Harian Umum
Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat 4 September 2017 / 13 Dzulhijah 1438 H / Edisi: 296, Tahun ke-69 / Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)
SENIN,
Diminta Usir Dubes Myanmar
40.000 MELARIKAN DIRI, RIBUAN RUMAH DIBAKAR
Muslim Rohingya adalah Kita
PADANG, HALUAN – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade meminta Presiden Joko Widodo menginisiasi dikeluarkannya Myanmar dari keanggotaan ASEAN. Pasalnya, tindakan Pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya sudah keterlaluan. Menuru tnya, langkah lain yang bisa d iambil Pemerintah Indonesia adalah dengan mengusir Duta Besar Myanmar di Indonesia dan memanggil pulang Duta Besar Indonesia di Myanmar. “Kami minta Presiden Jokowi segera mengambil tindakan tegas, tindakan Myanmar terhadap etnis Rohingga ini sudah luar biasa,” tegasnya saat dihubungi, Minggu (3/9). Sebagai negara dengan muslim terbesar di dunia, sudah saatnya Indonesia mengambil peran penting di ASEAN. Ketika umat Islam di negara anggota ASEAN diusir dan d ibunuh, sebagai wujud solidaritas maka sudah seharusnya Indonesia berada di garda terdepan mengambil langkah konkrit. “Yang dibunuh, dibantai itu adalah umat Islam. In
PADANG, HALUAN — Sebanyak 400 orang telah tewas dalam kekerasan yang terjadi di Myanmar sebelah barat. Kebanyakan dari korban tewas merupakan Muslim Rohingya. Selain korban tewas, sebanyak 2.600 rumah dibakar. Peristiwa ini membuat pilu hati banyak orang. Berbagai catatan dan foto menambah deretan kesedihan. Dunia mulai bergerak, termasuk Indonesia. Masalah di Myanmar itu kini jadi masalah dunia. Doa-doa mengalir deras. Donasi juga. Duka Rohingya, adalah duka kita. Mereka memiliki hak
FPI Sumbar Kirim Jihadis ke Myanmar
>> FPI SUMBAR hal 07 Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Al Hadiid 57:1) SUBUH ZUHUR ASHAR MAGRIB ISYA
05.02 12.22 15.39 18.25 19.35
WIB WIB WIB WIB WIB
untuk hidup tanpa penindasan. Indonesia mesti bersikap tegas terhadap Myanmar. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan krisis
kemanusiaan yang terjadi terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Jokowi menegaskan sikap Indonesia
>> MUSLIM hal 07
Menlu, Ujung Tombak Penyelamatan Rohingya
>> DIMINTA hal 07
PADANG, HALUAN — Pengusiran dan pembunuhan muslim Rohingya yang dilakukan militer dan Myanmar memunculkan reaksi keras dari berbagai pihak. Di Sumatra Barat (Sumbar), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Front Pembela Islam (FPI) mengutuk keras tindakan kejam pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingya. FPI Sumbar bahkan akan mengirimkan orang untuk berjihad ke sana. “Perlakuan militer dan umat Budda Myanmar terhadap muslim Rohingya adalah tindakan biadab, tidak manusiawi. Karena itu, FPI Sumbar menyerukan siapa saja untuk berjihad ke sana. Maka, kami membuka pendaftaran untuk berperang ke Myanmar,” ujar Imam Besar FPI Sumbar, Muhammad Busra, di Bukittinggi, Minggu (3/8). Pihaknya membuka pendaftaran sejak 30 Agustus untuk berperang ke Myanmar. Hingga saat ini, sudah 32 orang mendaftar. Sebanyak 32 orang itu bukan anggota FPI Sumbar saja, melainkan dari berbagai organisasi dan individu. Menurutnya, akan makin banyak orang Sumbar mendaftar untuk berjihad ke Myanmar. “Kami belum menentukan kapan pendaftaran itu ditutup. Untuk keberangkatan mereka, kami
SORE tadi Menlu telah berangkat ke Myanmar untuk meminta pemerintah Myanmar menghentikan dan mencegah kekerasan, termasuk memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk muslim di Myanmar” Joko Widodo Presiden RI
JAKARTA, HALUAN — Menlu Retno Marsudi dijadwalkan be rtemu dengan Menlu merangkap Konselor Negara Republik Persatuan Myanmar Aung San Suu Kyi, Senin (4/9). Menlu menjadi ujung tombak untuk menyelamatkan muslim Rohingya. Tak hanya Indonesia yang berharap, tapi juga dunia. Indonesia jadi negara pertama yang turu n langsung terhadap tragedi kemanusiaan ini. “Indonesia adalah salah satu negara yang merespons advertorial
>> MENLU hal 07
ELEKTABILITAS INCUMBENT CENDERUNG MENURUN GUBERNUR Sumbar, Irwan Prayitno, didampingi Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Kasatgas Koordinasi dan Supervisi (Koruspgah) KPK RI, Adliansyah Nasution, dan Kepala Pusat Data dan Informasi BKPM Pusat, Siti Romayah meluncurkan SIP Sakato di Kantor DPMPTSP Sumbar, Kamis (31/8). HUMAS PEMPROV
DPMPTSP LUNCURKAN SIP SAKATO
Pelayanan Perizinan Semakin Mudah dan Transparan PADANG, HALUAN — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar meluncurkan Sistem Informasi Pelayanan (SIP) Sakato. Diluncurkan SIP Sakato ini diharapkan akan mempermudah masyarakat maupun investor dalam pengurusan perizinan. Kepala DPMPTSP Sumbar, Maswar Dedi, saat peluncuran SIP Sakato di Halaman Kantor DPMPTSP Sumbar, Kamis (31/8),
dengan cepat gelombang kekerasan baru di Rakhine. Indonesia juga yang merespon cepat ketika terjadi krisis bulan Oktober (2016) lalu,” kata Menlu Retno. Tragedi yang terjadi pada Agustus 2017 ini, adalah yang kedua setelah pada akhir 2016 lalu. Retno mengatakan, setelah peristiwa Oktober 2016 itu, Indonesia langsung turun membantu. Pemerintah Indonesia tidak sekedar membuat pernyataan tapi juga langsung turun. Bahkan
mengatakan, SIP Sakato akan memperpendek waktu pengurusan perizinan karena bisa dilakukan secara online. Sehingga dimanapun berada masyarakat bisa mengurus perizinan. “Ini sangat mudah dilakukan asalkan berkas-berkas perizinan yang dibutuhkan semuanya lengkap. Apalagi bisa diakses dimana pun tanpa harus datang ke DPMPTSP,” kata Maswar Dedi.
>> PELAYANAN hal 07
Andre Rosiade Bisa Kalahkan Mahyeldi PADANG, HALUAN — Pilkada Padang telah memasuki waktu-waktu krusial penentuan pasangan calon yang akan didaftarkan ke KPU Padang. Segala kemungkinan masih bisa terjadi, apalagi melihat tidak ada yang terlalu dominan dalam hasil survei beberapa lembaga. Bahkan, pada survei yang digelarInCoSt (Institute for Community Studies) 2427 Agustus lalu, masih terbuka kesempatan untuk mengalahkan incumbent Wali Kota Mahyeldi. Salah satu nama yang bisa saja menjadi pesaing bahkan mengalahkan Mahyeldi adalah Andre Rosiade yang ternyata dalam posisi survei telah menduduki nomor urut tiga elektabilitas (tingkat keterpilihan). Padahal, Andre bukanlah calon yang jor-joran memasang baliho dan alat peraga kampanye lain. Apalagi turun ke lapangan bertemu masyarakat. Hal itu menunjukkan peluang Andre
>> ANDRE hal 07
Dua Mahasiswa Minang Disambut Isak Tangis PADANG, HALUAN — Upaya Pemerintah untuk membebaskan dan memulangkan dua mahasiswa asal Limapuluh Kota yang ditahan kepolisian Mesir ke Tanah Air akhirnya terwujud. Minggu (3/9), Muhammad Hadi dan Nurul Is-
lam Elfis, mendarat di BIM sekitar 13.10 WIB. Di BIM, mereka disambut keluarganya dan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Suasana haru dan isak tangis menyelimuti pertemuan dua mahasiswa itu dengan keluarganya. Mereka tak lama dipeluk bergantian oleh anggota keluarganya. “Alhamdulilah, dua mahasiswa asal Sumbar yang sempat ditahan Otoritas Keamanan di Mesir telah pulang ke Sumbar. Ini semua berkat peran besar Kementerian Luar Negeri Indonesia dan KBRI Kairo. Untuk itu, kami dari Pemprov sangat berterima kasih atas bantuan yang dibeDUA mahasiswa asal Payakumbuh yang sebelumnya ditahan polisi Mesir disambut rikan,” ujar Irwan Prayitno saat isak tangis pihak keluarga saat mendarat di Bandara International Minangkabau (BIM), menyambut kedatangan mahaMinggu (3/9). Selain dijemput keluarga, keduanya juga disambut langsung Gubernur siswa asal Sumbar dipintu kepulangan BIM. Sumbar, Irwan Prayitno. HUDA PUTRA www.harianhaluan.com
Sejak kedua mahasiswa itu ditahan, kata Irwan, Pemprov Sumbar intens berkomunikasi dengan Dubes RI dan Kemenlu untuk memproses pembebasan mereka. “Kita hanya dapat melakukan komunikasi untuk pembebasan ini. Yang berperan tetap Dubes dan Kemenlu. Jika sudah selesai prosesnya disana. Baru kami Pemprov yang akan menfasilitasi kepulangannya ke Tanah Air,” tuturnya. Saat ini, kata Irwan, Pemprov berkomunikasi dengan Dubes RI di Mesir untuk mengurus transkrip nilai kedua mahasiswa itu karena mereka ingin kembali melanjutkan studi ke Mesir. “Jadi untuk itu kami bantu untuk menfasilitasi pengurusan nilainya,” katanya. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Tero-
risme (BNPT) telah mewawancarai kedua mahasiswa tersebut. Hasil wawancara itu menyatakan bahwa m ereka ti dak bersalah. Karena itu, BNPT akan menyurati Kemenlu supaya mereka dapat balik lagi melanjutkan studinya ke Mesir. “Pemprov Sumbar bahkan mendukung mahasiswa asal minang yang melakukan studi di Mesir. Mereka ke sana untuk belajar dan mereka adalah calon ulama masa depan. Kita di Sumbar sangat butuh peran ulama,” katanya sambil mengatakan bahwa hanya Sumbar yang punya wisma laki-laki dan perempuan untuk mahasiswa di Kairo. Setelah kasus ini, Irwan meminta sekitar 300 orang mahasiswa Sumbar di Al Azhar untuk berhati-hati, dan tidak
Redaktur: BHENZ MAHARAJO
memasuki wilayah yang tengah berkonflik. Sementara itu, Hadi dan Nurul menceritakan, saat ditangkap oleh Otoritas Keamanan setempat, mereka sedang berbelanja di toko. “Kami diambil saja di jalan. Katanya mau periksa visa. Tidak tahunya malah ditahan,” kata Hadi. Ibu Nurul, Muharnes gembira sekali atas kepulangan anaknya karena setiap hari memikirkan anaknya yang masih ditahan di Mesir. “Saya setiap hari berdoa agar anak saya bebas. Mereka di sana hanya menuntut ilmu dan tidak pernah melakukan hal yang tidak baik. Entah kenapa mereka ditahan,” ucapnya sambil menahan isak tangis bahagia. Elfis, Ayah Nurul, menye
>> DUA MAHASISWA hal 02 Layouter: IRV@ND