@faktakrw
HU Fakta Karawang
Asikin Lapor Bupati
JUMAT, 8 FEBRUARI 2013
Terbit 12 Halaman
Sekretaris Inspektorat:
Tak Ada Tambahan Gaji
KARAWANG – Kerja lembur di Inspektorat Karawang, ternyata tidak membuahkan hasil memuaskan. Para pegawai di OPD tersebut mengaku, dirinya tidak mendapatkan imbalan lebih dari hasil kerja lemburnya selama bertugas di Inspektorat. Adapun mobil yang dimiliki, itu murni dari penghasilannya sebelum bertugas di OPD tersebut. “Saya punya mobil, itu sudah dari dulu, sebelum bertugas di Inspektorat. Selama di sini, tak ada tambahan penghasilan dari kerja lembur,” ujar Sekretaris Inspektorat Karawang, Herman, S, kepada Fakta Karawang, kemarin, di ruang kerjanya. Dikatakan dia, gaji yang diterima selama di Inspektorat
Karawang, sama saja menggunakan gaji normal PNS berdasarkan golongan dan eselon. “Tidak ada penambahan gaji dari kerja lembur kok,” lanjutnya. Hal senada juga diungkapkan staf Inspektorat lainnya, Edi. Dia mengaku, sudah bekerja di Inspektorat selama 18 tahun. Selama itu, gajinya biasa saja. Dalam artian, kata dia, tidak ada keistimewaan dari OPD lainnya. “Kalau membahas masalah tunjangan kesehteraan, itu memang ada. Tapi kalau mayoritas pegawai di sini kebanyakan punya mobil pribadi itu dimiliki sejak mereka belum masuk ke sini, “ kata Edi. Sebelumnya, Kepala Plt Inspektorat Karawang, Tedy
Soal Adanya Kabar Penjualan Tiang Pancang Bekas Proyek Galuh Mas
Herman, S
Rusfendi Sutisna mengatakan, banyaknya pekerjaan yang mengakibatkan para pegawainya harus selalu lembur hingga larut malam, Ke Halaman 11
KARAWANG - Merebaknya dugaan kasus penjualan tiang pancang bekas proyek pembangunan Jembatan Galuh Mas kepada pemborong proyek pembangunan Jembatan Telukjambe, membuat orang nomor satu di Dinas Bina Marga dan Pengairan
(DBMP) Karawang menjadi gusar. Kemarin, Kamis (7/2)
Kadis DBMP Karawang, Asikin langsung membuat laporan kepada Bupati Karawang, Ade Swara, terkait perihal kasus pengadaan tiang pancang proyek Jembatan Galuh Mas dan Jembatan Telukjambe. “Tidak ada satu pun tiang pancang yang dijual oleh pegawai Bina Marga ke-
pada pihak rekanan. Apalagi kepada rekanan pemegang proyek Jembatan Telukjambe. Sekarang kami akan memberikan laporan mengenai data pengadaan tiang pancang untuk proyek Jembatan Galuh Mas dan sisan-
Stiker Aher-Demiz Nempel di Ruang Pimpinan Dewan KARAWANG – Entah gak tahu atau pura-pura tak tahu, yang jelas, pelanggaran berkenaan dengan pemasangan atribut atau alat peraga kampanye, masih ditemukan. Salah satunya, alat peraga kampanye pasangan incumbent, AherDemiz, yang terpasang di Gedung DPRD Karawang. Kemarin, Kamis (7/1), Fakta Karawang menemukan pemandangan menggelitik di Gedung DPRD Karawang. Di
masa kampanye Pilgub Jabar, beberapa stiker bergambar pasangan Aher-Demiz menempel di sejumlah ruangan gedung wakil rakyat itu. Salah satu stiker berukuran kurang lebih 10 cm x 20 cm, ada yang menempel pada salah satu pintu ruangan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang. Belum diketahui sejak kapan stiker pasangan nomor 4 itu nongkrong di Gedung DPRD.
Ke Halaman 11
Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Karawang, Asep Saefuddin Muskin, ketika dihubungi mengatakan, terkait keberadaan stiker Aher-Demiz di Gedung DPRD, dalam Peraturan KPU nomor 14 tahun 2010, tepatnya pada pasal 22, alat peraga kampanye tidak boleh ditempatkan pada gedung pemerintah. Ke Halaman 11
NEMPEL : Stiker pasangan Aher-Demiz, tampak menempel di kaca salah satu ketua DPRD Karawang.
foto : hasan basri
PROYEK: Inilah proyek pembangunan Jembatan Telukjambe yang hingga kini masih berlangsung pengerjaannya. foto: zaelani
Murid Belajar di Halaman Rumah Warga
Beben Tak Jualan Dua Hari
Beben
KARAWANG – Gara-gara berurusan dengan polisi, Beben, warga Kelurahan Karawang Wetan Kecamatan Karawang Timur, tidak buka usahanya selama dua hari. Sehari-hari, Beben menyandarkan nafkah keluarganya pada jualan rokok dan makanan di kios yang terletak di Kompleks Islamic Centre Karawang. Beben terjerat masalah, dia dituduh dan dilaporkan Rohadi telah menggelapkan motornya. Padahal, menurut beberapa rekannya, Beben hanya menolong Niko (te-
man Rohadi), yang datang kepadanya meminta tolong berupa uang dengan jaminan motor. Karena merasa kasihan, Beben kemudian menyhanggupi untuk memberikan pinjaman uang sebesar Rp 3,5 juta dengan jaminan sepeda motor yang dibawa Niko. “Saya awalnya mengira kalau motor itu kepunyaan Niko. Saya percaya pada Niko lantaran dia seorang satpam,” ujar Beben, kepada Fakta Karawang, kefoto : dendy
Ke Halaman 11
SABAR : Para murid SD Citarik II harus sabar belajar di halaman rumah warga.
Toko Columbia Dibobol Maling
foto : ega
BOBOL : Toko Columbia di Jalan Tuparev tampak dari depan.
KARAWANG- Toko Columbia di Jalan Tuparev Karawang dibobol maling Rabu (06/02) dini hari. Pelaku mengacak acak bagian dalam toko dan membawa kabur puluhan barang elektronik berbagai jenis. Pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang beraksi setelah toko tutup pada malam sebelumnya. Suvervisor Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bekasi Show room Columbia Karawang Maman Suharman menjelaskan, Pencurian tersebut kali pertama diketahui oleh seorang pedagang warung kopi yang berjualan tepat di depan toko Columbia. Saat itu, Rabu sekitar pukul 08.00 WIB , seperti biasa ia dan pekerja lain hendak membuka toko. Namun ia
Redaksi dan Iklan : Jl. Ir. H. Juanda No. 62 Karawang | Telp. 0267 8490864 | Fax : 0267 8490867
Ke Halaman 11
TIRTAMULYA - Ironis menjelang UTS (Ujian Tengah Semester) para murid SD Citarik II Kecamatan Tirta Mulya masih belajar di halaman rumah warga. Imbasnya, proses belajar mengajar tidak efektif, karena pihak pemborong ingkar janji dari komitmen waktu renovasi SD Citarik II. "Ini tidak efektif, apalagi kondisi belajarnya dipinggiran jalan. Akibatnya, para siswa jadi tidak konsen. Padahal sudah mau menghadapi ujian tengah semester, belum lagi ujian nasional untuk kelas VI," kata Rohman Spdi (24) Staf Guru SD Citarik II.
Segendang sepenarian diutarakan Staf Guru SD Citarik II lainnya, Yana Mulyanudin, Spdi. Ia juga meminta pihak rekanan segera dapat merampungkan renovasi SD Citarik II agar proses belajar siswa bisa dilangsungkan seperti biasanya. “Saya prihatin atas kondisi belajar disini, di SD Citarik II, sebab hal tersebut berpengaruh besar terhadap persiapan siswa-siswi yang akan menghadapi ujian tengah semester dan ujian nasional,” katanya. Di sisi lain, Ilham (55) warga Ke Halaman 11
Intan Suci Rahayu
Bekerja Harus Ikhlas PEKERJAAN itu harus diimplementasikan dengan ikhlas dan fokus. Seperti Intan Suci Rahayu seorang gadis yang selalu rilex dan konsisten dalam setiap pekerjaan. Dirinya mengaku tidak pernah merasa terbebani dengan pekerjaan sebanyak apapun. Ia punya prinsip menjadikan pekerjaan itu sebagai teman. “Kalau saku sih lurus saja, tidak memikirkan apa-apa lagi saat kerja, yang aku pikirkan cuma satu, segera menyelesaikan tugas,” kata Intan Mahasiswa STAI Khez Muttaqien yang juga bekerja sebagai Staf Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu
Purwakarta. Intan mengaku senang dengan pekerjaannya saat ini. Karena lebih banyak komunikasi dengan masyarakat. “Saya gunakan pekerjaan ini sebagai pembelajaran agar membiasakan diri dekat dengan orang banyak,” imbuhnya. Gadis yang baru berumur 17 tahun ini mempunyai hobi berorganisasi. Maka wajar dia bisa menjadi staf panwaskab di Purwakarta. Karena ruang lingkup panwas sewajarnya harus bisa mengorganisir setiap sesuatu. “Saya bersyukur bisa kerja di sini. Karena di
Intan
Ke Halaman 11
website : http://www.faktakarawang.com