RiauPos Edisi Senin 13 Mei 2019

Page 1

1991-2019

Riau Pos

l SENIN, 13 MEI 2019 l HALAMAN 12

BANGUN NEGERI BIJAKKAN BANGSA

l SENIN, 13 MEI 2019 l 8 RAMADAN 1440 H l 28 HALAMAN

www.riaupos.co

13 Penyakit Penyebab Kematian Petugas Pemilu Kemenkes Terima Hasil Investigasi 15 Provinsi

infarct myocard (penyumbatan otot jantung) gagal jantung

kegagalan multi organ koma hepatikum (gagal hati)

stroke

respiratory failure (gagal napas)

Laporan JPG, Jakarta

KE ME N TE RIAN Kesehatan telah digandeng oleh TBC KPU dan Bawaslu untuk melakukan penyelidikan kematian petugas TPS di seluruh gagal Indonesia. Keginjal menkes telah menerima laporan dari 15 provinsi. Berdasarkan lapodiabetes melitus ran dinas kesehatan dari 15 provinsi tersebut, penyebab kematian petugas TPS ada 13 jenis penyakit dan satu kecelakaan. 13 penyakit tersebut adalah infarct myocard (penyumbatan otot jantung), gagal jantung, koma hepatikum (gagal hati), stroke, res-

hipertensi meningitis

asma sepsis (infeksi)

piratory failure (gagal napas), hipertensi, meningitis, sepsis (infeksi), dan asma. Selain itu juga diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multi organ. Kebanyakan usia korban meninggal di kisaran 50-59 tahun. Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi mengatakan kementeriannya sudah menerima laporan hasil investigasi penyebab meninggalnya petugas penyelenggara Pemilu dari 15 dinas kesehatan provinsi. Ke-15 provinsi itu antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Bengkulu. Selain itu juga Kepulauan Riau, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara. Oscar meminta kepada masyarakat agar tetap tenang. �Pekerjaan sebagai petugas pemilu juga dituntut kondisi kesehatan yang prima. Maka para petugas pemilu yang mengidap penyakit tertentu akan terpicu bila tidak mengatur waktu bekerja yang berlebihan,� ungkapnya. Oscar mengatakan terkait jadwal petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) perlu dilihat terlebih dahulu jadwal padatnya seperti apa. Terkait penjadwalan ini perlu pendalaman lebih lanjut dengan KPU. �Nantinya kita akan bahas bersama KPU untuk perenca-

naan pemilu mendatang,� katanya. Ke depan, menurut Oscar, petugas pemilu yang dipekerjakan diupayakan mempunyai kondisi kesehatan yang baik. Selain itu juga diperlukan lingkungan pekerjaan yang sehat, ruangan yang cukup luas, dan ritme kerja yang baik. �Diharapkan, tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok, serta memberikan porsi istirahat yang cukup,� ujarnya. Sebelumnya, Kemenkes telah menyiagakan tenaga kesehatan sejak sebelum waktu pencoblosan dimulai pada 17 April. Oscar menambahkan komunikasi dengan tenaga kesehatan di daerah, sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum tanggap Pemilu serentak. Selanjutnya Kemenkes mengeluarkan surat edaran nomor HK.02.02/ III/1681/2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan bagi Petugas KPPS/PPK yang Memerlukan Pelayanan Kesehatan di Fasilitas Kesehatan pada 23 April. S elain itu surat edaran nomor HK.02.02/III/1750/2019 tentang Audit Medis dan Pelaporan Petugas KPPS/ PPK/Bawaslu yang Sakit dan Meninggal di Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada 29 April. Disusul pada 7 Mei keluar surat edaran nomor HK.07.01/III/1792/2019 tentang Pelaksanaan Review Kematian dan Laporan Pelayanan.(lyn/das)

8

Keangkuhan, Pembunuh Berdarah Dingin

oleh KHAIRUNNAS RAJAB Guru Besar Psikologi Agama UIN Suska Riau

Laporan HELFIZON ASSYAFEI, Pekanbaru PAGI baru menjelang. Bunyi gemeretak kayu dimakan api terdengar samar-samar. Bude Nunuk seorang warga penjaga ladang setempat merasakan firasat tidak enak. Ia bangun dan segera keluar rumah. Dia disambut kabut asap tebal. Api telah mendekati ladangnya. Ada cabai, terong dan pisang yang siap panen. Bersama Pak De, ia bergegas mengambil ember dan berupaya membuat api tak melompat ke kebun mereka. Di tengah asap kian menebal mereka berjuang menyelamatkan sisa petak kebun mereka. Yang tak mereka sadari cucunya yang belum lama pandai berjalan tak terawasi. Pekikan sang cucu menyadarkan mereka telah terjadi sesuatu. Mereka beralih ke arah suara. Astaga..sang cucu sempat dijilat kobaran api. Bergegas mereka menyelamatkan dan membawa ke puskesmas terdekat. Dan ladang mereka pun akhirnya ludes dilalap si jago merah. Kenangan buruk itu masih tersisa di benaknya. “Saya tak melupakan kejadian pahit di 2015 itu,� ujar Bude Nunuk saat berbincang dengan Riau

HELFIZON ASSYAFEI/RIAU POS

ANGGOTA MPA: Bude Nunuk, seorang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) binaan Manggala Agni Pekanbaru rutin berkomunikasi dengan petugas patroli saat melintasi tempat tinggalnya di Kelurahan Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru, belum lama ini.

upaya manual. Sejak bergabung dengan MPA binaan Manggala Agni, Bude Nunuk menjadi proaktif. Ia tidak segan-segan mencegat para pemancing atau pemburu yang melintas dan mengingatkan soal rawannya daerah mereka terbakar oleh kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok itu. “Bahkan saya minta agar dititip saja peralatan yang bisa menimbulkan api agar jangan di bawa ke dalam hutan yang mudah terbakar itu,� ujarnya. Proaktifnya Bude Nunuk ternyata memang membawa manfaat. Angka kebakaran pasca 2015 terus menurun. Bukan tidak ada tetapi belum sempat besar berhasil diatasi. Bila MPA setempat tidak mampu mengatasi lagi segera mengontak personil

Manggala Agni untuk melakukan pemadaman secepatnya sebelum api terus melebar kemana-mana. “Ya, kami sempat membuat posko di sini selama upaya pemadaman api di 2015 itu,� ujar M Jamil, personil patroli Manggala Agni kepada Riau Pos. Berbagai kejadian itu membuat Manggala Agni berupaya terus fokus pada upaya pencegahan. Satu di antaranya mengedukasi mitra seperti MPA untuk jadi mata dan telinga mereka di tengah rimba. ‘’Kadang dengan kesungguhan mereka memantau pergerakan manusia yang masuk ke kawasan itu berhasil menangkal kesembronoan prilaku manusia yang menjadi sumber api,� ujar M Jamil. Kesembronoan

membuang puntung rokok adalah salah satu penyebab kebakaran hutan yang sering terjadi. Mengapa peran mata dan telinga Manggala Agni di tengah rimba ini penting? Selain untuk pencegahan juga upaya pemadaman jauh lebih efektif sebelum api membesar. Terkadang ketika terjadi kebakaran tidak serta merta di room pantuan satelit Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Pekanbaru terpantau. “Sebab yang dipantau satelit biasanya adalah titik api (hot spot). Jadi kadang ada kasus apinya sudah menjalar di pantauan satelit tidak terlihat,� ujar Kadaops Manggala Agni Pekanbaru, Erwin Putra saat berbincang dengan Riau Pos di mar-

kasnya. Oleh karena itu, lanjutnya, perlunya mitra-mitra di lapangan sehingga dapat mendeteksi dini ancaman yang terjadi. “Jadi tindakan kita menghentikan api lebih efisien dan efektif,� ujar Kadaops lagi. Patriotisme Personil Manggal Agni Berhari-hari di medan karhutla penuh risiko terpapar asap adalah bagian dari risiko tugas para personil Manggal Agni. “Untuk menjadi personil memang perlu keterampilan khusus, daya tahan, jiwa juang dan tentu saja siap siaga 24 jam bila keadaan darurat terjadi,� ujar Erwin. Bahkan awalnya dulu para personil Manggala Agni hanya bergaji Rp180 ribu per bulan. Statusnya tenaga pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3k)/ honorer. “Sekarang sudah setara ASN-lah sehingga ini jadi motivasi tersendiri,� ujarnya. Selain itu, markas Dapos Pekanbaru juga dilengkapi fasilitas cek hot spot dari satelit. Semua bisa akses di sini. Ada Ops room Sipongi memantau situs hotspot. Ops room khusus internal. Di ops room internal ini data satu bulan lalu sampai hari ini terekam di sana dari seluruh Indonesia. Di data pemantau ada indikator. Bila 80 persen terpantau merah (bahaya), 70 persen (kuning), di bawah itu indikator hijau (aman). Bila dapat info lapangan laporan kebakaran Manggala Agni langsung turun ke TKP melakukan ground cek hotspot. “Tujuannya untuk memastikan benar kebakaran atau tidak,� ujarnya. Sebab, lanjutnya lagi, ada kasus api membesar tak terpantau satelit. Sebab prinsipnya satelit hanya

memantau suhu yang terpanas (hotspot) muncul. “Itu sebabnya kami perlu patroli rutin cek situasi ril. Minimal dua sampai tiga kali patroli. Patokan kami dua hari tidak hujan kita laksanakan patroli mandiri sambil terima info masyarakat dan juga dari MPA,� ujar Edwin Saputra. Lebih lanjut Kadaops Manggala Agni Pekanbaru, Erwin Saputra menjelaskan bahwa luas wilayah Dapos Pekanbaru 200 ribu hektare mencakup empat kabupaten yakni Pekanbaru, Kampar, Rohul dan sebagian Siak. Sedangkan wilayah Tualang, Minas dan Kandis masuk Daops Siak. Mata dan telinga Manggala Agni di lapangan sangat membantu. Apalagi wilayah Pekanbaru 45 persen adalah lahan gambut yang mudah terbakar tapi susah dipadamkan. Peran mitra di lapangan seperti MPA, Babinsa (TNI), Babinkamtibas (Polri) sangat penting menekan lajunya kebakaran hutan dan lahan. Daops Manggala Agni Pekanbaru termasuk yang pertama sejak berdiri tahun 2003. Awalnya Manggala Agni dibentuk pusat di lima provinsi yakni Riau, Sumatera Utara, Jambi, Kalimantan Barat dan Kalimnatan Tengah. Saat ini Satuan Manggala Agni Daops Pekanbaru punya personil Manggala Agni Reaksi Taktis 13 orang. Dipilih dari 30 personil yang ada. Manggala Agni kini di bawah Kementarian LHK di bawah kendali Balai Perubahahn iklim dan lingkungan. Saat ini Daops Pekanbaru memiliki armada pemadam kebakaran lengkap. Mulai dari mobil, motor hingga peralatan mekanik lainnya. Kontak cepat bila ada karhutla ada di no 085212143355.***

KEANGKUHAN, kesombongan, dan kecongkakan merupakan sifatiyah manusia yang muncul sejak zaman “baholak�. Sifat ini merugikan diri sendiri dan orang sekitar. Sifat angkuh, sombong, dan congkak perlu dieliminir dan didegradasi dari kepribadian muslim, untuk kesehatan mental paripurna. Sifat angkuh, sombong, dan congkak dalam psikoterapi Islam adalah pembunuh berdarah dingin yang mematikan, hingga hari ini banyak orang yang merasa kaya dan bertakhta, lalu kemudian miskin dan menjadi hina dina. Umar ibn Khattab menyampaikan, “Aku heran melihat manusia, kenapa mereka sombong. Padahal mereka itu hanyalah tong sampah yang penuh noda. Mulai dari rambut dengan ketombe, mata yang bertahi, demikian juga telinga, hidung, gigi, perut apalagi.

Riau Pos

7

Kursi

DAPIL 1

6

Kursi

Kursi

Setelah Kuasai Parlemen 3 Periode

Sukajadi-Pekanbaru Kota-Limapuluh (6 Kursi)

1. PAN Suara Partai Ir Nofrizal

1 Kursi 6.941 3.910

2. Demokrat 1 Kursi Suara Partai 6.600 Roem Diana Dewi 2.174

3. Gerindra Suara Partai Fathullah

1 Kursi 6.577 3.686

4. PKS Suara Partai M Isa Lahamid

1 Kursi 6.436 2.349

5.Hanura Suara Partai Eri Sumarni

1 Kursi 6.038 1.968

6. PDIP Suara Partai Victor Parulian

1 Kursi 5.927 1.469

6

Kursi

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru resmi menyelesaikan pleno rekapitulasi suara tingkat Kota Pekanbaru, Jumat (10/5). Meski sempat sedikit tertunda, kecamatan yang terakhir yakni Tampan berhasil diselesaikan dengan dibantu oleh komisioner KPU Pekanbaru. Hasilnya, berdasarkan form DB-01 yang diperoleh Riau Pos Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhasil meraih kursi terbanyak dengan capaian 8 kursi. Disusul Partai Demokrat dan Partai Gerindra sebanyak 7 kursi dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan enam kursi.

5

Kursi

4

1

Kursi

1

Kursi

DAPIL 5

Kursi

Tampan (8 kursi)

1. PKS 2 Kursi Suara Partai 15.101 Yasser Hamidy 4.761 Mulyadi 2.462 2. Demokrat 2 Kursi Suara Partai 14.782 Sigit Yuwono 4.208 Pangkat Purba 3.781

3. Gerindra Suara Partai Zainal Arifin

1 Kursi 13.005 4.928

4. PAN Suara Partai Roni Pasla

1 Kursi 10.841 2.460

5. Golkar 1 Kursi Suara Partai 6.632 Ida Yulita Susanti 5.019

6. PDIP 1 Kursi Suara Partai 6.300 Davit M Silaban 1.809

ď Ž Baca Beringin Halaman 11

DAPIL 4

Bukit Raya-Marpoyan Damai (11 Kursi)

DAPIL 3

1. Gerindra 1 Kursi Suara Partai 12.166 Wan Agusti 3.907

2. Gerindra 2 Kursi Suara Partai 16.236 Sri Rubiyanti 2.895 Nurul Ikhsan 2.178

2. PAN 1 Kursi Suara Partai 10.975 Arwinda Gusmalina 3.735

2. Golkar 1 Kursi Suara Partai 10.639 Masny Ernawati 3.476

3. Gerindra 1 Kursi Suara Partai 9.681 Ervan 3.131

4. Demokrat 1 Kursi Suara Partai 8.572 Heri Setiawan 3.106

5. PAN 1 Kursi Suara Partai 10.514 Dasman Efendi 1.284

5. Golkar 1 Kursi Suara Partai 8.360 Sovia Septiana 2.832

04.37 MAGRIB/

6. PDIP 1 Kursi Suara Partai 9.369 Heri K Hutasoit 2.100

7. Nasdem 1 Kursi Suara Partai 6.335 Munawar Syahputra 1.201

SAYA menyesal gagal ke Gwadar. Meski polisi Pakistan benar: nyawa saya terancam di perjalanan. Minggu lalu kekhawatiran polisi itu terbukti. 14 orang asing disekap. Di tengah jalan. Dan ditembak mati. Semua.

7. PDIP 1 Kursi Suara Partai 7.967 Ruslan Tarigan 2.491

3. PKS 1 Kursi Suara Partai 9.040 Firmansyah 3.685

4. Demokrat 1 Kursi Suara Partai 8.411 Aidil Amri 5.825

5. PAN 1 Kursi Suara Partai 8.279 Irman Sasrianto 2.188

6. PDIP 1 Kursi Suara Partai 8.040 Dapot Sinaga 4.217

7. Hanura 1 Kursi Suara Partai 4.929 Krismat Hutagalung 2.597

8. Hanura 1 Kursi Suara Partai 6.250 Ali Suseno 3.440

Menyesal Gwadar

ď Ž REDAKTUR: EDWAR YAMAN

6. Hanura 1 Kursi Suara Partai 8.157 Zulfahmi 3.822

18.17

Rengat 6 mnt, Bangkinang +2 mnt, Tembilahan 7 mnt, Pasirpengaraian + 4 mnt, Bengkalis -3 mnt, Selatpanjang 5 mnt, Pangkalan­kerinci - 2 mnt, Siak SriIndrapura 2 mnt, Bagansiapiapi +2 mnt, Telukkuantan +2 mnt.

DAPIL 2

Rumbai-Rumbai Pesisir (7 Kursi)

1. PKS 1 Kursi Suara Partai 11.324 Syahril 3.607

4. Golkar 1 Kursi Suara Partai 10.882 Tarmizi M 3.797

SUBUH ZUHUR ASAR ISYA 04.47 12.14 15.35 19.29

Sail Tenayan (7 Kursi)

1. PKS 2 Kursi Suara Partai 17.378 Hamdani 5.042 Kartini 2.064

3. Demokrat 1 Kursi Suara Partai 12.292 T Azwendi Fajri 4.336

ď Ž Baca Menyesal Halaman 2

ď Ž TATA LETAK: WAN’S

@riaupos.co

ď Ž Baca Keangkuhan Halaman 11

Oleh DAHLAN ISKAN

ď Ž REDAKTUR: DENNI ANDRIAN

7

Kursi

Mata dan Telinga Manggala Agni di Rimba Pos yang ikut patroli rutin personil Manggala Agni yang melintasi wilayah itu. Dari situlah awalnya ia menjadi mitra Manggala Agni yang terjun ke lokasi itu memadamkan api yang menjalar itu berhari-hari lamanya. Tidak mudah memadamkan api di sana karena daerahnya termasuk tanah gambut. Yang meskipun padam di permukaan tetapi di dalam masih terbakar. Bila tidak dipadamkan sampai ke akar-akar bawahnya maka sewaktu-waktu api bisa marak lagi. Bude Nunuk sudah 10 tahun di tengah rimba itu menjaga ladang tuannya dan juga berladang tanaman sayuran. Hanya rumahnya terdapat di pinggir jalan tanah itu. Selebihnya rimba dan lahan hutan bekas terbakar. Sebagai mitra Manggala Agni, Bude Nunuk sudah punya akses bila sewaktu-waktu ia melihat kobaran api yang tak mungkin diatasi olehnya secara manual. Ia juga menjadi bagian masyarakat peduli api (MPA) Kelurahan Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki. Ia juga menjadi mata dan telinga Manggala Agni di tengah rimba. Sebab kebakaran hutan dan lahan ternyata banyak faktornya. Satu di antara faktor itu adalah kelalaian kecil manusia yang sedang melakukan aktivitas di hutan pada musim kemarau di tanah bergambut. “Kadang para pemancing ikan yang masuk ke wilayah ini sambil membawa rokok. Saat membuang puntung rokok yang masih menyala itu awal terjadinya bencana di musim kemarau,� ujarnya. Daun-daun yang kering terkena api puntung rokok tadi lalu hidup dan akhirnya menjadi api besar yang tak terkendalikan lagi oleh

@riaupos

KOMPOSISI KURSI DI DPRD PEKANBARU

FEATURE Kelurahan Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki satu di antara wilayah di Kota Pekanbaru yang masih menyisakan Rimba dan lahan yang cukup luas. Bila musim kemarau datang, ancaman kebakaran lahan dan hutan (karhutla) cukup rawan di daerah ini. Bukan sekali dua kali Manggala Agni harus bertarung memadamkan api di daerah rawan ini.

Riau Pos

l LANGGANAN & PENGADUAN (0761) 64637, HP +62 823 8440 9900 l ECERAN Rp4.500 LANGGANAN Rp120.000/bulan (LUAR KOTA TAMBAH ONGKOS KIRIM)

9. PPP 1 Kursi Suara Partai 4.834 Zulkarnain 1.797

DAPIL 6

Senapelan-Payung Sekaki (6 Kursi)

1. PDIP 1 Kursi Suara Partai 10.640 Robin Eduar 2.520

4. PKS 1 Kursi Suara Partai 7.164 Rois 2.452

2. Gerindra 1 Kursi Suara Partai 10.565 Ginda Burnama 3.753

5. PAN 1 Kursi Suara Partai 5.419 Doni Saputra 1.624

3. Hanura 1 Kursi Suara Partai 7.247 Suherman 3.107

6. Demokrat 1 Kursi Suara Partai 5.529 Jepta Sitohang 1.607

ď Ž TATA LETAK: MEGA


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.