Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post

Senin 30 November 2009 M / 13 Dzulhijjah 1430 H

P e rt a ma da n T e rut a ma di K a l i m a n t a n B a r a t

Eceran Rp. 2.500

Aksi Pro-KPK Lawan Demo Bayaran JAKARTA--Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) kemarin kembali turun ke jalan. Sejumlah artis meramaikan demonstrasi yang dihelat di sekitar Bundaran Hotel Indonesia. Mereka adalah penyanyi dangdut Trio Macan, Edo Kondologit, Franky Sahilatua, presenter kondang Indra Bekti, dan anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka. Namun, mereka tidak bisa tampil di panggung yang didirikan sejak Sabtu malam. Panggung itu dibarikade Satpol PP DKI Jakarta. ”Kami dilarang memakai panggung oleh gubernur DKI Jakarta,” kata koordinator aksi Fadjroel Rachman di sela-sela demonstrasi. Fadjroel mengaku tak tahu persis alasan pelarangan itu. ”Tapi, kami tetap akan turun jalan. Minggu depan juga turun lagi. Apalagi, tanggal 6 nanti ada peringatan hari antikorupsi sedunia,” katanya.Akhirnya, Trio Macan memilih bernyanyi lagu KPK di Dadaku di jalanan. u Ke Halaman 7 kolom 1

Ukon Furkon Sukanda/Indopos

SEMPAT TEGANG: Sejumlah aktivis anti korupsi menggelar aksi damai mendesak pengusutan kasus Century di Bunderan HI, Jakarta, kemarin. Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan dengan sejumlah orang tak dikenal.

Unas 2010 Lebih Ketat Cari Formula Unas yang Adil

PTN Tangani Pengawasan hingga Distribusi Soal

PONTIANAK--Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan ujian nasional harus ada untuk menentukan kelulusan. Namun pemerintah perlu mencari formula yang lebih tepat dan adil dalam pelaksanaannya. ”Pemerintah terus menuntut, namun tidak bisa menyediakan sarana pendidikan yang baik. Formulanya harus adil dan tidak menyamaratakan,” ujar Sutarmidji

JAKARTA--Pemerintah berjanji ujian nasional (Unas) bakal jalan terus. Namun dengan syarat, akan dilakukan berbagai upaya perbaikan di segala sektor. Salah satunya, memperketat pengawasan ujian tersebut. Tujuannya, untuk mengurangi kecurangan yang banyak dikeluhkan masyarakat.

seusai pelantikan Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Pontianak dan syukuran ulang tahunnya ke 47, Minggu (29/11) di rumah jabatannya. Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya diukur dengan ujian nasional saja. Bisa saja peningkatannya dilihat berdasarkan rayon. ”Seharusnya ada evaluasi lagi,” kata Sutarmidji. u Ke Halaman 7 kolom 5

Sutarmidji

Pemerintah terus menuntut, namun tidak bisa menyediakan sarana pendidikan yang baik. Formulanya harus adil dan tidak menyamaratakan.

Siaga Hadapi Banjir Besar

INTERNASIONAL

meran ini, Arini bisa memilih berbagai macam produk IT. “Pameran ini sangat bagus. Setiap tahun saya selalu mengkuitinya. Di sini tersedia berbagai macam produk IT yang saya butuhkan. Kebetulan saya sedang mencari notebook untuk keperluan kuliah,” jelasnya.

PONTIANAK—Curah hujan menjelang akhir tahun semakin tinggi. Berbagai elemen masyarakat diingatkan untuk berpartisipasi menghindari jatuhnya korban jiwa. Ancaman bencana banjir dan longsor perlu diantisipasi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Fisika (BMKG) mengingatkan adanya aktivitas Badai Tropis NIDA di Samudera Pasifik sebelah Utara Papua dan daerah pusat tekanan rendah di Laut China Selatan sebelah Barat Laut Kalimantan, di Samudera Hindia sebelah Barat NAD serta Barat Daya Lampung. Kondisi ini berpengaruh terhadap besarnya potensi pertumbuhan awan-awan hujan baik pada pagi, siang dan malam hari terutama di wilayah Indonesia sebelah Selatan Katulistiwa. Disamping itu adanya anomali Out going Long wave Radiation (OLR) di atas wilayah Indonesia terutama Indonesia Tengah dan Timur yang bernilai negatif (MJO aktif) serta suhu muka laut yang hangat dan kelembaban udara yang tinggi mendukung besarnya potensi curah hujan yang terjadi. BMKG memperkirakan hujan disertai petir dan angin kencang terjadi di Pesisir Barat Sumatera, Sumatera bagian Tengah dan Selatan, Jawa Barat, Banten, Jabodetabek, Jawa Tengah bagian Utara dan Barat, Jawa Timur bagian Utara,

u Ke Halaman 7 kolom 5

u Ke Halaman 7 kolom 5

Puing Kapal VOC Dihargai Rp 9,5 Triliun BUDAPEST – Tim peneliti arkeologi laut dari Hungaria menemukan puing-puing kapal kargo milik Belanda yang tenggelam di dekat pantai Brazil lebih dari tiga abad lalu. Kapal bernama Voetboog itu berlayar dari Batavia (nama Jakarta di masa lalu) menuju Belanda sebelum akhirnya tenggelam di Samudera Atlantik. Kepada kantor berita Hungaria MTI, pemimpin tim ekspedisi Attila K. Szaloky menuturkan Jumat lalu (27/11) bahwa Voetboog adalah kapal layar dengan tiga tiang layar utama. Kapal milik VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie atau perusahaan dagang Belanda yang didirikan pada 20 Maret 1602 dan memonopoli aktivitas perdagangan di Asia. Saat meninggalkan Batavia, kapal itu membawa 109 ABK (anak buah kapal). Kapal jenis fluyt (kapal layar Belanda yang khusus dirancang untuk kargo) itu mengangkut sutra, rempah-rempah, teh, porselen Jepang dan Tiongkok maupun sekitar 180 ribu keping u Ke Halaman 7 kolom 5

u Ke Halaman 7 kolom 1

Bearing/Pontianak Post

PAMERAN: Wakil Walikota Pontianak Paryadi melihat produk terbaru dalam pameran computer dan teknologi di Pontianak Convention Center (PCC), Minggu (29/11) malam.

Pengunjung Antusias, Notebook Dijual Murah Hari Pertama Pameran PontiComTech PONTIANAK--Hari pertama Pameran Komputer dan Teknologi di Pontianak Convention Center (PCC) dipadati penunjung, Minggu (29/11). Antusias mereka menyaksikan produk-produk

yang digelar, kendati masih terlihat beberapa stand melakukan persiapan. Arini (21), salah seorang pengunjung terlihat sangat menikmati pameran ini. Bersama kedua orang temannya, mahasiswi Fakultas Ekonomi Untan itu mengatakan, pameran PontiComTech merupakan pameran komputer yang sudah dinantinya sejak lama. Pada pa-

Gelombang Laut China Selatan Capai 5 Meter

Kristiono, Korban Unas yang Tiga Tahun Menggugat Pemerintah 11:33 14:58 17:37 18:51 04:07

Gugatan Dikabulkan, Langsung Sujud di Depan Hakim Sudah tiga tahun ini Kristiono menggugat unas. Sebab, putrinya, Indah Kusuma Ningrum, tak lulus SMA karena nilai salah satu mata pelajarannya jeblok. Padahal, Indah dikenal siswa berprestasi di sekolahnya. Karena itu, dia terharu saat Mahkamah Agung (MA) memutuskan menolak kasasi yang diajukan pemerintah.

TITIK ANDRIYANI, Jakarta

Fredik/Indopos

MENUNTUT KEADILAN: Kristiono dan putrinya, Indah Kusuma Ningrum, menuntut unas bukan syarat kelulusan.

KRISTIONO tak kuasa menahan air mata karena terharu saat mendengar Mahkamah Agung (MA) kembali memutuskan menolak kasasi unas yang diajukan pemerintah. Maklum, putusan MA itu adalah kali kesekian dari apa yang diperjuangkan tiga tahun ini. Secercah harapan pun muncul kembali. Sejak 2006, Kristiono selalu didampingi tim advokasi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Tim Advokasi Korban Ujian Nasional (Tekun), dan Education Forum (EF) untuk menggugat pemerintah agar unas tidak dijadikan syarat penentu kelulusan. Saat diminta menceritakan awal gugatannya terhadap pemerintah, pria berusia 50 tahun itu langsung teringat kembali momen kelabu 19 Juni 2006. Kala itu pemerintah telah mengumumkan hasil unas. Putrinya, Indah Kusuma Ningrum, adalah satu dari delapan siswa yang tidak lulus unas di Perkumpulan Sekolah Kristen Djakarta (PSKD) 7 Depok. Itu gara-gara nilai salah satu nilai mata pelajarannya 4.

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

u Ke Halaman 7 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Pontianak Post by Pontianak Post - Issuu