Haluan 05 Agustus 2017

Page 1

Harian Umum

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat SABTU,

5 Agustus 2017 / 12 Dzulkaidah 1438 H / Edisi: 271, Tahun ke-69 / Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)

KPK Menggeledah di Padang PADANG, HALUAN — Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Kota Padang, Jumat (4/8) malam. Persisnya, penggeledahan dilakukan di PT Statika Mitrasarana, Jalan Khatib Sulaiman dan terkait kasus dugaan suap Gubernur Bengkulu nonaktif, Ridwan Mukti. Pantauan Haluan, ada sekitar delapan orang petugas KPK yang menggunakan batik datang ke

Kantor Statika. Mereka menggunakan tiga minibus dan langsung masuk ke dalam perkantoran. Sementara, belasan polisi bersenjata lengkap bersiaga di luar gedung untuk melakukan pengamanan. Informasi yang diterima dari Kapolresta Padang, penggeledahan sudah dilakukan sejak pukul 13.30 WIB siang, dan berakhir h ingga pukul 19.00 WIB. “Penggeledahan oleh KPK

“Penggeledahan oleh KPK berlangsung lima jam. Itu terkait OTT Gubernur Bengkulu, Juni lalu. Kalau secara detail, lebih baik tanya pihak KPK. Petugas Polresta Padang hanya bertugas untuk melakukan pengamanan” Kombes Pol Chairul Aziz Kapolresta Padang.

berlangsung lima jam. Petugas Sabhara Polresta Padang yang diterjunkan ke lapangan hanya bertugas untuk melakukan pengamanan dari pukul 13.30 WIB – 19.00 WIB. Itu terkait OTT Gubernur Bengkulu, Juni lalu. Kalau secara detail, lebih baik tanya pihak KPK. Biar jelas,” tutur Kapolresta Padang. Dalam penggeledahan, a da sejumlah berkas yang disita oleh petugas. Berkas itu lalu dibawa

menggunakan tiga mobil yang sudah dipersiapkan. Ketika ditanya, para petugas KPK memilih bungkam. Tidak ada yang mau buka suara terkait kegiatan yang dilakukan. Mereka hanya langsung masuk ke mobil dan meninggalkan PT Statika tanpa sepatah kata kepada sejumlah wartawan yang sudah lama menunggu. Sebelumnya, Gubernur Beng-

>> KPK hal 02

Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya, dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan. (QS Al Ankabut ayat 21) SUBUH ZUHUR ASHAR MAGRIB ISYA

05.03 12.27 15.50 18.29 19.42

WIB WIB WIB WIB WIB

AMANKAN PENGGELEDAHAN – Seorang anggota Sabhara Polresta Padang berjaga di depan pintu masuk PT Statika Mitrasarana, Jumat (4/8). Penjagaan itu terkait proses penggeledahan yang dilakukan KPK. HUDA PUTRA

VISA BELUM KELUAR

TERKAIT DANA DESA

Puluhan JCH Bukittinggi Gagal Terbang KPK Terima 362 Laporan SEMEN PADANG VS PERSEGRES

Putaran Kedua dengan Baik PADANG, HALUAN — Semen Padang memiliki peluang membuka putran kedua Liga 1 Indonesia dengan baik. Semen Padang akan menghadapi Persegres, Sabtu (5/8) pukul 15.15 WIB. Diatas kertas anak asuh Nilmaizar tidak akan kesulitan mengalahkan Persegres. Pada pertemuan pertama di Gresik, Semen Padang mampu meraih kemenangam dengan skor 3-1. Kemenangam tersebut menjadi satu-satunya Semen Padang di tandang. Selain itu faktor lain yang membuat Semen Padang unggul adalah posisi di klasemen sementara. Anak asuh Hanafi ini berada di dasar klasemen. Sedangkan Semen Padang berada di peringkat 13. Persegres datang ke Padang hanyam

>> PUTARAN hal 07

BUKITTINGGI, HALUAN — Puluhan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Bukittinggi dipastikan gagal berangkat ke tanah suci, dikarenakan pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan visa. Sedianya, para jemaah akan diberangkatkan hari ini, Sabtu (4/8) subuh. Data yang diperoleh Haluan, sebenarnya hanya 23 JCH yang gagal terbang. Namun, enam JCH yang masih bertalian keluarga dengan yang belum memeroleh visa juga tidak mau terbang. Semuanya tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 7, Embarkasi Padang. “Ada 23 JCH yang visanya belum keluar. Tapi yang gagal terbang 29 orang. Enam lainnya merupakan keluarga dari 23 JCH yang belum memiliki visa. Penerbangan mereta tertunda,” terang Kepala Kantor Kementerian Agama Bukittinggi, Abrar Munanda, Jumat (4/8) siang. Dijelaskan Abrar, dari malam Kamis, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kanwil Kementrian Agama Sumatera Barat dan instansi terkait lainnya. ”Namun hingga pagi Jumat, belum juga keluarnya, sehingga terpaksa keberangkatan mereka ditunda, sambil menunggu kapan visa JCH itu akan keluar,” jelas Abrar.

Dengan tertundanya keberangkatan 29 JCH, hanya 267 JCH yang diberangkatkan pagi tadi menuju Asrama Haji Parupuk Raya di Tabing Padang, 113 diantaranya jemaah laki-laki, dan 154 lainnya jemaah perempuan. “Sebanyak 267 JCH ini diberangkatkan dengan 7 bus, dijad-

walkan menginap satu malam di Asrama Haji, dan Sabtu diberangkatkan ke Bandara Pangeran Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah, melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Pa-

>> PULUHAN hal 07

WAKO Bukittinggi, Ramlan Nurmatias melepas keberangkatan 267 JCH menuju Asrama Haji Parupuk Tabing, Padang. Sebanyak 23 JCH asal Bukittinggi gagal berangkat karena visanya belum dikeluarkan pemerintah Arab Saudi. YURSIL

JAKARTA, HALUAN — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan tingginya potensi korupsi penyaluran dana desa. Jika tidak dievaluasi tata kelolanya dan tata cara penyalurannya, program pemerintah untuk pembangunan masyarakat desa ini bakal gagal di tengah jalan. Saat ini sudah masuk sedikitnya 362 laporan mengenai penyalahgunaan dana desa. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, pemerintah harus mengevaluasi seluruh tahap penyaluran dana desa. Evaluasi perlu dilakukan karena besarnya potensi korupsi dalam program tersebut. “Tata kelolanya perlu diperbaiki. Perlu ada partisipasi publik untuk pengawasan. Transparansi sangat penting,” kata Agus. Desakan KPK itu muncul setelah operasi tangkap tangan kasus suap dalam kaitan dugaan penyalahgunaan dana desa di Pamekasan, Rabu lalu. KPK telah menetapkan Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudy Indra Prasetya, Inspektur Inspektorat Kabupaten Pamekasan Sutjipto Utomo, Kepala Bagian Administrasi

>> KPK TERIMA hal 07

DALAM SEBULAN SUDAH TIGA KASUS

Bayi Terbungkus Kresek Gemparkan Warga

BAYI yang ditemukan dalam kantong kresek, pinggir Sungai Jirek, Padang, dimasukan ke dalam incubator karena saat ditemukan dalam kondisi kedinginan. IST www.harianhaluan.com

PADANG, HALUAN — Kasus pembuangan bayi kian menjadi di Kota Padang. Dalam kurun waktu 30 hari, telah tiga kasus terjadi. Teranyar, sosok bayi merah yang baru beberapa jam dilahirkan, dibuang di pinggir Sungai Jirek, Keluarahan Mata Air, Kota Padang, Jumat (4/8). Bayi itu dibungkus kantong kresek. Bayi merah yang di Sungai Jirek pertama sekali ditemukan Susilawati (43), sekitar pukul 12.00 WIB. Bayi yang diketahui baru berusia sekitar empat jam tersebut ditemukan dalam kantong kresek warna hitam dengan logo pusat berbelan-

jaan terbesar di Kota Padang. “Saat itu saya hendak pergi ke kawasan Sungai Jirek, kemudian saya melihat kantong kresek berwarna hitam. Ketika saya buka ternyata isinya bayi berjenis kelamin laki-laki yang masih merah. Kemungkinan baru lahir,” ucap Susilawati. Setelah itu, sambungnya, dirinya memberitahukan kejadian tersebut kepada seorang pemancing bernama Damai (23), yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Keduanya membawa bayi tersebut ke Puskesmas Seberang Padang, Keca-

>> BAYI hal 07 Redaktur: BHENZ MAHARAJO

Layouter: IRVAND


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.