Haluan 05 November 2011

Page 1

EDISI : 175 TAHUN LXIII

SABTU 5 NOVEMBER 2011 M / 8 DZULHIJAH 1432 H

HARGA ECERAN

Rp2500

HARI INI TERBIT 24 HALAMAN

ANTARA

SEJARAH MENCATAT, HALUAN TERBIT SEJAK 1948 DAN MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya. (QS An Nisaa’ 4:175)

SUBUH ZUHUR ASHAR MAGHRIB ISHA

04.39 12.01 15.22 18.04 19.15

WIB WIB WIB WIB WIB

http://www.pkpu.or.id

TINJAU BANJIR—Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim didampingi Bupati Pesisir Selatan meninjau lokasi banjir di Pasir Putih Kambang Barat dan Kecamatan Lengayang, Jumat (4/11).

REFLEKSI

Investor di Negeri Tekor Oleh: Alwi Karmena SUMATERA BARAT adalah negeri yang paceklik akan investasi. Kalau diibaratkan “lapau”, daerah awak ini bagai lapau yang redup dan balangau, sementara investor adalah orang belanja. Berpikir dua kali orang datang belanja kemari. Sementara lapau lapau tetangga, seperti “Lapau Riau”, “Kadai Jambi”, bahkan “Toko Sumsel”, bersilingkit orang berjualbeli. Tak terambik-ambik-an pesanan orang dek penggalas. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi di daerah (lapau) tetangga, luar biasa pesatnya. Naik turun jakun-jakun awak dek menciragut. Membincangkan kondisi negeri awak dengan negeri tetangga serasa pekerjaan awak membelah buluh. Yang satu, daerah orang, diangkat, disanjung-sanjung, yang satunya lagi, kampung halaman awak, diinjak di telapak kaki. Pahit dan ngilu di dalam. Tapi, apa yang akan disurukkan lagi? Tidak bersuluh batang pisang, tapi bersuluh bulan dan matahari, bergelanggang mata rang banyak.

Bersambungke Halaman 11

SUPLAI MAKANAN TERHAMBAT

Korban Banjir Pessel Terancam Kelaparan PALEMBAYAN-MATUR PUTUS

Sicincin-Malalak Longsor Lagi

PADANG, HALUAN — Material longsoran sebelumnya belum selesai disingkirkan, ruas jalan Sicincin-Malalak kembali longsor pada Jumat dini hari (4/11). Lokasinya berdekatan dengan titik longsor kemarin, sebelum Bukit Apit dari arah Sicincin. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ruas Jalan SicincinMalalak, Rina Kumala Sari kepada Haluan Jumat (4/11), di

Bungkus Rokok Bergambar

K

EMASAN rokok bergambar seperti di atas itulah yang direncanakan pemerintah dalam setiap bungkus rokok, namun hal mendapat tentangan keras dari para perokok di Indonesia. Kementerian Kesehatan menyambut gembira putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan uji materiil terkait pasal tentang rokok dalam UU Kesehatan. MK menegaskan kewajiban bagi produsen rokok untuk menampilkan gambar akibat bahaya merokok pada kemasan produknya. Lebih lanjut, Kemenkes akan segera membakukan aturan dalam bentuk Peraturan

Setelah rumah mereka terendam dan rusak akibat banjir, kini para korban dan masyarakat lainnya di Pesisir Selatan terancam kelaparan. Meski bantuan sudah mulai berdatangan, namun terhambat karena jalan putus.

Padang menyebutkan, hujan deras yang tiada henti menyebabkan tebing di sekitar ruas jalan alternatif ini longsor lagi. Longsor kedua ini tak jauh dari lokasi longsoran kemarin dan material pun kembali menutupi badan jalan. Tetapi Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Sumbar sudah mengeluarkan Bersambung ke Halaman 10

KESULITAN BIAYA, HARI INI AKAN DIBAWA PULANG

Nyawa Gadiza Tergantung Ventilator Laporan:

MEIDELLA SYAHNI

Bersambung ke Halaman 11

TIDAK TERBIT Hari Minggu, 6 November 2011 besok bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1432 H dan merupakan hari libur nasional. Karena itu, Harian Haluan tidak terbit. Haluan terbit kembali Senin, 7 November 2011 seperti biasa. Pelanggan dan relasi agar maklum. PIMPINAN

PAINAN, HALUAN —Korban banjir dan masyarakat lainnya di Pesisir Selatan terancam kelaparan pascabanjir bandang. Soalnya, selain telah merusak lahan perekonomian warga, suplai bahan makanan terhambat akibat kendaraan tidak bisa masuk ke kawasan bagian selatan daerah itu. Kecamatan yang teancam kelaparan itu adalah Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Pancung Soal, Tapan

DELLA

GADIZA Latifa dengan ventilator atau alat bantu pernapasan. Jika alat ini dicabut, diperkirakan anak ini hanya mampu bertahan 15 menit. Hari ini kedua orangtuanya berencana membawa pulang karena biaya tak ada lagi.

Gadiza Latifa, gadis kecil berumur setahun dua bulan ini tak akan bisa bertahan tanpa bantuan alat pernapasan yang dalam dunia medis disebut ventilator.

APSHA PRISTHIA

KORBAN BANJIR

Doa dan Puisi untuk Tia “barangkali di laut ini cinta bakal diputus, surut pasang antara jarak, antara mata yang lembab akan meniadakan pandang sejauh pulau. di jauh yang entah, di sajak yang ke berapa kita akan menemui luka, padahal hujan telah jadi begitu berat. hari ini mata Tia yg basah bakal tersenyum di bibir laut” (Yori Kayama, 2011)

hingga Lunang Silaut. Memasuki hari kedua pasca banjir bandang, truk pengankut sembako tertahan sebelum lokasi jalan putus. Berdasarkan pantauan Haluan hari Jumat (4/11), sejumlah harga kebutuhan pokok mulai meroket termasuk BBM. Bahkan di Sungai Tunu Kecamatan Ranah Pesisir, korban banjir bandang sudah menahan

YORI Kayama adalah penulis sajak. Sajak yang tak diberi judul itu ditulis di tengah nuraninya tak kuasa mena-

Bersambung ke Halaman 11

Bersambung ke Halaman 11

Kepastian Hukum Investasi Harus Ada di Sumbar

SELANG-SELANG menjalar di tubuh mungilnya tak mampu ia anjakkan. Karena tak ada biaya, kedua orangtuanya membawa pulang anaknya hari ini. Gadis sekecil itu berpeluh menahan sakit. Dan menangis. Matanya yang bulat bersih tak berbinar lagi. Hidupnya sangat tergantung pada peralatan mekanistis itu. Jika peralatan itu dilepas, Gadiza Latifa hanya mampu bertahan 15 menit. Sebelumnya, kedua orangtua Gadiza Latifa membawa ke RSUP M Djamil, tapi ditolak karena ruangan penuh.

PADANG, HALUAN — Kasus penyerobotan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar terhadap kawasan bisnis Basko Hotel dan Mall, cukuplah sekali itu terjadi. Pemerintah semestinya harus memberikan kepastian hukum untuk setiap investor yang menanamkan modalnya di daerah ini. Pandangan itu disampaikan anggota Komisi I DPRD Sumbar Rizanto Algamar terkait masalah klaim lahan oleh PT KAI sehingga mengerahkan ratusan karyawan merusak dan memancang areal Basko Hotel dan Mall yang sesungguhnya sudah memiliki sertifikat resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Jangan sampai setelah investasi dilakukan, lalu ada masalah-masalah yang dilakukan secara tidak elegan. Bahkan cenderung membuat karakter dari investor terciderai oleh tindakan itu,” kata Rizanto. Setiap saat pemerintah selalu mencari investor, agar yang bersangkutan mau menanamkan modalnya di daerah. Jika dalam kenyataannya perlakuan terhadap investor, tidak sesuai

Bersambung ke Halaman 11

Bersambung ke Halaman 10

Bubarkan Pengadilan Tipikor di Daerah

JAKARTA, HALUAN — Banyaknya terdakwa korupsi yang dibebaskan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di daerah, membuat lembaga peradilan itu disorot berbagai pihak. Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD bahkan menyatakan Pengadilan Tipikor di daerah sebaiknya dibubarkan dan dikembalikan ke Pengadilan Umum. “Perlu dipikirkan untuk segera menghapus pengadilan Tipikor di daerah, dan dikembalikan ke pengadilan umum,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/11). Mahfud percaya bahwa hakim di daerah lebih profesional dan masih banyak pengadil di daerah yang bersih. “Tipikor di daerah justru semakin merusak dan menganggap korupsi sebagai hal yang wajar,” ucapnya, menegaskan. Mahfud menilai Pengadilan Tipikor di daerah justru lebih buruk kualitasnya, selain banyak koruptor dibebaskan, para hakim ad hoc di Tipikor daerah juga banyak yang tidak punya pengalaman sebagai jaksa atau hakim, dan tidak punya pemahaman tentang hukum yang substantif. “Tipikor di daerah itu kadang-kadang orang pengangguran, Bersambung ke Halaman 11


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.