4 minute read

SDG9 Infrastruktur & Inovasi

sdg 9 Bangun infrastruktur yang tangguh, dorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, serta pupuk inovasi

• Kembangkan infrastruktur yang berkualitas, andal, berkelanjutan, dan tangguh untuk mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan manusia, dengan fokus pada akses yang terjangkau dan setara untuk semua. • Dorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan secara signifikan meningkatkan pangsa industri dalam pekerjaan dan produk domestik bruto. • Tingkatkan akses industri kecil dan perusahaan lain ke layanan keuangan, termasuk kredit yang terjangkau, dan integrasinya ke dalam rantai nilai dan pasar.

Advertisement

Dr. James Read

Analis Kebijakan Senior di ISJC; Ketua Dewan Masalah Moral dan Sosial Internasional

Tujuan ke-sembilan menggunakan beberapa kata hebat: infrastruktur, industralisasi dan inovasi. Di balik kata-kata hebat itu terdapat gagasan besar dan ambisi besar.

Meskipun saya tidak menemukan kata-kata hebat ini dalam Alkitab, gagasan dibaliknya pasti ada. Umat Kristiani diundang untuk berdoa memohon hikmat dan keberanian sehingga gagasan yang ambisius itu bukan hanya gagasan umat manusia, tetapi gagasan yang mendorong visi Tuhan tentang keadilan sosial.

Bukan misteri mengapa negaranegara di dunia menjadikan industrialisasi sebagai tujuan. Industrialisasi telah menciptakan kemakmuran materi yang tak tertandingi yang sekarang dialami oleh orang-orang di dunia yang ‘lebih maju’. Dan sampai negara-negara ‘kurang berkembang’ mengalami pertumbuhan dalam industrialisasi ekonomi mereka, mereka akan semakin tertinggal.

Sebaliknya, industrialisasi menyebabkan perubahan besarbesaran dalam pekerjaan. Misalnya, industri pertanian menggunakan mesin untuk menanam, mengairi, memanen dan dalam prosesnya memaksa buruh tani kehilangan pekerjaan. Apa yang harus mereka pekerjaan? Dan di mana melakukannya? ‘Darkest England’ tempat di mana William Booth melayani mengalami kemelut sebab banyak orang yang pindah dari desa ke kota untuk mencari pekerjaan. Dan terlalu sering pekerjaan yang mereka temukan tidak memberikan nutrisi baik tubuh maupun jiwa mereka. Para pemimpin pabrik industri menjadi sangat kaya – para pekerja melarat. Ketika William Blake menulis tentang ‘pabrik setan gelap’ Inggris, dia menulis tentang dampak industrialisasi. Apa yang terjadi di abad ke-19 Blake dan Booth dapat terjadi pada abad ke-21 kita. Kita perlu berdoa dan bekerja dengan cerdas untuk memastikan itu tidak terjadi.

Infrastruktur mengacu pada jalan, jembatan, jalur, kereta api, dan bandara yang memungkinkan pergerakan orang dan barang. Ini mengacu pada pasokan air dan listrik serta pembuangan limbah yang aman yang membuat suatu negara layak huni. Sekarang ini juga mengacu pada ‘superhighway informasi’ (internet) dan sistem telekomunikasi.

Saya pernah mendengar cerita inspiratif yang mengaitkan inovasi dengan infrastruktur. Pada tahun 2001, kelaparan membuat keluarga William Kamkwamba yang berasal dari Malawi hanya makan satu kali sehari. Tanpa uang untuk bersekolah, William menemukan buku tentang sains. Ilustrasi tentang kincir angin membuatnya penasaran. Buku itu mengatakan bahwa kincir angin bisa menghasilkan listrik dan memompa air. Dengan ketabahan dan kecerdikan, William mengumpulkan bahan-bahan dari tempat barang rongsokan – kipas traktor yang dibuang, rangka sepeda tua, peredam kejut, pipa plastik yang meleleh, dan dinamo bekas. Akhirnya, keluarganya memperpanjang hari-hari dengan empat lampu kecil yang ditenagai oleh generator kincir angin yang telah dibuatnya. Kemudian ia membangun kincir angin kedua yang menarik air dari sumur kecil di dekat rumahnya untuk mengairi pertanian keluarganya. Hasilnya, mereka mulai memanen dua kali panen jagung dalam setahun.1

Kondisi material kehidupan manusia berdampak pada kondisi spiritual; dan kesehatan spiritual seseorang mempengaruhi infrastrukturnya. Interaksi itu tidak sederhana atau selalu sama, tapi nyata. Tuhan telah membuat manusia menjadi jiwa yang berwujud dan tubuh yang terlindungi. Saat kita mendoakan SDG 9, dan tentang infrastruktur yang tangguh, industrialisasi dan inovasi, kita perlu berdoa agar para pemimpin ekonomi dan politik dunia menyadari keterkaitan itu.

Apa yang Alkitab ajarkan?

• Alkitab tidak berbicara tentang internet atau listrik yang dihasilkan angin, tetapi sebenarnya berbicara tentang konsep infrastruktur. Salah satu hal yang membuat gambaran tentang Yerusalem Baru menyenangkan bagi kita adalah karena dibangun dengan kokoh, dialiri dengan baik dan terang benderang; jalan-jalan dari utara, selatan, timur dan barat mengarah ke sana, dan orang-orang dari mana-mana dapat melewatinya tanpa rasa takut. Tidak ada gambaran yang lebih baik tentang ‘infrastruktur tangguh’ selain ini.

• Alkitab juga menunjukkan kepada kita infrastruktur yang digunakan untuk tujuan yang tidak adil. Efesus 2 menggambarkan bagaimana Kristus datang untuk merobohkan dan menghancurkan tembok permusuhan yang telah didirikan untuk tujuan memisahkan orang-orang. Hal ini mengingatkan kita akan infrastruktur yang tangguh – seperti tirai besi, tirai bambu, dan perbatasan berkawat silet – belum tentu baik atau adil atau sesuai dengan visi Tuhan.

• Ketika rasul Paulus menggambarkan Yesus Kristus sebagai ‘batu penjuru’, dia menggunakan bahan infrastruktur sebagai analog untuk infrastruktur rohani. Tetapi ketika Nabi Nehemia menggambarkan pembangunan kembali

Yerusalem, yang digunakan adalah bahasa infrastruktur secara langsung. Ini adalah kisah informatif tentang memperbaiki tembok dan bangunan serta mengamankan titik-titik penyeberangan perbatasan setelah jatuhnya

Yerusalem ke tangan Babilonia. Satu hal yang membuatnya informatif adalah berbagai cara yang mengingatkan kita bahwa menjadi ‘Pemulih Jalanan’ (Yesaya 58:12) adalah penting secara materi dan rohani. Keduanya saling berkaitan.

APA yang seharusnya KITA DOAKAN?

• Mengucap syukur kepada Tuhan, Sang Pencipta, Pemelihara dan Pemerintah segala sesuatu. ‘Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah’ (Ibrani 3:4).

• Bagi semua orang yang terlibat dalam pekerjaan membangun kembali apa yang telah dihancurkan oleh perang dan permusuhan, dengan demikian mempersulit orang untuk mengalami hal-hal baik dalam hidup.

• Untuk keteguhan hati para pemimpin nasional yang telah berjanji untuk mengupayakan SDG 9.

Apa yang dapat kita lakukan?

• Berperan aktif dalam perencanaan lokal. Caritahu tentang perkembangan baru dan proyek terdekat dan renungkan dampaknya. Hauskah anda mendukung mereka? Bisakah anda menawarkan saran untuk memperbaiki rencana tersebut?

Anda mungkin menemukan beberapa tumpang tindih yang bermanfaat dengan SDG 11.

• Dorong pengembangan dan penelitian ilmiah. Ikuti terus berita terbaru dan diskusikan masalah dengan orang di sekitar anda ‐ percakapan seperti ini dapat menginspirasi orang lain. Pilih teknologi baru dan berkelanjutan yang dapat menghasilkan peningkatan luas di banyak area yang terdapat dalam Go and Do Something.

• Bala Keselamatan berpengalaman di sejumlah negara dalam menawarkan kursus pelatihan dalam mengelola hutang pribadi dan program untuk membantu orang kembali bekerja. Bisakah anda membantu atau menetapkan salah satunya di komunitas anda?

This article is from: