LayarRakyat
B A T A S K E B I A S A A N
D A F T A R I S I
Sudah menjadi keseharian bagi masyarakat Indonesia ketika kata budaya terucapkan ke telinga mereka Budaya sendiri merupakan hasil perkembangan peradaban masyarakat yang telah menjadi suatu cara hidup dan berkembang serta telah diwariskan secara turun-temurun Budaya menjadi suatu aspek kehidupan yang esensial dan integral dalam eksistensi berkelanjutan bagi setiap negara, bangsa, dan rakyat. Di Indonesia, budaya memegang peran penting dalam pembentukan masyarakatnya yang plural dan dinamis. Bahkan, budaya tersebutmenjadiacuanpertamakalinyadalampembuatansuatuaturandidalam negerisebagaipedomannegaradanpandanganhidup.
Hadirnya budaya disebabkan oleh adanya interaksi antarsesama manusia. Hubungansosialyangterjalinmenjadiprasyaratdariterciptanyabudaya.Adapun hubungan sosial ini menjadikan mereka mulai melakukan suatu kebiasaan yang lama-kelamaandianggappenting Kebiasaaninidilestarikandanditurunkandari generasikegenerasiberikutnya Melewatiperkembanganzaman,budayatersebut bisa saja mengalami adaptasi dan transformasi yang membuatnya tidak sama persisdenganawalkebiasaantersebutditurunkan.
Adapun bagaimana budaya ini dapat berubah, masyarakat sendirilah yang memegang tanggung jawab lebih dalam menjadikan budaya tersebut hidup. Masyarakat terbentuk dari adanya konsensus sekelompok orang dalam menyatakan kumpulan mereka sebagai suatu kesatuan. Konsensus ini dapat didasarkan karena aspek politik, seperti pembentukan negara dan birokrasi, atau aspeksosial-budaya,sepertikesamaanadat-istiadat.
Manusia sebagai penyusun masyarakat memegang pola pikir pribadi dalam kebiasaan yang dianutnya Sifat masyarakat yang muncul tidaklah didasarkan pada sikap manusia tersebut berinteraksi. Akan tetapi, manusia sebagai makhluk sosial yang hidup dalam ruang dan waktu yang sering kali berubah-ubah memegang dinamika identitas diri. Dalam perjalanannya, setiap individu mempunyai sifat dan perilaku serta bentuk fisiknya yang berbeda-beda. Begitu dinamisnya perubahan menjadikan bagaimana kepribadian tiap manusia terbilangunik,bahkanuntuksepasangmanusiakembar.
Olehsebabitu,interaksiantarmanusiayangsatudenganyanglainbisalahsangat beragam. Dari interaksi inilah, manusia menjadi lebih sering melakukan suatu pekerjaanyangbiasamerekalakukan Kebiasaaniniyangdilakukansecarasadar ataupuntidaksadardiajarkanpadagenerasiselanjutnya
Kebiasaan yang diturunkan secara multigenerasi ini dapat membentuk identitas baru masyarakat yang terjalin dalam hubungan yang seragam ini. Identitas baru ini diterima secara luas di kalangan masyarakat dan mendorong urgensinya sebagai budaya yang tidak bisa tergantikan, sekalipun kebiasaan bisa berakulturasi,melemahkan,ataubahkanmendukungkebiasaanyanglainnya.
Sifat universal manusia sebagai pemegang identitas menjadikan setiap rakyat tidak terlepaskan dari suatu identitas atau budaya yang khas. Budaya yang berbasiskan kebiasaan ini sudah menjadi standar dalam bertata krama dan berperilaku, menjadikan posisinya sebagai suatu batasan yang abstrak Abstraknya batasan ini disebabkan oleh banyaknya keunikan berperilaku antarsesama manusia di dalam kehidupan masyarakat yang dipegang dalam satunormakeseragaman.
Tidak bisa dipungkiri bahwa batasan ini sering kali dilanggar. Setiap individu memilikicaranyasendiridalambertindakyangacapkalimelewatibataskebiasaan yang wajar. Hanya saja, kebiasaan yang dinilai tidak wajar ini dianggap wajar kehadirannya di masyarakat. Dimulai dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang baik atau patut ditiru saja, seperti kebiasaan sapa-menyapa, bertata krama kepadasiapasaja,ataumerantaukeluardanpergidarikampunghalamanguna menjenjang karir Tidak lupa orang-orang yang merantau kembali lagi ke kampung halamannya untuk berkumpul kembali dengan keluarganya juga termasukbudipekertiyangumumdikalanganmasyarakatIndonesia Akantetapi, ada pula kebiasaan yang kurang atau bahkan tidak semestinya ditiru, mulai dari sukamembangga-banggakanhartaduniawisertagarisketurunannenekmoyang sampai dengan hal-hal kecil seperti suka melebih-lebihkan atau menuduh suatu isu atau perkara yang terjadi di sekitar masyarakat. Dengan adanya kebiasaan buruk ini, sudah semestinya tidak boleh menjadikannya sebagai suatu budaya yang mengakar dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Tetap saja, penyimpanganatasbataskebiasaannormaliniterussajaditemui.
Sudahsepatutnyadansepantasnyabahwadidalamkehidupanmasyarakatyang dinamis, rakyat Indonesia dapat memilah dan memilih mana budaya yang sepatutnya dicontoh dan mana budaya atau kebiasaan yang tidak sepatutnya ditiru Kalaupun itu budaya khas Indonesia, melewati batas kebiasaan yang telah ditetapkan atas nilai-nilai kebajikan leluhur tidak semestinya dipertahankan, apalagikalaubudayatersebutmemangkelirusecaraetik.

Didasarkan atas banyaknya perbedaan dan keunikan manusia, terutama masyarakatIndonesia,yangmemicukeberagamandalamkebiasaandiIndonesia, kebiasaan tersebut lama-kelamaan berubah menjadi akar dan kompas bangsa Indonesia,menjadikannyasebagaisuatuhalyangsecaraaturantidaktertulisyang harus diikuti Maka dari itu, Festival Film Layar Rakyat I mengangkat tema yang menelusuri bagaimana kebiasaan-kebiasaan Indonesia yang unik dan pelik melewati batasan yang secara normatif ditetapkan. “Batas Kebiasaan” ini akan memamerkanfilm-filmpendekkaryabangsayangmemaparkankebiasaanyang seringkalidilakukandalammasyarakatIndonesia.
FestivalFilmLayarRakyatmembawakansuaturepresentasisuatukebiasaanyang sudah menjadi kebudayaan masyarakat Indonesia yang masih relevan dengan zamansekarang.Representasiinidibuatuniksetiaptahunnyamelaluitemayang berbeda-beda Tema “Batas Kebiasaan” ini hendak untuk merepresentasikan bagaimana gambaran akan kebiasaan masyarakat Indonesia yang kerapkali dicap absurd dan tidak biasa secara universal jika dibandingkan dengan negara ataupun daerah lainnya Meskipun begitu sering dijumpai di dalam kehidupan masyarakat Indonesia, kerapkali kebiasaan-kebiasaan ini sering terlibat dengan degradasi pada moralitas masyarakat Indonesia dan membawa sifat turuntemurun lainnya. Melalui pemutaran film-film pendek ini, terdapat pesan penting yangingindisampaikan,yaituberupatimbulnyakesadaranpribadiataupunpublik untuk dapat terus meningkatkan dan membuat budaya yang sudah ada untuk menjadilebihmembaiklagi.Kesadarantersebutmenyatakanadanyakebiasaankebiasaan ini yang dapat dimaknai dan direfleksikan di dalam kehidupan seharihari.





Aqila Nayyara Nugraha, akrab dengan panggilan Aqila DiaadalahseorangmahasiswiyangberkuliahdiSekolah BisnisdanManajemenITB,atasdasaringinmempelajari psikologi di universitas teknik impiannya sejak SD. Dia memiliki hobi dan sangat menyukai menonton film, didukungdenganfaktasudahmenonton113filmditahun 2024. Aqila berperan sebagai kurator “Jangan Lupa Pulang,Nak”dalamprogramnon-kompetisi.
Emmy Sundari Aurelia, akrab dengan panggilan Emmy Lahir dan besar di Jakarta, tetapi melanjutkan SMA-nya disebuahkotakecilbernamaTebingTinggidiSumatera
Utara dan sekarang berkuliah di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB Cita-citanya adalah menjadi seorang surveyor pemetaan, tetapi akhir-akhir ini lebih sering melakukan survey tentang film yang harus ditontonnya di watchlistnya Emmy berperan sebagai kurator“Nirempati”dalamprogramnon-kompetisi
Kelvin Limanto, kerap dipanggil Kelvin, Kel, Vin, Pin, Kipin LahirdiJakartadanbesardiJakarta,memutuskankeluar dari zona nyaman untuk merantau. Sekarang sebagai mahasiswa ITB yang suka menonton film dan tertarik dengan dunia perfilman Suka film tema apocalypse, terutama film zombie atau pandemic virus Kelvin berperansebagaikurator“Buyar!!!”dalamprogramnonkompetisi.
Rashif Aulia Bahri, kerap dipanggil Rashif, merupakan seorang mahasiswa ITB di Fakultas Teknologi Industri yang lahir dan tumbuh besar di Kota Bandung. Gemar akan perfilman dan festival film, Rashif hendak ikut berkontribusi dalam kekaryaan sineas lokal melalui festival film ini Rashif berperan sebagai kurator “HiperbolaPublik”dalamprogramnon-kompetisi.
K O M P E T I S I
KOMPETISI
Kehidupan akan selalu berlanjut disertai dengan adanya pengaruh modernisasi dan manusia terus beradaptasi agar mereka tetap sesuai dengan perubahan yang terjadi. Namun, dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia, tradisi dan budaya di dalamnya sulit tergantikan meskipun terpengaruh oleh hal-hal luar. Masyarakat Indonesia sering kali memiliki kebiasaan-kebiasaan di dalam kesehariannyayangselamanyaakanselalumelekatdidalamdirimereka
Transformasisertainovasiyangdisebabkanolehpengaruhteknologimemberikan dampak pada aspek kehidupan masyarakat Indonesia, seperti perubahan pola pikir akan pendidikan, komunikasi, dan perkembangan budaya sendiri. Walaupun demikian, masyarakat Indonesia tetap memegang teguh kebiasaan-kebiasaan yang dilakukannya, baik itu berlaku dalam kehidupan kesehariannya maupun dalamwaktutertentu.
Kebiasaan-kebiasaan yang dibawakan mencerminkan identitas masyarakat Indonesiaitusendiri Halinimemilikiartibahwakebiasaan-kebiasaanmembentuk sebuah jati diri dalam masyarakat Indonesia Namun, tidak semua kebiasaan adalah kebiasaan yang baik Terkadang manusia, termasuk rakyat Indonesia tersendiripun,memilikihal-halyangkurangbaikdalamdirimereka FestivalFilmLayarRakyatmembawakannamaprogramkompetisisebagai“Pentas Rakyat”. Adapun alasan dalam pemilihan nama tersebut adalah bagaimana kaitantiapkatainimerujukpadaapayangsebenarnyaprograminisecarakhusus bawakan.“Pentas”memilikiartiyangberkaitandengan“pertunjukan”danmemiliki hubungan yang berkaitan dengan kegiatan menampilkan suatu aksi seni yang memilikipenghargaanataumenjadisebuahperlombaan,misalnyateater.
Sebagai program kompetisi, Pentas Rakyat menerima film-film pendek dari para sineas Indonesia yang orisinil dan bonafide dalam menyatakan tema yang diadakansetiaptahunnya Melaluitema“BatasKebiasaan”,kamimemilikianganangan dalam menayangkan film-film yang dapat mengantarkan kesan-pesan kepada penonton bahwa kebiasaan masyarakat Indonesia juga memiliki batasnya.Batasyangdimaksudadalahsebuahgarisyangwajibdijagadantidak boleh dilanggar. Dengan kata lain, melampaui garis ini menyatakan adanya penyimpangan yang terjadi walaupun sifatnya yang tidak dapat diterima di masyarakat.Namun,seringkalimasyarakatIndonesiamelewatibatasini.
Film pertama Pentas Rakyat, The Sound of Preeett, menggoreskan kesan satirikalnya sebagai salah satu opsi terpilih untuk Pentas Rakyat sebagai official selection. Film seriokomedi ini menyampaikan cerita yang menyindir terhadap sikappenghakimantakbertuandanbertuahdisuatupasartradisional.Isusepele, TheSoundofPreeettataubiasadisebutkentut,dibesar-besarkanolehorangtidak dikenal menjadi suatu cerita sederhana yang tidak ada orang sangka-sangka. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa sekalipun isu sepele ini bisa menyinggung, bahkan mengganggu orang sekitar, sikap yang dikenal sebagai false accusation inimelewatibataswajardalammenyikapimasalahyangtidakperluditindaklanjuti secara berlebihan Mungkin dikatakan sebagai klise, tetapi relevansinya akan kebiasaanmasyarakatIndonesiayangunikinimendorongnyacukupkuatsebagai salahsatupertimbangandiLayarRakyatini.
Lalu, film selanjutnya membawakan kisah satirikal lagi tentang takhayul pada zaman modern. Udin Telekomsel menampilkan sebuah percakapan antara dua orang lelaki yang tengah bermalam di alam terbuka. Percakapan menjadi agak menarik seketika salah seorangnya menyinggung tentang seorang legenda bernama Udin Telekomsel yang konon katanya bisa menghubungkan dirinya dengan Tuhan melalui sebuah telepon genggam. Adegan-adegan absurd dan penuhakanpertanyaaninimewarnaidaribagaimanaseorangUdinTelekomselini membentuk suatu kesan ketidakpercayaan pada lelaki lainnya Selama cerita berjalan, cerita Udin Telekomsel ini semakin memperkuat gambaran suatu masyarakat di Indonesia yang masih diselubungi akan kisah magis dan mistis serta takhayul yang merajalela bahwa sikap mempercayai hal-hal yang sulit diterimaakaluntukmanfaatbagidirinyasecarapersonalcukupumumditemukan. SebagaisalahsatuofficialselectionPentasRakyat,UdinTelekomselberjayadalam menyampaikan arti dari salah satu batas kebiasaan, yaitu kebiasaan dalam melestarikanbudaya-budayaterdahulusemisaltakhayul.
Berikutnya, Errorrist of Seasons mengisahkan beberapa orang mengalami pemutusan kerja akibat musim hujan Oleh karena itu, orang-orang ini memutuskanuntukmembentuksuatuusahabersamayangmeletakkanharapan padamusimhujan Sikapsepertiinibisadikatakansebagaisikapyanganehdan sejatinya tidak diterima baik di Indonesia, tetapi sering dijumpai di Indonesia Bertingkahlakulayaknyaparapenjudiataupenaruhnasibdiceritakanbegituunik dari film ini. Sikap meletakkan suatu kemungkinan sebagai suatu kemutlakan sudah menjadi hal yang aneh dan absurd, melewati batas kebiasaan dalam menganggapi suatu kemungkinan, terlebih paradigma berpikir yang diwujudkan dalam film ini memberikan suatu pertanyaan akan samarnya antara logika dan nafsu. Film ini melengkapi official selection Pentas Rakyat melalui ceritanya yang orisinildanunik.

Pada Pentas Rakyat, penghargaan yang diberikan kepada para tersanjung dinamakan sebagai “Penghargaan Rakyat”. Penghargaan Rakyat terdiri atas beberapanominasi,yaituSkenarioTerbaik,SinematografiTerbaik,danFilmTerbaik. Adapunpenghargaantersebutdidasarkanpadabeberapapertimbangan,seperti dariorisinalitas,relevansi,performansiparapemeran,narasi,audio-visualisasi,dan teknis-teknis. Atas pertimbangan ini, film-film yang terpilih sebagai official selection memenuhi ambang batas yang telah ditentukan serta memperoleh apresiasikhususdiFestivalFilmLayarRakyat
Melalui Pentas Rakyat, para sineas diharapkan memiliki semangat yang tinggi untuk terus berkarya dan menjadi pelopor dalam menyampaikan aspirasi mengenai kebudayaan-kebudayaan Indonesia yang relevan. Adapun apresiasi setinggi-tingginya ditujukan kepada para sineas yang mendapat kesempatan film-filmnya sebagai official selection Pentas Rakyat pada tahun ini. Harapannya melalui film-film ini, industri perfilman Indonesia, terlebih yang mengangkat isu nyatadanrelevandikalanganmasyarakatIndonesia,menjadilebihberkembang tidakhanyadalamruanglingkupnasional,tetapijugainternasional.
UDINTELEKOMSEL(2019)
dir.ReinMaychaelson
15menit12detik
SINOPSIS
Parjo dan Gundul sedang berbincang-bincang di malam hari tentang seorang anak laki-laki,Udin,yangdapatberkomunikasidenganTuhanmelaluipesandariponselnya. Karena hal tersebut, banyak orang datang ke Udin untuk meminta menyampaikan keinginanmerekakepadaTuhan.
CATATANKURATORIAL
Aqila: Takhayul merupakan kepercayaan yang dianggap tidak rasional dan dapat merusak keyakinan terhadap keesaan Tuhan Kebiasaan “ikut-ikutan” dan keinginan untuk mendapatkan hal duniawi dengan cepat dapat menjadi beberapa faktor “normalisasi” hal tersebut Masyarakat harus memiliki pegangan yang teguh dan pemikiranlogikayangbenaragartidakterbawaarusyangsesat.
Emmy: “Katanya…” adalah suatu hal yang berbahaya, seperti yang diceritakan dalam “Udin Telekomsel”. Bahaya bagaimana kita dapat mempercayai sesuatu yang hanya disebut-sebutsebagaikatanya danmeragukankepercayaankita
Kelvin: Warga desa masih sangatlah kental dengan adat budaya mereka Sehingga terkadang melupakan akal sehat yang logis. Mereka percaya akan hal di luar logika, demimencapaikeinginanduniawimereka.SampailupakepadaTuhanYME.
Rashif:Suatu kebiasaan bisa mengalami updating walaupun budaya dapat bergantiganti secara berkala, termasuk takhayul. Dalam film Udin Telekomsel, kabar burung tentang hal-hal yang tidak masuk akal ini menjadi suatu pembenaran di masyarakat Indonesia Filminimenjadisuatusatirebagimerekayangmasihmemegangteguhpada prinsipberkebiasaantidakwajar.
ERRORISTOFSEASONS(2019)
dir.ReinMaychaelson
26menit26detik
SINOPSIS
Setelah dipecat dari pekerjaannya, Pulung mengikuti saran temannya untuk menginvestasikan uang pesangonnya untuk memulai bisnis baru, penyewaan perahu karet untuk musim banjir tahunan di desa. Namun, ketika akan membuka bisnis baru tersebut,rencanamerekatidakberjalanmulusdengantidakturunnyahujan
CATATANKURATORIAL
Aqila: Keputusan adalah sesuatu yang tidak bisa diambil secara gegabah. Jika hal tersebut tidak berhasil, kegagalan harus diterima Berusaha untuk memutar balik keadaan diperbolehkan, tetapi jika masih dilakukan dengan cara yang benar Pada intinya,kehidupantidakadajalanpintas
Emmy: Segala kesulitan pasti ada solusinya, tetapi tidak semua solusi akan bekerja secara instan. Terkadang, masalah yang ada di kehidupan kita bukanlah sebuah keputusasaan, tetapi motivasi kita untuk terus berjuang. Lalu, pada akhirnya, mungkin hidupakankembalimenjadilebihbaik
Kelvin:Meskikitahidupsecukupnyahinggadilandaolehberbagairintangankehidupan Dalam kesederhanaan itu, kita merasakan kebahagiaan yang simple, tetapi sangatlah berarti. Sebuah keluarga yang bisa menjadi motivator menghadapi badai perubahan yang tidak terduga dalam hidup. Pemantik api semangat dalam dingin dan gelapnya hidup.
Rashif: Errorist of Seasons hendak mengisahkan arti gambling berdasar pada musim yangberubah-ubah Akantetapi,samasepertibagaimanaseseorangdapatkehilangan mata pencaharian, tidak semudah itu memperkirakan kapan suatu musim dapat kembali.Konflikinimenjadisuatusatirebagimerekayangberharapkemudahantanpa pengorbananyangjelas.
ONFRIDAYNOON(2016) dir.LuhkiHerwanayogi
13menit21detik
Wina,seorangtransgender,sedangmencarimasjiduntukmelaksanakansalatJumat Iatersesatdanterjebakdalammasalahsaatmencaritempattujuannya
CATATANKURATORIAL SINOPSIS
Aqila:Sering kali masyarakat memandang sebelah orang-orang berdosa yang masih melaksanakanibadah Dimatamereka,apagunanyaberibadahjikamerekabukanlah orangyangberiman?Nyatanya,jikamerekamasihadasecercahImandihatinya,Tuhan akanmasihmenerimaamalannya
Emmy: Orang-orang terlalu sering menganggap mereka yang berdosa tidak pantas untuk hal yang suci, tetapi orang-orang juga jarang menyadari bahwa sesungguhnya mereka juga telah berdosa. Semua orang bebas untuk beragama, termasuk mereka untukkembalitaatkepadaYME
Kelvin:Masyarakatkerapmemandangsebelahmataseseoranghanyadaristatusyang dimiliki. Hanya menilai dari kekurangannya. Karena status nya, mereka ditolak dan dikucilkan.Hinggapadaakhirfilm,diperlihatkansudahnya.
Rashif:MasyarakatIndonesiadikenalreligiussekalipunhiduppenuhakandosadidalam kesesatan. Agama dinomorsatukan walaupun mendapat rintangan. On Friday Noon menantang para penonton untuk menjadi saksi dosanya para penjilat dari perspektif seseorangyangawamterhadapnormadanagama
LEMANTUN(2014)
dir.WregasBhanuteja
21menit39detik
SINOPSIS
Dipertemuankeluargakaliini,Ibumembagikanwarisankepadalimaoranganaknya Warisantersebutbukanberupatanah atauuang,tapiberupalemari Tri,sebagaianak tengah,tidaktahuharusmembawapulanglemariitukemana.
CATATANKURATORIAL
Aqila:Mayoritasmasyarakatseringmendefinisikanmembahagiakanorangtuadengan kesuksesan di pekerjaan dan pendidikan sang anak Nyatanya, bagi para orang tua, membahagiakan mereka bisa sesederhana selalu ada untuk mereka di masa tuanya Sesukses apapun anak mereka, para orang tua akan lebih berharap bawah dia tidak akanmelupakanmerekasaatsanganakmemilikikehidupansendiri.
Emmy: Terkadang “rumah” adalah sebuah orang. Di mana pun orang itu berada, di situlah rumahnya. Seperti kata pepatah lama, kacang lupa kulit melekat pada film pendek Lemantun Beberapa anak dapat melupakan rumah mereka yang sebenarnya atauasalnya,yakniibumerekasendiri
Kelvin:Dalam masyarakat sering sekali kita merefleksikan bahagia artinya bisa punya banyak uang dan punya pekerjaan yang mapan. Tetapi kita jadi sering lupa akan kebahagiaanyangsebenarnya.Kebahagiaanyangpertamakalikitarasakanketikalahir keduniaini,keluarga.
Rashif: Ketika kembali ke kampung halaman, lemari yang bahkan sudah kosong dan berdebumenjadirebutanparapewaris Lemantunmenyatakandinamikakeluargadari masyarakat Indonesia akan betapa kurang berartinya hidup orang tua. Hidup merasa bermakna ketika lepas dari pengasuhan mereka dan kembali hanya untuk pemberian terakhirmereka.