Haluan 13 September 2011

Page 1

EDISI : 124 TAHUN LXIII

SELASA 13 SEPTEMBER 2011 M / 14 SYAWAL 1432 H

HARGA ECERAN

Rp2500

HARI INI TERBIT 24 HALAMAN

SEJARAH MENCATAT, HALUAN TERBIT SEJAK 1948 DAN MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS Annisaa' 4:10)

SUBUH ZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA

04.54 12.15 15.21 18.18 19.27

KERUSUHAN AMBON

DPR Harus Panggil BIN

WIB WIB WIB WIB WIB

JAKARTA, HALUAN — Wakil Ketua DPR RI bidang Polhukam Priyo Budi Santoso menyesalkan dan menyayangkan terjadinya bentrokan massa atau aksi saling serang antarkelompok di Ambon. “Padahal kondisi Ambon dalam waktu belakangan ini sesungguhnya dalam kondisi aman dan tenang. Ini sungguh mengejutkan kami dan membuat prihatin atas kesalahpahaman yang terjadi dan memicu saling serang antarkelompok,” ujar Priyo, di gedung DPR, Senin (12/9). Priyo mengatakan bahwa aparat keamanan perlu segera mengambil tindakan pencegahan secara cepat untuk mengendalikan situasi dan meredakan ketegangan yang terjadi agar tidak meluas ke kota lain.

http://www.pkpu.or.id

REFLEKSI

Miskomunikasi “Abadi” Pemko-Pedagang Pasar Raya

Bersambung ke Halaman 11

OLEH: MOHAMMAD ISA GAUTAMA KONFLIK tak berujung antara pedagang Pasar Raya Padang dengan pihak Pemko Padang hingga kini tak kunjung usai. Kita seperti diberondong dengan berita-berita tak sedap sepanjang waktu. Kadang kita bingung, ketika kita menganggap berita yang kita baca adalah puncak dari konflik, yaitu berupa aksi demonstrasi dan kontak fisik dan tidak akan ada lagi yang “lebih puncak” dari itu, maka kemudian kita seolah tertipu, ternyata puncak konflik yang lebih membuat kita miris masih terus terjadi. Terakhir kita simak secara bersama melalui pemberitaan di hampir seluruh media Sumbar kerusuhan yang terjadi tepat pada saat perayaan Idul Fitri 1432 H lalu.

Bersambung ke Halaman 11

ANTARA

DINILAI TAK FOKUS DAN SALAH SASARAN

Program GPP dan SSSP Terancam Dipansuskan

DITENGARAI tak berjalan sesuai dengan rencana dan dikesankan ditunggangi sekelompok tertentu, program GPP dan SSSP terancam dipansuskan DPRD Sumbar. Apa motifnya?

PADANG, HALUAN — Program Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP) dan Satu Sapi Satu Petani (SSSP) yang dianggarkan dalam Bersambung ke Halaman 11

Pemegang Saham Kantongi 20 Calon Direksi Bank Nagari NET

TRADISI Festival Kue Bulan (mooncake), yang diperingati setiap hari ke-15 bulan kedelapan kalender China.

Kue Bulan dan Perjalanan Dinasti Ming SETIAP hari ke-15 pada bulan ke-8 dalam kalender China diperingati sebagai Mooncake Festival atau Festival Kue Bulan yang dirayakan warga keturunan China di seluruh dunia. Pada hari itu, bulan berbentuk bulat sempurna dan bersinar terang (bulan purnama). Menurut kepercayaan, pada malam itu Dewi Bulan menampakkan dirinya. Konon kue bulan berawal dari Dinasti Ming yang dikaitkan dengan pemberontakan heroik Zhu Yuanzhang. Ia memimpin kaum petani melawan pemerintah Mongolia dan menyebarkan pesan rahasia dengan menyembunyikannya di dalam kue bulan. Namun sebenarnya kue bulan tercatat dalam sejarah pada zaman Dinasti Song yang kemudian populer dan eksis hingga kini. Di Indonesia, kue bulan dikenal dalam dialek Hokkian dengan sebutan Gwee Pia atau Tiong Chiu Pia. Ada beberapa legenda dan mitos di balik perayaan kue bulan yang dimulai sejak 2170 SM.

Bersambung ke Halaman 11

BERSIHKAN PUING — Sejumlah anggota TNI membersihkan puing di Kota Ambon, Senin (12/9). Situasi dan kondisi keamanan di Kota Ambon kini mulai kondusif setelah sebelumnya Minggu (11/9) terjadi kericuhan antarwarga.

PADANG, HALUAN — Proses seleksi calon direksi Bank Nagari, kini tengah berlangsung. Ada puluhan nama kandidat yang diusulkan para pemegang saham. Mereka akan bersaing dalam uji kemampuan dan kelayakan (fit and proper test)

yang akan dilakukan Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat. Selain wajah lama yang kini masih duduk di jajaran direksi, calon juga berasal Bersambung ke Halaman 10

FIRMAN HASAN

MENELUSURI JALUR SICINCIN-MALALAK-BALINGKA (2)

Soal Ganti Rugi Tanah, Pihak PU Hanya Tebar Janji

MENKOMINFO

Tak Semua Situs Porno Bisa Diblokir

PADANG, HALUAN — Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring pesimis bisa memblokir situs porno hingga 100 persen. Menurutnya, teknologi terus berkembang dan mustahil untuk memblokir semua situs porno. “Saat ini, 94 persen situs porno telah diblokir. Tapi sangat mustahil jika diblokir 100 persen, karena teknologi terus berkembang tiap waktu. Ibarat gembok, pasti ada kuncinya yang bisa membuka gembok tersebut. Begitu juga dengan ini, ada saja cara orang tertentu untuk membuka situs porno yang telah diblokir,” ujar Tifatul Sembiring kepada wartawan di Perguruan Ar Risalah Padang, Senin (12/9). Meski demikian, Tifatul mengimbau kepada para orang tua untuk tidak memusuhi internet, karena selain berdampak negatif, internet juga memiliki banyak sisi positifnya yang bisa dimanfaatkan, terutama untuk mencari informasi maupun untuk berdakwah. Bersambung ke Halaman 10

Laporan:

Haswandi dan Nasrizal

E

EMPAT titik jalur alternatif Sicincin-MalalakBalingka (simaka), tepatnya di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam masih sempit.

HASWANDI

Penyempitan jalan itu terjadi akibat belum tuntasnya ganti rugi tanah yang dilakukan pemerintah

INILAH salah satu jembatan kayu yang sempit di jalur alternatif Sicincin-Malalak- Balingka (Simaka), tepatnya di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.

Bersambung ke Halaman 11

HASWANDI

JAJAK (32), warga Pandeglang, Serang, Jawa Barat akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah sempat dirawat beberapa menit di RSUP M Djamil Padang, Senin (12/9). Jajak mengalami patah tulang pada bagian kedua kainya, setelah bus Permata Bunda yang ditumpanginya ditabrak mobil Avanza di kawasan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

AVANZA MAANTAK BUS TAGAK

Jajak dan Darwin Pun Tewas

PADANG, HALUAN — Malang benar nasib Jajak, (32), warga Pandeglang, Serang, Jawa Barat. Niat mencari kerja di Sumbar, malah tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada Senin (12/ 9) di jalur Jalan Raya Kayu Tanam, Padang Pariaman. Peristiwa yang berujung maut itu, terjadi saat sebuah mobil jenis Toyota Avanza menabrak bus Permata Bunda yang ditumpangi Jajak. Akibat tabrakan itu, dua korban jiwa. Selain Jajak, satu orang lagi tewas adalah Darwin, (36), sopir bus, warga Pungung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Jajak sendiri, baru pertama kalinya menginjak kaki di Ranah Minang ini. Ia datang ke Padang karena ada tawaran kerja dari rekannya yang berdomisili di Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Kecelakaan maut ini juga membuat dua rekannya dari Jawa Barat yang pergi bersamanya satu bus, berduka dan terpaksa menunda rencana mencari kerja di Sumbar. Bersambung ke Halaman 11


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.