KESEMBUHAN YANG AJAIB Mengapa Allah Menyembuhkan Beberapa Orang dan Tidak Menyembuhkan yang Lainnya?
HENRY FROST
Heritage
Copyright Š OMF Publishing Originally Published in English under the title Miraculous Healing published by Christian Focus Publication Ltd., Geanies House, Fearn, Tain, Ross-shire, IV20 1TW, Scotland, UK. All rights reserved Pengalih Bahasa : Maria Fennita Penyunting : Nicholas Kurniawan Desain Sampul : Moose77.com Tata Letak : James Yanuar Hak terjemahan Bahasa Indonesia ada pada : PT. VISI ANUGERAH INDONESIA Jl. Karasak Lama 2 - Bandung 40235 Telpon : 022 - 522 5739 Email : visipress@visi-bookstore.com ISBN : 978-602-8073-22-6 Cetakan pertama, Juli 2009 Indonesian Edition Š visipress 2009 Hak cipta dilindungi oleh undang-undang Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa seizin Penerbit. Member of CBA Indonesia No : 05/PBL-BS/1108/CBA-Ina
DAFTAR ISI Sambutan oleh Dr. Martin Lloyd-Jones .................................
5
Prakata oleh Joni Eareckson Tada ..........................................
7
Kata Pengantar ......................................................................
9
1. Sebuah Kesaksian Pembukaan .........................................
11
2. Individu-individu Disembuhkan .....................................
19
3. Individu-individu Tidak Disembuhkan ...........................
31
4. Bermacam-macam Observasi ..........................................
43
5. Dua Saksi ........................................................................
55
6. Pernyataan-pernyataan Dipertimbangkan .......................
77
7. Argumen-argumen Dipertimbangkan .............................
99
8. Mukjizat-mukjizat Ilahi ...................................................... 123 9. Kedaulatan Kristus .......................................................... 135 10. Bermacam-macam Deduksi ............................................ 149 11. Kesimpulan-kesimpulan Umum ..................................... 161 12. Sebuah Kesaksian Penutup .............................................. 167
SAMBUTAN Saya sangat gembira bahwa para penerbit buku telah memutuskan untuk mencetak ulang volume terbaik ini, yang kemungkinan besar atas saran saya. Sejak pertama kali saya membaca buku ini, saya telah merasa bahwa buku ini adalah buku terbaik yang pernah saya baca tentang topik ini dan sangat mudah dibaca serta tidak terbandingkan. Oleh karena itu, ini adalah buku yang selalu saya rekomendasikan kepada mereka yang sangat membutuhkan pertolongan mengenai masalah ini. Seringkali saya diminta untuk menulis sendiri mengenai tema ini. Saya selalu menjawab dengan mengatakan bahwa Henry W. Frost telah terlebih dahulu membahas tentang tema ini dan saya menganggap apa yang ia kerjakan sebagai suatu tulisan yang final dan menyakinkan. Kemunculan kembali buku ini sekarang sangatlah tepat seiring munculnya kembali ketertarikan terhadap pokok permasalahan ini. Beberapa tulisan yang terbit akhir-akhir ini nampaknya menyarankan bahwa satu-satunya masalah adalah apakah seseorang percaya atau tidak bahwa karunia-karunia yang ajaib berakhir pada masa apostolik/ kerasulan. Namun hal ini sama sekali bukan satusatunya masalah. Dr. Frost memperlihatkan dengan jelas bahwa masalah-masalah teologis juga terlibat, dan kita hanya mengesampingkan bahayanya terhadap kerohanian kita. Alkitab berulangkali memperingatkan kita untuk melawan bahaya diperdayakan oleh kuasa-kuasa jahat. Semua “mukjizat� dan “tanda-tanda ajaib� tidak dihasilkan dari Roh
8
Kesembuhan yang Ajaib
Kudus, dan dalam hal ini kita harus mengetahui bagaimana “menguji roh.� Tuhan kita sendiri telah memperingatkan kita bahwa “roh-roh pembohong� sangat pintar dan sangat licik untuk menyesatkan, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orag-orang pilihan juga (Mat. 24:24). Metode Dr. Frost sungguh-sungguh sangat menolong. Ia memulai dengan tingkatan yang praktis dengan mengutip kasuskasus dan contoh-contoh yang membuktikan fakta kesembuhan yang ajaib. Kemudian ia melanjutkan dengan membahas kesulitankesulitan, baik dalam bidang praktikal ataupun eksperimental, serta dalam wilayah pemikiran yang benar dan jelas. Di atas semuanya itu, ia sungguh-sungguh sangat biblikal, dan bukan hanya seorang yang ortodoks, tetapi juga memiliki pola pikir yang sangat rohani. Saya benar-benar merekomendasikan studi yang sangat berharga ini. D.M. LLOYD - JONES
PRAKATA Sebelum Anda memulai… Kadangkala saya memperhatikan suatu pelayanan kesembuhan di televisi sambil saya dilatih, dipakaikan baju dan diangkat ke kursi roda saya. Sungguh sangat paradoks menjadi orang yang berbaring di tempat tidur, lumpuh dan tidak mampu mengurus diri saya sendiri, mendengarkan pesan yang berapi-api dan memperhatikan orangorang berjalan pincang ke panggung dengan menggunakan tongkat penopang dan kemudian berjalan pergi tanpa menggunakan tongkat tersebut. Sang pembicara seringkali mengatakan, “Yesus tidak ingin Anda sakit dan lumpuh. Ia ingin bertindak terhadap Anda seperti apa yang telah Ia lakukan kepada mereka yang Anda lihat hari ini. Anda pun bisa mengalami kuasa kesembuhanNya. Sandarkan imanmu pada janji-janjiNya.” Selama saya menonton, saya seringkali berpikir tentang orangorang lain yang sakit dan lumpuh di seluruh dunia yang sedang menyaksikan tayangan yang sama. Apa yang mereka pikirkan? Apakah mereka bertanya pada diri mereka sendiri pertanyaan yang sama yang saya tanyakan beberapa tahun lalu? Pertanyaan seperti “Apakah Allah masih menyembuhkan orang-orang secara ajaib hari ini? Jika demikian, apakah Ia ingin menyembuhkan semua atau hanya beberapa?” Dan apa yang akan saya pikir jika doa-doa saya untuk kesembuhan tidak dikabulkan, tidak seperti doa-doa mereka yang saya lihat di televisi? Salah satu tonggak bersejarah bagi saya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti di atas adalah melalui buku yang Anda pegang di tangan Anda, Kesembuhan yang Ajaib oleh Henry W. Frost. Saya berharap semua orang yang ingin tahu tentang kesembuhan dapat membacanya. Ini bukanlah sebuah buku yang baru. Bahkan, bahasanya pun sangat ketinggalan zaman. Namun saya ragu apakah
10
Kesembuhan yang Ajaib
Anda akan menemukan perlakuan yang masuk akal dan seimbang tentang persoalan kesembuhan ilahi di tempat lain. Frost menulis sebagai seorang saksi mata. Ia menguji situasisituasi dimana Allah memang menyembuhkan dan kemudian bertanya, sekarang apa yang dimiliki atau dilakukan oleh orang-orang ini secara umum? Apa kunci-kunci yang dapat kita temukan jika kita berharap untuk disembuhkan juga? Kesimpulan-kesimpulan Frost bukan hanya menolong dan menarik, tetapi juga mengkonfirmasikan pengajaran Alkitab yang ia perlihatkan. Pedang firman Tuhan yang bermata dua dan pengalaman pribadi ini memangkas semak belukar kesalahan dan salah paham untuk menghadirkan salah satu diskusi yang paling jelas mengenai kesembuhan yang ajaib yang pernah saya ketahui. Saya telah berada di kursi roda ini selama lebih dari 3 dekade dan bersyukur, saya telah menemukan suatu kesembuhan mendalam yang memuaskan: kedamaian yang sangat besar, suatu jiwa yang tenang, iman yang dikuatkan, dan suatu pengharapan yang hidup dan meluap-luap tentang sorga. Meskipun telah 32 tahun lebih mengidap Quadriplegia1, saya masih terkagum-kagum pada kebenarankebenaran yang menghantam saya ketika pertama kali saya membaca buku Henry Frost bertahun-tahun yang lalu, ketika saya pertama kali terluka. Doa saya, kiranya Anda akan menemukan pengertian yang mendalam pada buku istimewa ini yang akan mencerahkan pikiran Anda dan menenangkan hati anda sebagaimana terhadap diri saya – dan saya berharap kiranya Anda pun akan mengenal sang Tabib yang Ajaib dalam suatu cara yang baru dan menyegarkan. JONI EARECKSON TADA MUSIM GUGUR 1999
1
Penyakit pada manusia dimana tangan dan kaki mengalami kelumpuhan
KATA PENGANTAR Perlu diperhatikan bahwa judul yang telah saya pilih untuk buku ini adalah “Kesembuhan yang Ajaib” bukannya frase yang biasa yaitu “Kesembuhan Ilahi.” Perubahan frase ini memang sengaja dibuat. Tema utama dari buku ini adalah Allah menyembuhkan tanpa adanya alat, di mana inilah yang diindikasikan dari kata-kata “Kesembuhan yang Ajaib.” Tetapi bukan kesembuhan seperti itu yang dimaksud dalam kata-kata “Kesembuhan Ilahi,” sebab sebagaimana yang dipahami, frase “Kesembuhan Ilahi” berarti Allah menyembuhkan dengan atau tanpa alat. Hal ini benar karena faktanya kesembuhan segala penyakit sesungguhnya bersifat ilahi. Seorang tabib/dokter tidak menyembuhkan, bukan pula karena obat, atau diet ilmiah, atau sebuah lingkungan yang baik, atau hal lain yang dapat disebutkan sebagai penyembuh. Semua ciptaan atau ciptaan ulang adalah dari Tuhan; dan oleh karena itu, dalam segala jenis kesembuhan, Dialah satu-satunya yang menyembuhkan, apakah Ia bertindak secara langsung melalui hukum-hukum yang tidak dikenal atau secara tidak langsung melalui hukum-hukum yang dikenal. Oleh karena itu, di dalam buku ini, dimana kata-kata “Kesembuhan Ilahi” muncul, ini berarti menunjuk pada semua bentuk kesembuhan. Namun di mana kata-kata “Kesembuhan yang Ajaib” muncul, ini berarti menunjuk hanya pada kesembuhan tanpa adanya alat. Lebih jauh lagi, untuk diperhatikan bahwa saya sedikit banyak telah mengkritik bagian-bagian tulisan dari Dr. A.J.Gordon dan Dr. A. B. Simpson mengenai pokok persoalan kesembuhan yang ajaib. Saya terpaksa melakukan hal ini. Kedua anak Tuhan ini telah mengajarkan banyak kebenaran mengenai kesembuhan yang tanpa alat; dan selain itu, pelayanan mereka sebagai penulis, pengkotbah, pengajar dan pemimpin misi telah menghasilkan berkat yang berbuah unik dan meluas. Oleh karena itu, untuk diingat, bahwa kritik-kritik
12
Kesembuhan yang Ajaib
saya tidak mengindikasikan saya tidak menghargai kedua saudara terkasih ini. Saya sangat memuji ingatan mereka dan berharap orang lain melakukan hal yang sama.
1 SEBUAH KESAKSIAN PEMBUKAAN Saya tidak tahu kapan tepatnya dalam kehidupan saya menjadi seorang Kristen. Sepanjang yang bisa saya ingat kembali, Saya memiliki ingatan tentang menjadi percaya dalam Kristus dan memperhitungkan keinginan untuk menjadi muridNya yang sejati. Bagaimana pun juga, saya mudah mengingat saat dimana saya memasuki pengalaman kepastian iman. Saat itu adalah setelah saya lulus dari perguruan tinggi Princeton, ketika saya tinggal di Attica, di sebelah barat New York, dan terlibat dalam bisnis. Di sana, satu hari yang patut diingat, saya dipimpin untuk menerima kesaksian firman Tuhan dalam diri saya berkaitan dengan karya penebusan Kristus; dan kemudian mempelajari rahasia untuk memperbaiki iman saya, bukan berdasar pada bukti-bukti pribadi, melainkan pada bukti dari kebenaran yang dinyatakan dan dibangun, yaitu bahwa saya memasuki suatu peristirahatan yang tidak akan pernah dirusak, Puji Tuhan! Bersamaan dengan pengalaman anugerah dan kasih Allah itu, bangkit dalam hati saya suatu kerinduan yang baru untuk mengenal dan memahami Kitab Suci. Ini adalah suatu kesimpulan yang alamiah sekaligus logis, yaitu bahwa Sang Firman yang telah memberkati saya dalam satu aspek dari kehidupan kerohanian saya, secara seimbang juga akan memberkati saya dalam aspek yang lain dari hal itu. Karena itu, saya mulai membaca dan mempelajari Alkitab dengan satu keinginan baru yang besar. Tetapi saya segera sadar bahwa saya membutuhkan pertolongan, dalam rangka memahami bagaimana mempelajari Alkitab. Oleh karena itu, musim panas selanjutnya,
14
Kesembuhan yang Ajaib
saya diarahkan untuk menghadiri Konferensi Orang-orang Percaya yang diadakan di Danau Niagara, Ontario, dekat air terjun Niagara. Konferensi ini sungguh sangat menolong saya. Pada saat yang sama, konferensi ini menyingkapkan ketidaktahuan saya dan sampai batas tertentu yang bukan melemahkan. Terbukti, saya membutuhkan bukan hanya pertolongan selanjutnya, tetapi juga pertolongan yang lebih pribadi. Oleh karena itu, pada musim dingin berikutnya, saya meminta sekretaris dari konferensi tersebut, Dr. William J. Erdman, untuk berkunjung ke Attica dalam rangka memberikan beberapa pemahaman Alkitab di sana, dan untuk menjadi pengajar saya sementara beliau tinggal di rumah kami. Dr. Erdman menerima undangan tersebut dan menjadi tamu kami. Hubungan yang terjalin kemudian menjadi persahabatan yang kudus, yang berlangsung hingga kematiannya dan menjadi berkat rohani yang meningkat bagi saya. Dr. Erdman, dalam mengajar saya, beliau memakai cara yang menurut saya aneh. Ia memulai eksposisi firman Tuhannya, bukan dari Perjanjian Baru, melainkan dari Perjanjian Lama. Dan ia memilih eksposisi mimpi Nebukadnezar – sebagaimana yang dicatat dalam pasal kedua dari kitab Daniel – sebagai pokok pengajaran. Pokok pengajaran itu tentu saja menarik, namun pada awalnya tidak terlihat praktis bagi saya. Namun demikian, guru saya terbukti lebih bijaksana dari kebanyakan instruktur pada umumnya, karena harus saya akui bahwa eksposisi tersebut memimpin saya pada perubahan seluruh hidup saya saat itu. Sebelum Doktor itu menyelesaikan penjelasan-penjelasannya, saya diajak untuk melihat bahwa tujuan agung pada masa sekarang yang telah Allah siapkan bagi diri-Nya sendiri dan gereja adalah kedatangan Kristus. Dan bahwa pada kedatangan itulah, harapan dari gereja dan dunia dibalut. Sebagaimana yang saya percaya, persepsi ini telah memberi lebih dari sekedar kunci penafsiran yang benar terhadap Alkitab. Persepsi ini memimpin saya untuk memahami keberhargaan relatif dari bermacam hal, seperti antara yang duniawi dan sorgawi, yang sementara dan kekal. Dan yang terjadi kemudian adalah, di antara pengaruh-pengaruh yang bervariasi, Allah segera mendesak saya untuk mendedikasikan hidup saya untuk misi luar negeri. Hal ini saya lakukan untuk satu alasan,
Sebuah Kesaksian Pembukaan
15
yaitu bahwa saya dapat melakukan semua yang dipercayakan kepada saya untuk mempercepat pencapaian peristiwa-peristiwa providensial tersebut, penggenapan yang memungkinkan kedatangan sang Raja dan Kerajaan-Nya. Pengalaman yang saya alami bersama Dr.Erdman mengarahkan saya menuju studi yang teliti terhadap firman Tuhan yang bersifat nubuatan. Dan pada waktu selanjutnya, saya mendapati bahwa bagian firman Tuhan ini adalah yang paling menarik dan menolong dalam berbagai topiknya yang bervariasi. Namun demikian, waktunya akhirnya akan tiba ketika saya mendapati bahwa studi mengenai nubuat-an telah menjadi semacam perangkap bagi saya. Saya telah mencapai satu titik dimana ketertarikan saya berpusat pada Saya telah mencapai satu titik apa yang saya sebut sebagai dimana ketertarikan saya berpusat keingintahuan terhadap Firpada apa yang saya sebut sebagai man Tuhan, dan saya semakin penasaran untuk mempelakeingintahuan terhadap firman jari tentang hal-hal yang baru Tuhan, dan saya semakin penasaran daripada menerapkan bagianuntuk mempelajari tentang hal-hal bagian yang lama. Walau hanya untuk sementara, penemuan yang baru daripada menerapkan ini menghasilkan suatu reaksi bagian-bagian yang lama. dari studi mengenai nubuatan. Kini saya menyadari, peristiwa apapun yang akan terjadi di masa yang akan datang dan seberapa pentingnya hal-hal tersebut, ada hal-hal di masa sekarang yang harus dihadapi, dengan segala kesempatan dan kewajiban yang mendesak. Oleh karena itu, telah menjadi kerinduan saya untuk memahami apa yang Allah orang Kristen inginkan saya menjadi, jenis pelayanan apa yang Ia inginkan untuk saya lakukan, dan hak-hak istimewa apa di dalam Kristus yang telah Ia siapkan bagi saya. Pertimbangan-pertimbangan semacam itu yang kemudian memimpin saya pada pemahaman baru terhadap Perjanjian Lama dan Baru, namun sekarang, dengan satu pandangan yang lebih luas dan penerapan yang lebih pribadi. Sebagai hasil dari pengalaman ini, saya mulai mempelajari
16
Kesembuhan yang Ajaib
keagungan doktrin-doktrin iman Kristen yang mendasar. Dan kemudian saya mulai merenungkan tema-tema seperti doa, penyembahan, pengabdian diri, pengudusan, dan lain-lain. Dengan cara demikianlah saya akhirnya menyelidiki Firman Tuhan dengan teliti, yang kemudian menjadi satu studi yang panjang berkaitan dengan pokok persoalan mengenai kesembuhan yang ajaib. Topik ini seakan menjadi suatu pertanggungjawaban bagi saya, karena pengalaman hidup dari saya pribadi dan keluarga menuntut hal tersebut. Selain itu, beberapa teman dekat juga sungguh-sungguh mendesak saya untuk melakukan studi terebut. Yang terjadi kemudian, di waktu yang berbeda, saya membaca dan membaca ulang firman Tuhan dengan satu pokok persoalan ini di dalam pikiran saya. Saya menandai setiap bagian Alkitab saya yang berkaitan dengan tema itu. Selama saya menulis, di hadapan saya terdapat suatu analisa pemahaman Alkitab yang merupakan hasil dari bahan pengajaran ini. Dan di dalamnya terdapat bagian-bagian penting yang telah ditandai dalam Perjanjian Baru yang mengacu pada penyembuhan terhadap tubuh yang dilakukan oleh Allah. Dan tidak berlebihan jika saya menambahkan bahwa saya tidak pernah berhenti bersyukur kepada Allah bahwa saya dipimpin untuk memahami kesaksian firman Tuhan ini. Apa yang studi nubuatan lakukan pada saya di satu arah, doktrin ini melakukan pada hal yang lain. Di antaranya, doktrin ini membawa Allah dekat dengan saya dan saya dengan Allah. Dan di atas semuanya itu, doktrin ini membuat saya terkagum terhadap kebenaran bahwa Kristus di sorga memiliki segala kuasa atas dunia, dan minat-Nya terhadap anggota Tubuh-Nya sekarang sama dekatnya dan penuh ..... jika Yesus di dunia dan kasih-Nya seperti ketika Ia besaya membutuhkan-Nya untuk rada di bumi di antara manusia. Mengenai hasil umum dari studi kesembuhan, saya harus pergi kepada-Nya untuk kepentingan ini saya, hasilnya sederhana dan menjadi berkat. Kemudian saya sebagaimana orang lain bertanya: jika Yesus di dunia dan juga datang kepada-Nya. saya membutuhkan-Nya untuk kesembuhan, saya harus pergi