E MAGAZINE GLOBALINDO.CO EDISI 10

Page 1

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

1


Fokus Sehari Diteken, Jokowi Cabut Perpres Dp Mobil Pejabat Negara

2

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Fokus

Setelah berkilah tidak tahu isi Peraturan Presiden Nomor 39 tahun 2015 yang ditkenennya, Presiden Joko Widodo akhirnya membatalkan peraturan yang melegalkan kenaikan uang muka bagi pejabat negara untuk pembelian mobil itu. Kendaraan Perorangan. Presiden menganggap peraturan presiden (perpres) itu tidak tepat diberlakukan saat ini. “Presiden juga menyampaikan dan memerintahkan kepada kami, Seskab dan Mensesneg, untuk bukan hanya me-review, melainkan juga mencabut perpres tambahan dana uang muka mobil pejabat untuk pembelian perorangan itu,� ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Kepresidenan, Senin (6/4). Pratikno mengatakan, setelah perintah Presiden Jokowi itu, pemerintah akan segera menerbitkan peraturan presiden untuk mencabut perpres uang muka tambahan pembelian mobil itu. Presiden menganggap tidak ada masalah secara substansial pada perpres itu karena pemberian bantuan uang muka mobil sudah dilakukan pada periode sebelumnya. Tetapi Pratikno menyangkal jika Perpres

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

kenaikan fasilitas uang muka pembelian mobil pejabat negara itu tidak pernah dibahas di kementerian terkait. “Perlu diingat, perpres itu sudah lama dibahas, mulai bulan Januari. Jadi, surat DPR itu kan tanggal 5 Januari, jadi sudah lama sekali dibahas. Suasana pada saat itu memang tidak perlu dirisaukan, tetapi kan justru ketika diundangkan suasananya tidak tepat lagi. Itu kira-kira. Jeda waktu empat bulan itulah yang membuat teks regulasi yang ada di perpres tersebut tidak kompatibel dengan konteks yang berubah dalam kurun dua bulan terakhir,� kata Pratikno. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 tahun 2015 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka bagi Pejabat Negara untuk

Pembelian Kendaraan Perorangan, Presiden Jokowi menaikkan uang muka pembelian kendaraan menjadi Rp 210.890.000. Jumlah ini naik dibandingkan tahun 2010, yakni sebesar Rp 116.650.000. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan bahwa pemberian uang muka untuk pembelian mobil baru bagi pejabat negara tersebut bukan kali pertama dilakukan. Namun, pada tahun 2015, pemerintah memutuskan menambah jatah uang muka itu karena harga mobil meningkat akibat inflasi. Perpres ini mengundang banyak kritik yang menganggap Presiden tidak peka terhadap kesulitan rakyat yang tengah berjuang lantaran kenaikan harga bensin. (kc/gbi)

3


Fokus

Dicurigai Barter Politik Polemik kenaikan anggaran untuk uang muka mobil pejabat negara terus menggelinding. Sebagian aktvisi dan pengamat anggaran mencium ada aroma transaksional di balik naiknya anggaran DP mobil pejabat negara yang telah disahkan dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015 pada 20 Maret lalu. Transaksi atau barter politik tersebut terkait balas budi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan partai pengusung yang memenangi Pemilu dan Pilpres 2014. “Anggaran dinaikkan sebagai balas budi setelah pemilu dan pembungkaman menggunakan fasilitas untuk politikus dan pejabat yang berseberangan,” kata Manajer Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Apung Widadi di kantornya, Minggu (5/4). Indikasi barter politik itu, kata Apung, nampak dari alasan pemerintah yang menyatakan kenaikan anggaran dilakukan atas permintaan Dewan Perwakilan Rakyat. Apung menilai pemerintah harusnya bisa menolak tegas keinginan Dewan tersebut. ”Apalagi Jokowi telah menjanjikan efisiensi anggaran dalam visi nawa cita,” kata Apung. Berdasar penyelidikan pada anggota

4

DPR inkumben periode 2010, Fitra menemukan sebagian besar duit tidak digunakan untuk panjar mobil, tapi hanya dianggap pesangon biasa untuk keperluan pribadi. Saat itu, dana yang dianggarkan sebesar Rp 116 juta per orang. ”Nah, sekarang nilai tersebut dinaikkan menjadi Rp 210,8 juta untuk tiap pejabat,” ungkap Apung. Diketahui, Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015 yang diteken pada 20 Maret lalu sebagai dasar hukum untuk menaikkan anggaran uang muka pembelian mobil dinas baru pejabat negara. Alasan kenaikan disebut akibat naiknya harga bahan bakar minyak dan inflasi.

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Fokus Sebanyak 753 pejabat Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, Mahkamah Konstitusi, dan Badan Pemeriksa Keuangan akan menikmati anggaran dengan nilai total Rp 158,8 miliar itu. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 tahun 2015 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka Bagi Pejabat Negara untuk Pembelian Kendaraan Perorangan, Presiden Jokowi menaikkan uang muka pembelian kendaraan menjadi Rp 210.890.000. Jumlah ini naik dibandingkan tahun 2010 yang mengalokasikan tunjangan uang muka sebesar Rp 116.650.000. Mereka yang mendapat uang muka ini adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (560 orang), anggota Dewan Perwakilan Daerah (132 orang), hakim agung (40 orang), hakim konstitusi (9 orang), anggota Badan Pemeriksa Keuangan (5 orang), dan anggota Komisi Yudisial (7 orang). Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro yang beralasan uang muka untuk pembelian mobil baru bagi pejabat negara bukan kali ini saja diberikan. Namun, pada tahun 2015, pemerintah memutuskan menambah jatah uang muka itu karena harga mobil meningkat akibat inflasi. Sementara Sekretaris Kabinet Andi Wi-

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

djajanto mengaku usulan ini pertama kali dimintakan oleh Ketua DPR Setya Novanto. Awalnya, DPR meminya Rp 250 juta namun akhirnya setelah dikaji oleh Kementerian Keuangan menjadi Rp 210 juta. Sementara Wakil Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan membantah bahwa usulan kenaikan anggaran untuk uang muka mobil pejabat negara itu datang dari legislatif. Ia mengaku tak pernah ada pembahasan di parlemen soal kenaikan uang muka mobil pejabat. “Setahu saya tidak. Nggak pernah. Tapi seandainya dianggap permintaan DPR, sepanjang pengetahuan saya tidak pernah. Jadi kalau presiden mau membatalkannya ya tidak masalah,” ujar Trimedya usai diskusi di kantor Relawan Merah Putih, Jakarta, Minggu (5/4). Menurutnya, anggota DPR memang memerlukan mobil dinas. Namun, apabila Presiden Joko Widodo mau mengkaji kembali kenaikan uang muka pembelian mobil itu, Trimedya tak mempersoalkannya karena anggota DPR memang tak pernah memintanya. “Seandainya mau dievaluasi, kami sih silakan saja. Mungkin niatnya bagus tapi kami tidak dilibatkan,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu. (tp/gbi)

5


Fokus

Aneh! Jokowi Tandatangan Perpres Tanpa Cek Isinya Apung Widadi Manajer Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra).

Koordinasi Jokowi dengan stafnya di kabinet lemah, ini malah buka ‘borok’ istana, Hal itu menunjukkan ada problem dalam koordinasi dan mekanisme penentuan anggaran di lingkungan istana.

Pernyataan Jokowi menandakan kekurangtelitian Jokowi. Dalam masalah uang negara yang begitu besar, presiden seharusnya mencermati hal setiap detail. Masalah uang rakyat kok tidak diperhatikan.

6

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa ia tidak sepenuhnya mengetahui tentang peraturan presiden tentang kenaikan uang muka pembelian mobil untuk pejabat. Aneh, bagaimana bisa seorang presiden tandatangan Perpres tanpa mengeceknya lebih dulu. “Itu menandakan koordinasi Jokowi dengan stafnya di kabinet lemah, ini malah buka ‘borok’ istana, Hal itu menunjukkan ada problem dalam koordinasi dan mekanisme penentuan anggaran di lingkungan istana,” ujar Manajer Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Apung Widadi, Senin (6/4). Menurut Apung, pernyataan Jokowi itu juga menandakan kekurangtelitian Jokowi. Dalam masalah uang negara yang begitu besar, presiden seharusnya mencermati hal setiap detail. “Masalah uang rakyat kok tidak diperhatikan,” ucap dia. Apung juga menilai janggal masuknya dokumen kenaikan anggaran uang muka pejabat ini. Menurut dia, mekanisme anggaran seharusnya dilihat berdasarkan kebutuhan, lalu diproses bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah. “Tidak via surat saja antara DPR-pemerintah dan tiba-tiba Menkeu menyetujui. Ini kan menerobros proses namanya. Proses menerobos ini benar kayak siluman, tanpa pembahasan tiba-tiba muncul hanya karena surat,” kata Apung. Dengan masalah yang ditimbulkan dari uang muka mobil pejabat ini, Apung berpendapat bahwa satusatunya cara yang bisa dilakukan Presiden Jokowi adalah dengan membatalkan peraturan presiden

tersebut. Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengaku tidak mencermati satu per satu usulan peraturan yang harus ditandatanganinya, termasuk soal lolosnya anggaran kenaikan uang muka pembelian mobil untuk pejabat negara. Menurut dia, Kementerian Keuangan seharusnya bisa menyeleksi soal baik dan buruknya sebuah kebijakan. Jokowi menceritakan, setiap hari dia harus menandatangani begitu banyak dokumen. Oleh sebab itu, Jokowi tidak selalu memeriksa semua dokumen itu. Kendati begitu, Jokowi membantah dirinya kecolongan dalam kebijakan tersebut. Dia hanya menjelaskan bahwa setiap kebijakan yang melibatkan uang negara yang besar seharusnya dibahas dalam rapat terbatas atau rapat kabinet. Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan bahwa Kementerian Keuangan melakukan kajian teknis atas kenaikan anggaran itu. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sempat menyatakan tidak tahu-menahu tentang hal tersebut. Namun, ia akhirnya mengakui bahwa Kemenku telah melakukan kajian tersebut. Ia menyebutkan, kenaikan anggaran itu diusulkan oleh DPR sebesar Rp 250 juta, tetapi akhirnya disepakati menjadi Rp 210 juta. (gbi)

Perpres DP Mobil Diterbitkan Usai Briefing dari Presiden Sikap Presiden Joko Widodo yang terkesan melempar kesalahan penerbitan Peraturan Presiden Nomor 39 tahun 2015 tentang tunjangan uang muka mobil pejabat negara membuat bawahannya harus sibuk mengeluarkan tangkisan. Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menyangkal jika Presiden Jokowi tak tahu substansi Perpres yang ditandatanganinya. Menurut Pratikno, Perpres itu diterbitkan setelah ada pengarahan (briefing) dari presiden. (Baca: Jokowi Batalkan Perpres untuk DP Pembelian Mobil Pejabat Negara). “Ya tentu saja (ada briefing), tapi tentu saja ini bukan masalah final breafing,” ujar Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4). Menurut Pratikno, adanya masalah dalam Perpres ini lantaran kebijakan yang ditetapkan terkesan lamban ketimbang perkembangan situasi ekonomi

di Indonesia. “Memang dinamika proses pengambilan keputusan sering kali kalah cepat dengan dinamika perubahan yang berkembang di masyarakat. Termasuk dinamika ekonomi,” ucap Pratikno. Sehingga, Pratikno mengatakan Perpres soal uang muka atau down payment (DP) mobil pejabat itu akan berbeda jika dikeluarkan pada bulan Januari 2015 lalu. “Jada pada waktu itu teks Perpres yang ditandatangani 2015 ini situasinya memang tidak terlalu bermasalah untuk situasi awal Januari yang lalu. Perkembangan dua bulan terakhir kita menghadapi tekanan ekonomi global yang cukup mengganggu ekonomi Indonesia. Sekarang situasinya sudah kurang begitu kondusif. Karena itu diputuskan untuk dikembalikan ke perpres yang lama,” tutur mantan Rektor UGM ini. (tb/gbi)

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Peristiwa

Diam-diam Kejagung Limpahkan Berkas BG ke Bareskrim Diam-diam Kejaksaan Agung resmi melimpahkan berkas tersangka kasus kepemilikan rekening gendut Komjen Budi Gunawan (BG) ke Bareskrim Polri. Berkas tersebut dilimpahkan pekan lalu. Victor mengatakan berkas tersebut diterima Kamis (2/4). Saat ini berkas tersebut tengah dikaji tim untuk segera dilakukan gelar perkara. “Sekarang masih diteliti oleh tim,” tambah Victor. “Iya sudah diterima,” kata Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kombes Victor Edi Simanjuntak, Selasa (7/4). Seperti diketahui berkas Komjen BG terkait kasus dugaan kepemilikan rekening tak wajar dilimpahkan Komisi Pemberantasan Korupsi ke Kejaksaan Agung pada 9 Maret lalu. Pelimpahan tersebut buntut dikabulkannya gugatan praperadilan Komjen Budi terkait penetapan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi saat menjabat sejumlah posisi di Polri. Merujuk putusan yang dibacakan hakim tunggal Sarpin Rizaldi itulah

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

maka KPK melimpahkan berkas tersebut ke Kejagung. Kendati sempat simpang siur penangannya tapi berkas tersebut kini ditangani Bareskrim Polri. Dari awal pelimpahan kasus tersebut, Jaksa Agung HM Prasetyo memberi isyarat kasus Komjen BG akan kembali dilimpahkan ke Polri. Sebab menurut Prasetyo sesuai kesepakatan antara KPK, Polri, dan Kejagung yang disepakati pada 2012 silam menyebutkan lembaga yang menangani perkara itulah yang berwenang mengusutnya. “Khususnya dalam penanganan perkara itu inginnya kan ada harmonisasi. Ketiga aparat hukum harus terbangun dengan baik. Bukan saatnya lagi saling bertengkar. Tapi bagaimana kita bisa menunjukkan sinergitas, khususnya menangani korupsi. Itu tujuan jangka panjang,” kata Prasetyo beberapa waktu lalu. (gbi)

7


politik

Kepada Jokowi, Ibas Berharap Demokrat Tak Di-Golkar-kan 8

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Politik

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) meminta kepada Joko Widodo agar partainya tidak dihadapkan pada situasi berkecamuk seperti Golkar. Sebaliknya, Ibas berharap Jokowi bisa hadir di acara Kongres Partai Demokrat, Mei mendatang. Harapan Ibas yang disampaikan kepada Jokowi itu disampaikan di sela rapat konsultasi DPR dengan Jokowi di Gedung Parlemen, Senin (6/4). Ibas justru mengundang Jokowi untuk datang di acara kongres PD pada 11-13 Mei mendatang di Surabaya. Ia mengaku akan senang jika Jokowi berkenan hadir. “Tentu kami akan senang bila Presiden apabila memungkinkan dan memiliki waktu datang dan hadir di tengah-tengah Kongres Partai Demokrat. Kami akan sambut baik. Partai Demokrat sebagai partai penyeimbang, kami tidak memiliki permasalahan kepada partai manapun.,” kata Ibas dalam jumpa pers di ruang fraksinya gedung DPR, Jakarta, Senin (6/4). Ibas beralasan menyampaikan harapannya ini kepada Jokowi hanya mengantisipasi agar Partai Demokrat tak terpecah belah

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

seperti PPP dan Golkar. “Kita tidak underestimate (buruk sangka). Segala sesuatu potensi itu selalu ada tak hanya di Partai Demokrat tapi partai lain, bisa internal atau eksternal,” ucap Ibas. Harapan Ibas terkait eksistensi partainya yang disampaikan kepada Jokowi itu dibenarkan Wakil Ketua Komisi III DPR, Trimedya Panjaitan. “Edhie Baskoro di akhir penyampaian juga bilang, ‘tolong Demokrat jangan di-Golkarkan’. Sembari guyon, ‘kami mau kongres’,” ucap Trimedya menirukan Ibas. Trimedya menyatakan, dirinya tak yakin bahwa Ibas menyampaikan hal demikian kepada Presiden Jokowi karena mencurigai Pemerintah akan ‘mengobok-obok’ kongres PD. “Saya kira itu murni karena pertemuan konsultasi begini kan kesempatan fraksi menyampaikan apa saja,” katanya.

Atas permintaan Ibas yang mengandung kecurigaan itu, Jokowi menyatakan pemerintah hanya menjalankan aturan main. Presiden Jokowi menegaskan Pemerintah tak pernah ada niatan mencampuri urusan internal partai lainnya. “Presiden menyampaikan, bahwa masalahnya ada dalam internal partai, terjadi konflik, dan pemerintah diminta untuk mengambil keputusan. Apapun keputusaan pemerintah, pasti tidak akan dapat memuaskan kedua belah pihak,” kata Trimedya menirukan jawaban Presiden Jokowi. Bahkan, Presiden Jokowi sempat memberi contoh bagaimana bentuk komitmen pemerintah yang tak mau mengintervensi urusan parpol. Yakni, kongres Partai Amanat Nasional (PAN), yang berjalan lancar. “Contoh saja, PAN. PAN kan tidak ada masalah,” imbuh politisi PDI Perjuangan ini. (bs/gbi)

9


Politik

SBY Harus Siap Kembali Memimpin Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta, meminta kesiapan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk kembali memimpin sebagai Ketua Umum. Tidak ada figur cocok selain mantan Presiden RI itu. “Tak ada pilihan selain SBY. SBY harus siap memimpin kembali Demokrat. Tak ada pilihan. Beliau simbol pemersatu, perekat internal partai,” kata Mudarta di Kuta, Bali, Selasa 7 April 2015. Namun, Mudarta mengakui hingga hari ini SBY belum menyatakan kesiapannya maju sebagai Ketua Umum Demokrat. Namun, katanya, seluruh aspirasi kader yang menginginkan mantan presiden dua periode itu memimpin kembali partai berlambang Mercy itu sudah didengarnya secara langsung. “Memang sampai hari ini belum ada kesanggupan dari SBY. Saya kira itu karakter orang Indonesia. Masih melihat dinamika menjelang kongres,” kata Mudarta. Meski begitu, Mudarta meyakini jika SBY akan siap memimpin kembali Partai Demokrat periode 2015-2020. Dari gestur tubuh, Mudarta meyakini SBY akan siap memimpin kembali Partai Demokrat. “Menjelang kongres atau selepas pembukaan kongres, saya yakin beliau akan bicara soal kesiapannya maju sebagai ketua umum. Saya memiliki keyakinan berdasarkan insting saya pribadi sebagai peserta. Saya yakin beliau akan berkenan,” kata dia. Apalagi, dukungan arus bawah terhadap SBY begitu tinggi. “100 persen menginginkan kembali beliau memimpin Partai Demokrat. Tidak ada alasan untuk menghindar.” Mudarta mengaku telah melihat kesiapan SBY untuk maju sebagai ketua umum. “Kapal Demokrat berhasil diselamatkan ketika diterjang badai keras. SBY juga 10 tahun memimpin Indonesia dan berhasil. Apalagi partai banyak pecah belah, Demokrat menginginkan SBY sebagai pemersatu,” kata Mudarta. Soal belum siapnya SBY maju sebagai Ketum Demokrat pernah disampaikan Hayono Isman dan Ahmad Mubarok beberapa waktu lalu. Soal mendapat dukungan kuat, baik Hayono Isman maupun Ahmad Mubarok membenarkannya. Namun, keduanya meyakini jika SBY akan menepati janjinya untuk tak maju kembali sebagai Ketua Umum Partai Demokrat selepas konsolidasi internal berjalan baik pasca Munas KLB yang digelar di Bali tahun 2012 lalu. (viv)

10

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Politik

Sebut Nama Ibas, Alasan SBY Tak ‘Amankan’ Bhatoegana Sutan Bhatoegana tersangka kasus penerimaan dana gratifikasi APBN-P 2013 di Kementerian ESDM, sempat menuding mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbohong. Pasalnya, SBY sempat menjamin pembebasannya sebelum dibui KPK tapi tersebut tidak terbukti mengamankan politisi Partai Demokrat dari jeratan hukum. “SBY menjanjikan urusan Sutan beres enggak sampai begini, aman katanya. Tapi janjinya (SBY) bohong, tidak jadi kenyataan,” ungkap Eggi Sudjan, kuasa hukum Sutan Bhatoegana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Senin (6/4). Sayangnya janji tersebut tak terealisasi lantaran Sutan dalam pemeriksaan di KPK menyebut nama anak SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas sebanyak 19 kali dalam

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

kasus yang berkaitan dengan PT Rekin. Eggi mengungkapkan, sebelum SBY terbang ke Amerika, Sutan dipanggil dua kali ke Cikeas dan Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut terungkap janji SBY kepada Sutan perihal penetapannya sebagai tersangka oleh KPK. “Janji bohong SBY itu sebelum (Sutan) ditahan, sebelum SBY ke Amerika. Dua kali Pak Sutan dipanggil SBY, pertama di Cikeas sekali dan di Istana sekali, itu kata Pak Sutan. Aman pada Pak Sutan, diurus Sudi Silalahi (mantan Mensesneg), waktu itu (SBY) bilang gitu,” tambahnya. Alhasil, saat Sutan dijadikan tersangka

dan ditahan KPK, ternyata tidak mendapat bantuan hukum dari SBY, ini lantaran pada saat pemeriksaan Sutan menyebut nama Eddy Baskoro Yudhoyono alias Ibas sebanyak 19 kali dalam kasus yang berkaitan dengan PT Rekin. Ibas adalah anak dari mantan Presiden SBY. “Enggak jadi dibantu, karena dalam pemeriksaan Sutan menyebut nama Ibas dalam kasus yang berkaitan memenangkan PT Rekin yang diwakilkan Eka dan Deni sebagai pihak yang nyogok Sutan senilai USD 10 juta dari awalnya USD 5 juta tapi ditolak sama Sutan karena merugikan negara,” simpulnya. (gbi)

11


Politik

Dihadang PDIP, Nasib Badrodin Haiti Menggantung Nasib pencalonan Komjen Badrodin Haiti sebagai Kapolri terus emngantung. Ini setelah Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat dari PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan, meminta jadwal uji kelayakan dan kepatutan Badrodin Haiti, diundur. PDI Perjuangan akan menggelar kongres nasional dan pemilihan ketua umum baru pada 8-12 April 2015 di Bali. Atas dasar itu, Trimedya meminta Komisi menunda pelaksanaan tes kepada Badrodin. “Kami PDIP meminta pimpinan Komisi Hukum menunda jadwal karena pekan ini PDIP ada kongres nasional di Bali,” kata Trimedya. Sebelumnya, anggota Komisi dari Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengatakan uji kelayakan rencananya digelar pada Rabu, 8 April 2015. “Setelah ada penjelasan Presiden, kami gelar rapat paripurna, lalu Rabu gelar fit and proper test,” kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 2 April 2015. Ketua Komisi Hukum Azis Syamsuddin menyatakan hal yang sama. Azis memastikan uji kelayakan terhadap Wakil Kepala Kepolisian itu digelar pekan depan. “Fit and proper test akan kami laksanakan minggu depan,” kata Azis. Sementara itu, anggota Komisi Hukum dari Partai NasDem, Rio Capella, setuju jika tes terhadap Badrodin Haiti diundur hingga pekan depan. “Kalau Rabu atau Kamis, PDIP akan ke Bali dan anggota mereka di komisi banyak,” katanya. Selain itu, beberapa anggota pimpinan fraksi diundang menghadiri kongres tersebut. (gbi)

Kami PDIP meminta pimpinan Komisi Hukum menunda jadwal karena pekan ini PDIP ada kongres nasional di Bali.

Trimedya Panjaitan Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat dari PDI Perjuangan.

12

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Panggung Aspirasi

Dewan Desak Pembangunan MERR Dilanjutkan Komisi C (pembangunan) DPRD Kota Surabaya mendesak pada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melanjutkan proyek jalur lingkar timur atau Middle East Ring Road (MERR) II C, tepatnya di Gunung Anyar. anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Sukadar menilai, mandeg-nya penyelesaian MERR menunjukkan kegagalan Pemkot dalam perencanaan anggaran. Menurut Sukadar, alasan belum dilanjutkannya pembangunan MERR oleh Pemkot lantaran tidak ada rekanan yang bersedia menggarap proyek tersebut. Mereka khawatir terjerat kasus hukum. Mengingat sudah ada tiga orang yang terseret dalam kasus korupsi proyek ini. Mereka adalah Satuan Tugas (Satgas) di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Oli Faisol, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Euis Darliana dan Koordinator Satgas Pembebasan Tanah, Djoko Waluyo. Sedikitnya ada 40 persil bangunan yang datanya direkayasa oleh tersangka. “Mandeg-nya proyek ini tentu akan memperlambat pertumbuhan ekonomi Surabaya. Pengusaha akan enggan berinvestasi di timur Surabaya karena infrastrukturnya belum jelas,” ujar Sukadar, Minggu (5/4) lalu.

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

Politisi dari PDI-P ini menyarankan, semestinya Pemkot harus benar-benar matang dalam menyusun proyek. Sehingga, ketika proses berjalan, bisa dituntaskan sesuai dengan rencana. Akibat dari kegagalan Pemkot dalam pengelolaan anggaran ini, maka wajar ketika penyerapannya kurang. “Dari total sekitar Rp1,2 triliun anggaran untuk infrastruktur, hanya terserap sekitar Rp500 jutaan. Untuk kasus MERR, saya menilai Pemkot gagal dalam memberi pelayanan yang baik pada warganya,” kritiknya. Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Masduki Toha juga mendesak pada Pemkot Surabaya agar tidak menghentikan proyek MERR ini. Penyelesaian jalan lingkar tersebut dinilainya sangat penting untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas di Surabaya, khususnya sisi timur.

Menurut dia, jika pemerintah kota tidak ingin tersandung masalah serupa dalam pembangunan MERR, pemkot bisa menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta penegak hukum lainnya seperti kejaksaan. “Kedua lembaga ini harus meyakinkan bahwa tidak ada persoalan lagi dalam proyek ini. Kalau semua takut, ya semua proyek tidak jalan,” tandas Masduki Toha. Untuk diketahui, pembebasan lahan di MERR Jalan Ir Soekarno, Rungkut mulai berhenti sejak April 2014 lalu. Dari sekitar 247 persil lahan, hanya 83 persil yang belum dibebaskan. Dari jumlah itu, sebanyak 43 persil berupa permukiman dan 40 persil lain persawahan. DPUBMP sendiri belum dapat memastikan kapan proyek ini bisa mulai dikerjakan.(bmb/gbi)

13


GLOBAL Justice Balas Dendam, Pasukan Brimob Maluku Serang Warga Desa

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Maluku mencecar Kepala Satuan Polda setempat, AKBP Herman Sikumbang soal serangan oleh sejumlah anggota Brimob Polda Maluku bersenjata ke Desa Morekou, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku beberapa waktu lalu.

14

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Global Justice

Dalam keterangannya di depan dewan, AKBP Herman mengakui kesalahan anak buahnya. “Saya tidak membela anak buah saya. Dari penyelidikan, anak buah saya memang yang salah,” kata Herman. Menurut Herman, saat ini jajarannya yang diduga terlibat aksi penyerangan brutal itu sedang diperiksa intensif oleh Provost Brimob Polda Maluku. “Tentu akan ada sanksi atas tindakan mereka itu,” ujar Herman. Herman pun memaparkan fakta dan kronologi penyerangan itu. Herman menuturkan, berdasarkan hasil penyelidikan, penyerangan itu sebagai bentuk aksi balas dendam anggota Brimob bernama Cris Capel terhadap warga yang mengeroyoknya. Cris Capel diketahui membawa rekanrekannya menyerang desa itu setelah dia dianiaya sejumlah pemuda yang tidak terima dengan ulah Cris saat berkunjung ke desa itu. Ia dipukuli karena dinilai telah membuat gaduh kampung dengan mengendarai sepeda motor yang suara knalpotnya sangat berisik. “Tapi biasalah anak muda, bunyi kendaraan ini memang cukup bising, sehingga

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

mungkin membuat marah warga setempat. Namun lagi-lagi bukan membela anak buah saya, tapi anak buah saya ini datang ke Morekou karena diundang kakak piaranya untuk berjabat tangan di hari Sidi, karena sudah dekat anggota saya ini datang penuhi undangan,” papar Herman. Cris dipukuli pemuda kampung di ujung jalan saat hendak pulang. Tetapi Cris berhasil menyelamatkan diri meski wajahnya lebam karena dianiaya. Sayangnya, Cris tidak melaporkan aksi pemukulan oleh warga itu ke Polres setempat. Tapi ia langsung menuju markas Brimob dan mengajak rekan-rekannya untuk mengadakan aksi balas dendam. “Nah setelah tiba di Desa Morekou, sambil menanyakan para pelaku pemukulan, terjadi cekcok dan saling pukul Brimob dengan warga sekitar,” kata Herman. Saat kejadian, Desa Morekou gelap, lampu dimatikan, dan ada imbauan dari pengeras suara dengan bahasa lokal. Warga Morekou langsung keluar dengan menggunakan alat tajam, para anggota Brimob kemudian tersudut, dan mencari rumah untuk

berlindung. “Mereka berlindung di salah satu warga Morekou yang kebetulan adalah anggota polisi juga. Hanya saja, warga terus melemapari para anggota Brimob ini,” kata Herman. Dalam kondisi terkepung, salah satu anggota Brimob langsung menghubungi komandan Brimob di Piru meminta bantuan evakuasi. Kebetulan di saat bersamaan Kapolres setempat juga sedang meminta bantuan pengamanan Brimob atas konflik antar warga Desa Kamal dan Kaibubu. “Jadi para personel Brimob yang bersenjata lengkap sebelum ke Desa KamalKaibobu untuk mengatasi konflik di sana, lebih dulu singgah untuk menyelamatkan rekan-rekan mereka Desa Morekou yang sudah terkepung oleh warga,” katanya. Pada saat evakuasi, kata dia, ada pelemparan terhadap anggota Brimob dan terjadi dua kali letusan dari pistol bukan senjata api. “Itu letusan peringatan yang dilepaskan oleh Provost dan bukan ditujukan kepada siap-siapa,” imbuhnya. (vin/gbi)

15


Global Justice

Penyerangan atas Perintah Atasan? Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) wilayah Maluku menduga penyerangan disertai tindak penganiayaan oleh sejumlah anggota Brimob di Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, terhadap warga Desa Morekau, Kecamatan Seram Barat, Minggu (29/3/2015) lalu, terjadi atas perintah atasan. Tudingan ini disampaikan Ketua AMAN Maluku Yohanis Balubun saat mendatangi Kantor DPRD Maluku). “Diduga oknum anggota Brimob yang menyerang Desa Morekau telah mendapat perintah resmi dari atasannya. Ini dapat dilihat dari kedatangan mereka ke Desa Morekau menggunakan truk milik Brimob Datasemen II dengan memakai seragam lengkap kepolisian, dan juga dilengkapi dengan senjata,” kata dia. Menurut Yohanes Balubun, penyerangan yang dilakukan terhadap warga Desa Morekau tidak hanya dilakukan satu orang, tetapi sudah melibatkan sejumlah anggota Brimob. “Anggota Brimob yang mendatangi Desa Morekau dan melakukan penganiayaan terhadap masyarakat bukan satu dua orang, tetapi sudah lebih dari itu,” kata dia. Yohanes pun mengecam tindakan oknum Brimob yang secara membabi buta menganiaya warga desa tersebut. Menurut dia, tindakan penganiayaan oleh anggota Brimob itu tidak dapat dibenarkan karena apa yang dilakukan bertentangan dengan tugas polisi sebagai pengayom masyarakat. “Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan. Kami akan laporkan juga tindakan mereka ke Mabes Polri di Jakarta, Komnas HAM, dan Ombudsman,” kata dia. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah anggota Brimob Detasemen II Piru mendatangi Desa Morekau, Minggu (29/3/2015). Mereka kemudian menganiaya warga desa setempat. Akibat penaniayaan itu, 13 warga mengalami luka serius. Menurut kepala desa setempat, peristiwa bermula saat seorang anggota Brimob ditegur warga karena ugal-ugalan dalam kondisi mabuk, saat berlangsungnya ibadah di gereja desa itu. Tak terima dengan perlakuan itu, anggota Brimob tersebut lalu mengadu kepada

16

teman-temannya. Beberapa saat kemudian datang sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap dan langsung menganiaya warga setempat. Kasat Brimob Mengaku Bersalah Kepala Satuan Brimob Polda Maluku, Kombes Herman Sikumbang, mengakui tindakan penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum Brimob Detasemen II di Piru terhadap sejumlah warga Desa Morekau Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku beberapa waktu lalu adalah sebuah kesalahan. “Saya tidak bermaksud membela anak buah saya, tapi dari penyelidikan saya, sejumlah anggota mengambil langkah yang salah,” katanya. Dia mengungkapkan, seharusnya tidak perlu ada insiden tersebut andai masalahnya sejak awal sudah dilaporkan ke Polres setempat. ”Saat dipukul seharusnya anggota melapor ke Polres untuk diproses bukan melapor ke rekanrekan sendiri,” katanya. Yang terjadi, lanut Herman, saat salah satu anggota Brimob dicegat warga dan sempat terjadi perkelahian, anggota Brimob tersebut tidak melapor ke Polres tapi melapor ke rekan-rekannya sehingga terjadilah insiden itu. Dia pun berjanji akan mengusut secara tuntas insiden yang menyebabkan 13 warga mengalami luka-luka itu. ”Oknum anggota Brimob yang yang terlibat dalam insiden penganiayaan tetap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Saat ini mereka sedang diperiksa,” tuturnya. Senada Kapolres SBB, AKBP Sahabudin Nasution juga memastikan bahwa sejumlah oknum brimob yang terlibat penganiayaan warga dalam kasus tersebut akan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Tentu siapa yang terbukti bersalah akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya. Selain dihariri Kapolres SBB dan Kasat Brimob, pertemuan itu juga dihadiri Raja (Kepala Desa) Morekau, J Salenusa dan sejumlah tokoh masyarakat desa lainnya. Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Maluku Edwin Adrian Huwae. (kmp)

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Global Justice

Penganiayaan Warga Dipicu Suara Motor Kepala Satuan Brimob Polda Maluku dan Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) Maluku membeberkan penyebab insiden penyerangan disertai penganiayaan oleh sejumlah anggota Brimob detasemen II Piru terhadap belasan warga Desa Morekau di Kantor DPRD Maluku, Kamis (2/4/2015). Di hadapan seluruh anggota DPRD Maluku, Kasat Brimob Polda Maluku, Kombes Herman Sikumbang, menuturkan penganiayaan yang dilakukan sejumlah anak buahnya terhadap belasan warga desa tersebut berawal saat salah seorang anggota Brimob bernama Cris Capel diundang salah satu warga Desa Morekou untuk mengikuti acara keagamaan (sidi) di desa tersebut. Sesampainya dengan menggunakan ojek, Cris Capel lalu meminjam sepeda motor kerabatnya itu dan keliling kampung. Namun karena sepeda motor yang digunakan bunyinya besar, warga lalu marah. “Bunyi sepeda motor memang cukup bising sehingga membuat marah warga setempat. Namun lagi-lagi bukan membela anak buah saya, tapi anak buah saya ini datang ke Morekou karena diundang, kaka piaranya untuk berjabat tangan di acara sidi,” tutur Herman. Menurut dia, usai menghadiri undangan kerabatnya, anggota Brimob itu lalu kembali sekitar pukul 18.00 WIT. Namun, saat berada di ujung perkampungan, ternyata sejumlah warga desa telah menghadangnya. Saat itulah terjadi insiden saling pukul antara Cris dengan beberapa pemuda Morekou. “Cris dipukul lebih dulu, saya lihat sendiri ternyata ada lebam dibelakang kepalnya juga, tapi sebagai anggota Brimob, itu biasalah,” ucap Herman. Setelah insiden itu, Herman mengaku anak buahnya itu tidak melapor ke Polres setempat untuk diusut namun dia melaporkan kepada rekan-rekannya usai apel malam. Setelah itu, beberapa anggota lalu menuju desa tersebut dengan tujuan mencari para pelaku pemukulan Cris. Sejumlah anggota lalu terlibat perkelahian dengan warga. “Saat itu listrik langsung padam, tiba-tiba ada pengumuman dengan bahasa lokal setelah itu warga keluar dengan alat tajam,” terangnya. Karena tersudut, salah satu anggota Brimob lalu menghubungi komandannya di Piru untuk meminta bantuan evakuasi. Kebetulan, kata dia, saat itu ada dua warga desa yang nyaris terlibat bentrok di wilayah itu dan membutuhkan bantuan pengamanan sejumlah brimob pun dikerahkan untuk mencegah bentrokan. “Sebelum mengamankan Desa Kamal-Kaibobu yang nyaris bentrok, anggota Brimob bersenjata lengkap terlebih dulu singgah untuk menyelamatkan rekan-rekan mereka di Desa Morekou yang sudah terkepung oleh warga. Saat evakuasi ada pelemparan terhadap anggota kami dan terjadi dua kali letupan dari pistol bukan senjata api, itu letupan peringatan yang dilepaskan oleh Provos dan bukan ditujukan kepada siap-siapa,” ungkap Herman. (kmp)

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

17


GLOBAL JATIM

Satpol PP Tutup Puluhan Minimarket

Instruksi Walikota Surabaya Tri Rismaharini agar penertiban toko modern diprioritaskan di daerah perkampungan akhirnya terbukti. Dalam penertiban yang dilakukan hari Sabtu (30/3) yang lalu saja sudah 16 minimarket yang ditutup, sebagian besar letaknya di wilayah perkampungan.

18

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Global Jatim

“Enam belas minimarket tersebut tersebar di Surabaya utara, selatan, timur dan barat,” terang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sastpol PP) Irvan Widyanto. Irvan Widyanto menyatakan, jumlah toko modern yang akan ditutup paksa diperkirakan bertambah. Itu setelah pihaknya menggelar rapat koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki kewenangan mengeluarkan izin. “Penutupan ini memang sengaja di utamakan di pemukiman warga. Seperti di sepanjang Jalan Kampung Malang yang terpantau 3 minimarket yang berdiri berdekatan dan saling berhadapan,” ujarnya. Pantauan di lokasi, sebelum melakukan penutupan personil Satpol PP mengintruksi-

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

kan agar penjaga minimarket mengeluarkan barang-barang yang diperjual belikan. Terutama makanan atau minuman yang berada di dalam lemari pendingin. Dikeluarkannya barang-barang seperti buah-buahan, minuman serta ice cream, karena barang tersebut dianggap mudah rusak. Mengingat, toko modern terkait baru diperbolehkan kembali beroperasi setelah parsyaratan perizinan yang dibutuhkan telah dipenuhi. “Tolong barang yang ada di mesin pendingin dikeluarkan dulu,” ujar salah satu personil. Irvan menambahkan, penutupan yang dilakukann pihaknya hanya bersifat sementara. Karena setelah perizinan di urus komplit, maka mereka diperbolehkan beroperasi

kembali, tapi tentunya setelah melalui evaluasi dari Instansi terkait. Sementara salah satu karyawan mengaku tidak khawatir dengan ancaman PHK jika minimarket yang ada di Surabaya ditutup. Apalagi, pihak management pernah menyampaikan akan memperkerjakan kembali ke minimarket yang masih diperbolehkan beroperasi. Apalagi, hingga sekarang pihaknya juga belum mendengar rencana PHK yang akan dilakukan manajeman terhadap para karyawan. “Sampai sekarang karyawan belum dengar soal itu (PHK). Tapi pernyataan dari pihak management membuat para karyawan merasa lega dan tak merasa kuatir akan kehilangan pekerjaan,” pungkasnya.(bmb/gbi)

19


Global Jatim

Komisi B Kritik Penertiban Toko Modern Penertiban toko modern yang belum memiliki izin lengkap yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendapat keritikan dari anggota Komisi B (perekoniomian) DPRD Surabaya. Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Eddi Rachmat meminta agar Satpol-PP tidak hanya menertibkan minimarket. Tetapi juga tempat-tempat usaha lain, yang diketahui soal perijinan gangguan (HO) bermasalah. “Harusnya Satpol-PP juga membuat agenda untuk penertiban tempat-tempat usaha lain yang diketahui bermasalah HOnya,” kritik Eddi. Rabu (1/4) lalu. Politisi dari Partai Hanura ini mengakui,

20

telah menerima pengaduan dari sejumlah pengelola pasar tradisional yang tempat usahanya telah ditutup oleh Satpol-PP Surabaya dengan alasan tidak mengantongi ijin HO. Mereka protes karena ada sejumlah usaha yang tidak memiliki izin HO ternyata tidak ditindak. “Mereka memprotes kenapa tempat yang lain dengan pelanggaran yang sama kok tidak ditindak. Salah satu contohnya pasar Peneleh,” ungkapnya. Keputusan Satpol PP menertibkan sejumlah usaha yang tidak memiliki izin lengkap dengan tujuan menegakkan Peraturan Daerah (Perda) sebenarnya mendapat dukungan

sepenuhnya dari komisinya. Sayangnya, ada kesan tebang pilih dalam pelaksanannya. “Jangan hanya minimarket yang disorot. Penegakan Perda tentang HO untuk tempattempat usaha lainnya juga perlu dilakukan,” tandas politisi yag dikenal vocal ini. Dalam kesempatan itu, ia meminta agar peneertiban toko modern harus mengacu kepada Perda terkait yakni no 8 tahun 2014 tentang pengaturan toko modern. Dimana dalam satu pasalnya disebutkan, bagi minimarket yang belum memiliki izin lengkap diberi kesempatan untuk mengurusnya. “Harusnya diberi dulu kesempatan untuk mengurusnya,” pungas Eddi Rachmat.(bmb/gbi)

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Global Jatim

Legislator NasDem Ini Jadi Tersangka Perzinahan Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Malang, Lukito Eko Purwandono sungguh tak pantas menjadi panutan sebagai wakil rakyat. Politisi Partai NasDem yang kepergok berselinguh dengan Ice Trisnawati, istri seorang pengusaha itu, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus perzinahan. Kepala Reserse Kriminal Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat mengatakan, Lukito dijerat Pasal 284 tentang perzinahan. Dalam kasus ini, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pelapor atas nama Sukma Raharja. Adapun para saksi yang sudah dimintai keterangan di antaranya pemilik losmen dan hotel yang pernah melihat Lukito dan Ice check in di hotel mereka. “Dua alat bukti kasus ini sudah kita temukan. Tersangka Lukito, kita jerat dengan Pasal 284 KUHP tentang perzinahan,” ujar AKP Wahyu, Senin (6/4). Penyidik Reskrim Polres Malang akan memeriksa Lukito sebagai tersangka pada Kamis, (9/4). Polisi berharap agar tersangka tidak mangkir dari panggilan. “Badan Kehormatan DPRD sudah membalas surat kami. Intinya, bahwa dalam surat tersebut, BK tidak ada kewenangan persetujuan terkait menghadirkan Lukito. Jadi, langsung kita panggil yang bersangkutan sebagai tersangka,” ungkapnya. Mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu menambahkan, selain Lukito, penyidik juga menetapkan tersangka yakni Ice Trisnawati, istri dari pelapor. Hubungan perselingkuhan Lukito dan Ice selaku istri pengusaha ini, mencuat akhir tahun 2014 lalu. (gbi)

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

21


Kolom

Komunikasi Politik Presiden-DPR www.koranjakarta.com Panggung politik Tanah Air saat ini berfokus pada dua lembaga: Kepresidenan dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Panggung presiden baru saja diramaikan pengakuan mengejutkan Presiden Jokowi soal Peraturan Presiden (Perpres) yang ditandatangani 20 Maret 2015 tentang kenaikan tunjangan uang muka mobil bagi lebih 700 pejabat negara yang diprotes masyarakat. Presiden mengaku tidak mengetahui isi Perpres sehingga lolos. Perpres akan dicabut. Kedua, panggung DPR, yang selalu riuh persoalan politik baik menyangkut internal dewan maupun dalam kaitan hubungan kelembagaan dengan presiden. Sebelumnya, DPR mempertanyakan kembali alasan Presiden membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri meski sudah disetujui DPR. Nah, dalam konteks dua isu tadi, maka rapat konsultasi yang digelar di gedung DPR, Senin (6/4) memiliki arti penting. Ini paling tidak ada komunikasi langsung antara Presiden dan jajaran menteri yang mendampinginya dengan pimpinan DPR. Dengan datang dan menjelaskan langsung, ternyata sejumlah masalah yang sempat ramai di media, bisa dimengerti dan tampaknya tidak ada masalah alias diterima semua pihak.

22

Rapat konsultasi kemarin memang membahas tiga agenda penting yaitu soal pencalonan Wakapolri Komjen Badrodin Haiti sebagai calon kapolri. Pencalonan ini sebagai tindak lanjut dari proses pencalonan Komjen Budi Gunawan yang akhirnya dibatalkan Presiden. Selain itu, dalam rapat konsultasi juga dibahas masalah pelakasana tugas Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab dua pimpinan KPK, Ketua Abraham Samad dan Wakil Ketua Bambang Widjojanto nonaktif karena tersangkut persoalan hukum. Agenda lain soal APBN. Jadi dalam rapat konsultasi selama tiga jam itu banyak persoalan penting bisa dikomunikasikan dengan baik oleh Presiden dan DPR. Kita menyambut baik pola dan tradisi komunikasi politik antarlembaga negara, khususnya DPR dan Presiden. Sebab bagaimanapun dalam sistem pemerintahan presidensial, peran dan posisi Presiden sebagai eksekutif cukup kuat dan tidak bisa dijatuhkan DPR, kecuali melakukan tindakan atau kesalahan fatal yang sudah diatur dalam UUD 1945. Meski demikian, dalam sistem presidensial Indonesia saat ini, utamanya sejak reformasi, posisi DPR pun cukup kuat. Perannya bisa disebut sangat besar dan ikut menentukan

arah bangsa ke depan. Jadi, forum konsultasi antara DPR dan Presiden bisa menjadi jembatan komunikasi apabila ada kemacetan atau persoalan politik yang perlu segera diselesaikan bersama. Dalam konteks ini, prinsip musyawarah pun terakomodasi dalam arti kedua lembaga negara bisa saling mengomunikasikan persoalan-persoalan aktual bangsa. Di samping itu, budaya politik dan kenyataan dalam masyarakat bahwa rakyat sebagai subyek politik amat bergantung pada elite atau pemimpinnya. Maka pemerintah dan parlemen perlu terus saling berkomunikasi. Salah satu tugas DPR mengawasi jalannya pemerintahan. Presiden dan DPR harus memperlihatkan budaya politik yang santun, komunikatif dan saling mendukung untuk kemajuan bangsa. Meski tengah menghadapi beban hidup yang berat, rakyat bisa bernapas lega dan mempunyai harapan akan adanya perubahan hidup yang lebih baik. Untuk itu, tradisi silaturahmi atau komunikasi politik antarelite tetap dibutuhkan. Seluruh elite dan lembaga negara perlu saling menunjang, bukan saling menjatuhkan. Kita membutuhkan kondisi politik yang damai sebagai prasyarat pembangunan di semua sektor kehidupan.

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Jelajah

Eksotisme Pantai Kondang Iwak yang masih Perawan Pantai Kondang Iwak adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang berada di Dusun Sumberpucung, Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Suatu pantai di Malang Selatan yang keindahannya tidak kalah dengan Pantai Kuta di Bali. Meski indah, namun tak banyak orang yang mengetahui keberadaan pantai ini. Tak diragukan lagi, kota Malang menawarkan wisata alam berupa pantai-pantai yang indah. Kawasan Malang bagian selatan memang langsung terhubung dengan Samudera Hindia. Maka tak heran jika deretan pantai nan indah dan mempesona bisa kita jumpai dengan mudah di kota apel ini. Salah satu yang layak dikunjungi adalah Pantai Kondang Iwak. Terletak sekitar 69 km ke selatan dari Malang tepatnya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Pantai Kondang Iwak menyuguhkan panorama yang sangat indah. Nama Kondang Iwak sendiri diambil karena keadaan pantai yang memiliki ‘kondang’ atau muara air tawar. Adapun ‘iwak’ berarti ‘ikan’. Jadi ‘kondang iwak’ mempunyai arti muara air tawar yang di dalamnya terdapat banyak ikan. Tak hanya ikan, di muara yang berada di sebelah ujung utara pantai tersebut juga terdapat udang di selasela karang dan bakaunya. Hamparan pasir berwarna hitam yang membentang sangat luas dapat Anda jumpai di Pantai Kondang Iwak. Pantai ini juga tergolong masih alami sebab wisatawan yang berkunjung masih jarang. Suasana pantai yang tenang dengan pemandangan eksotis dari bibir pantai membuat pengunjung dapat melupakan sejenak kepenatan rutinitas sehari-hari. Pantai Kondang Iwak juga sering dikunjungi masyarakat untuk memancing, baik di pantai maupun di air payau atau muara. Oya, Pantai Kondang Iwak mempunyai ombak yang cukup besar sehingga pengunjung dilarang mandi di pantai ini. Tiket masuk ke kawasan obyek wisata ini masih gratis. Untuk pengunjung dari luar kota yang ingin bermalam di

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

Pantai Kondang Iwak bisa menginap di sejumlah kamar rumah warga dengan tarif terjangkau yakni sekitar Rp 50.000 semalam. Menariknya, selain kecantikan pantainya yang masih jarang dijamah orang, akses jalan rusak dan ekstrim menuju pantai pun dapat memacu adrenalin khususnya bagi pecinta olahraga trail maupun offroad. Untuk menuju Pantai Kondang Iwak, pengunjung bisa menggunakan transportasi umum seperti mikrolet dengan rute Gadang – Kepanjen – Sumbermanjing Kulon (persimpangan jalan) Donomulyo. Setelah itu Anda bisa melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 2 km ke lokasi pantai. Wisatawan juga bisa menggunakan kendaraan pribadi dengan rute yang sama. Jika dari kota Malang, waktu tempuh ke pantai sekitar 2,5 jam. Saat perjalanan sampai di tengah hutan, Anda dapat menjumpai sungai yang jernih dan segar dengan mudah. Lokasi ini cocok untuk sejenak melepas lelah sebelum melanjutkan menuju obyek wisata pantai. Tak hanya itu, sepanjang perjalanan menyusuri jalan terdapat hutan dan pepohonan yang rimbun serta sejuk mengelilingi kita. Selepas keluar dari rimbunnya pepohonan, maka perjalanan akan sampai pada pertigaan jalan. Di sinilah wisatawan bisa memilih dua lokasi yang akan disinggahi pertama kali. Jika Anda menyusuri jalan sisi kanan, akan sampai pada pantai kecil yang diapit oleh dua tebing karang dengan ombak yang cukup besar. Jika memilih menyusuri sisi kiri jalan, maka Anda akan sampai pada lokasi pantai dengan hamparan pasir yang luas dan panjang diperindah dengan dua buah pulau bernama Pulau Lawang.(ws/gbi)

23


Global Bisnis

Miliader Indonesia Menang Gugatan di Singapura Rp 1,26 T Pengadilan Singapura memenangkan gugatan Low Tuck Kwong, miliader Indonesia, senilai S$ 132 juta (Rp 1,26 triliun) atas kasus pencemaran nama baik yang dilakukan pengusaha Singapura, Sukamto Sia. Hakim Pengadilan Tinggi Singapura, Belinda Ang, dalam amar putusan memerintahkan Sukamto untuk membayar kerugian S$ 280 ribu (Rp 2,7 miliar) karena klaim palsu yang dikirimkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Sehingga reputasi Low Tuck Kwong, salah satu pemegang saham PT Bayan Resources Tbk rusak. Seperti dilansir The Straits Times, ganti rugi merupakan kompensasi untuk Low yang dinilai mengalami potensi kerugiaan saham saat perusahaan tambang, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melakukan penawaran umum perdana (initial public offering - IPO) sekitar tahun 2008. Kasus denda karena pencemaran nama baik ini menjadikan rekor di pengadilan Singapura terhadap pengusaha lokal, karena merupakan denda yang terbesar yang diberikan

24

oleh pengadilan Singapura tersebut. Pada bulan November 2014 lalu, Pengadilan Tingkat Banding Singapura menyatakan Sukamto bersalah karena memberikan keterangan palsu. Dalam keterangannya, Sukamto menyatakan bahwa Low Tuck

Kwong mengingkari perjanjian lisan untuk memberikan Sukamto separuh dari aset Bayan sebagai imbalan sebesar S$ 3 juta (28,5 miliar) untuk mendirikan Bayan. Pengadilan Banding juga memberikan ganti rugi tambahan atas klaim Low bahwa Sukamto melakukan kebohongan terkait suratnya yang dirilis satu bulan sebelum penawaran saham perdana Bayan pada Agustus 2008. Hal ini membuat Low harus menjual 375 juta lembar saham di Bayan agar IPO bisa terus berlanjut. Majalan Forbes pernah menempatkan Low Tuck Kwong sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Pemilik Bayan Resources ini pernah menempati peringkat ke11 dengan kekayaan Rp 10,3 triliun. Hartanya melambung tinggi gara-gara harga saham Bayan meroket 474 persen dalam setahun terakhir. (tmp/gbi)

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Teknologi

Rolls Royce Wraith

Terinspirasi Film Gangster

Rolls-Royce mengenalkan Wraith Inspired by Film yang akan melakukan debut di New York Auto Show April 2015. Mobil ini terinspirasi dari film peluncuran Wraith berjudul And The World Stood Still yang telah mendapat pengakuan dari British Film Institute (BFI) National Archive. Film tersebut memperkenalkan Wraith sebagai Rolls-Royce terkuat dan berteknologi modern sepanjang sejarah merek ini berdiri. Difilmkan di sebuah lokasi rahasia di dekat Barcelona, pengambilan gambarnya melibatkan rangkaian ‘kuantum’ inovatif dengan menggunakan 100 kamera SLR, 36 komputer, kabel sepanjang 1,5 km, dan prototipe Rolls-Royce Wraith. ”Adalah kehormatan bagi kami melihat And the World Stood Still mendapatkan pengakuan BFI National Archive. Ini bukti posisi unik

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

Rolls-Royce dalam kesadaran publik sebagai pencipta mobil terbaik di dunia serta hasrat, inovasi, dan kreativitas seluruh tim yang terlibat di dalamnya,” ujar Global Head of Marketing Rolls Royce Motor Cars Marc Mielau. Wraith Inspired by Film seakan merayakan warisan panjang Rolls-Royce dalam dunia perfilman. Sebagai contoh, perusahaan mengambil peran utama di perfilman seperti Goldfinger (1964), The Yellow Rolls-Royce (1964), The Thomas Crowne Affair (1968) dan The Great Gatsby (1974).

Tipe Wraith sendiri adalah Rolls-Royce terdahsyat yang pernah dibuat. Tenaga yang dihasilkan dari mesin V12 turbonya mencapai 624 hp. Akselerasi 0-60 kpj ditempuh dalam 4,6 detik. Ciri lain, garis-garis yang menyapu bagian atap belakang Wraith melandai (fastback), sebuah gaya yang berasal dari film drama kriminal lawas di era 1930 an, mengisyaratkan karakter tertentu. Setelah tampil di New York, Wraith Inspired by Film siap dipesan di semua dealer Rolls-Royce Motor Cars di seluruh dunia.(kmp)

25


GLOBAL Sport

Rossi

Is Back

The Doctor Menangi Seri Pembuka MotoGP 2015 26

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Global Sport MotoGP Qatar yang jadi seri pembuka musim 2015 berlangsung seru. Valentino Rossi jadi juara pada race ini setelah menjalani duel sangat sengit dengan rider Ducati Andrea Dovizioso. Balapan yang diselenggarakan pada malam hari di Sirkuit Losail, pekan lalu, telah memunculkan kejutan, beda pada musim sebelumnya yang hanya di dominasi oleh tim Honda dan Yamaha saja, kini Ducati telah menunjukkan tajinya. Tim Juara dunia MotoGP 2007 itu menempatkan duo ridernya naik ke podium. Dan pada balapan tersebut didominasi oleh dua tim yakni Yamaha dan Ducati. Dovizioso terlibat duel sengit dengan Jorge

Lorenzo hampir di sepanjang balapan, namun ternyata Rossi mampu menyodok saat balapan tinggal tersisa empat putaran dan menciptakan duel duo rider Italia. Saling susul antara Rossi dengan Dovizioso berulang terjadi di empat lap akhir tersebut. Meski selalu kalah di lintasan lurus oleh tenaga motor Ducati, Valentino ‘The Doctor’ Rossi pada akhirnya bisa menyentuh garis finis paling cepat.

Dua podium terakhir menjadi milik Ducati: Dovizioso di tangga kedua dan Andrea Iannone di posisi tiga. Lorenzo yang sempat memimpin balapan pada akhirnya harus puas denga posisi empat. Nasib kurang baik didapat Marc Marquez setelah dia keluar lintasan di awal balapan. Juara dunia dua musim terakhir itu bisa terus memperbaiki posisinya, namun di akhir balapan dia akhirnya harus puas dengan posisi lima.(dts)

Rossi: MotoGP Musim Ini Tak Akan Membosankan Memenangi balapan pembuka MotoGP 2015 membuat rider Yamaha, Valentino Rossi antusias. Pebalap Italia ini yakin balapan tahun ini akan berlangsung sangat kompetitif dibanding tahun sebelumnya. Rossi memenangi balapan GP Qatar di Sirkuit Losail akhir pekan lalu, di mana juara bertahan Marc Marquez dari Repsol Honda harus puas finis di posisi kelima. Meski demikian, pebalap berjuluk The Doctor ini percaya setiap balapan berikutnya akan berbeda, karena semua tergantung karakteristik trek. “Ini akan berubah setiap pekan pada balapan dengan trek yang berbeda, karena setiap

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

motor memiliki kelemahan dan kekuatan pada setiap titik. Jadi, cobalah tetap pada barisan depan para penantang juara,” jelas Rossi, seperti dilansir Motorcyclenews, Selasa (31/03) lalu. “Kami harus tetap berkonsentrasi untuk memahami apakah ini hari yang tepat untuk mencoba menang atau berusaha mengamankan poin saat balapan akhir pekan di sirkuit yang sulit,” lanjutnya. Pebalap berusia 36 tahun ini juga mengomentari kecepatan motor Ducati, yang tak lain merupakan bekas timnya. Rossi beranggapan, kecepatan motor beberapa tim MotoGP 2015 akan membuat balapan

musim ini berbeda dengan beberapa musim lalu, di mana hanya dua atau tiga rider yang mendominasi. “Saya sangat senang, karena beberapa tahun terakhir balapan berbeda. Ada satu momen persaingan hanya melibatkan Casey Stoner dan Jorge Lorenzo, di mana balapan sudah berakhir setelah lap ketiga,” ungkapnya. “Itu menyulitkan dan juga balapan yang membosankan. Sekarang terlihat ada perubahan, musim ini bersama Marc Marquez, yang selalu bertarung sampai akhir, dengan sedikit strategi, dan saya amat menyukai tipe balapan seperti ini,” lanjutnya.(l6)

27


Global Sport

Pengurangan Keunggulan Ducati di MotoGP 2015 Bangkitnya Ducati guna menyaingi Yamaha dan Honda musim ini di MotoGP, memang menarik untuk disimak. Namun berdirinya Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone di peringkat dua-tiga di laga pembuka Qatar beberapa hari lalu, justru mengubah ukuran bahan bakar tim. Usai dua pembalapnya, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone, menapaki podium di seri pembuka MotoGP 2015, Ducati harus rela mengurangi konsumsi bahan bakarnya hingga akhir musim. Hal ini mengikuti aturan yang telah dibuat oleh otoritas MotoGP. Hasil buruk yang didapat Ducati pada 2013 dan 2014 membuat mereka mendapat “hadiah” penambahan bahan bakar dari otoritas MotoGP, untuk memulai musim 2015. Namun, setelah Dovizioso dan Iannone mendapat hasil yang baik di GP Qatar, mau tidak mau hadiah tersebut harus diambil kembali. Sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh otoritas MotoGP, keuntungan empat liter bahan bakar yang dimiliki Ducati dari Honda dan Yamaha akan segera dikurangi dua liter jika Ducati mampu bertengger di posisi satu, dua, atau tiga pada awal musim ini. “Setelah hasil yang didapat Tim Ducati

28

pada GP Qatar kemarin, di mana Andrea Divizioso dan Andrea Iannone berada di podium, batas bahan bakar mereka akan dikurangi dari 24 liter menjadi 22 liter,” bunyi pernyataan resmi otoritas MotoGP, seperti dilaporkan Crash, Rabu (1/4/2015). Meski harus mengalami pengurangan bahan bakar, sepertinya hal itu tidak akan menjadi masalah berarti bagi tim yang berbasis di Italia itu. Pasalnya, Ducati mengklaim bahwa selama ini mereka tidak pernah menggunakan bahan bakar lebih dari 22 liter. Batas konsumsi bahan bakar sebanyak 22 liter ini nantinya juga akan diterapkan oleh otoritas MotoGP kepada seluruh tim yang akan bertarung di lintasan. Rumornya, peraturan baru ini akan segera berlaku pada 2016. Pernyataan Resmi Direksi Perlombaan MotoGP: “Terkait hasil yang diraih Ducati di Qatar

pekan lalu, di mana Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone berdiri di podium, maka bahan bakar yang diperbolehkan dikurangi dari 24 ke 22 liter,” “Direksi Perlombaan MotoGP secara resmi memberitahu Ducati terkait regulasi yang mempengaruhi MotoGP kelas pabrikan, yang mana tertulis di artikel 2.4.4.5.5 dari FIM regulasi kejuaraan dunia. Yang berarti peraturan bahan bakar berkapasitas 24 liter akan dilepas sesegera mungkin,” “Ini karena fakta bawah Ducati pabrikan saat ini telah mencapai tiga podium finis di kondisi kering sejak memulai di musim 2014: tempat ketiga Dovizioso di Austin 2014, tempat keduanya di Qatar 2015 dan rekannya tempat ketiga Iannone di seri yang sama. Terhitung sejak GP Amerika Serikat hingga akhir musim 2015, kapasitas bahan bakar semua kelas pabrikan Ducati maksimum hanya 22 liter.” (mer)

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Global Sport

Penyebab Lorenzo Kalah Bersaing Jorge Lorenzo mengungkapkan kegagalannya mempertahankan posisi terdepan pada GP seri pembuka di Sirkuit Losail, Qatar. Balapan itu akhirnya dimenangi rekan satu timnya, Valentino Rossi. Lorenzo mengaku kegagalan mempertahankan posisi terdepan karena sedang bermasalah dengan helmnya pada GP seri pembuka ini. Padahal Lorenzo sebenarnya tampil baik dengan memimpin 15 dari 22 lap dan memberikan ancaman kepada Andrea Dovizioso, yang memulai balap dari garis terdepan. Lorenzo kehilangan kecepatan menjelang putaran akhir dan terperosok ke posisi keempat di belakang Andrea Iannone. Lorenzo mengatakan posisinya turun karena masalah helm, yang membuatnya sulit melihat arena balap. “Saya merasa lebih baik dan lebih baik, tapi tiba-tiba ada sesuatu yang salah di bagian atas helm, yaitu busa yang longgar itu turun, sehingga

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

saya kehilangan setengah dari penglihatan saya,” ucap Lorenzo kepada Autosports. “Saya tidak bisa melihat sudutsudut dengan baik dan tidak bisa berkonsentrasi seperti sebelumnya, dan saya kehilangan setengah detik atau lebih,” tutur pembalap Yamaha itu. “Dalam lomba yang seharusnya bisa menang, saya hanya finis keempat.” Sebelum masalah helm itu terjadi, Lorenzo mengatakan Yamaha akan berjuang untuk menaklukkan Ducati. “Saya lebih cepat, dan saya melewatinya di tikungan cepat,” ucapnya. “Di (puncak) kecepatan dan pengereman, Ducati lebih kuat daripada sepeda motor kami, tapi kami bagus pada kecepatan di tikungan dan akselerasi,” tutur Lorenzo. “Sejujurnya, saya bisa memenangi lomba, meskipun tidak akan mudah, karena Valentino memiliki kecepatan yang sangat kuat di akhir balapan,” ucap pembalap Spanyol itu. (tmp)

29


Global Sport

1

Linda Morselli

2

3

Lucy Heron

Elena Morali

5 Wanita Ini Siap Panaskan MotoGP Balapan perdana MotoGP 2015 lalu berjalan sangat kompetitif dan Valentino Rossi lah yang keluar sebagai pemuncak podium, bisakah dia mempertahankan klasemen hingga akhir musim nanti dan meraih gelar juara di musim 2015. Namun selain menyaksikan ketatnya persaingan, mereka juga bisa memanjakan mata dengan melihat pesona para wanita cantik yang mendampingi masing-masing pembalap. Berikut, lima gandengan pembalap yang siap panaskan arena MotoGP tahun ini:

30

1. Linda Morselli Sebelum menjalin kasih dengan Valentino Rossi, Linda Morselli bekerja sebagai umbrella girl di pentas MotoGP. Dari pekerjaan itulah, Linda akhirnya kenal dan bisa menjadi kekasih pembalap berjuluk The Doctor tersebut.

Kecantikan Linda rupanya membuat Rossi insyaf. Sebelumnya ia dikenal sebagai pria yang suka gonta-ganti pacar. Namun kini, Rossi justru berniat membawa kekasihnya mengarungi bahtera rumah tangga. “Saya belum memiliki rencana apapun soal masa depan. Disisi lain, satu-satunya rencana

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Global Sport

4

Yvette Amescua

jangka panjang adalah menikahi Linda dan segera mendapatkan anak dari pernihakan itu. Jadi dalam sepuluh tahun ke depan saya ingin anak laki-laki,� kata Rossi seperti dikutip Autoevolution, Rabu (25/3/2015). 2. Lucy Heron Wanita cantik ini dinikahi Cal Crutchlow pada awal 2014 lalu. Sejak saat itu keberadaannya selalu terlihat di pinggir lintasan balap. Lucy dan Crutchlow sudah saling mencintai sejak 2007 lalu. Paras cantik dan senyum manis yang dimiliki Lucy menjadi daya tarik yang mampu menarik perhatian banyak lelaki. 3. Elena Morali Wanita yang sering tampil seksi di sampul

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co

5

Jackie Marin

majalah ini pintar menutup kisah cintanya dengan Jorge Lorenzo. Tidak seperti yang lain, Elena justru keberatan kisah asmaranya jadi bahan pembicaraan publik. Hubungan Elena dengan Lorenzo dimulai pada 2012 lalu. Saat itu Elena sedang menekuni pekerjaannya sebagai model. Kecantikan dan lekuk indah tubuhnya sukses membius Lorenzo yang berhasil memacarinya sampai saat ini. 4. Yvette Amescua Tak jauh berbeda dengan pembawaannya yang kalem, Dani Pedrosa ternyata memiliki kekasih yang juga pendiam. Wanita cantik bernama Yvette Amescua berhasil memikat hati Pedrosa dan keduanya sudah menjalin kasih sejak 2004 lalu. Hubungan keduanya jauh dari hingar bingar

media. Padahal Yvette yang memiliki nama lain Mirelle Amescua sering mendampingi pujaan hatinya saat balapan di berbagai negara. 5. Jackie Marin Nicky Hayden terpikat dengan kecantikan bintang reality show asal Amerika Serikat bernama Jackie Marin. Keduanya telah menjalin hubungan sejak 2011 lalu. Awalnya Hayden membantah tiap kabar yang menyebut dirinya berpacaran dengan Marin. Namun lambat laun sang pembalap mulai terbiasa dengan berita tersebut. Ia akhirnya berani mempublikasikan kebersamaannya di berbagai media sosial. Sebagai bintang televisi, Marin tentunya memiliki pesona yang menawan. Dengan kelebihannya itu, ia mampu menggoda jutaan pasang mata kaum adam.(sdn)

31


GLOBALTainment Selamat Jalan Mpok Nori Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Salah satu komedian legendaris, Mpok Nori meninggal dunia, Jumat (3/4). Kabar meninggalnya Mpok Nori disampaikan cucunya, Mawan, “Iya mas, meninggal pukul 07.40 WIB di Rumah Sakit Pasar Rebo,” ujar Mawan, Jumat, 3 April 2015. Mawan yang masih terkejut tak menjelaskan penyakit yang diidap Sang Nenek. Memang, beberapa hari ini komedian Betawi itu kerap mengeluh sakit. “Sakitnya belum tahu. Memang sudah dirawat,” ujar Mawan menerangkan. Mpok Nori lahir di Jakarta pada 10 Agustus 1930, atau 84 tahun yang lalu. Almarhum memulai karier pada pentas lenong Betawi dan terkenal setelah bermain dalam serial “Pepesan Kosong”. Semasa hidupnya, Mpok Nori sering mengisi acara komedi di berbagai stasiun televisi Tanah Air. Seniman Betawi Nuri Sarinuri, atau biasa dikenal dengan Mpok Nori, tutup usia pada usia 84 tahun, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo karena sakit asma. Mengawali karier lawak pada usia muda sebagai pemain lenong. Mpok Nori bahkan mendirikan grup lenong Sinar Noray yang dulunya kerap mengisi acara pada pesat perkawinan. Hampir setiap orang kenal jelas suara cempreng berlogat Betawi dari wanita kelahiran 10 Agustus 1930 silam ini. Suara cempreng Mpok Nori bahkan pernah diadu dengan suara tinggi Candil, vokalis Seurius Band dalam sebuah program di televisi swasta. Tak hanya eksis di panggung lawak, Nori juga kerap bermain sinetron dan film layar lebar. Tercatat, dia pernah bermain dalam film Get Married 2, Get Merried 3 serta bermain bersama komedian populer lainnya seperti Haji Bolot, Opie Kumis, Sule, Andre Taulany, Nunung, Parto Patrio dan lainnya. Mpok Nori kini telah meninggalkan kita. Rencananya, jenazah almarhumah akan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur selepas shalat Jumat. (viv)

32

Edisi 10/April 2015 | E-Magazine globalindo.co


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.