Haluan 14 Agustus 2012

Page 1

Harian Umum MEDIA GROUP

I klan 0751 4488700 Berlangganan 08116666333 Pengaduan 0751 4488702

SELASA

14 AGUSTUS 2012 M / 26 RAMADAN 1433 H Harga Eceran Rp2.500/eks, Harga Langganan Rp57.000/bulan

TERBIT 24 HALAMAN 079 TAHUN KE 64

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat PADANG BERKABUT — Kabut asap kembali menyelemuti Kota Padang, Senin (13/8). Menurut Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Padang, terdapat 466 titik api di Sumatera dan sebagian besar berasal dari Provinsi Riau. Besar dugaan, asap itu kiriman dari provinsi tetangga itu. RIVO SEPTI ANDRIES

Salah seorang warga pengurus SIM C tengah mengikuti ujian simulasi keterampilan bermotor dengan menggunakan alat simulator yang tengah berkasus di KPK. NET

KASUS SIMULATOR SIM

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan

Polri Sadap KPK

(QS Al Kahfi Ayat 46)

04.54 05.04

12.26

15.46

18.28

19.39

Puasa di Era Konsumerisme Oleh:

AHMAD UBAIDILLAH Mahasiswa pada Program Magister Studi Islam UII Yogyakarta TAK bisa dipungkiri bahwa kecepatan arus modernitas telah melahirkan masyarakat konsumtif. Masyarakat modern saat ini tidak lagi mempertimbangkan fungsi atau kegunaan ketika mengkonsumsi suatu produk, melainkan cenderung mengedepankan prestise yang melekat pada produk tersebut.

>> PUASA DI ERA hal 11

KHAS

Bung Karno, presiden pertama Republik Indonesia melambaikan tangan kepada rakyatnya. DOK

Bahasa Belanda “Keok” di Nusantara ORANG Indonesia selalu bangga punya satu bahasa sebagai bahasa nasional. Bahasa ini bukan warisan bangsa penjajah. Mungkin ada orang Indonesia bertanya mengapa berlainan dengan Spanyol, Portugal, Prancis atau Inggris di bekas jajahan mereka, Belanda tidak memberlakukan bahasanya di Nusantara? Rasanya seperti ada sesuatu yang terlewat pada setiap bulan bahasa, sebagai bagian ritual mengenang heroiknya Sumpah Pemuda. Itulah mengajukan dan berupaya mencari jawaban terhadap

>> BAHASA BELANDA hal 11

JAKARTA, HALUAN —Perseteruan antara Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berlanjut. Kini, Mabes Polri diduga tengah menyadap dan membuntuti kegiatan pimpinan KPK.

KEBAKARAN HUTAN DI SUMATERA

BNPB dan BPPT Gelar Operasi Hujan Buatan JAKARTA, HALUAN — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama menggelar operasi hujan buatan. Operasi ini dilakukan untuk mengurangi asap yang muncul akibat kebakaran hutan yang melanda Sumatera. Asap tersebut sudah menyinggahi Kota Padang. Berdasarkan siaran pers di laman BNPB, Senin (13/8), BNPB

dan BPPT memulai operasinya dengan melakukan upacara di Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau. Gubernur Riau, Rusli Zainal memimpin langsung jalannya upacara didampingi pejabat dari Pemprov Riau, BNPB, BPPT dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). “Operasi ini dapat menjadi pembelajaran sistem komando bagi BPBD serta sebagai langkah

pengamanan pelaksanaan PON ke 18 yang digelar di Riau,” kata Rusli Zainal. Menurutnya, operasi hujan buatan ini menggunakan 2 pesawat jenis Cassa 212. Tanggal 28 Agustus 2012, BNPB juga akan mengerahkan 2 helikopter yang dilengkapi bambibucket untuk pemboman air dari udara pada titik api.

>> BNPB DAN hal 11

Seorang perwira tinggi menyebutkan operasioperasi gelap telah dilakukan. Di antaranya penyadapan komunikasi pemimpin KPK. Dari penyadapan itu, ia mengklaim, bisa diketahui siapa pemimpin KPK yang paling getol mendorong pengusutan perkara di Kepolisian. Penguntitan terhadap beberapa petugas KPK juga dilakukan. "Peluru" untuk membidik pemimpin KPK juga disiapkan. Kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan mereka pada masa lalu ditelisik kembali. Kepala Biro Penerangan Markas Besar Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar tidak bisa mengomentari soal itu. "Saya baru tahu dari Anda," ujarnya. Meski demikian Boy membantah adanya penyadapan tersebut.

>> POLRI SADAP hal 02

MENELUSUR SEJARAH OEANG LENGAYANG (BAGIAN - 1)

1945-1949, Era Pertaruhan Harga Diri Laporan:

HARIDMAN KAMBANG DI PESISIR Selatan, tepatnya di Lengayang pernah berlaku mata uang yang disebut “Oeang Lengayang” atau populer disebut pitih Buya Rusli Nur, saksi sejarah yang masih hidup. HARIDMAN

kambang. Sepenggal sejarah yang menarik tentunya. Mungkin satu-satunya di Sumatera Barat daerah yang memberanikan mencetak alat tukar atau mata uang sendiri. Berikut penulis tuturkan penggalan perjuangan mempertahankan hidup, mempertahankan harga diri dan berjuang melawan lilitan ke-

miskinan sehingga akhirnya terpaksa cetak uang sendiri. Narasumber adalah pelaku, yaitu Buya Rusli Nur (82). Menurutnya, perjuangan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) di Pesisir Selatan (dulu PSK) selama perang Kemerdekaan

>> 1945-1949 hal 11

Ketua Forum Rakyat Sumbar Anti Korupsi Pejabat Daerah (FORSAKOPD) Irwan menyerahkan langsung 7 berkas kasus dugaan tindak pidana korupsi kepada Kepala Pelayanan dan Pengaduan Divhumas Mabes Polri AKBP Umar Anshori, Senin (13/8). IST

FORSAKOPD SERAHKAN 7 BERKAS KE KPK DAN POLRI

Bupati Pasbar Diduga Korupsi Puluhan Miliar PADANG, HALUAN — Forum Rakyat Sumbar Anti Korupsi Pejabat Daerah (FORSAKOPD) tidak main-main dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi para pejabat di Sumatera Barat. Setelah melaporkan Bupati Pasaman Barat Drs Baharuddin R ke Mabes Polri dan KPK sepekan lalu, Senin (13/8), Forum ini melengkapinya dengan menyerahkan sejumlah barang bukti

>> BUPATI PASBAR hal 11

>> 02

PNS Diajak Unjuk Rasa Tuntut THR........................... >> 05

SBY akan Sulit Mengelak.........................................

>> 12

Pemilukada Padang Kemungkinan Ditunda..............


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.