Harian Umum
Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat
11 MINGGU 6 AGUSTUS 2017 13 DZULKAIDAH 1438 H
EDISI: 272, TAHUN KE-69 Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)
12
TUTURAN
13
GABA GABA
14
SULAM EMAS
Kemilau Danau Maninjau DANAU Maninjau merupakan, danau yang cukup indah dan menarik yang terletak lebih kurang 36 km dari Kota Bukittinggi, dapat ditempuh dengan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan sebutan kelok 44 (kelok ampek-ampek).
HAL. 16
Menanti Misteri KAI di Bukittinggi BUKITTINGGI, HALUAN – Di tengah kecemasan akan waktu penggusuran, warga Stasiun Bukittinggi kembali dibuat resah dengan beredarnya Surat Pemberitahuan (SP) tenggat pembayaran sewa dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Administrasi PT KAI dianggap amburadul karena suratnya tidak memiliki nomor, tanggal dan stempel.
05.03 12.27 15.50 18.29 19.42
Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga) bapakbapak kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala”. (QS An Naml Ayat 68)
TANPA PERPPU ORMAS
Pemerintah Dinilai Sulit Cegah Radikalisme JAKARTA, HALUAN — Komisioner Komnas HAM, Imdadun Rahmat, menilai, Perppu No 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas UU No 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Ormas) dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mengatasi persoalan diskriminasi dan intoleransi. Perppu dinilai cenderung selaras dengan prinsip siracusa atau prinsip pembatasan kebebasan berpendapat. Alasannya, Perppu Ormas diterbitkan sebagai respons terhadap maraknya kelompok anti-Pancasila yang membahayakan negara. Namun, menurut Imdadun, ada beberapa pasal yang perlu direvisi agar tidak menimbulkan persoalan baru dan sesuai dengan tujuan pembentukannya. “Perppu bisa menjadi jawaban atas persoalan intoleransi dan Diskriminasi.
BERJUANG — Opakai Bukittinggi terus berjuang mempertahankan haknya yang hendak “digusur” PT KAI dengan mendatangi Komnas HAM di Jakarta serta wakil rakyat asal Sumbar, Fadli Zon dan Anggota Komisi IX DPR RI, Syuir Syam, di Gedung DPR RI Senayan Jakarta. DOK
Wakil Ketua Opakai Young Happy dan Chairunnas menilai bahwa administrasi yang dibuat PT KAI itu ambaradul dan tidak benar. Tidak saharusnya PT KAI memberikan surat pemberitahuan itu kepada warga tanpa nomor, tanggal dan stempel yang jelas. Apalagi surat tersebut diberikan saat kondisi warga seperti sekarang ini. Administrasi PT KAI amburadul. Kita akan pastikan surat yang diterima warga itu benar atau tidak. Opakai juga akan mempertanyakan apakah uang yang dibayarkan oleh warga penyewa aset itu masuk kas negara atau tidak,” tegas Young Happy. Saat dikonfirmasi, Humas PT KAI Zainir tidak berkata banyak. Dia hanya membenarkan surat itu dari pihaknya. Itu merupakan surat untuk warga yang menempati rumah dinas PT K AI yang habis masa kontraknya, atau warga yang bukan terdampak dari penggusuran. “Benar, itu surat dari PT KAI,” ungkapnya singkat. Lebih jauh, Ketua Organisasi Penyewa Aset Kereta Api Indonesia (Opakai), Kumar Z Chan mengatakan, dalam surat itu warga penyewa lahan diminta menyelesaikan proses perpanjangan kontrak perjanjian, paling lambat 6 hari setelah surat pemberitahuan diterima. >> MENANTI : hal 07
>> PEMERINTAH : hal 07
SOAL PELAYANAN KE PESERTA
Panggung
Pilih Pop Minang Clasic
BPJS Warning Belasan RS
TAK lama lagi artis minang Budi Pernandes atau yang biasa disapa Bupe akan meluncurkan album baru. Pop minang classic adalah genre musik yang dipilih Bupe pada album ketujuhnya tersebut. “Saat ini, semua proses mulai dari rekaman hingga shoting video telah selesai. Tinggal edar saja, InsyaAllah dalam waktu dekat,” ujar Bupe pada Haluan pekan kemarin. Mengenai judul dari album barunya itu, Bupe menyebut belum bisa membocor kan sekarang.
PADANG, HALUAN — Belasan rumah sakit yang ada di Sumbar mendapat peringatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Rumah sakit yang mendapat Surat Peringatan I (SP1), dianggap lalai dalam melayani pasien. Hal itu diungkapkan Asisten Deputy Bidang Monitoring dan Evaluasi BPJS Kesehatan Wilayah Sumbagut-Jambi Dr Andi Ashar AAK. Dijelaskan Andi Ashar, bagi rumah sakit yang tidak komitmen maka akan diberikan surat peringatan. “Dari data kami, lebih dari 10 totalnya rumah sakit yang sudah mendapatkan SP1, sedangkan Pekanbaru ada tiga RS dan Batam ada tiga RS,” ujarnya usai melakukan pertemuan d engan manajemen rumah sakit se-Sumbar, Kamis (3/8) di Basko Hotel. Dilanjutkan Andi, di wilayah kerjanya bahkan juga telah diberikan SP3 untuk rumah sakit besar yang tidak berkomitmen atas perjanjian dan peraturan yang telah disepakati. “Ada satu rumah sakit yang cukup besar di wilayah kami yang sudah mendapatkan SP3. Saat ini sedang melakukan pembenahan. Kita berikan waktu selama enam bulan untuk melakukan regulasi dan perbaikan sesuai komitmen,” lanjutnya.
BUDI PERNANDES
BUPE
>> BPJS : hal 07
>> PILIH : hal 07
TIM TRC BPBD Sijunjung dibantu personil TNI dan Polisi dibantu warga mengevakuasi Jasad Korban Fefista Nofil (28) warga Jorong Pintu Rayo Kenagarian Sumpur Kudus Kecamatan Sumpur Kudus dari dalam Sungai batang Sumpur, Jumat (4/8) setelah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga saat pergi menangkap ikan dengan cara memanah. IST
Fefista Novil Ditemukan Tak Bernyawa SIJUNJUNG, HALUAN — Setelah sempat dikabarkan hilang sejak Kamis (3/8), warga Jorong Pintu Rayo Kenagarian Sumpur Kudus, Sijunjung ditemukan Fefista Novil tak bernyawa, Jumat (4/8) sore. Jasad Korban ditemukan didekat lubuk Umbio
Sungai Batang Sumpur tak jauh dari lokasi awal korban hilang. Seperti yang diberitakan Haluan edisi Sabtu (5/8), pencarian korban yang berusia 28 tahun itu sempat melibatkan banyak unsur terkait di bidang kebencanaam, seperti TRC BPBD Sijunjung yang
dibantu personil TNI, Polri dan warga masyarakat Sumpur Kudus dan Sumpur Kudus Selatan. Kepala BPBD Sijunjung Hardiwan SP pada Jumat (4/8) malam menyebutkan,
>> FEFISTA : hal 07
ADA DI IBUKOTA PROVINSI
Listrik di Kampung Sungkai Baru Sebatas Lampu Jalan
S
EBAGIAN wilayah Kampung Sungkai di Kelurahan Labung Bukit, Kota Padang, hingga kini belum dialiri listrik. Untuk menerangi rumah, masyarakat di sana menggunakan lampu minyak tanah. Laporan : HOLY ADIB Lurah Lambung Bukit, Yusrizal, mengatakan, ada kurang lebih 40 kepala keluarga tinggal di Sungkai. Ia menyampaikan, masyarakat di sana sangat menginginkan
www.harianhaluan.com www.harianhaluan.com
penerangan, terutama untuk rumah. Untuk maksud itu, pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa Sungkai dialiri listrik. Asisten Setdako Padang Bidang Pembangunan, Hermen Peri, mengatakan, penerangan listrik adalah urusan PLN. Untuk itu, pihaknya telah mengajukan permohonan kepada PLN Sumbar agar memasukkan jaringan listrik ke Sungkai. Sementara itu, Kepala Humas PLN Sumbar, Syahrial, mengatakan, pihaknya sudah melakukan survei ke Sungkai dan rapat dengan masyarakat setempat dalam rangka memasukkan jaringan
KONDISI Kampung Sungai, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang, pada malam hari. Kampung itu hanya diterangi lampu jalan, sedangkan rumah warga diterangi lampu minyak tanah. ADIB
listrik ke sana. Karena panjangnya jaringan listrik yang akan dipasang di sana, pihaknya menunggu dana dari PLN pusat. Pegiat Sosial di Sungkai, Edo Prasetya Pratama, mengutarakan, ada 50 persen wila-
yah Sungkai yang sudah dialiri listrik, sedangkan lebihnya belum dialiri listrik. Permasalah di sana, katanya, adalah tidak adanya tiang listrik dari jalan ke rumah warga. “PLN sudah memasang kurang lebih 20 tiang listrik Redaktur: Rakhmatul Akbar
di Sungkai. Selain jumlah kurangnya jumlah tiang listrik, juga belum ada tiang listrik ke rumah warga,” ujarnya di Padang, Jumat (4/ 8).
>> LISTRIK : hal 07 Layouter: Luther