Harian Umum
Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat JUMAT,
4 Agustus 2017 / 11 Dzulkaidah 1438 H / Edisi: 270, Tahun ke-69 / Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)
SIDANG LANJUTAN PERKARA BASKO-KAI
18 Saksi Tidak Tahu Pemalsuan PADANG, HALAN — Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali menghadirkan lima saksi lagi di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (3/8). Sampai saat ini JPU sudah menghadirkan delapan belas orang saksi. Namun, semua saksi masih sama dengan saksi-saksi yang dihadirkan sebelumnya, yaitu tidak mengetahui apa yang dipalsukan oleh H Basrizal Koto dalam proses penerbitan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 200, 201 dan 205. Saksi Fabian mengatakan, suatu hari di tahun 1994, dirinya dipanggil oleh Walikota Padang waktu itu, Zuiyen Rais ke rumah dinas walikota, terkait rencana investasi yang akan dilakukan oleh putra Minang Basrizal Koto di Kota Padang. Walikota meminta Fabian agar memediasi untuk melakukan ganti rugi terhadap masyarakat yang saat itu menjadi penghuni di bagian belakang Minang Plaza (sekarang Basko Hotel dan Mall-red). “Saat itu ada delapan rumah yang berada di lokasi tersebut. Kalau tidak salah nama yang menempati rumah itu, Kasim Bakri, Nazar, Edi Idris, Alim Tanjung, Adli, Nurma, Dirman dan satu lagi saya lupa namya pak,” kata Fabian yang merupakan Camat Padang Utara pada tahun 1994 itu, kepada JPU Mulyadi. Ia menjelaskan pada dasarnya semua pemilik rumah di sana mau menerima ganti rugi yang dibayarkan oleh Basrizal Koto. Ada lima kali pertemuan dilakukan dengan masyarakat di kantor camat, guna menyepakati berapa uang ganti rugi yang akan diterima. “Pada pertemuan ke tiga, sudah enam orang yang sepakat dengan nominal ganti rugi yang diberikan. Saat itu yang sudah sepakat langsung dibayarkan ganti ruginya. Waktu itu pak Nazar belum sepakat karena ia ingin ganti ruginya dinaikkan, karena pada waktu itu hanya rumanyalah yang permanen dan ia meminta ganti rugi
>> 18 SAKSI hal 02
Trans Mentawai Terhalang HPH PADANG, HALUAN — Keinginan Kepulauan Mentawai untuk memiliki akses jalan yang terkoneksi melalui mega proyek trans Mentawai terkendala pembebasan lahan yang kebanyakan berstatus Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Selain persoalan lahan, cekaknya anggaran juga hambatan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Naslindo Sirait menyebutkan, pembebasan lahan HPH memang menjadi persoalan utama dalam pembangunan Trans Mentawai. Pemkab Mentawai sedang mencarikan solusinya. Beberapa opsi sedang dikaji. Salah satunya, pinjam pakai lahan. “Dalam pengerjaanya masih ada kendala-kendala, terutama di Pagai Utara dan Pagai Selatan. Dimana masih adanya Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Sehingga nanti akan dilakukan pinjam pakai hutan dengan pemilik pengusaha hutan tersebut. Ini menjadi kendala yang harus diselesaikan,” kata Naslindo usai Rapat Koordinasi Terbatas dengan Gubernur Sumbar di Auditorium Gubernuran Sumbar Kamis (4/ 8), siang. Menurut Naslindo Sirait, sedikitnya Kepulauan Mentawai masih membutuhkan Rp2,8 triliun lebih lagi untuk pembangunan 393 kilometer Trans Mentawai. Dimana estimasi anggaran tersebut Rp1,8 Triliun pembangunan jalan baru dan Rp986 miliar lebih untuk peningkatan jalan. Pembangunan Trans Mentawai ini akan
>> TRANS hal 07 Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Alquran ketika Alquran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. (QS Alfurqaan ayat 29) SUBUH ZUHUR ASHAR MAGRIB ISYA
www.harianhaluan.com
05.03 12.27 15.50 18.29 19.42
WIB WIB WIB WIB WIB
PERLIHATKAN DOKUMEN – Saksi Fabian memperlihatkan dokumen di hadapan majelis hakim, jaksa dan penasehat hukum dalam sidang lanjutan Basko-KAI di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (3/8). HUDA PUTRA
HASIL UJI LABKRIM FORENSIK MINTA DIHADIRKAN DI PERSIDANGAN
PH: Surat Perjanjian Sertifikat PT KAI Palsu Penerbitan Sesuai Aturan PADANG, HALUAN — Sebuah fakta mengejutkan seputar persidangan Basrizal Koto (Basko) – Kereta Api Indonesia (KAI), Kamis kemarin (3/8) diungkapkan Penasehat Hukum (PH) Basrizal, Dr Fachmi,SH,MH di awal sidang lanjutan di Pengadilan Negeri, Padang. Fakta itu, menurut PH, surat perjanjian sewa menyewa PT KAI-BMP, palsu!
>> PH: SURAT hal 07
BAHASA mudahnya, surat itu palsu. Dengan fakta baru ini, kami segera mengajukan permohonan ke majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, untuk bisa menghadirkan hasil uji pemeriksaan Labkrim guna dijadikan barang bukti dalam menyelesaikan perkara ini secara adil” Dr. FACHMI, SH, MH PH Basko.
D
60 Kilo Ganja Disisip Dengan Ikan Kering
KAPOLRES Pariaman AKBP Bagus Suropratomo beserta jajarannya memeriksa kardus berisi 60 kilogram ganja yang rencananya akan dikirim ke Bekasi, Rabu (2/8). IST
UGAAN pemalsuan dokumen yang didakwakan ke Basrizal Koto, hingga kini belum bisa dibuktikan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Telah 18 orang saksi yang dihadirkan, namun hampir semuanya mengakui tidak mengetahui materi pemalsuan dalam proses penerbitan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 200, 201 dan 205 yang didakwakan JPU. Para saksi kebanyakan tidak tahu materi pokok yang disidangkan. Dalam sidang lanjutan, Kamis (3/8) di Pengadilan Negeri Padang, ada lima saksi yang dihadirkan, termasuk mantan Camat Padang Utara serta mantan Lurah Air Tawar Timur. Keduanya menyebut, tidak ada permasalahan dalam proses yang dilalui Basko. Malahan, Kasubsi Tematik di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Padang tahun 2010 memastikan, permohonan HGB dari Basrizal Koto tidak ada kekurangannya secara administrasi. Ironisnya pula, para saksi banyak yang tidak mengakui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat
>> PENERBITAN hal 18-19
PADANG, HALUAN — Peredaran ganja kian mengkhawatirkan saja di Sumbar. Barang haram itu tidak hanya dikirimkan lewat kurir, tapi juga menggunakan angkutan darat. Rabu (2/8) malam, sebanyak 60 kilogram ganja coba diselundupkan dari Sumbar ke luar daerah. Namun, aksi itu digagalkan Polres Pariaman. Ganja yang disimpan dalam tiga kardus itu diamankan di Pool sub agen bus PO Transport, Jorong Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman. “Iya, ada 60 kilogram ganja yang disita,” terang Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo
advertorial
>> 60 KILO hal 07 advertorial
BUAT KESEPULUH KALINYA
WALIKOTA Padang Panjang Hendri Arnis dan Kadis Perkim LH Wita Desi Susanti saat menerima Piala Adipura.
Payakumbuh Terima Adipura
Padang Panjang Raih Adipura ke12
PAYAKUMBUH, HALUAN — Kota Payakumbuh tahun 2017 ini menorehkan prestasi lagi. Walikota Payakumbuh, Riza Falepi menerima piala Adipura, pada Malam Anugerah Lingkungan, yang berlangsung di Auditorium Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (2/8). Raihan Piala Adipura tersebut kesepuluh kalinya diterima Payakumbuh, secara berturut-turut. Piala Adipura itu, diserahkan langsung oleh Men-
PADANG PANJANG, HALUAN — Bukti keseriusan Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang dalam menjalankan sejumlah program di berbagai bidang, dapat terlihat dari berbagi prestasi yang disabet oleh Kota bertajuk Serambi Mekah itu. Saat ini, hasil kerja keras Pemko Padang Panjang melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Lingkuhan Hidup berbuah sebuah prestasi yakni diraihnya kembali piala Adipura. Lihat saja selama satu bulan terakhir, usai menerima laporan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dengan predikat memuaskan Wajar Tanpa PengecuaWALIKOTA Payakumbuh, Riza Falepi memegang piala Adipura, didampingi
>> PAYAKUMBUH hal 07 Kadis Lingkungan Hidup, Jhon Kenedi dan sejumlah pejabat Pemko. ZULKIFLI
Redaktur: BHENZ MAHARAJO
>> PADANG PANJANG hal 07
Layouter: IRVAND