Harian Umum
Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat RABU,
2 Agustus 2017 / 9 Dzulkaidah 1438 H / Edisi: 268, Tahun ke-69 / Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)
12 KILOGRAM GANJA DISITA
Demi Istri, Nelayan Agam Rela Jadi Kurir Ganja PADANG, HALUAN — Harapan Doni Indra alias Pono (34) bisa mengumpulkan uang jelang prosesi melahirkan istrinya pupus sudah. Jangankan bisa mengumpulkan uang, Dodi malah dipastikan tidak akan bisa menyaksikan anaknya lahir. Dia ditangkap polisi karena membawa 12 kilogram ganja ke Kota Padang,
Senin (31/7) siang. Jadi kurir ganja terpaksa dilakoni Dodi. “Saya butuh uang untuk menghidupi keluarga. Apalagi, istri saya sekarang sedang hamil besar. Dua bulan lagi mungkin melahirkan. Sementara uang di tangan tidak ada. Makanya saya nekat saja mengantarkan ganja ke Kota Padang atas suruhan seseorang, dengan iming-iming upah yang besar. Nyatanya, saya malah tertangkap,” tutur
>> DEMI ISTRI hal 07
DIKAWAL KETAT – Dua personil polisi bersenjata laras panjang mengawal ketat kurir yang mengantarkan 12 paket ganja ke Kota Padang, Selasa (1/8). Pelaku yang seorang nelayan ditangkap di pelataran Masjid Muhammadiyah, Kampuang Jao, Padang. HUDA PUTRA
YUSAFNI SERET NAMA LAIN
Kejar Aktor Utama SPj Fiktif! Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Al Hadiid 57:1) SUBUH ZUHUR ASHAR MAGRIB ISYA
05.03 12.27 15.50 18.29 19.42
WIB WIB WIB WIB WIB
PADANG, HALUAN — Tersangka kasus dugaan korupsi Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif di lingkungan Pemprov Sumbar, Yusafni Ajo memastikan akan membongkar seluruh rangkaian kasus kepada penyidik Bareskrim Polri. Siapa-siapa saja yang terlibat dalam penganggaran dan pembagian dana, satu per satu nantinya disebut. Yusafni tak mau kena sendiri. Hal itu diungkapkan Defika Yufiandra, kuasa hukum Yusafni Ajo. “Klien saya akan
buka-bukaan kepada penyidik. Runut kasus dari awal nantinya disebutkan satu per satu. Siapa yang terlibat dalam penganggaran, pencairan, hingga adanya dugaan pembagian itu. Sebagian sudah disampaikan. Namanya sudah di penyidik,” terang Defika, Selasa (1/8) malam. Dijelaskan Defika, sangat tidak logis, kliennya yang hanya pejabat nonstruktural, dan hanya berposisi sebagai Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK), bermain sendiri dalam
“Klien saya akan bukabukaan kepada penyidik. Runut kasus dari awal nantinya disebutkan satu per satu. Siapa yang terlibat dalam penganggaran, pencairan, hingga adanya dugaan pembagian itu” DEFIKA YUFIANDRA Kuasa Hukum Yusafni. dugaan korupsi tersebut. “Klien saya hanya seorang PPK. Dia tidak punya kewenangan apapun dalam penganggaran. Ada atasannya yang memiliki pera-
Jaksa Intai Marlon PADANG, HALUAN — Mantan Bupati Dharmasraya, Marlon Martua harus kembali ke dalam penjara setelah sempat menghirup udara bebas selama dua tahun. P a s a l n ya , Mahkamah Ag ung menambah masa
Garam Langka, Bisa Jadi Permainan Kartel JAKARTA, HALUAN — Kelangkaan stok garam konsumsi nasional yang belakangan terjadi membuat pemerintah termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera mengambil tindakan. KKP bersama kementerian dan lembaga lain segera melakukan rapat koordinasi guna menanggulangi permasalahan yang terjadi. Di tengah usaha itu, muncul dugaan adanya permainan kotor kartel yang membuat garam langka. Adanya dugaan itu diungkapkan Susi Pudjiastuti di situs Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Lewat keterangan tertulis KKP dalam bentuk tanya-jawab, seperti dikutip dari https://news.kkp.go.id, Susi menjelaskan persoalan garam, termasuk soal dugaan permainan kartel. “Bisa jadi (ada permainan kartel). Dulu terjadi kebocoran garam impor yang dilakukan oleh industri importir garam, mereka impor lebih dari kapasitas produksi mereka. Akhirnya mereka menjadi trader, separuh lebih bocor ke pasar konsumsi. Sekarang dengan pengaturan ini mereka tidak suka. Dari dulu impor garam industri rata-rata per tahun 2 juta ton namun bocor ke pasar garam konsumsi. Garam ini masuk pada saat petambak panen dan harga petambak jadi jatuh,” tutur Susi, Selasa (1/8). Menurut Susi, KKP memang memiliki kewenangan mengurusi garam, salah satunya untuk mensejahterakan petambak garam. Soal impor garam, KKP katanya mesti
>> GARAM LANGKA hal 07 www.harianhaluan.com
MARLON MARTUA
tahanannya menjadi enam tahun. Jauh lebih tinggi dari hukuman yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Padang yang hanya menjatuhkan vonis setahun penjara. Kini, Marlon dalam intaian jaksa. Tokoh Dharmasraya itu kini tidak akan jauh-jauh dari mata-mata kejaksaan. Gerak-geriknya diamati. Langkahnya terus diawasi. “Iya. Marlon terus dipantau. Hal itu dilakukan setelah keluarnya petikan putusan Mahkamah Agung, yang menjatuhkan vonis enam tahun penjara kepada yang bersangkutan. Sejumlah tempat yang sering disinggahi Marlon telah dipantau,” terang Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar, Dwji Samudji, Selasa (1/8) sore. Jaksa, menurut Dwi baru bisa sebatas mengintai,
nan dalam penganggaran. Kok sekarang, seakan-akan semuanya ditimpakan ke klien saya. Dia hanya bagian terendah dalam struktur ini. Ada ke-
mungkinan yang lain yang ikut bermain,” papar Defika. Soal anggaran, menurut Defika, banyak mekanisme yang dilalui. Mulai dari pengusulan, pembahasan di DPRD, pengesahan, hingga pencairan. Uang proyek yang nilainya ratusan miliar tersebut, tidak juga langsung masuk ke kantong pribadi, atau rekening pribadi YSN, tapi terlebih dahulu masuk ke DPKA, setelah itu baru ditransfer ke dinas.
>> KEJAR hal 07
Novel Sebut Ada Oknum Polri Terima Suap JAKARTA, HALUAN —– Setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kapolri Jenderal Tito Karnavian menawarkan kerja sama dengan KPK untuk mengusut teror
>> JAKSA hal 07
NOVEL BASWEDAN
kepada Novel Baswedan. Hal itu, diduga Novel, dilakukan lantaran Kapolri sudah menerima laporan terkait dengan adanya oknum Polri yang menerima suap untuk meneror dia dan para pegawai KPK lainnya. “Tentang rencana kerja sama dengan KPK, saya menduga Kapolri sudah dapat laporan atau bukti bahwa ada oknum Polri yang terima suap untuk melakukan teror terhadap s aya dan orang-orang KPK lainnya,” kata Novel, Selasa (1/8). Menurut Novel, saat
>> NOVEL hal 07
DALAM TEMPO 10 HARI
60 Hektare Lahan Sawit Terbakar PASBAR, HALUAN — Kebakaran hebat kembali terjadi di lahan perkebunan sawit di Pasaman Barat. Setidaknya, 20 hektare lahan sawit milik Kelompok Tani (Keltan) Batang Alin Permai, Nagari Sungai Aur, dilalap api. Jika dihitung, dalam sepuluh hari ini, telah 60 hektare lahan sawit yang terbakar di Pasbar. Belum diketahui, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Api diketahui berkobar sejak Senin (31/7). Hingga Selasa, si jago merah belum bisa dipadamkan. Petugas masih berusaha mencari metode yang tepat memadamkan api. “Benar, kebakaran sejak Senin siang. Tidak ada
korban jiwa. Sekarang, petugas pemadam kebakaran bersama instansi terkait masih berupaya memadamkan api,” sebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Try Wahluyo, Selasa (1/7) siang. Tri Wahluyo mengatakan penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui. Pihaknya fokus memadamkan api karena takut semakin meluas. “Kebakaran lahan kelapa sawit ini merupakan kedua kalinya dalam waktu berdekatan. Sebelumnya sekitar 40 hektare lahan kelapa sawit terbakar di Jorong Ranah Salido, Nagari Ujung Gading.
Entah apa penyebabnya, belum diketahui pasti,” ujarnya. Petugas kesulitan memadamkan api menggunakan pompa air disebabkan sungai yang diandalkan jadi sumber air untuk pemadaman malah kering akibat musim kemarau berkepanjangan. Pihak Damkar tidak bisa melakukan pemadaman dengan mobil. “Kita sudah turunkan tim beserta pompa air sebanyak tujuh unit, namun api belum juga padam. Kita hanya bisa manual dengan mendatangi titik api dan pihak lain juga melakukan penggalian batas
>> 60 HEKTARE hal 07
PETUGAS gabungan sedang berusaha memadamkan api yang membakar perkebunan sawit di Batang Alin Permai, Nagari Sungai Aur, Pasaman Barat, Senin (1/8). Setidaknya, ada 20 hektare lahan sawit yang dilalap api. IDEN
Redaktur: BHENZ MAHARAJO
Layouter: IRVAND