
4 minute read
SDG12 Pemakaian Bertanggungjawab
sdg 1 2 Pastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan
• Wujudkan pengelolaan yang berkelanjutan dan penggunaan sumber daya alam yang efisien. • Kurangi separuh limbah makanan global per kapita di tingkat ritel dan konsumen mengurangi kerugian pangan di sepanjang rantai produksi dan pasokan, termasuk kerugian pasca panen. • Capai pengelolaan bahan kimia dan semua limbah yang ramah lingkungan sepanjang siklus hidup dan secara signifikan mengurangi pembuangan ke udara, air dan tanah guna meminimalkan dampak buruknya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. • Secara substansial kurangi timbunan sampah melalui pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali. • Dorong perusahaan, terutama perusahaan besar dan transnasional, untuk mengadopsi praktik berkelanjutan dan mengintegrasikan informasi berkelanjutan ke dalam siklus pelaporannya. • Galakkan praktik pengadaan publik yang berkelanjutan, sesuai dengan kebijakan dan prioritas nasional.
Advertisement
Sharlene Lucero
Delegasi Gadis Bala Keselamatan ke PBB; sekarang tinggal di New York City, Amerika Serikat
Makanan, energi, dan air diperlukan agar kita dapat bertahan hidup. Dalam rutinitas harian kita, kita terus menggunakan produk berkelanjutan untuk segala hal seperti memasak, mandi, keperluan listrik, dan kesehatan. Sayangnya, kita cenderung menggunakan semuanya secara sembarangan tanpa menyadari konsekuensinya terhadap dunia Tuhan yang indah yang dipercayakan kepada kita.
Saya lahir di kota New York di mana segala sesuatu mulai dari makanan hingga energi dipasok dalam sekejap. Di negara maju, sebagian besar penduduk tidak memahami bahwa ekses jumlah energi, makanan, dan air yang kita gunakan adalah pemborosan dan hal itu berdampak pada orang-orang di negara berkembang yang sangat membutuhkannya. Bahkan ketika menyangkut makanan, kita tidak sadar berapa banyak yang kita miliki sampai kita berada di titik pergumulan hidup ketika kita berusaha keras membayar tagihan kita yang tidak seberapa dan menekan agar makanan bertahan untuk waktu yang lebih lama. Pada satu titik dalam hidup saya, keluarga saya mengalami masa yang sukar ketika ayah saya kehilangan pekerjaan selama 15 tahun. Kami harus pastikan agar energi, makanan, dan air bisa bertahan untuk waktu yang lama. Kami bergumul tetapi kami terus beriman kepada Tuhan bahwa ayah akan mendapatkan pekerjaan secepat mungkin sebab kami bergantung pada ayah dalam segala hal. Kami berharap hidup akan kembali normal. Namun kondisi hidup tidak selalu kembali normal bagi mereka yang hidup di negara berkembang. Setiap sumber daya sangat berharga!
SDG 12 adalah tujuan yang ditetapkan oleh para pemimpin dari 193 negara untuk membuat dunia yang lebih hijau dengan memiliki sumber daya, pekerjaan yang layak bagi semua, dan mempertahankan gaya hidup yang berujung pada pelestarian air, tanah, dan kehidupan yang ‘lebih hijau’ dan lebih aman. Sebagai orang Kristen, ini adalah SDG yang harus kita dukung sepenuhnya. Konsumsi secara tidak bertanggung jawab di pihak kami mengakibatkan kondisi kerja yang tidak adil di pihak mereka yang bekerja untuk memenuhi pemintaan itu serta alam itu sendiri. Kita bertanggung jawab menjaga ciptaan Tuhan dan satu sama lain. Tiga statistik yang soroti masalah global:1 • Setiap tahun, diperkirakan sepertiga dari semua makanan yang diproduksi – setara dengan 1,3 miliar ton seharga $1 triliun –berakhir membusuk di tempat sampah konsumen dan pengecer, atau rusak akibat praktik transportasi dan panen yang buruk. • Umat manusia mencemari air lebih cepat daripada yang dapat didaur ulang dan dimurnikan oleh alam di sungai dan danau. • Rumah tangga mengonsumsi 29% energi global dan dampaknya berkontribusi pada 21% emisi CO2.
Di dalam Alkitab kita belajar bahwa sejak awal Tuhan menciptakan dunia dan menjadi tanggung jawab kita untuk memelihara apa yang Tuhan telah ciptakan. Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab berperan penting dalam proses ini. Sebagai warga Bala Keselamatan, kita seharusnya tidak hanya memberikan bantuan kepada orang lain, tetapi juga bagi dunia kita.
1 http://www.un.org/sustainabledevelopment/sustainable‐consumption‐production/
Apa yang Alkitab ajarkan?
• Dalam Kejadian 1 kita melihat bagaimana Tuhan menciptakan bumi dan segala isinya, setiap hal saling bergantung dan manusia bertugas untuk memeliharanya. ‘“... penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi ... Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.”’ Perenungan lebih lanjut tentang bagian ini terdapat dalam pendahuluan buku ini.
• Dalam Amsal 27:23 kita temukan nasihat berikut: ‘Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu.’ Meskipun mengacu pada ternak, kita melihat prinsip penting di sini. Tuhan ingin kita memiliki pemahaman dan pengelolaan yang baik atas sumber daya kita, bukan untuk menyalahgunakan atau menyianyiakannya. Memelihara bumi sama dengan memuliakan Tuhan.
• Dalam Pernyataan Posisi Internasional Bala Keselamatan berjudul ‘Peduli Lingkungan’ (www.salvationarmy.org/isjc/ips), kita membaca hal yang berikut ini: ‘Relasi Tuhan dengan Ciptaan adalah relasi kasih sayang dan kepedulian. Pemeliharaan bumi yang dipercayakan kepada manusia adalah cerminan dari kepedulian itu, sebab manusia diciptakan menurut gambar Allah. Dunia diciptakan untuk memuji Tuhan dan menyatakan kemuliaan-Nya (Mazmur 19:1‐6); pemeliharaan bumi yang diembankan kepada kita adalah untuk mewujudkan tujuan itu.’

APA yang seharusnya KITA DOAKAN?
• Negara-negara dunia berkembang yang menghadapi kelaparan, kekeringan dan kekurangan listrik.
• Pekerjaan orang-orang di seluruh dunia yang mengadvokasi pelestarian lingkungan kita.
• Pemimpin industri, pemerintah dan organisasi yang memiliki pengaruh pada produksi dan konsumsi. Semoga mereka sadar akan dampaknya dan bertindak penuh tanggung jawab, terus-menerus memimpin jalan menuju planet yang lebih baik.
• Sikap di antara orang-orang yang memperhatikan lingkungan. Semoga kita melihat perubahan gaya hidup untuk menjaga lingkungan kita tetap sehat dan bersih.
Apa yang dapat kita lakukan?
• Jadikan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sebagai kunci gaya hidup anda. Daur ulang sebanyak mungkin, gunakan kembali semampu anda, dan pastikan anda hanya menggunakan yang anda perlukan. Hindari budaya sekali pakai yang lazim di masyarakat.
• Beralih ke metode dan perangkat yang lebih baik untuk lingkungan ‐ hal-hal seperti mencabut peralatan, membatasi lama pancuran air, dan menghindari bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan dapat membuat perbedaan besar.
• Dorong gereja, komunitas, dan bisnis lokal anda untuk mengadopsi prinsip-prinsip ini dalam membatasi dampak kita terhadap planet ini.