1|Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh - LAPAN
PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK EKSTRAKSI INFORMASI MANGROVE
Penelitian mangrove di LAPAN telah berlangsung cukup lama, diawali tahun 1997 dengan lokasi Segara Anakan. Dipilihnya Segara Anakan sebagai area penelitian disebabkan banyak hal, diantaranya kondisi mangrove yang ada terhitung lengkap, baik dari sisi kelengkapan spesies, zonasi maupun lokasi yang relatif mudah dijangkau. Kegiatan tahun 1997 ini menggunakan data inderaja Landsat 5 dan 7 ETM telah berhasil memisahkan mangrove non mangrove serta menentukan zonasi mangrove. Kegiatan penelitian mangrove terus berjalan dengan mengambil lokasi yang berbeda, diantaranya Banyuwangi, Subang, Bekasi, Kep. Riau, Berau dan Mahakam. LAPAN juga telah berpartispasi dalam menyelesaikan “one map mangrove� dengan kementrian / lembaga terkait, yaitu BIG, Kemenhut, KKP, KLH dan Wetland. Pada tahun 2013 telah diselesaikan one map mangrove untuk Pulau Jawa. Target kegiatan ini adalah seluruh wilayah Indonesia, urutan lokasi dipilih berdasarkan skala prioritas. Tahun 2013 – 2014 LAPAN bekerja sama dengan Safe Project mengadakan penelitian mangrove dengan target membangun prototipe untuk pemantauan stok karbon mangrove dengan end user Kemenhut dan KKP. Sesuai Tupoksi LAPAN, khususnya divisi penginderaan jauh, inisiasi pengukuran spektral mangrove telah dimulai sejak tahun 2013 dengan mengambil lokasi Segara Anakan. Telah berhasil dikumpulkan data spektral dari 3 spesies mangrove, yaitu Rizhofora, Bruguira dan Avicenia. Pada tahun 2014 Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan menambah lokasi pengamatan di Banyuwangi. Direncanakan kegiatan survey di TN Alas Purwo Banyuwangi pada akhir September 2014.
2|Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh - LAPAN
RGB 5,6,4 Landsat 8 LDCM, TN Alas Purwo 15 Mei 2014
RGB 5,6,4 Landsat 8 LDCM, Segara Anakan 10 September 2013
Spektral Anakan
Rata-rata
Setiap
Jenis/Genus
Lokasi
Sampling
Segara