Haluan 1 April 2017

Page 1

Harian Umum

Men cerd askan Kehidupan Masyarakat SABTU,

1 APRIL 2017 / 4 Rajab 1439 H / Edisi: 168, Tahun ke-69 / Har ga Ecer an Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)

DIDUGA ADA UNSUR KORUPSI PERIZINAN

KPK Incar Tambang Sawahlunto KPK akan bertindak tegas bagi pelaku yang ingin melakukan penyuapan dan KPK juga meminta agar izin perpanja ngan relaksasi ekspor mineral secara transparan”

05.07 12.26 15.31 18.30 19.38

Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikemba likan.” (QS As Sajadah Ayat 11)

FEBRI DIANSYAH Jubir KPK,

PADANG, HALUAN — Sengkarut operasional tamb ang di Sawahlu nto yang seakan tak h enti menelan korban, tak hanya jadi polemik di Sumbar saja. Polemik itu juga sampai ke Komisi Anti Korupsi (KPK). Terhitung sejak pertengahan 2016 lalu, KPK sudah menelusuri permasalahan izin dan dugaan korupsi pada 12 perusahaan tambang yang ada di Sawahlunto. Dua perusahaan tambang, PT Alied Indo Coal (AIC) dan CV Bara Mitra Kencana (BMK) yang operasionalnya memakan korban, juga termasuk perusahaan yang dilaporkan ke KPK oleh aktivis lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup dan

>> KPK INCAR hal 07

Saat ini kami sedang bergerak mengumpulkan data dan analisis data. Temuan nanti juga bisa kami bawa ke KPK dan Kementerian ESDM”

USLAINI

Direktur Walhi Sumbar,

Tambang Meledak, KTT Harus Tanggung Jawab PADANG, HALUAN — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Endre Saefoel menilai kecelakaan tambang yang terjadi di Sawahlunto, k arena kurangnya keamanan dan ketelitian dari para pekerja tambang, dan kelalaian dari Kepala Teknik Tamb ang (KTT). Kuran g berfungs in ya in spektorat tambang ju ga m embuat p engawasan tidak maksimal. Menurut Endre, in spektorat tam bang belu m berjalan sebagaimana mest in ya karena sejak perali han kewenangan d ari daerah ke provinsi belum ada regulasi yang jelas u ntu k ins pekto ratny a. “Kabarn ya Pemprov sudah memasukkan surat terkait kejelasan gaji dan regulasi dari inspektorat ini makanya belum berjalan,” ungkapnya, Jumat (31/3). Terjadinya kecelakaan tambang ini

PERAWATAN MEDIS — Dua pekerja yang jadi korban meledaknya tambang di Sawahlunto mendapatkan penanganan medis di RSUP M Djamil Padang. Jumat (31/3), kedua korban sudah mulai membaik, walau belum bisa berinteraks i dengan pihak keluarga.

>> TAMBANG hal 07

HUDA PUTRA

32 Kilogram Ganja Gagal Diedarkan

KUNJUNGI SUMBAR 3 APRIL

Kapolri Dianugerahi Gelar Sangsako PADANG, HALUAN — Kedatangan Kapol ri J endral Ti to Karnavian ke Sumbar, S enin, 3 April mendatang, tidak hanya meresmikan peningkatan status Polda Sumbar dati Tipe A ke Tipe B, tapi juga dalam rangka pengukuhan gelar sangsako, yang diberikan Suku Sikumbang Kamang Mudiak, Agam. Kap olri akan dib eri gelar Su tan Rajo Paga Alam. Gelar i tu sebagai bent uk p enghargaan atas dedi kasi Kapolri yang dianggap memiliki jasa

PASAMAN, HALUAN —Jajaran Polres Pasaman menggagalkan peredaran 32 Kilogram ganja kering, Kamis (30/3) tengah malam. Ganja itu rencananya akan di sebarkan d i s ejumlah daerah di Sumbar, oleh dua orang pelaku yang berhasil diringkus. P ul uh an k il og ram ganj a kering itu diamankan di Jorong V Kot a Nopan Se tia , Nagari Lansek Kadok, Kecamatan Rao Selatan. Sehari sebelumnya, Rabu (29/3) polisi juga mengamankan 21 kilogram daun ganja kering, dari dua o rang warga asal Ujung gading, Pasbar, ini sial berinisial RA (27) dan NI (30). Kapolres Pasaman AKBP Reko Indro Sasongko didampingi Wakapolres Kompol Efdar Roza menjelaskan, penangkapan itu merupak an kali k etiga dil akukan dalam Operasi Anti Nark ob a (Anti k). Se lain pu luh an k ilo gram ganja, k ata dia, t im gabungan ini juga berhasil mengamankan dua orang tersangka beserta barang bukti lainnya berupa satu unit mobil merk Toyota Avanza nomor polis i BA 1862 LE. “Ini penangkapan ketiga kalin ya d alam d ua pekan terakh ir. Anggo ta k it a berhasil menangkap dua orang pelaku beserta ganja sebanyak 32 paket besar d an du a paket menengah yang beratnya diperkirakan

PADANG, HALUAN —Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dikabarkan mengh enti kan s ementara pengerjaan jalur II Bypass. Penghentian sementara itu d ikabarkan terkait adanya bentangan s panduk penolakan kelanjutan pembangunan. Spanduk itu bertuliskan permin taan penghentian

>> 32 KILOGRAM hal 07

>> PENGERJAAN hal 07

yang sangat besar kepada masyarakat. Ti dak h anya Kapol ri, ist rinya Tri Suswati juga diberi gelar Siti Linduang Alam. “Selain peresmian naik status Po ld a S um bar, Kap ol ri ju ga akan menerima g elar sang sako,” terang Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumbar AKBP Syamsi, Jumat (31/3) siang. Dijelaskan AKBP Sy amsi, g elar adat itu akan dikuk uhkan Lemb aga Kerapatan Adat Alam Minangkabau

WARGA BENTANGKAN SPANDUK PENOLAKAN

(LKAAM) Sumbar setelah selesai acara peresemian kenaikan tipe Polda Sumbar. Se lai n i tu, Kapolri ju ga akan meresmikan secara langsung aplikasi IQR Polresta Padang dan memberikan kuliah umum di Universitas Andalas. “Kapolri akan berada selama dua hari di Kota Pa dang u ntuk m enjalankan kunjungan kerjanya, kemudian langsung bertolak ke Jakarta,” katanya.

>> KAPOLRI hal 07

JELANG NAIK STATUS POLDA SUMBAR

Pengerjaan Jalur II Bypass Kembali Mangkrak

Empat Kapolres Dimutasi PADANG, HALUAN — Mutasi perwi ra menengah terjadi Jelang naiknya status Polda Sumbar dari Tipe B ke Tipe A. Tak tanggung-tanggung, empat Kapolres masuk ke dalam gerb ong mu tasi yang meru pakan intruksi langsung Kapolri itu. Mutasi tersebut di lakukan setelah Polda Sumbar menerima Surat Telegram nomor ST/856/III/ dari Mabes Polri. Keempat Kapolres yang dimutasi adalah Kapolres

>> EMPAT KAPOLRES hal 07 SEJUMLAH spanduk penolakan pengaspalan Jalur II Bypass terpampang di badan jalan. Akibat ad anya spanduk ini, proses pembangun an jalan jadi tersendat. HUDA PUTRA

Hakim dan Jaksa Jadi Saksi Kasus Suap Bos Gula PADANG, HALUAN — Dua anggota majelis hakim dalam kasus peredaran gula tanpa label SNI yang bergulir tahun lalu di Pengadilan Negeri (PN) Padang, Sri Hartati dan Sutedjo, diperiksa sebagai s aksi dalam sid ang lanjutan kasus suap yang dilakukan terdakwa Xaveriandy Sutanto alias Tanto. Suap diberikan kepada jaksa Farizal yang merupakan Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus gula tersebut. Di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor PN Padang, kedua saksi mengaku ditunjuk sebagai saksi dalam kasus gula berdasarkan penunjukan Ketua PN Padang Amin Ismanto, yang kebetulan dalam kasus itu juga menunjuk diri sendiri sebagai ketua majelis hakim. Terkai t status Tanto sebagai t ahanan kota, kedua saksi mengaku PN Padang hanya melanjutkan status yang sebelumnya sudah berlaku di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pad ang. Kenyataan bahwa Tanto terjari ng Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta untuk kasus suap, menjadi salah satu pertimbangan majelis hakim, dalam

>> HAKIM hal 07 www.har www.harianhaluan.com ianhaluan.com

 Redakt ur: BHENZ MAHARAJO

 Layouter: IRVAND


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.