakan ujian tersebut. Mansyur menjelaskan, soal Unas 2010 standar dengan soal 2009. Tingkat kesulitan soal hampir sama dengan tahun ini. Hal itu disesuaikan dengan kemampuan siswa saat ini. Sebab, berdasarkan studi penelitian yang dilakukan Balitbang, sarana prasarana dan mutu pendidik saat ini belum mampu mendorong kemampuan peserta didik untuk menerima tingkat kesulitan soal
PONTIANAK—Dihapuskannya ujian nasional (Unas) akan berdampak pada maraknya lembaga pendidikan luar negeri yang membawa kurikulum asing pula untuk diajarkan kepada putra-putri bangsa. “Unas kan diberlakukan kepada lembaga pendidikan yang mengacu pada kurikulum nasional. Kalau Unas dihapuskan, kurikulum nasional juga bisa-bisa tidak diperlukan juga,” kata Pengamat Pendidikan Universitas Tanjungpura Aswandi Pontianak Aswandi, dihubungi Pontianak Post, Sabtu (28/11). Ujian nasional, lanjutnya, tetap diperlukan dalam sebuah sistem pendidikan berkualitas. Harus diakui bahwa penyelenggaraan Unas hingga saat ini belum berjalan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu memerlukan penyempurnaan dan bukan meniadakannya. Mulyadi Sukir ”Ibarat hanya karena seekor tikus, kita tak perlu membakar sebuah lumbung,” ujar Dekan FKIP Untan ini. Menurut Aswandi, Unas yang dikait-kaitkan dengan
Ke Halaman 11 kolom 1
Ke Halaman 11 kolom 5
Naskah Soal Siap Batalkan Unas Langgar PP JAKARTA--Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdiknas bersama Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) terus mematangkan ujian nasional (Unas) meski putusan MA seputar kasasi penolakan ujian itu masih menimbulkan perdebatan. Bahkan, naskah soal unas sudah jadi dan tinggal dicetak. Kepala Balitbang Depdiknas Mansyur Ramli mengatakan, putusan
MA tentang Unas tidak berpengaruh terhadap penyusunan naskah soal. Soal-soal tersebut sudah selesai disusun. Penyusunan naskah soal dilakukan guru, dosen perguruan tinggi (PT), dan pakar pendidikan. Setelah soal disusun, Balitbang akan menyerahkan kepada BSNP untuk diuji-cobakan. Kemudian, soft copy soal bakal diserahkan ke perguruan tinggi untuk dicetak. “Kami sedang berkordinasi dengan majelis rektor perguruan tinggi negeri (MRPTN). Sebab, tahun ini yang menangani pencetakan hingga pendistribusian soal adalah perguruan tinggi,”
Orang-Orang Muda dan Baru di Lingkaran Presiden SBY 11:33 14:58 17:37 18:51 04:07
Julian Gaya Jepang, Velix Kenyang Jadi Aktivis Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) punya 10 staf khusus. Di antara mereka, ada yang sudah banyak dikenal publik, ada pula yang relatif belum terkenal. Julian Aldrin Pasha dan Velix Vernando Wanggai termasuk yang belum terkenal itu. Umur keduanya tergolong lebih muda jika dibanding lainnya. Bagaimana kiprah mereka?
SOFYAN HENDRA, Jakarta
Istimewa
KELUARGA: Velix Vernando bersama istri dan anaknya.
BEDA orang, beda gaya. Julian Aldrin Pasha punya cara sendiri untuk menunjukkan sosoknya sebagai juru bicara kepresidenan yang baru. Pembawaannya kalem. Intonasi bicaranya terukur. Kontras dengan Andi Mallarangeng, juru bicara sebelumnya, yang namanya lebih dulu melekat di hati masyarakat. Gaya bicara Andi cenderung ceplas-ceplos, khas Makassar. Beda jauh dari Julian. Pria kelahiran Teluk Betung, 22 Juli 1969, tersebut paham betul dirinya kini menggantiJulian Aldrin Pasha kan Andi yang sangat populer. Namun, wakil dekan FISIP Universitas Indonesia (UI) itu tak ingin dibandingbandingkan dengan Andi yang kini menjadi menteri pemuda dan olahraga tersebut.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media