AHAD
24 MEI 2015 | 6 SYAKBAN 1436 | 44 HALAMAN
ECERAN Rp4.500 LANGGANAN Rp120.000 (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)
Negosiasi KBRI Deadlock Laporan AFNI ZULKIFLI, Phnom Penh
KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kamboja, berjibaku dengan waktu demi menyelamatkan 16 WNI asal Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Setelah selalu mengelak, akhirnya pihak perusahaan ber-
sedia untuk duduk satu meja. Pertama kali pula, Jefry Sun (21), saksi kunci yang mengungkap kasus penyanderaan belasan WNI ini, dipertemukan untuk membantah segala tuduhan. Sayang, negosiasi yang ditengahi kepolisian pemerintah
Kamboja, berakhir deadlock. Sejak pukul 09.00 (waktu Pnh), kantor KBRI di Jalan 466 nomor 1, Phnom Penh, terlihat sibuk. Sabtu (23/5), seharusnya menjadi Baca Negosiasi Halaman 2
Baca Halaman 3
KBRI FOR RIAU POS GROUP
ALOT: Suasana negosiasi antara KBRI Kamboja dengan pihak perusahaan judi di Le President Hotel. Kepolisian Kamboja turut mendampingi sebagai penengah dan wakil Pemerintah Kamboja.
Senin Tiba di Riau SELATPANJANG (RP)- Sisi lain, Dijadwalkan, Senin, besok (25/5), sebanyak 13 dari 24 warga Selatpanjang yang bekerja di Kamboja akan kembali ke Indonesia. Mereka akan tiba ke Indonesia melalui Jakarta. Hal itu setelah 13 orang tersebut sudah bisa dipulangkan. Sementara sebanyak 11 orang lagi masih harus menyelesaikan persoalan hukum yang menyeret mereka karena kerugian yang dilakukan Jefri Sun alias Hasan terhadap perusahaan perjudian Green Dragon Resort. Kepulangan 13 warga Selatpanjang tersebut difasilitasi Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan yang menjemput langsung mereka di Kamboja. Setelah menyelesaikan paspor ke-13 warga Selat-
panjang tersebut, Bupati akan langsung membawa mereka kembali ke Selatpanjang melalui Ibukota Jakarta. Bupati Kepulauan Meranti sendiri tiba di Kamboja, Sabtu petang (23/5) kemarin. Dia tiba bersama anggota DPRD, Fauzi SE dan Sekretaris Dinas PU, DR Aready MSi. Setelah menemui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja, Bupati langsung menemui 13 warga Selatpanjang tersebut. “Alhamdulillah kita sudah menemui 13 warga. Besok (hari ini, red) kita akan urus paspor mereka untuk kepulangan ke Indonesia yang kita jadwalkan bisa dilakukan Senin (25/5) nanti,” ujar Bupati. Baca Senin Halaman 2
Menpora Janji Tuntaskan Stadion Utama Riau PEKANBARU (RP) - Pernah dinominasikan masuk sebagai stadion terbaik dunia pada 2013, tampaknya hanya menjadi lip service belaka. Sebab, tiga tahun berselang pasca PON XVIII/2012 silam. Stadion Utama Riau yang dibanggakan ketika itu sudah berubah. Plt Gubernur Riau Ir H Arsyadjuliandi Rachman pun, raut wajahnya turut be-
rubah. Bagaimana tidak, membawa pembantu Presiden ke Stadion Utama Riau, Sabtu (23/5). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi, begitu berjalan santai sambil berbincang dari pagar bawah stadion menuju lapangan.
DEFIZAL/RIAUPOS
Baca Menpora Halaman 11
TINJAU: Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melihat kondisi Stadion Utama Riau, Sabtu (23/5/2015) SUBUH 04.43
USUNG : Keranda Jenazah Mantan Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau Hardy Djamaluddin diusung menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Harapanraya, Sabtu (23/5/2015) CF1/MIRSHAL/RIAUPOS
In Memoriam Mantan Asisten III Setdaprov Riau
Pekerja Keras dan Jujur Langit Pekanbaru dirundung mendung. Sejak Sabtu (23/5) dinihari hingga petang, matahari tampaknya bersedih, karena enggan menampakkan wujudnya. Toa salah satu masjid berseru lewat pukul 06.00 WIB di Jalan Utama Simpang Tiga. Pengeras suara mengabarkan berita duka, tentang wafatnya salah seorang warga mereka, Hardy Djamaluddin. Laporan EKA GUSMADI PUTRA, Pekanbaru ekagusmadiputra@riaupos.co.id
MASYARAKAT yang mendengar kabar duka merekareka, siapa gerangan yang wafat. Menghembuskan nafas terakhir pukul 03.00 WIB REDAKTUR: SYAHRUL MUKHLIS
dini hari kemarin di Rumah Sakit Kanker Indonesia, Darmais, Jakarta. Dikabarkan melalui pengeras suara tersebut, bahwa jenazah almarhum bakal dibawa langsung ke Pekanbaru. Berangkat dari Jakarta sekitar pukul 09.30 WIB dan tiba di Bandara SSK II sebelum pukul 12.00 WIB. Jenazah almarhum langsung dibawa ke rumah dinas, di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru. Karena memang penyelenggaraan jenazah dilaksanakan di rumah dinas dengan prosesi pemakaman Korpri. Hardy bin Djamaluddin OK Djaah, merupakan pejabat Pemprov Riau yang aktif dan jujur. Meninggalkan dua orang anak, Utari Asmelia dan Randy MD Djamal, se-
orang istri Rasmiana. Merupakan putra kelahiran Tanah Merah, Rokan Hilir 9 Desember 1958. Setelah bertahun-tahun melawan kanker di tubuhnya, Hardy sudah kerap dirawat di RS Darmais. Untuk sekadar cek bahkan sampai cuci darah. Selain pejabat yang tekun, Ia juga berkomitmen dalam pencegahan kecurangan dalam berbagai sektor, terutama di instansi pemerintahan. Karena menurutnya, sama dengan korupsi. “Sudah saya ajak berobat ke Melaka, namun almarhum ingin di Jakarta saja,” kata rekan almarhum Rizka Utama yang sekarang juga sedang berjuang melawan penyakitnya yang sama.
ZUHUR 12.11
ASAR 15.35
MAGRIB
ISYA
18.16
19.29
Rengat 6 mnt, Bangkinang +2 mnt, Tembilahan 7 mnt, Pasirpengaraian + 4 mnt, Bengkalis -3 mnt, Selatpanjang 5 mnt, Pangkalankerinci - 2 mnt, Siak SriIndrapura 2 mnt, Bagansiapiapi +2 mnt, Telukkuantan +2 mnt.
Riau: Jiwa Melayu SAYA pikir, wajar kalau Abdul Wahab sedikit terpeke dengan semboyan yang diajukan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Riau, Fahmi Usman dalam perbincangannya dengan pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), hari Kamis lalu. “Disaksikan Ketua DPH Lamr Al azhar, aku dengar engkau begitu semangat mengelaborasi TAUFIK semboyan itu, Riau: The Soul of IKRAM Malay—Riau: Jiwa Melayu,” tulis JAMIL Wahab melalui pesan pendek telepon genggam (SMS). Tentu saya tidak menampiknya. Pertama-tama karena secara etimologi, jiwa berasal dari bahasa Sanskerta yakni “jiva” yang berarti benih kehidupan. Baca Riau: Halaman 3
Baca Pekerja Halaman 3
website: www.riaupos.co | e-Paper: epaper.riaupos.co | email: redaksi@riaupos.co | majalah: www.majalah.riaupos.co TATA LETAK: EKO FAIZIN