Haluan 07 Desember 2013

Page 1

SABTU, 7 DESEMBER 2013

Harian Umum

4 SAFAR 1435 H

MEDIA GROUP

EDISI 63, TAHUN KE 65

IKLAN

0751 4488700

SIRKULASI

082385321222

REDAKSI

082390765000

Eceran Rp3.500/eks

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

(Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

www.harianhaluan.com

SUBUH ZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA

04.44 12.12 15.38 18.18 19.32

DAUD JORDAN PERTAHANKAN GELAR

WIB WIB WIB WIB WIB

Chris John Gagal Torehkan Sejarah

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api neraka yang menyala-nyala

(Surat Annisa: Ayat 10) Sumber: www.pkpu.or.id

Pembangunan SMA 3 Sumbar Dihentikan PADANG, HALUAN — Pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 Sumatera Barat yang berada di Lubuk Sikaping, Pasaman tidak dilanjutkan tahun ini. Dana yang sudah tersedia sekiar Rp3,4 miliar untuk pembangunan ruang kelas pada tahun 2013 ini pun dikembalikan ke kas daerah. Hal ini disebabkan, adanya sejumlah oknum yang memotong besi yang digunakan untuk menyambung lantai 1 dengan lantai 2.

>> PERLU PERDA hal 7

CHRIS JOHN TKO — Petinju Indonesia Chris John dikalahkan Simpiwe Vetyeka, juara Kelas Bulu WBA dengan TKO di ronde ke-6. Sedangkan Daud Yordan berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan versi IBO. Dia menang angka dari Sipho Taliwe. Pertandingan digelar di Metro City, Perth, Australia, Jumat (6/12) malam. DOK

PERTH, HALUAN — Petinju kebanggaan Indonesia Chris John akhirnya kandas di pertandingan unifikasi gelar di Australia. Menghadapi Juara Dunia versi IBO Simpiwe Vetyeka, Juara Kelas Bulu Badan Tinju dunia WBA itu kalah TKO (Technicaal Knock Out) Kekalahan ini sekaligus jadi kegagalan The Dragon untuk memecahkan rekor Eusebio Pedroza, petinju Panama yang 19 kali mempertahankan gelar di kelas bulu. Selain itu, mimpi menorehkan sejarah unifikasi gelar pertama di Indonesia, pun gagal dicapai petinju asal Semarang ini. Dalam pertarungan di Metro City, Perth, Australia, Jumat (6/12) malam WIB, Chris

>> CHRIS JOHN hal 7

ANGGARAN BELUM CAIR

Pilkada Padang Terancam Ditunda

Advertorial

PROSES Pilkada Padang putaran kedua tersendat. Pencoblosan yang sudah dijadwalkan 18 Desember terancam ditunda. Selain menunggu keputusan MK, KPU Padang juga terkendala dana yang belum cair.

PADANG PARIAMAN, HALUAN — Sampai saat ini, proyek normalisasi Batang Naras di Kecamatan V Koto Kampuang Dalam, Kabupaten Padang Pariaman masih terbengkali, karena terhambat persoalan pembebasan lahan. Pembagunan normalisasi yang didanai APBD Sumbar sebesar Rp15,3 milliar tersebut, masih terkendala di beberapa titik yang mengenai lahan warga. Padahal proyek normalisasi sungai tersebut, telah dimulai sejak tahun 2011 dan direncanakan selesai tahun 2014.

PADANG, HALUAN — Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Padang putaran kedua terancam diundur. Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, sudah menetapkan pencoblosan tahap kedua pada 18 Desember nanti. Namun, ketetapan itu sangat tergantung dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap gugatan pasangan M. Ichlas El QudsiJanuardi Sumka. Selain itu, soal anggaran juga akan sangat mempengaruhi pelaksanaan putaran kedua tersebut. Sampai saat ini, Pemko Padang belum mencairkan dana putaran kedua yang telah dianggarkan sebesar Rp8,5 miliar di APBD 2013. Menurut Ketua KPU Kota Padang Alison, Jumat (6/12), saat ini KPU Kota Padang terpaksa menunggu keputusan MK terkait gugatan yang dilayangkan pasangan nomor urut 2 pada Pilkada putaran pertama lalu. “Artinya, semua kegiatan KPU terkait Pilkada terpaksa terhenti.

>> DPRD SUMBAR hal 7

>> PILKADA PADANG hal 7

Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy (berpeci, di tengah) saat meninjau proyek normalisasi sungai Batang Naras, Jumat (6/12) yang hingga kini masih terkendala pembebasan lahan. IST

DPRD Sumbar Tinjau Normalisasi Batang Naras

MUKERNAS III ORGANDA 2013 DI PADANG

Organda Desak Realisasi Tol Trans Sumatera PADANG, HALUAN — Mendorong percepatan realisasi pembangunan jalan tol trans Sumatera menjadi

salah satu pokok bahasan di forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Organda Tahun 2013 yang

SURAT TERBUKA MOCHTAR NAIM Kepada Sdr Dr Fauzi Bahar, Walikota Padang, dan semua yang menanda-tangani dan mendukung Proyek Lippo Group yang diduga menerima gratifikasi ... Assalamu’alaikum w.w., Dari tradisi yang dilakukan oleh para konglomerat non-pri di mana-mana, mereka selalu melakukan gratifikasi kepada para pejabat negara yang memberi izin dan menfasilitasi proyek skala besar mereka. Makanya sukar untuk membayangkan kalau gratifikasi itu tidak mereka lakukan dengan proyek Lippo Group dengan Rumah Sakit Siloam, sekolah internasional Pelita Harapan, Mall besar, dsb, yang mau mereka bangun di Jl Khatib Sulaiman, Padang, yang sesungguhnya dilarang oleh peraturan daerah kota sendiri untuk dibangun oleh usaha swasta, tapi yang Sdr, selaku Walikota, bagaimanapun, memberi izin.

akan dilaksanakan di salah satu hotel Padang, 8-10 Desember 2013. Sejumlah menteri dan pejabat teras dari beberapa instansi akan hadir di Mukernas III Organda 2013 tersebut, diantaranya, Menteri Perhubungan RI, EE Mangindaan dan Kepala Korlantas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Pudji Hartanto Iskandar. Ketua Organda Sumbar,

S Budi Syukur didampingi Ketua Panitia Mukernas III, Con Aspi, mengatakan kegiatan ini juga akan dihadiri seluruh ketua dan sekretaris DPD Organda dari 33 provinsi di Indonesia. Sedangkan seluruh ketua dan sekretaris DPD Organda kabupaten/kota juga hadir sebagai tim peninjau.

>> ORGANDA DESAK hal 7

Lepas dari apakah pembangunan Lippo Group itu akan diteruskan juga atau tidak, dengan mengingat reaksi yang begitu gencar dari umat dan ormas Islam, tetapi yang gratifikasi atau kasarnya suap itu, sewajarnya Sdr dan semua yang lain-lainnya yang menerimanya, mengembalikannya. Seperti yang saya katakan dalam surat terbuka saya sebelumnya, gratifikasi alias suap ini adalah haram hukumnya, dan wajib disadari, apalagi kita sebagai orang Islam dan orang Minang pula, sangat tidak pantas untuk menerimanya. Makanya, kalau sudah terlanjur menerimanya, kembalikan. Kalau belum menerimakannya, tolak. Dan sampaikan juga kepada semua para pejabat yang dijanjikan untuk mendapatkan gratifikasi itu, untuk menolaknya, jika belum diterimakan. Dan kembalikan, jika sudah diterimakan. Mudah-mudahan dengan itu Allah akan mengampuni segala kesalahan dan keteledoran kita dan kita kembali ke jalan yang benar. Mari ke depan, kita bangun negeri yang kita cintai ini dengan berjalan di jalan Allah. Surut selangkah ke belakang dengan menyadari kesalahan dan keteledoran kita itu jauh lebih baik daripada kita ditunggu dengan azab neraka yang menyala-nyala di kemudian hari. Jika Sdr dkk menerimanya tapi tak mau mengakuinya, lakukanlah sumpah di hadapan Majelis Ulama yang juga dihadiri oleh khalayak ramai di medan terbuka, bahwa Sdr dkk tidak menerimanya. Mudah-mudahan tidak sampai ke sana. Wasalam Mochtar Naim

Istri pelaku bernama Fitri (30) tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, karena mengalami luka tusuk oleh suaminya sendiri di rumahnya, Jumat (6/12). NASRIZAL

ISTRI MINTA CERAI

Satu Keluarga Ditusuk Menantu PADANG, HALUAN — Seorang suami tega menusuk istri dan keluarganya di rumahnya Simpang Pasir Putih, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (6/12) sekitar pukul 13.10 WIB. Kejadian tersebut lantaran istrinya minta cerai tapi dia tidak mau menceraikannya. Atas peristiwa itu, istri pelaku bernama Fitri (30) mengalami luka senjata tajam di bagian kepala dan perut. Kemudian ibu korban bernama Asni (49) mengalami luka tusuk di bagian tangan sebelah kanan sebanyak dua kali, dan adiknya yaitu Putra (17) mengalami luka di bagian pipi sebelah kanan. Hingga kemarin sore, ketiga korban tersebut masih di rawat di Rumah

LIPUTAN UTAMA HAL. 2 I SUMBAR HAL. 4 I OLAHRAGA HAL. 17 I BERITA PADANG HAL. 9 I EKONOMI BISNIS HAL. 15 I PENDIDIKAN HAL. 24 >> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang untuk mendapatkan perawatan itensif oleh tim dokter. Sedangkan suami korban bernama Amirudin (33) melarikan diri setelah kejadian itu. Sangat disayangkan, dengan adanya kejadian tersebut tidak ada satu pun pihak Kepolisian yang datang ke rumah sakit untuk memintai keterangan terhadap korban. Kemungkinan polisi setempat belum mendapatkan laporan adanya peristiwa itu. Informasi yang dihimpun Haluan menyebutkan, sebelumnya Fitri meminta cerai kepada suaminya, karena tidak merasa aman dan nyaman lagi

>> SATU KELUARGA hal 7

HARI INI TERBIT

24 HALAMAN

>> Penata Halaman : David Fernanda


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.