
5 minute read
SDG14 Lindungi Lautan
Lestarikan & gunakan sumber daya samudra, lautan, & segara secara berkelanjutan
• Cegah dan secara signfikan kurangi segala jenis pencemaran laut, khususnya dari kegiatan di darat, termasuk sampah laut dan pencemaran nutrisi. • Kelola dan lindungi ekosistem laut dan pesisir secara berkelanjutan untuk menghindari dampak merugikan yang signifikan dan ambil tindakan restorasi untuk mencapai lautan yang sehat dan produktif. • Secara efektif atur panen dan akhiri penangkapan ikan secara berlebihan, ilegal, penangkapan ikan yang tidak dilaporkan dan tidak diatur serta praktik penangkapan ikan yang merusak dan terapkan rencana pengelolaan berbasis ilmu pengetahuan. • Tingkatkan konservasi dan pemanfaatan laut secara berkelanjutan dan sumber dayanya.
Advertisement
Komisioner Janine Donaldson
Sekarang tinggal di Inggris, melayani sebagai Sekretaris Zona Pelayanan Wanita Pasifik Selatan & Asia Timur
Ko ngā pae tawhiti whāia kia tata, ko ngā pae tata, whakamaua kia tina ‐ potensi hari esok bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini.
Pepatah Māori ini mencerminkan kebenaran yang luar biasa bagi saya ‐ hidup di Selandia Baru, yakni dua pulau kecil di tengah samudra yang luas. Lautan adalah bagian dari diri saya.
Setiap pagi saat berkendara ke tempat kerja, laut selalu ada dalam pandangan saya dan selalu mengingatkan saya akan bagian koor dari lagu yang tidak pernah gagal membuat saya tersenyum:
Joy to the world
All the boys and girls
Joy to the fishes in the deep blue sea
Joy to you and me Banyak penduduk Selandia Baru seperti saya menghargai perariran dan samudra pesisir kami. Orang Māori memiliki kedekatan khusus dengan lautan dan ini diakui dalam Perjanjian Waitangi. Banyak industri negara bergantung pada sumber daya hayati dan ekosistem yang sehat, termasuk industri perikanan komersial senilai $1.2 miliar setahun.
Tidak masalah apakah anda tinggal di dekat laut atau tidak, atau menikmati apa yang dihasilkan laut atau tidak; kita semua perlu laut yang sehat.
‘Lautan adalah titik di mana planet, manusia, dan kemakmuran bersatu. Dan itulah yang dimaksud dengan pembangunan berkelanjutan. Ini tentang kita semua sebagai pemegang saham Bumi, berbadan hukum, mengakui dan bertindak dalam tanggung jawab kita terhadap planet ini, kepada manusia, dan aliran darahnya, yakni lautan.’1
Sebanyak 3,1 miliar penduduk dunia hidup dalam radius 100 kilometer dari samudra atau laut. Apakah negara anda terkurung daratan atau memiliki garis pantai, kita semua terhubung dengan lautan dan samudra melalui danau, sungai, dan bengawan.
Kita merayakan beberapa perubahan besar yang dibuat melalui pelayaran ‘hiijau’, penangkapan ikan yang berkelanjutan, lapangan kerja dan pemberdayaan (terutama perempuan di komunitas terpencil dan kecil yang telah mampu memanfaatkan pekerjaan mereka di bidang kelautan dan akuakultur untuk memperkuat status ekonomi negara mereka).
Kita juga sangat sadari bahwa mereka yang bermukim di kawasan pesisir sedang mengalami perubahan iklim dengan berbagai ekstrim. Diperkirakan pada tahun 2050, 50 hingga 200 juta orang di seluruh dunia akan mengungsi akibat efek perubahan iklim di lautan kita yang luas.
Menurut Komite AS untuk Keanekaragaman Hayati dalam Sistem Kelautan, ancaman paling serius terhadap keanekaragaman hayati laut adalah: operasi penangkapan ikan; polusi kimia dan eutrofikasi; perubahan invasi habitat fisik spesies eksotik; dan perubahan iklim global.
Di Selandia Baru secara khusus banyak dari aktivitas kami berdampak pada keanekaragaman hayati laut kami, termasuk: • penangkapan ikan ‐ pengunaan lahan untuk rekreasi dan komersial ‐ melalui sedimen dan polusi • binatang peliharaan eksotik ‐ yang didatangkan oleh ballast water [air pemberat kapal mengandung sedimen yang tersimpan di tangki & ruang kargo kapal untuk tingkatkan stabilitas & kemampuan manuver selama transit yang berdampak negatif pada lingkungan laut] dan lambung kapal yang kotor • perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia ‐ mempengaruhi suhu dan level lautan kita harus memperhatikan untuk menjaga laut. Laut adalah bagian dari hidup kita, baik untuk rekreasi maupun sebagai sumber makanan & pendapatan.
Mari tiap kita bawa kebahagiaan kembali pada ikan-ikan di laut biru yang dalam dan menikmati keagungan & keindahan laut di sekitar kita yang Tuhan percayakan untuk kita pelihara.
Apa yang Alkitab ajarkan?
• Kejadian 1 berkata: ‘Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dan di atasnya. ... Lalu Allah menamai cakrawala itu “langit.” Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Berfirmanlah
Allah, “Hendaklah segala air yang berada di bawa langit berkumpul pada satu tempat, kelihatan yang kering!” ... Lalu Allah menamai yang kering itu “darat,” dan kumpulan air itu dinamai-Nya “laut” . Allah melihat bahwa semuanya itu baik’.
• Mazmur 33:6 berkata: ‘Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya. Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, Ia menaruh samudera raya ke dalam wadah.’
APA yang seharusnya KITA DOAKAN?
• Untuk keanekaragaman menakjubkan dunia yang diciptakan Tuhan. Dari hamparan gurun yang kering dan luas hingga hutan hujan dan sungai yang indah serta semua yang ada di antaranya, banyak hal yang patut kita kagumi.
• Untuk kepedulian penuh setiap waktu akan dampak yang kita buat terhadap lautan dan satwa liar. Semoga kita berusaha untuk memilih yang lebih baik, pilihan yang lebih berkelanjutan bahkan meskipun itu membutuhkan lebih banyak usaha atau biaya.
• Memberikan kepada mereka tanggung jawab – para pemimpin, pebisnis, masyarakat – pandangan ke depan untuk mempedulikan lingkungan dengan tindakan rencana yang melihat jauh ke masa depan. Semoga mereka mengabaikan langkah-langkah jangka pendek yang menyenangkan orang banyak dan melakukan yang terbaik untuk planet ini.

Apa yang dapat kita lakukan?
• Buat pilihan makanan laut yang aman dan berkelanjutan. Saat berbelanja atau makan di luar, bantu kurangi permintaan spesies yang dieksploitasi secara berlebihan dengan memilih makanan laut yang sehat dan berkelanjutan.
• Kurangi penggunaan produk plastik. Banyak barang plastik berakhir sebagai sampah laut dan berkontribusi pada perusakan habitat, menjerat dan membunuh banyak sekali kehidupan laut setiap tahun. Bawalah botol air yang dapat digunakan kembali, simpan makanan dalam wadah non-sekali pakai, dan gunakan tas anda sendiri yang dapat digunakan kembali saat berbelanja. Daur ulang sebisa mungkin.
• Jaga pantai anda. Baik anda menikmati berenang, berselancar, atau bersantai di pantai, selalu bersihkan sampah anda.
Jelajahi dan hargai laut tanpa mengganggu satwa liar atau mengambil bebatuan dan karang.
• Jangan membeli produk barang yang mengeksploitasi kehidupan laut. Produk tertentu membahayakan terumbu karang dan kehidupan laut kita yang rapuh. Hindari membeli barang seperti perhiasan karang, aksesoris rambut kulit penyu (terbuat dari penyu sisik), dan produk-produk dari hiu.
• Dukung organisasi yang bekerja melindungi laut. Banyak organisasi yang telibat dalam melindungi habitat laut dan margasatwa laut kita. Pertimbangkan untuk mencari organisasi di tempat anda dengan berinvestasi, mendukung atau menyumbangkan waktu anda.