Harian Umum
Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat
11 MINGGU 9 APRIL 2017 12 RAJAB 1438 H
EDISI: 175, TAHUN KE-69 Harga Eceran Rp3.750/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)
05.02 12.22 15.35 18.25 19.34
12
TUTURAN
13
GABA GABA
14
SULAM EMAS
CRISMONA P UTRI
Gagal Sekali, Melangkah Seribu Kali Apa pun keinginan yang hendak diraih, asal dijalani dengan serius dan tetap menjaga semangat agar tak redup, keingan itu pasti bisa diraih. Kegagalan hanya milik orang-orang yang menyerah.
HAL. 15
TINJAU — Wakil Gubernur Nasrul Abit ketika melakukan peninjauan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) hari kedua di Sumatera Barat bersama Kadis Pendidikan Drs. Busharman Bur,MM. dan Tim Pengawasan Pemprov. Sumbar. HUMASPROV
Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orangorang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (syurga). (QS An Najm ayat 31)
Deal Politik Berujung Penganiayaan PEKANBARU, HALUAN — M Yusuf Sikumbang kembali berurusan dengan pihak kepolisian. Kali ini, Anggota DPRD Riau tersebut dilaporkan oleh mantan anggota DPRD Pekanbaru, Abdul Gafar dan rekannya Riko Alfiano ke Polda Riau dalam kaitannya kasus dugaan penganiayaan. Terkait hal ini, Badan Kehormatan DPRD Riau mengaku telah mengetahui informasi tersebut melalui media sosial, bukan dari aduan resmi dari pengadu. Namun jika menerima aduan, BK DPRD Riau berjanji akan menindaklanjutinya. Dari informasi yang dihimpun di Polda Riau, Yusuf Sikumbang dilaporkan dengan dengan nomor laporan SPTL/ 154/III/2017/ SPKT/RIAU, tertanggal 6 April 2017 kemarin. >> DEAL : hal 07
Panggung
UN, UJICOBA LAGI? BAGI sebagian siswa, ujian akhir seolah dihadapkan dengan kiamat. Tapi, pemerintah tak kunjung tuntas menjadikan mereka kelinci percobaan. Berganti rejim, berganti pula polanya. PADANG, HALUAN — Tahun ini, 177.677 peserta dari tingkatan SLTP dan SLTA ikut ujian nasional. Pelaksanaan UN tahun ini terbagi dalam dua bentuk, UNBK dan UNKP (ujian
BOSAN
Tak Jenuh Minum Jahe BERGELUT di dunia hiburan sejak kelas enam Sekolah Dasar (SD), kian hari Bobby Sandra atau yang akrab disapa Bosan semakin memiliki banyak penggemar. Agar tidak kelelahan karena disibukkan dengan jadwal manggungnya yang terkadang padat, Bosan mengatasinya dengan minum air jahe. Dalam hal ini, meski belum memiliki album sendiri kepandaian Bosan didunia seni tak bisa dipandang sebelah mata. Dibuktikan dengan banyaknya panggilan mengisi acara yang datang pada pria 28 tahun itu. Hampir setiap pekan jadwalnya selalu terisi.Bosan tak hanya menghibur di Kota Padang saja. “Selain di Kota Padang, permintaan manggung kadang datang dari Riau atau Jambi,” ujar Bosan pada Haluan pekan kemarin. >> TAK JENUH : hal 07
Nasional Kertas Pensil). Sebanyak 65.480 Peserta yang tergabung dalam UNBK baik itu dari SMK, SMA, MA, SMP, MTs, Paket C & B. Sedangkan untuk UNKP sendiri terdapat 112.197 peserta dari tiap jenjang sekolah. Pemerintah daerah tampaknya pede (percaya diri). Kadis Disdik Sumbar Burhasman mengatakan, UNBK ini memberi ruang kepada perserta didik lebih punya banyak waktu dan fokus terhadap menjawab soal. Biasanya UNKP peserta terfokus pada pengihitaman jawaban dan berpikiri menjawab soal, untuk UNBK pesertanya lebih punya banyak waktu untuk berpikir dan fokus,
Jelang Ramadan, Stok Sembako Diantisipasi
karena hanya dengan 1 x klik jawaban dan bila ingin mengganti jawaban pun juga dengan 1 x klik. Untuk UNKP sendiri Kadisdik juga meminta bantuan pada pihak kepolisian agar selalu menjaga kerahasiaan dan pengamanan soal. Agar tidak terjadi kebocoran soal, disdik melakukan siasat untuk pengawas yang tidak mengawas disekolahnya dan tidak mengawas pada mata pelajaran yang diajarkannya. Memang, saat ini, baru sekitar 30 persen peserta UN yang menggunakan basis komputer untuk menuntaskan jawabannya.
>> UN : hal 07
DI SUMBAR, 60 PERDA SUDAH DICABUT
Mendagri Ngotot Soal Kewenangan atas Perda
PADANG, HALUAN — Dua bulan jelang masuknya bulan suci Ramadan, diperkirakan terjadi peningkatan permintaan atas sejumlah kebutuhan bahan pokok. Pemerintah bersama pihak terkait melakukan sejumlah langkah. Kepala Divre Bulog Sumatera Barat Benhur Ngakimi mengatakan, persediaan beras di gudang Badan Usaha Logistik (Bulog) Divisi Regional Sumbar dinyatakan cukup unt uk m emenuhi kebutuhan setidaknya untuk lima bulan ke depan. “Saat ini stok tersedia di gudang sebanyak 20 ribu ton. Persediaan tersebut mencukupi untuk kebutuhan lima bulan ke depan,” ujarnya, Jumat (7/4). Dikatakannya, untuk stok beras tersebut cukup bagi 19 kabupaten/kota di Sumbar. Bahkan, ia juga mengatakan pekan ini bakal ada tambahan 3.000 ton beras. Beras-beras Bulog tersebut berasal dari Sulawesi Selatan dan sejumlah provinsi di Pulau Jawa. Sementara itu, untuk mengatasi lonjakan harga saat Ramadan, Bulog berencana menggelar operasi pasar jika diminta pemerintah Setempat. PETUGAS tengah memeriksa stok beras di gudang
>> JELANG : hal 07 Bulog. DOKUMEN
JAKARTA, HALUAN — Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengatakan pihaknya masih dapat mengendalikan keluarnya peraturan daerah (perda) pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan pembatalan aturan kewenangan Mendagri untuk membatalkan Perda. Pengendalian perda tersebut berdasarkan ketentuan dalam Pasal 243 UU 23 Tahun 2014. “Sesuai putusan MK, maka Kemendagri dapat memanfaatkan batas waktu tujuh hari untuk membuat permendagri. Batas waktu itu dihitung sejak rancangan perda (raperda) dinyatakan lengkap formil dan lengkap
materiil oleh Kemendagri,” ujar Tjahjo dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (7/4). Mekanisme ini, katanya, sesuai aturan dalam pasal 243 UU Nomor 23 Tahun 2014. Dengan mekanisme ini, Kemendagri dapat mengontrol penerbitan perda yang menghambat pertumbuhan ekonomi. “Lewat mekanisme itu, Kemendagri sudah sejak dini dapat mengetahui kelemahankelemahan dalam perda yang akan dibatalkan. Memang pasal 251 sebagai post control sudah dibatalkan oleh MK. Namun, masih ada ketentuan pra control yang masih bisa digunakan,” tambah Tjahjo.
>> MENDAGRI : hal 07
Menelisik Jejak Prasejarah di Ranah Minangkabau MANUSIA memiliki cara untuk berkomunikasi, baik dari lisan atau tulisan. Tapi bagaimana dengan manusia prasejarah, bagaimana bentuk aksaranya, dan apakah ada hubungan dengan penemuan aksara di daerah lainnya. Oleh:
CHAIRUL DAN JEFLI Hal inilah yang tergambar di dinding salah satu goa di Kabupaten Tanah Datar. Tim www.harianhaluan.com
ANGGOTA Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, saat mengunjungi salah satu goa di Kabupaten Tanah Datar untuk melihat lukisan kuno. FOTO DODI CHANDRA
Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Tanah Datar menemukan lukisan dan aksara kuno yang diduga peninggalan manusia purba atau Redaktur: Rakhmatul Akbar
diperkirakan berumur 70.000-80.000 sebelum masehi.
>> MENELISIK : hal 07 Layouter: Luther