Harian Umum
Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat SELASA,
5 September 2017 / 14 Dzulhijah 1438 H / Edisi: 297, Tahun ke-69 / Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)
Israel Kirim Senjata ke Militer Myanmar JAKARTA, HALUAN — Israel ikut dikritik karena diketahui terus mengekspor senjatanya Myanmar di saat junta militer negara itu membantai kelompok minoritas Muslim Rohingya di Rakhine. Meski belum ada kepastian senjata Israel digunakan dalam kekerasan d i Rakhine, tapi parlemen Tel Aviv melawan untuk menghentikan ekspor senjata tersebut. Kekerasan terbaru pecah di Rakhine pada Kamis malam atau Jumat, 25 Agustus dini hari lalu ketika sebuah kelompok gerilyawan menyerang pos-pos polisi yang menewaskan 12 petugas. Kelompok Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dengan dalih sebagai sikap pembelaan terhadap warga Rohingya. Sebagai respons, militer Myanmar m en gg el a r operasi yang men ewa s kan ratusan orang, termasuk warga sipil Rohingya. Data resmi yang diakui militer dan
TERUSIR – Jumlah etnis Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh terus bertambah dalam sepekan terakhir. Diperkirakan 47.500 dari satu juta Rohingya di Myanmar telah melarikan diri ke Bangladesh dalam sepekan terakhir, karena terusir dari tanah mereka sendiri. IST
Sumbar Bergerak Bantu Rohingya PADANG , HALUAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar membuka donasi untuk masyarakat Rohingya di Myanmar yang menjadi korban kekerasan militer dan pemerintah. Seluruh ASN diminta
>> ISRAEL hal 07 SEORANG bocah Rohingya menggendong adiknya saat mencoba melewati batas negara antara Myanmar – Bangladesh.
ikut menyisihkan pendapatannya untuk warga membantu penanganan krisis kemanusiaan Rohingya. “Muslim Rohingya teraniaya dan harus terusir dari kampung halamannya di Myanmar. Sebagian dari mereka mengungsi ke Bangladesh. Ini duka kita bersama.
>> SUMBAR hal 07
40 Persen Pelamar CPNS Sumbar Gugur
DIVONIS 8 TAHUN
PADANG, HALUAN — Sebanyak 374 formasi CPNS yang disediakan Kementerian Hukum dan HAM untuk wilayah Sumatera Barat akan diperebutkan oleh 48 ribu lebih pelamar. Namun, sebanyak 40 persen pelamar dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi. Hasilnya secara utuh a kan diumumkan hari ini, Selasa (5/9). Bagi pelamar yang dinyatakan lulus administrasi bisa melihat namanya di website resmi CPNS Kemenkumham https://sscn. bkn.go.id atau datang langsung ke kantor Kementrian Hukum dan HAM Sumatera Barat di samping Kantor DPRD Sumbar, Rabu (6/9) besok. “Sekitar 40 persen pemalar dinyatakan gugur, tidak lulus,” terang Ketua Panitia Penerimaan CPNS Kemenkumham Sumbar, Rizaldi, Senin (4/9). Peminat CPNS Kemenkumham membeludak. Nomor urut empat di bawah Sumut, Aceh dan Sulawesi Selatan. “Selain itu, Sumbar menjadi daerah teratas yang
>> 40 PERSEN hal 07 Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Al Hadid Ayat 2)
SUBUH ZUHUR ASHAR MAGRIB ISYA
04.59 12.19 15.31 18.22 19.31
Ini duka kita bersama. Duka dunia. Bagaimana jua, muslim Rohingya tidak boleh dibiarkan terlunta. Mesti dilindungi dan dibantu. Sumbar bergerak untuk mengalirkan bantuan” NASRUL ABIT Wagub Sumbar
WIB WIB WIB WIB WIB
Patrialis Bersikeras Tidak Bersalah
SEORANG pengungsi Rohingya berdoa dihadapan jurnalis yang meliput ke pengungsian di Bangladesh. Pengungsi berharap bantuan dunia untuk menyelamatkan mereka. IST
Sejarah Rohingya, Duka Warga Tanpa Negara
S
ERATUS tahun sudah penduduk muslim Rohingya hidup terlunta-lunta dalam bayang-bayang ketakutan. Mereka tinggal di wilayah Arakan, bagian dari Rakhine- di Myanmar Barat yang berbatasan langsung dengan Bangladesh. Mereka tak dianggap sebagai bagian dari Myanmar. Rohingya berasal dari kata Rohai atau Roshangee yang berarti penduduk muslim Rohang atau Roshang, sebutan untuk
daerah tersebut sebelum dinamai Arakan. Sejak 1942 mereka mengalami upaya pengusiran dari wilayah Arakan. Saat itu terjadi pembantaian muslim Rohingya oleh pasukan pro Inggris. Sedikitnya 100 ribu muslim Rohingya tewas dan ribuan desa hancur dalam tragedi tersebut. Sejak itu muslim Rohingya hidup dalam ketakutan. Komunitas muslim mendiami wilayah
>> SEJARAH hal 07
JAKARTA, HALUAN — Mantan Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar divonis delapan tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (4/9). Meski demikian, putera Minang itu bersikeras kalau dirinya tidak bersalah. Hakim menilai, Patrialis terbukti menerima suap sebesar 10 ribu dolar AS dan Rp4,043 juta untuk mempengaruhi putusan uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan. “Menyatakan terdakwa Patrialis Akbar terbukti
secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama delapan tahun ditambah denda Rp300 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti pidana kuru ngan selama tiga bulan kurungan,” ucap Ketua majelis hakim Nawawi Pamolango dalam putusannya. Tuntutan itu lebih rendah
>> PATRIALIS hal 07
MANTAN hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar berdoa saat mendengarkan pembacaan putusan oleh majelis hakim, dalam sidang lanjutan, Senin (5/9). Dianggap bersalah, Patrialis akhirnya dijatuhi hukuman 8 tahun penjara. IST
SEMPAT KABUR, SATU TAHANAN DITANGKAP
Tidak Menyerah, Tembak Saja!
Ilustrasi
SOLOK, HALUAN — Satu dari empat tahanan yang kabur dari Polres Arosuka akhirnya menyerahkan diri. Pelaku, Riken (33), diantarkan orangtuanya ke Mapolres Arosuka, Minggu (3/ www.harianhaluan.com
9). Namun, tiga lainnya masih berkeliaran. Sementara polisi mulai geram. Jika tak menyerah, ketiganya terancam ditembak. Riken diantarkan orangtuanya pada Minggu sore.
“Tersangka Riken datang menyerahkan diri ke Mapolres Arosuka dengan diantar orangtuanya. Dia sempat kabur dan pulang ke rumah. Orangtuanya yang memang sudah berkoordinasi dengan jajaran, memintanya menyerahkan diri,” terang Kapolres Solok AKBP Reh Ngenana, Senin (4/9) sore di Arosuka. Dijelaskan Kasatreskrim Polres Arosuka, AKP Edwin, sebelumnya petugas telah mengingatkan agar keempatnya menyerahkan diri. Jika tidak, akan diberi sanksi tegas. Termasuk tembak ditempat. “Kalau tidak mau
menyerahkan diri, langkah tegas akan dilakukan, termasuk tembak ditempat, jika melawan dan tak mau menyerah,” tegas Edwin. Pengakuan Riken, sebelumnya dia tidak bermaksud melarikan diri. Namun karena tergoda ajakan Okto Rezo dan Gusnisa Putra, akhirnya Riken terpancing dan ikut kabur dengan cara memanjat atap ruangan tahanan yang sudah digergaji oleh Gusnisa Putra. Mereka mengergaji besi pembatas tahanan saat hujan lebat, sehingga petugas tidak mendengar bunyi berisik di ruang tahanan. “Otak dari
pelaku yang kabur ini adalah Okto Rezo. Dia menyuruh Gusnisa Putra menggergaji bagian atas tahanan,” jelas Edwin. AKP Edwin menyebutkan, meski sejauh ini belum diketahui keberadaan tiga orang lainnya, yakni Okto Rezo (27), Gusnisa Putra (18), Maiyas (31) namun dengan ditangkapnya Riken, membuka pintu bagi pe tugas untuk mencari tiga tahanan lainnya yang masih diburu tersebut. “Gusniza Putra dan Rezo merupakan dua otak dibalik perencanaan kabur
>> TIDAK hal 07 Redaktur: BHENZ MAHARAJO
Layouter: IRV@ND