AHAD
28 JUNI 2015 | 11 RAMADAN 1436 | 44 HALAMAN
ECERAN Rp4.500 LANGGANAN Rp120.000 (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)
Indonesia Dibebani Fee Rp927 M Akibat Proyek Macet Laporan JPNN, Jakarta
PEMERINTAH harus bergerak cepat mencari terobosan untuk mendorong kembali proyek-proyek infrastruktur yang macet. Apalagi, sebagian besar proyek itu dibiayai dari utang luar negeri. Ketua Tim Ahli Kantor Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengatakan, skema pendanaan proyek-proyek itu sebenarnya memang sudah siap. Akibatnya, ketika proyek itu macet, Indonesia harus tetap membayar commitment fee atau biaya komitmen peminjaman kepada kreditor. ‘’Jadinya kita rugi dobel,’’ ujarnya saat dihubungi Sabtu (27/6). Berdasar data statistik utang luar negeri dari Kementerian Keuangan, nilai komitmen fee yang dibayar setiap tahun memang besar. Pada 2013, nilainya mencapai Rp378,0 miliar, lalu
MG1/MIRSHAL/RIAUPOS
MENANGIS PILU: Fatmawati tak henti-hentinya menangis, sampai ke pemakaman puteranya AP (5) di TPU Jalan Kartama Marpoyan Damai, Sabtu (27/6/2015).
“Ikhlas. Saya Ikhlas…” PEKANBARU (RP) - Jenazah bocah malang korban petasan, AP (5), Sabtu (27/6) dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jalan Kartama, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Sebelum jenazah diantarkan ke TPU, rumah duka didatangi ratusan masyarakat, untuk mengantarkan Alfaro Prayata Dazen ke tempat peristirahatan terakhirnya. Sejak pagi, pelayat tak henti-hentinya datang di kediaman orang tuanya di Jalan Bawal, Baca Ikhlas Halaman 2
pada 2014 naik menjadi Rp388,4 miliar, dan pada Januari-Mei 2015 ini sudah mencapai Rp160,9 miliar. Artinya, sejak 2013 hingga pertengahan 2015 ini, Indonesia harus merogoh kocek Rp927 miliar untuk membayar biaya atas utang yang nganggur, sama sekali tidak dipakai karena proyeknya macet. Menurut Sofjan, proyek infrastruktur macet yang nilainya mencapai 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp143 triliun itu terdiri dari beragam sektor, mulai dari listrik, pelabuhan, jalan tol, irigasi, hingga pengolahan sampah. ‘’Salah satu yang besar adalah pembangkit listrik (PLTU) Batang (berkapasitas 2.000 megawatt),’’ katanya. Sofjan menyebut, proyek-proyek tersebut macet sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), karena itu di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini, pihaknya selaku perwakilan dari Kantor Wapres beserta Kepala Staf Kantor Kepresidenan Luhut Panjaitan, akan memanggil satu per satu kementerian yang Baca Indonesia Halaman 2
SOFJAN WANANDI HUSNI THAMRIN
Polri Belum Perlu Penyadapan
(Doktor ilmu Lingkungan dan Ketua Komisi Pengkajian MUI Pekanbaru)
Puasa dari Merusak Lingkungan
JAKARTA (RP) - Keinginan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti agar penyidik Polri memiliki kewenangan penyadapan menuai kritik. Selain tidak didasari argumentasi yang kuat, kewenangan yang dimiliki penyidik Polri saat ini saja masih banyak disalahgunakan. Peneliti Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Julius Ibrani mempertanyakan keinginan Badrodin. Dia menilai, keinginan bekas Kapolda Jatim itu tidak dilandasi argumentasi, Mengapa Polri perlu penyadapan. “Mestinya disampaikan argumentasinya, baik data maupun faktanya,” kata Julius kemarin (27/6). Pasalnya, jika hanya keinginan, hal itu tidak bisa dijadikan landasan dalam membuat sebuah peraturan perundang-undangan. “Maka patut disangsikan apa kepentingannya, dan kepentingan siapa,” imbuhnya. Sebagaimana disebutkan Julius, penyidik Polri sudah memiliki cukup banyak kewenangan. Hal itu didasarkan pada pasal 7 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Aacara Pidana (KUHAP), di mana ada banyak kewenangan yang dimiliki penyidik
DALAM sejarah panjang kehidupan manusia, banyak kemajuan dan tantangan-tantangan baru dalam kehidupan manusia baik negatif maupun positif. Tantangan yang bersifat negatif jika tidak segera diwaspadai dan diantisipasi, akan membuat lingkungan hidup di muka planet bumi semakin hari semakin tidak nyaman untuk dihuni. Tanda-tanda ke arah itu Baca Puasa Halaman 4
SUBUH 04.50
ZUHUR ASAR 12.19 15.45 MAGRIB ISYA (BERBUKA) 18.24
04.40
19.38
Rengat 6 mnt, Bangkinang +2 mnt, Tembilahan 7 mnt, Pasirpengaraian + 4 mnt, Bengkalis -3 mnt, Selatpanjang 5 mnt, Pangkalankerinci - 2 mnt, Siak SriIndrapura 2 mnt, Bagansiapiapi +2 mnt, Telukkuantan +2 mnt.
Delapan Orang Positif Narkoba Agaknye masih banyak tu Ncek!!! Indonesia Dibebani Fee Rp927 M Tak dimulai keje tu, makin bengkakla...
REDAKTUR: SYAHRUL MUKHLIS
Dalam KUHAP, penyidik Polri diberi kewenangan penyelidikan yang sangat besar, baik dari segi tindakan maupun waktu JULIUS IBRANI Peneliti Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)
Polri. “Dalam KUHAP, penyidik Polri diberi kewenangan penyelidikan yang sangat besar, baik dari segi tindakan maupun waktu,” jelasnya. Selain itu, Polri juga memiliki diskresi, yang membuat proses penyidikan lebih cair. Baca Polri Halaman 2
Warkah Takziyah Sepekan Meninggalnya HM Husni Chalid
Ucapan Terakhir
Niat Pulang dan Jalan Takdir Menjadi Wartawan
SAYA harus mengirimkan pesan pendek melalui telepon genggam (SMS) kepada Abdul Wahab sesegera mungkin. Kawan lama itu harus tahu bahwa dalam sepuluh hari terakhir, saya mendengar dua cerita bagaimana seseorang mengakhiri ucaTAUFIK pannya dengan sebIKRAM utan yang menjadi JAMIL impian semua orang beriman. Ucapan terbaik, dari dua orang yang amal ibadahnya terlihat biasa-biasa saja, bahkan cenderung menyimpang pada suatu masa tertentu, lalu berkaitan langsung dengan bulan Ramadan.
SETAMAT dari Madrasah Tsanawiyah Psantren Nur alWathan di Pasarkembang, kuat tekad Muhammad Husni Chalid (resmi yang biasa ditulisnya M Husni Ch), melanjutkan sekolah ke luar daerah. “Jangan hanya Abah saja yang dapat sekolah ke Mekah dan Long ke Jogya, sedangkan aku di negeri sendiri tak sanggup Oleh: ke luar dari sungkup lingkup Tuan Guru kampung ,” batinnya. H Syafruddin Saleh Sai Gergaji Tetapi apa daya, keadaan ekonomi saat itu tak sanggup membiayai. Alhamdulillah, ada kesempatan terbuka, se- Tsanawiyah atau SMTP. kolah berbeasiswa pemerinDia bimbang, itu tak melantah alias gratis atau bebas bia- jutkan sekolah ke tingkat yang ya, tetapi sederajat dengan lebih tinggi tetapi mengulangi
lagi ke tingkat yang sama, dan juga tak sepantar usianya lagi karena telat menyambung. Dia dinasihati abangnya Long Ismail (almarhum), bahwa Sekolah Perikanan Menengah Pertama (setingkat SMTP) di Dumai itu, nanti ilmunya dapat diterapkan di kampung halaman sendiri, Pasarkembang yang kondisi tanahnya lebih baik daripada tanah negeri kelahiran Sungaigergaji, berpotensi untuk mengembangkan usaha tambak ikan yang menjanjikan kesuksesan masa depan. Setelah tamat, disadari ilmunya belum memadai untuk diterapkan maksimal. Maka,
sekolah pada jalur yang sama harus dilanjutkan. Guna menjajaki kemungkinan itu sekalian bershilaturrahim, sebelum ke kampung, dia sengaja singgah ke rumah kami di Gang Terendam II/15, Jalan Jenderal Ahmad Yani/Jalan Teratai, Sukajadi, Pekanbaru. Ikhtiar dan kegigihannya memperoleh informasi di instansi terkait tak berhasil, begitu pula kemungkinan lain yang diupayakannya bersama abang sulungnya yang bermukim di Jogyakarta. Usia mudanya yang baru 22 tahun, gerun menggelora. Dia
Baca Ucapan Halaman 2
Baca Niat Halaman 3
website: www.riaupos.co | e-Paper: epaper.riaupos.co | email: redaksi@riaupos.co | majalah: www.majalah.riaupos.co
TATA LETAK: EKO FAIZIN