Haluan 04 November 2011

Page 1

EDISI : 174 TAHUN LXIII

JUMAT 4 NOVEMBER 2011 M / 7 DZULHIJAH 1432 H

Rp2500

HARGA ECERAN

HARI INI TERBIT 24 HALAMAN

SEJARAH MENCATAT, HALUAN TERBIT SEJAK 1948 DAN MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI

PENYEROBOTAN PT KAI KE BMP

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS Al Anfaal 8:27)

SUBUH ZUHUR ASHAR MAGHRIB ISHA

04.39 12.01 15.22 18.04 19.15

PT KAI Tak Tahu BMP Bersertifikat

Azwar Anas: Usut Dalangnya WIB WIB WIB WIB WIB

http://www.pkpu.or.id

AZWAR ANAS

PADANG, HALUAN — Mantan Menteri Perhubungan Ir Azwar Anas meminta aparat penegak hukum di Sumatera Barat mengusut tuntas dan menghukum dalang kasus penyerobotan yang dilakukan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) terhadap lahan bersertifikat milik PT Basko Minang Plaza (BMP). “Bapak prihatin sekali. Ibo hati ambo mendengar kejadian itu. Bisa jadi ini ada skenario

besar untuk merusak Sumatera Barat. Makanya, Bapak minta agar dalangnya diusut tuntas dan dihukum sesuai aturan berlaku,” kata Azwar Anas yang

PADANG, HALUAN—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar siap memfasilitasi penyelesaian konflik pihak Basko Minang Plaza (BMP) dengan PT KAI. Basrizal Koto menghargai upaya kadin Sumbar ini. Tapi, dia tetap meminta agar hukum di

Bersambungke Halaman 11

Bersambungke Halaman 11

PESISIR SELATAN DILANYAU BANJIR BESAR

Jalan Lintas Putus, 5 Orang Hilang DELAPAN kecamatan di Pesisir Selatan dilanyau banjir besar. Lima warga hilang, jalan lintas Sumatera putus. Kerugian ditaksir Rp700 miliar.

REFLEKSI

Menjauhkan Diri dari Kemurkaan Allah Oleh: Buya H Masoed Abidin GENERASI anak bangsa ini mesti menjauhkan diri dari perilaku yang dimarahi Allah. Berperangai bebas tanpa arah akan mengundang musibah dalam kehidupan. Mengerjakan yang diwajibkan dan meninggalkan yang dilarang berarti berupaya menjauhkan diri dari kemaksiatan. Guna mengatasi problematika sosial yang terjadi kini dapat dilakukan dengan berbagai upaya. Di antaranya melakukan tazkiyah nafs (pembersihan diri) dengan teratur memantapkan iman (tauhid uluhiyah). Kemudian melaksanakan Ibadah yang berdisiplin wujud dari tauhid rububiyah. Selanjutnya dilakukan Wirid yang berkesinambungan, menjaga Shalat berjamaah, dan ibadah sunat yang teratur, seperti qiyamullail, shaum, dan lainnya. Dalam kehidupan mesti dipelihara interaksi intensif (silaturahim yang terjaga) ditengah masyarakat. Semua pengupayaan ini akan menjadi kekuatan untuk mengantisipasi berkembangnya maksiat.

PAINAN, HALUAN-Pesisir Selatan kembali dilanyau banjir besar. Sebelas warga hanyut, enam selamat, lima lainnya dinyatakan hilang. Banjir juga mengakibatkan 51 unit rumah hancur, 21 unit rusak berat, 73 unit rusak sedang dan sekitar 201 unit rusak ringan. Karena tidak lagi memiliki tempat tinggal,

sekitar 52.123 jiwa mengungsi. Banjir ini terjadi sekitar pukul 03.00 Rabu (3/11) setelah hujan lebat melanda kabupaten paling selatan Sumatera Barat itu sejak Selasa (2/11) pagi. Banjir menyapu delapan kecamatan di Pessel, masing-masing Kecamatan Batang Kapas terdiri atas lima nagari, Sutera empat

nagari, Lengayang sembilan nagari, Ranah Pesisir empat nagari, Linggo Sari Baganti tujuh nagari, Pancung Soal delapan nagari, Basa IV Balai empat nagari dan Lunang Silaut lima nagari. Tak hanya itu, banjir juga mengakibatkan dua unit jembatan putus, 1 mobil Puskel hanyut terbawa arus Bersambungke

halaman 11

Bersambungke Halaman 10 RUMAH Mutia, korban banjir bandang di Pasir Putih.

HARIDMAN

PUTUS — Kondisi jalan Lintas barat Sumatera di Pasir Putih Kambang yang putus dihondoh banjir. Jalan Linatas Barat di Pasir Putih Kambang, Pessel berubah menjadi muara. Sekitar 750 meter jalan mengalami putus dan rusak. Selain itu puluhan rumah tersapu ke laut.

Detik-detik Terakhir Hilangnya Mutia MUTIA (23) adalah gadis remaja yang dalam waktu dekat akan diwisuda sebagai bidan di salah satu Akbid di Kota Padang. Dia salah satu dari tiga korban yang dinyatakan hilang disapu air bah. Mutia, yang dikenal periang dan murah senyum itu pada akhirnya membuat orang-orang di sekelilingnya menjadi hanyut dalam duka. Duka yang tidak bisa ditahan sakitnya. Bersambungke Halaman 10

SYAFRIL NITA

UMAR di kedai nasinya yang telah dirintis 60 tahun silam di Pasar Limbanang, Suliki.

“Kedai Nasi, Sepakbola, dan Berkuda”

NAMANYA Umar, lahir 1931 di Limbanang, Suliki, Limapuluh Kota. Kini usianya sudah 80 tahun. Perjalanan hidupnya panjang. Suka sudah ia nikmati. Duka telah di jalani. Ia mengaku sudah berjualan nasi—lengkap dengan kerja kerasnya—sudah 60 tahun.

Bersambung ke Halaman 11

‘Mampagalehkan’ Jalan Kereta Api OLEH: HASRIL CHANIAGO

KEJADIAN pemancangan sepihak oleh (oknum) pimpinan dan karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional Sumatera Barat terhadap lahan sudah bersertifikat di areal Basko Hotel dan Basko Grand Mall hari Selasa (1/11/2001) lalu sudah banyak diberitakan berbagai media Sumbar dan nasional. Saya merasa tak perlu lagi ikut serta mengomentari masalah ini, karena sudah banyak yang me-

nyampaikan pendapat dan pandangannya. Tinggal masyarakat menilainya dan menunggu penye-

HUJAN DERAS

Sicincin-Malalak Longsor

lesaiannya secara hukum –kalau memang akhirnya sampai ke ranah hukum atau cara lain. Menarik bagi saya adalah kenyataan yang kini banyak terjadi di sepanjang (bekas) jalan kereta api di Sumatera Barat: dari Padang sampai Nareh di Pariaman; dari Lubuk Alung sampai Padang Panjang; dari Padang Panjang hingga Sawahlunto dan Padang Sibusuak; dari Padang Panjang sampai ke Bukittinggi; dari Bukittinggi sampai

PADANG, HALUAN — Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumbar sepanjang Rabu menyebabkan ruas jalan Sicincin-Malalak longsor Kamis (3/11) pagi, tepatnya sekitar 2 km sebelum Bukit Apit. Material longsoran menutupi badan jalan, sehingga menghambat arus lalu lintas di kawasan itu. Namun menjelang petang, material longsoran berhasil disingkirkan sehingga ruas

Bersambung ke Halaman 11

Bersambung ke Halaman 10

RAMPOK DI AGAM

Bunuh Korban, Sikat Perhiasan Emas

AGAM, HALUAN — Lubuk Basung, Ibukota Kabupaten Agam mulai tak aman. Aksi perampokan terjadi di wilayah ini, Kamis (3/11) dini hari. Akibatnya, Joharuddin Dt. Rajo Mantari (70) alias Datuak Juhai tewas. Warga Kampung Baru, Padang Mardani, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung itu meregang nyawa di rumahnya. Kawanan perampok berhasil menggondol sejumlah harta benda milik korban. Menurut Kapolres Agam, AKBP Noortjahyo menjelas di Mapolres Agam, Kamis (3/11), peristiwa yang menelan korban jiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 Wib. Kala itu anak korban “AN” terbangun dari tidurnya, dan melihat bapaknya (korban) sedang dipukuli pelaku di depan pesawat televisi, di ruang tengah rumah. AN langsung berupaya menolong sang bapak, dan mengejar serta melakukan perlawanan. Namun AN kalah melawan pelaku perampok. Ia pun ditangkap perampok, lalu dipukuli pelaku yang berjumlah lima orang. Bersambung ke Halaman 10


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.